|
Selama
sepekan pada bulan Agustus 2006 lalu, Hizbut Tahrir di wilayah Palestina,
khususnya Gaza dan Tebi Barat, menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka
Peringatan 85 Tahun Keruntuhan Khilafah Islamiyah. Memang, dunia banyak yang
tidak tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir di Palestina bulan lalu
itu sangat mengejutkan semua pihak; terutama masyarakat, kekuatan-kekuatan
politik, maupun penguasa Palestina. Hal ini karena tidak banyaknya media
internasional yang memberitakannya. Padahal, sebagian besar media di Timur
Tengah meliputnya, bahkan memuatnya sebagai berita utama dalam beberapa hari.
Kejutan terutama disebabkan oleh kemampuan Hizbut Tahrir menggalang sekaligus
mengorganisasi puluhan ribu massa—sesuatu yang jarang terjadi di Palestina—untuk
melakukan aksi long march dan demonstrasi di seputar isu kehancuran
Khilafah lebih dari 85 tahun yang lalu dan pentingnya umat Islam menegakkan
kembali Khilafah. Berikut liputannya. Aksi Hizbut Tahrir Al-Khalil.
Dengan dihadiri oleh sekitar 35.000 orang penduduk terdiri dari anggota dan para
pendukung Hizbut Tahrir al-Islami, 21 Agustus 2006 diselenggarakan Konferensi
Khilafah ar-Rasyidah di auditorium utama Mahal al-Kubra di propinsi
al-Khalil. Konferensi mengambil
tema, “Satu Daulah–Satu Umat”. Konferensi
diawali oleh wakil dari Hizb, Ghasan al-Hamuri. Ia memberikan sambutan kepada peserta
yang hadir dan memaparkan kondisi umat Islam di bidang keamanan dan
kemasyarakatan serta bencana dan penderitaan yang menimpa kaum Muslim setelah
hancurnya Daulah Khilafah pada tahun 1924 M. Al-Hamuri
mengatakan bahwa tidak ada kemuliaan bagi umat kecuali dengan berjuang dengan sungguh-sungguh dan ikhlas untuk
mengangkat satu Khalifah dan mendirikan Daulah Khilafah Rasyidah. Dengan Khilafah semua penderitaan dan
bencana yang menimpa umat akan bisa dilenyapkan dari kaum Muslim saat
ini. Setelah
pembacaan ayat-ayat al-Quran al-Hakim, konstitusi Daulah Khilafah, oleh Syaikh
Akram ar-Rajibi, dan pembacaan surah al-Fatihah untuk arwah para syuhada umat
Islam, Syaikh Abdullah Dirdas menyampaikan orasi bertema, “Khilafah adalah poros
kebaikan, sedangkan demokrasi adalah poros kejahatan”. Kemudian
syaikh para qari Palestina, Syaikh Athif Sinnuqruth menyampaikan orasi bertema,
“Umat Berjuta-juta”. Beliau menekankan bahwa umat Islam adalah satu umat, kitab
suci mereka satu, nabi mereka juga satu.
Mereka menjadi pemimpin dunia ketika umat ini direpresentasikan oleh satu
negara, yaitu Daulah Islam, Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah. [Koran
al-Quds, 22/8/2006] Hizbut Tahrir Memecahkan Kebekuan Di Ramalah dan al-Khalil orang-orang mengangkat dan mengibarkan ar-Rayah yang berwarna hitam dan putih, mereka menyerukan bangkitnya Khilafah Islamiyah. Seruan itu keluar dari ribuan pendukung Hizbut Tahrir (al-Islami) Palestina di Ramalah dan al-Khalil, yaitu dalam berbagai festival rakyat dan massal diikuti oleh ribuan wanita, para pemuda dan pemudi. Aksi
long march Hizb dimulai dengan begitu besar di Jalur Gaza minggu
lalu. Aksi long march itu
diikuti oleh ribuan pendukung Hizbut Tahrir. Para pengamat mengatakan bahwa Hizb
keluar dengan mengejutkan dan intensif ke jalan-jalan dengan mengibarkan
ar-Rayah berwarna hitam dan dengan seruan “Dirikan Khilafah dan Tidak Ada
Solusi Lain Selain Khilafah” seperti yang dikemukakan oleh salah seorang
pemimpinnya. Menurut para pengamat hal itu sama-sama mengejutkan bagi kekuatan
dan poros patriotisme (nasionalis) dan islami. Pengamat
yang lain memandang bahwa Hizb memilih timing yang tepat untuk
mengumumkan dirinya setelah salah satu harakah Islam terbesar telah gagal dalam
ekperimen politik di pemerintahan.
Hal itu menyebabkan naiknya suara seruan Hizb yang bersandar pada satu
program yang spesifik dan jelas meski pencapaiannya sulit, yaitu “kembalinya
Khilafah”. Di
al-Khalil ribuan orang meminta tentara-tentara kaum Muslim agar memberikan
nushrah (pertolongan) bagi bangkitnya kembali Khilafah
Islamiyah. Adapun
di kota Ramalah pada Sabtu sore, Hizb menyelenggarakan konferensi “Khilafah
adalah Solusi” di stadion Al-Farindas di kota al-Birah dan dihadiri oleh 10.000
orang peserta. Konferensi ditutup dengan aksi long march ke menara yang
ada di tengah kota. Di sana salah
seorang anggota Hizb menyampaikan penjelasan, di antaranya, “Hizbut Tahrir
memberikan berita gembira akan (datangnya) Khilafah yang tinggal sejauh
sepelemparan batu dan bahwa Khilafah sudah sangat dekat.” Anggota Hizb itu juga
memuji perlawanan Lebanon di utara. [Al-Quds,
28/8/2006] Orang-orang
Palestina dikejutkan oleh pengadopsian Hizbut Tahrir terhadap syiar-syiar dan
panji-panji islami semata ketika ribuan pendukung Hizbut Tahrir keluar di
Ramalah, al-Khalil dan Gaza seraya mengangkat dan mengibarkan panji-panji
(rayah) berwarna hitam dan putih.
Mereka menyerukan kebangkitan Khilafah. Begitu juga di berbagai festival rakyat
dan massal yang diikuti oleh ribuan wanita, pemuda dan
pemudi. 1. Konferensi dan aksi long march di Gaza
diikuti tiga ribu peserta. Aksi long march yang bertema, “Wahai Palestina Pasukan Khilafah Akan Datang” tersebut merupakan aksi yang paling baik yang pernah disaksikan oleh penduduk Gaza. Hizbut Tahrir menjadi pembicaraan di jalan-jalan tentang pengorganisasiannya, kedisiplinan, syiar-syiar dan mobilisasi massanya. Begitu pula konferensi dengan tema yang sama; memperlihatkan adanya persiapan, pengorganisasian (manajemen) dan materi pembicaraan. Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari tiga ribu peserta. 2. Konferensi dan Aksi Long March di
Ramalah Ramalah
menjadi fokus atau pusat aksi-aksi long march yang bertema, “Khilafah
Adalah Solusi”. Ramalah belum pernah menyaksikan pemandangan yang serupa dengan
konferensi dan aksi long
march tersebut. Hal itu dilihat dari aspek pengorganisasian dan manajemen
serta mobilisasi massa. Konferensi dengan tema yang sama dihadiri oleh 7000
peserta. Demikian pula aksi long march; diikuti oleh sekitar 7000
peserta. 3. Konferensi dan aksi long march di
al-Khalil. Konferensi
bertema, “Khilafah, Satu Umat... Satu Daulah” di al-Khalil dihadiri oleh 10.000
(sepuluh ribu) orang peserta. Ini adalah hal biasa karena konferensi serupa
pernah beberapa kali terselenggara di kota ini. Adapun aksi long march
menjadi pembicaraan semua orang. Aksi itu sangat mengejutkan orang yang
menyaksi-kannya jika ia termasuk orang yang tidak menyukai Hizb. Sebaliknya,
aksi itu membuat para pendukung yang menyaksikannya meneteskan air mata. Sebab, kota al-Khalil belum pernah
menyaksikan pemandangan serupa dari sisi pengorganisasian (manajemen),
mobilisasi massa, dan yel-yel yang tidak biasa seperti dalam aksi
ini. 4. Konferensi dan aksi long march di
Nablus. Konferensi
dan aksi long march di Nablus relatif lebih kecil dibandingkan dengan
konferensi dan aksi long march di tempat-tempat lainnya. Namun, kedua
aktivitas itu lebih bergema dibandingkan dengan aktivitas serupa yang
diselenggarakan oleh pihak-pihak lain.
5. Forum-forum diskusi wanita di sekitar
al-Quds. Aktivitas
ini mungkin menjadi acara semisal yang pertama kali diselenggarakan di
sana. Acara ini sangat baik
persiapannya berikut manajemen dan pelaksanaannya. Sebagai pengalaman pertama
hal itu sangat baik. Respon-respon yang muncul juga sangat
baik. 6. Diskusi khusus untuk wanita di al-Khalil
dan sekitarnya. Acara
ini lebih semarak daripada acara serupa di al-Quds. Acara ini dihadiri oleh sekitar 950
Muslimah yang sebagian besarnya adalah tamu (selain anggota Hizbut Tahrir). Di antara peserta yang
hadir banyak dari kalangan tokoh-tokoh Muslimah dari kalangan pendidik,
pengajar, dan profesional seperti para dokter dan insinyur; juga dari kalangan
para pengisi pengajian di masjid-masjid
dan para tokoh Muslimah yang berpengaruh di sekitarnya. Segala pujian
hanya milik Allah. Secara umum respon acara tersebut sangat baik. Acara tersebut
menciptakan penghargaan yang tinggi kepada para syabah anggota Hizbut
Tahrir. 7. Pekan Khilafah. Pekan
ini adalah pekan yang penuh dengan kajian. ceramah, berbagai diskusi,
forum-forum diskusi terbatas, penempelan berbagai poster dan pemasangan
baliho. Semua itu benar-benar bisa
dirasakan oleh masyarakat. 8. Gerakan kontak telepon dengan berbagai forum diskusi on
air/live. Sejumlah
aktivis Hizbut Tahrir di berbagai tempat dan kota ditugaskan untuk ikut serta
pertelepon dalam program-program yang terbuka untuk berbicara tentang Khilafah
dan Hizbut Tahrir dengan cara yang bijak dan berpengaruh. Semua
aktivitas di atas sangat baik dilihat dari sisi persiapan, menejemen,
partisipasi kehadiran peserta dan hal-hal yang terkait. Kekurangan dan kelemahan
yang ada tidak bisa dibandingkan dengan keberhasilan yang luar biasa yang telah
berhasil terealisasi. Semua itu berkat karunia dan pertolongan dari Allah dan
segala puji hanya bagi Allah. Hal-hal
yang sangat menarik selama pelaksanaan berbagai aktivitas itu dan sesudahnya
adalah sebagai berikut: ● Mobilisasi
massa yang berhasil di lakukan sangat berbeda dengan mobilisasi massa yang
dilakukan oleh yang lain. Paling tidak, karena dalam acara kami mayoritas
peserta yang hadir adalah orang-orang dewasa baik para pemuda, orang dewasa,
maupun orang-orang tua; seperti tampak dalam aksi long march. Ringkasnya,
berbagai aktivitas itu didominasi oleh warna para aktivis, orang-orang yang
sudah matang dan memiliki kedudukan. Tentu saja hal itu tidak mungkin
terealisasi kecuali karena adanya hubungan yang baik dan kokoh sekaligus saling
menghormati secara kontinu antara syabab Hizb dan mereka sebelum konferensi dan
aksi long march. ● Pergerakan
semua orang dalam aksi-aksi ini begitu luar biasa. Berbagai media bahkan
mengatakan bahwa jumlah massa dan sambutan yang ada begitu mengejutkan semua
orang hingga bagi penangggung jawab Hizbut Tahrir sendiri. Beberapa media juga
mengatakan bahwa jumlah massa yang hadir itu telah menjadikan Hizbut Tahrir
pantas menjadi kekuatan ketiga di antara dua poros utama (Fatah dan
Hamas). ● Kemampuan
mengorganisasi dan kedisiplinan aktivis Hizbut Tahrir telah begitu menarik
perhatian semua orang yang menyaksikannya. Sebagian orang menyebutkan bahwa
pihak yang mampu melaksanakan aktivitas-aktivitas dengan jumlah massa dan pada
waktu seperti itu, dengan pengorganisasian dan kedisiplinan yang begitu apik,
sungguh layak untuk memimpin negara secara praktis. ● Penguasa,
khususnya di Ramalah, berupaya menghalangi dan menggagalkan aktivitas kami. Di antara kejadian yang baru terungkap
setelah selesai acara bahwa salah seorang aktivis Hizbut Tahrir sedang berada
bersama kepala kepolisian di Kota dan di depan Gubernur. Lalu polisi itu
bertanya, “Apa yang sedang kalian persiapkan dan akan kalian lakukan?” Aktivis tersebut menjawab, “Seperti yang
Anda dengar melalui radio dan yang Anda lihat di berbagai poster. Kami ingin
menyelenggarakan konferensi.” Polisi itu bertanya lagi, “Apakah kalian memiliki
izin untuk itu?” Lalu Gubernur
menyela aktivis tersebut, “Mereka
tidak memperoleh izin. Mereka pada dasarnya tidak memberi tahu kami.”
mendengar itu, polisi itu marah dan berkata, “Saya akan menurunkan satuan polisi
dan akan saya larang/halangi konferensi itu.” Syabab tersebut menjawab,
“Jika engkau memang seorang laki-laki maka lakukan saja.” Polisi itu pun
terdiam. Kejadian itu terjadi di
al-Khalil. Aparat di Ramalah melihat berbagai hal yang sama seperti di Gaza yang
menjadikan mereka merasa kecil. Lalu mereka juga melihat hal yang sama di
al-Khalil, lalu di Nablus dan terakhir sampai di Ramalah. Karena itu, mereka
menjadi sangat marah. ● Dengan
berbagai aktivitas itu Hizbut Tahrir menjadi pembicaraan selama jangka waktu
seputar peringatan tersebut. Banyak orang menduga bahwa sesuatu akan terjadi dan
bukan hanya sebuah peringatan dan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
peringatan itu. Koran Yahudi Yerusalem Post bahkan menyatakan,
“Sesungguhnya Khilafah akan berdiri pada hari Jumat di
Gaza”. ● Semua
organisasi merasakan kejatuhan.
Mereka merasa kalah dan menundukkan kepala. Mereka umumnya adalah
orang-orang patriotis/nasionalis. ● Kalangan
media. Kehadiran kalangan media tidak seperti sebelumnya. Banyak sekali kalangan media yang
menghadiri aktivitas-aktivitas Hizbut Tahrir. Di antaranya adalah
Al-Jazeera, Al-Arabia, Reuters, Televisi Turki,
Televisi Amerika, AFP, Asociated Pers, Reuters, Ma’an, Bala Media,
al-Quds, al-Hayah, al-Ayam, dan saluran televisi Arab lainnya serta
puluhan koran lokal dan koran-koran Arab.
Liputan media sangat besar dan luas. Apalagi al-Jazeera yang
meliput langsung aktivitas-aktivitas Hizbut Tahrir. ● Ada
berita bahwa Ahmad Qorei melakukan pertemuan secara mendadak dengan utusan
Amerika untuk membahas masalah kegiatan kami. Setelah itu Qorei pergi ke Yordania
dalam sebuah kunjungan mendadak yang dipercepat. |
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
