PM Surayud Dukung Penerapan Syariah di Selatan
Bangkok (ANTARA News) - 8 November 2006
PM Thailand, Surayud Chulanont, yang mengunjungi wilayah selatan yang
berpenduduk mayoritas Muslim, mengatakan ia mendukung cara hidup Islam tapi
menentang pemisahan diri dari kerajaan yang berpenduduk mayoritas beragama
Buddha itu.
Surayud terbang ke ibukota propinsi Yala untuk bertemu dengan para mahasiswa dan guru-guru sebelum mengunjungi sekolah Islam terbesar di daerah itu.
Tetapi dalam satu tanda nyata aksi kekerasan berlangsung, dan skala masalah yang dihadapi, dua anggota kelompok garis keras dan seorang tentara tewas dalam baku tembak di propinsi yang sama ketika pesawat Surayud mendarat.
Sebuah bom meledak di pasar ikan, Rabu pagi di propinsi tetangga Pattani. Polisi mengatakan tidak ada yang cedera dalam serangan itu.
PM itu, yang diangkat setelah kudeta tidak berdarah 19 September, mengemukakan pada pertemuan koresponden asing Selasa malam bahwa satu-satunya syarat bagi perundingan perdamaian dengan para pemimpin gerilyawan di tiga propinsi selatan itu adalah mereka mencabut tuntutan-tuntutan bagi kemerdekaan.
"Ini adalah satu-satunya syarat. Tidak memisahkan diri," katanya, yang nenegaskan bahwa gencatan senjata bukan satu prasyarat bagi perudingan-perundingan.
"Satu-satunya syarat kami, kami tidak dapat menyetujui pemisahan diri wilayah kami di manapun, ini adalah kekuasaan atas tanah, kami tidak akan dipisahkan".
Surayud menambahkan bahwa memberikan satu otonomi tingkat tertentu bisa dibicarakan dan menekankan bahwa ia menghormati cara hidup Muslim.
"Mereka mesti menjalankan hukum Islam, Syariah, karena cara hidup yang mereka biasa praktekkan dalam kehidupan emreka sama sekali berbeda dari kami," katanya, seperti dilansir AFP.
PM itu menegaskan bahwa penyelesaian aksi gerilya di propinsi-propinsi Yala, Pattani dan Narathiwat, tempat hampir 1.600 orang tewas dalam aksi kekerasan separatis dan tindakan lainnya sejak Januari 2004, adalah satu prioritas penting.
Wilayah berpenduduk mayoritas beragama Islam yang berbatasan dengan Malaysia itu adalah sebuah kesultanan yang merdeka yang dicaplok Thailand tahun 1902. Aksi kekerasan separatis meletus sejak saat itu. (*)
Surayud terbang ke ibukota propinsi Yala untuk bertemu dengan para mahasiswa dan guru-guru sebelum mengunjungi sekolah Islam terbesar di daerah itu.
Tetapi dalam satu tanda nyata aksi kekerasan berlangsung, dan skala masalah yang dihadapi, dua anggota kelompok garis keras dan seorang tentara tewas dalam baku tembak di propinsi yang sama ketika pesawat Surayud mendarat.
Sebuah bom meledak di pasar ikan, Rabu pagi di propinsi tetangga Pattani. Polisi mengatakan tidak ada yang cedera dalam serangan itu.
PM itu, yang diangkat setelah kudeta tidak berdarah 19 September, mengemukakan pada pertemuan koresponden asing Selasa malam bahwa satu-satunya syarat bagi perundingan perdamaian dengan para pemimpin gerilyawan di tiga propinsi selatan itu adalah mereka mencabut tuntutan-tuntutan bagi kemerdekaan.
"Ini adalah satu-satunya syarat. Tidak memisahkan diri," katanya, yang nenegaskan bahwa gencatan senjata bukan satu prasyarat bagi perudingan-perundingan.
"Satu-satunya syarat kami, kami tidak dapat menyetujui pemisahan diri wilayah kami di manapun, ini adalah kekuasaan atas tanah, kami tidak akan dipisahkan".
Surayud menambahkan bahwa memberikan satu otonomi tingkat tertentu bisa dibicarakan dan menekankan bahwa ia menghormati cara hidup Muslim.
"Mereka mesti menjalankan hukum Islam, Syariah, karena cara hidup yang mereka biasa praktekkan dalam kehidupan emreka sama sekali berbeda dari kami," katanya, seperti dilansir AFP.
PM itu menegaskan bahwa penyelesaian aksi gerilya di propinsi-propinsi Yala, Pattani dan Narathiwat, tempat hampir 1.600 orang tewas dalam aksi kekerasan separatis dan tindakan lainnya sejak Januari 2004, adalah satu prioritas penting.
Wilayah berpenduduk mayoritas beragama Islam yang berbatasan dengan Malaysia itu adalah sebuah kesultanan yang merdeka yang dicaplok Thailand tahun 1902. Aksi kekerasan separatis meletus sejak saat itu. (*)
Copyright © 2006 ANTARA
Iran Akan Tembakkan Rudal Balistik dalam Pelatihan Perang
Teheran (ANTARA News) - 8 November 2006
Pengawal Revolusioner Iran akan menembakkan rudal-rudal balistik yang
memmiliki jangkauan tembak lebih dari 1.000km dalam pelatihan perang pekan ini,
kata televisi pemerintah, Rabu.
Manuver udara, darat dan laut itu akan dilakukan di 14 propinsi yang dimulai Kamis "dengan pusat di Teluk Persia dan Laut Oman," kata panglima militer Jenderal Rahim Safavi yang dikutuip televisi itu.
Rudal-rudal Shahab-2 dan Shahab-3 dengan hululedak nuklir tandan dan memiliki jangkauan tembak 1.000km akan ditembakkan berikut ratusan roket dan rudal-rudal lainnya seperti Fateh dan Zolfaghar," kata Safavi seperti dilansir AFP.
"Tujuan pertama dan utama dari pelatihan perang ini adalah untuk menunjukkan kekuatan dan tekad nasional untuk mempertahankan negara terhadap ancaman yang mungkin," tambahnya.
Pelatihan perang Iran itu diadakan menyusul manuver yang dllakukan Senin oleh satu pasukan angkatan laut pimpinan AS, yang terdiri atas kapal-kapal perang dari Australia, Bahrain, Perancis, Italia dan Inggris di Teluk dekat perairan Iran untuk memerangi proliferasi nuklir.(*)
Manuver udara, darat dan laut itu akan dilakukan di 14 propinsi yang dimulai Kamis "dengan pusat di Teluk Persia dan Laut Oman," kata panglima militer Jenderal Rahim Safavi yang dikutuip televisi itu.
Rudal-rudal Shahab-2 dan Shahab-3 dengan hululedak nuklir tandan dan memiliki jangkauan tembak 1.000km akan ditembakkan berikut ratusan roket dan rudal-rudal lainnya seperti Fateh dan Zolfaghar," kata Safavi seperti dilansir AFP.
"Tujuan pertama dan utama dari pelatihan perang ini adalah untuk menunjukkan kekuatan dan tekad nasional untuk mempertahankan negara terhadap ancaman yang mungkin," tambahnya.
Pelatihan perang Iran itu diadakan menyusul manuver yang dllakukan Senin oleh satu pasukan angkatan laut pimpinan AS, yang terdiri atas kapal-kapal perang dari Australia, Bahrain, Perancis, Italia dan Inggris di Teluk dekat perairan Iran untuk memerangi proliferasi nuklir.(*)
Copyright © 2006 ANTARA
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
