Assalamualaikum ...........

saya juga mau menanyakan tentang hukum khitan untuk anak wanita apakah
dianjurkan atau tidak , mohon penjelasan dengan hadist Rosullulah SAW,
sekian saja terima kasih.

Wassalam

Bambang W
> -----Original Message-----
> From: Erwin K [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, November 06, 2006 10:31 AM
> To:   Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
> Subject:      Re: [ FUPM-EJIP ] Tanya Aqiqah
> 
> Assalamu 'alaykum wr wb
> 
> Semoga bermanfaat buat Antum
> 
> wassalam
> Abu Azmi
> 
> Aqiqah
> 
> Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk anak yang baru lahir.
> Pengarang kamus Mukhtaar ash-Shihaah mengatakan, "al-Aqiqah atau al-Iqqah
> adalah rambut makhluk yang baru dilahirkan, baik manusia maupun binatang.
> 
> Hukumnya
> 
> Aqiqah adalah sunah muakad, sekalipun orang tua dalam keadaan sulit.
> Aqiqah
> dilaksanakan Rasulullah saw dan para sahabat. Al-Laits berpendapat wajib,
> demikian pula Daud al-Dzahiri. Hukum-hukum yang berkaitan dengan aqiqah
> (kambing yang disembelihnya) adalah hukum yang berlaku untuk kurban. Hanya
> saja, aqiqah itu tidak diperbolehkan bergabung (musyarakah).
> 
> Keutamaannya (Fadhilahnya)
> 
> Dari Samurah ra, dari Nabi saw bersabda, "Setiap anak yang baru lahir itu
> tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari yang
> ketujuhnya. Ia dicukur dan diberi nama." (HR Ashabus Sunan).
> 
> Makna hadis tersebut menurut Imam kAhmad bin Hanbal ra adalah, "Bayi itu
> tertahan (tidak bisa memberikan) syafa'at kepada edua orang tuanya."
> Artinya, jika bayi itu kelak menjadi anak yang saleh, ia di akhirat kelak
> tidak bisa memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya sebelum
> diaqiqahkan,
> atau jika bayi itu meninggal sebelum diaqiqahi, ia di akhirat kelak tidak
> dapat memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya. Sehingga, kedua orang
> tuanya menebus gadai tersebut dengan cara menyembelih kambing sebagai
> aqiqah
> untuknya.
> 
> Dari Salman bin Amir adh-Dhabiy ra, Nabi saw bersabda, "Untuk anak
> laki-laki
> aqiqahnya. Tumpahkanlah darah (menyembelih kambing) karenanya dan
> hilangkanlah sesuatu yang menyakiti dari dirinya." (HR al-Khamsah).
> 
> Aqiqah untuk Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan
> 
> Yang paling baik (afdhal) untuk anak laki-laki itu disembelihkan dua ekor
> kambing/domba yang sama dan mirip dan umurnya juga bersamaan, sedangkan
> untuk anak perempuan disunahkan satu ekor. Hal ini berdasarkan hadis yang
> diriwayatkan oleh Ummu Kurz al-Ka'biyah, aku pernah mendengar Rasulullah
> saw
> bersabda, "Untuk anak laki-laki dua kambing yang mirip dan untuk anak
> perempuan satu ekor kambing."
> 
> Akan tetapi, apabila kemampuan orang tua hanya satu ekor kambing saja, hal
> itu juga diperbolehkan dan ia sudah mendapatkan sunah yang dilakukan oleh
> Rasulullah saw. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu
> Abbas
> dan Anas bin Malik ra seperti di bawah ini:
> "Sesungguhnya Rasulullah saw pernah beraqiqah untuk Hasan satu kambing dan
> untuk Husein satu kambing." (HR Abu Daud dan Ibnu Hibban).
> 
> Waktu Penyembelihan (Pelaksanaan)
> 
> Jika memungkinkan, penyembelihan (pelaksanaan aqiqah) itu disunahkan pada
> hari yang ketujuh. Apabila tidak, pada hari yang keempat belas. Jika
> keduanya juga tidak memungkinkan, pada hari yang keduapuluh satu. Namun,
> jika ketiga kelipatan itu juga tidak memungkinkan, kapan saja boleh
> dilakukan. Rasulullah saw bersabda, "Disembelih pada hari yang ketujuh,
> hari
> yang keempat belas, dan hari yang keduapuluh satu."
> 
> Pemberian Nama dan Mencukur Rambut
> 
> Disunahkan bagi orang tua untuk memberikan nama kepada anaknya yang baru
> lahir dengan nama yang bagus. Karena, nama itu memberikan pengaruh kepada
> yang mempunyai nama, di saat terjaganya maupun saat tidurnya, dan
> seakan-akan ia merupakan simbol dari jatidiri si empunya. Dalam hadis Nabi
> saw disebutkan, dari Abu Hurairah ra, "Rasulullah saw menyunahkan nama
> yang
> baik...." (HR Abus Syekh).
> 
> Umar ra pernah bertanya kepada seseorang tentang namanya, lalu orang itu
> menjawab, "Jamrah (bara api)," Umar bertanya lagi, "Siapa bapakmu?" dia
> menjawab, "Syihab (obor)," Umar bertanya lagi, "Dari keturunan siapa?" Dia
> menjawab, "Dari al-Huraqah (kebakaran)," Umar bertanya lagi, "Lalu mana
> rumahmu?" Dia menjawab, "Di Harratin Naar (neraka yang panas)," Umar
> bertanya lagi, "Lalu di mana tempat tinggalmu?" Dia menjawab, "Di Dzati
> Ladzaa (Neraka Ladza)." Kemudian Umar berkata, "Pergilah, tempat tinggalmu
> pasti terbakar." Lalu orang itu pergi, dan ternyata dia menemukan tempat
> tinggalnya terbakar.
> 
> Rasulullah saw bersabda, "Nama-nama yang paling disukai Allah SWT adalah
> Abdullah dan Abdurrahman, nama yang paling mengena (benar) adalah Harits
> (orang yang berusaha) dan Hammam (yang bercita-cita) dan sejelek-jelek
> nama
> adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)." (HR Bukhari, Muslim dan Nasa'i)
> 
> Selain itu, disunahkan pula bagi orang tua si bayi untuk mencukur rambut
> bayi itu dan bersedekah seberat dtimbangan rambutnya engan perak (atau
> nilainya), dan jika kesulitan, maka boleh ditimbang dengan emas. Hal ini
> berdasarkan dengan hadis Nabi saw, dari Ali bin Abu Thalib ra, Rasulullah
> saw pernah mengaqiqahkan Hasan dengan satu kambing dan bersabda, "Wahai
> Fathimah! Cukurlah kepalanya, dan bersedekahlah dengan senilai perak (atau
> emas) seberat timbangan rambutnya." (HR Tirmidzi dan Ahmad)
> 
> Azan di Telinga Anak yang Baru Dilahirkan
> 
> Termasuk disunahkan mengazankan anak yang baru lahir di telinga kanan. Hal
> ini dimaksudkan agar yang pertama kali ia dengar adalah nama Allah.
> 
> Dari Rafi' ra berkata, "Aku pernah melihat Nabi saw mengazankan (seperti)
> azan salat di telinga Hasan bin Ali waktu Fathimah melahirkannya." (HR
> Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi).
> 
> Dari Hasan bin Ali ra, Nabi saw bersabda, "Barangsiapa dikaruniai anak
> lalu
> ia mengazankannya di telinganya yang kanan dan mengiqamahkannya di
> telinganya yang kiri, maka anak itu tidak akan terkena bahaya gangguan
> setan."
> 
> Menindik Telinga Anak
> 
> Dalam kitab-kitab mazhab Hambali dikatakan, menindik telinga anak wanita
> untuk perhiasan diperbolehkan (jaiz) dan dimakruhkan (haramkan) untuk anak
> laki-laki. Di dalam Fatawa Qadhi Khan, pengikut mazhab Hanafi, disebutkan,
> "Tidak masalah (boleh-boleh saja) menindik telinga anak perempuan. Mereka
> pada zaman jahiliyah juga melakukan hal itu, tetapi Rasulullah saw tidak
> membantahnya."
> 
> Referensi:
> 1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
> 2. Shahih Sunan Tirmizi, Muhammad Nashiruddin al-Albani
> 3. Zaadul Ma'ad, Ibnu Qayyim al-Jauziyah
> 
> Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Sulaeman" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP"
> <[email protected]>
> Sent: November 06, 2006 12:16 PM
> Subject: [ FUPM-EJIP ] Tanya Aqiqah
> 
> 
> > Ass.wr.wb.
> >
> > Pa' ada yang punya artikel tentang Aqiqah mohon dikirim ya pa',sekalian
> mau
> > tanya kapan sih rosululloh mengaqiqahkan dirinya ?
> >
> > Syukron
> > Wass.wr.wb
> > Sulaeman
> >
> >
> > ********************************************************
> > Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan
> EJIP
> > ********************************************************
> > Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> > http://www.usahamulia.net
> >
> > Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> > ********************************************************
> >
> >
> 
> 
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
> 
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> ********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke