Re: [ FUPM-EJIP ] Kebohongan Seorang IbuAfwan, tolong pak Mahmud sampaikan 
kritik dengan sopan, anda sendiri menyuruh kebaikan, apa tidak ada yang lebih 
baik misal tolong pake bahasa indonesia aja dech biar enak .. atau yang 
lainnya...
Afwan..
Arifin
  ----- Original Message ----- 
  From: Mahmud Zaenudin 
  To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
  Sent: Thursday, November 30, 2006 8:24 AM
  Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Kebohongan Seorang Ibu


  Gunakan kalimat yang enak untuk di baca dan jangan bahasa kampung yang anda 
bawa, 
  Apakah anda tidak pernah belajar menulis yang sopan, katakan lah yang enak 
untuk di sampaikan meskipun kita tidak suka menerimanya dan itu adalah bagian 
dari ciri2 orang muslim

  On 11/30/06 8:09 AM, "Sudarsono Reo Syah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


    Thanks for this article,
    Menurutku tidak ada kebahagian yang di dapat selain restu dan doa seorang 
ibu dan kasihnya membuat kita bisa bertahan dan mengenal arti hidup dan memberi,
    Belaian dan sentuhan nya terkenang sepanjang masa sampai ajal menjemput,
    Buat ku pribadi: thanks mother for everything that have been given to me,
     
    Rgds,
     
    Reo
     



----------------------------------------------------------------------------

    From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of eko
    Sent: Thursday, November 30, 2006 12:13 AM
    To: Forum  Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
    Subject: [ FUPM-EJIP ] Kebohongan Seorang Ibu


      

    Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya 




    Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan 
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini 
justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari 
kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, 
ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling 
indah di dunia.

    Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak 
laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali 
kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil 
memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" 
---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

    Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu 
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan 
hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. 
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. 
Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa 
daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan 
yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu 
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat 
menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- 
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

    Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu 
pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan 
hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. 
Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih 
bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel 
kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih 
harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" 
---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

    Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi 
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar 
dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika 
bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera 
menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin 
untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang 
yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan 
gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku 
tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

    Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap 
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus 
membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah 
dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin 
parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun 
membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di 
sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali 
menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak 
mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

    Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan 
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia 
rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi 
kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering 
mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu 
bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang 
tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

    Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian 
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah 
beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. 
Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati 
hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan 
anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG 
KETUJUH

    Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, 
harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik 
langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang 
terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan 
sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar 
di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan 
jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah 
dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku 
perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan 
tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

    Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup 
matanya untuk yang terakhir kalinya.

    Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa 
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba 
dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? 
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan 
ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu 
mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. 
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
    Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar 
kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah 
makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah 
kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita 
sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah 
ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih 
mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. 
Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.



    wassalam,

    BDC




----------------------------------------------------------------------------
    ********************************************************
    Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
    ********************************************************
    Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
    http://www.usahamulia.net

    Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
    [EMAIL PROTECTED]

    ********************************************************





------------------------------------------------------------------------------


  ********************************************************
  Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
  ********************************************************
  Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
  http://www.usahamulia.net

  Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
  [EMAIL PROTECTED]

  ********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke