Assalam mualaikum
Bahasa yang saya gunakan disini adalah personifikasi(perumpamaan),yang 
mengambarkan ketulusan
dan kemulian seorang ibu yang rela mengorbankan jiwa dan raga untuk 
anaknya.Jadi kalo afwan salah mengerti dengan makna yang tersirat didalam 
artikel saya,saya mohon maaf karna yang salah itu datangnya dari saya dan yang 
benar hanya dari ALLAH SWT.
wassaalm wr.wb

BDC
  ----- Original Message ----- 
  From: ppc2 
  To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
  Sent: Thursday, November 30, 2006 8:55 AM
  Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Kebohongan Seorang Ibu


  sudah di maafkan akhi..
  sudah di selesaikan de email barusan..
  terimakasih atas sarannya..

  salam
  ppc
    -----Original Message-----
    From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Sulaeman


    Masya Alloh,inalilahi wainailaihi rooji'uun..
    Cukup akhi....jangan terusin saling menghujatnya,bukankah tidak ada bedanya 
orang kota dengan orang kampung,yang membedakan
    hanya nilai ketakwaannya yang melahirkan kemulyaan akhlaknya.Jadi mari kita 
saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran
    shg da'wah ini terasa sejuk dan juga mari saling memaafkan jika ada 
kesalahan atau ketidaktahuan diantara kita.

    Wass.wr.wb.
    At 08:26 30/11/2006 +0700, ppc2 wrote:

      Content-class: urn:content-classes:message
      Content-Type: multipart/alternative;
              boundary="----_=_NextPart_001_01C7141E.88ED79EC"

      kalau anda merasa orang kota, dan bukan orang kampung.
      bericontoh dong bahasa yang sopan. Jangan langsung menghakimi seperti itu.
      atau anda malah lebih kampungan, bisanya cuma kritik doang.
       
      salam
      ppc 
        -----Original Message----- 
        From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Mahmud 
Zaenudin 
        Sent: Thursday, November 30, 2006 8:25 AM 
        To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
        Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Kebohongan Seorang Ibu


        Gunakan kalimat yang enak untuk di baca dan jangan bahasa kampung yang 
anda bawa, 
        Apakah anda tidak pernah belajar menulis yang sopan, katakan lah yang 
enak untuk di sampaikan meskipun kita tidak suka menerimanya dan itu adalah 
bagian dari ciri2 orang muslim 
        On 11/30/06 8:09 AM, "Sudarsono Reo Syah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


        Thanks for this article, 
        Menurutku tidak ada kebahagian yang di dapat selain restu dan doa 
seorang ibu dan kasihnya membuat kita bisa bertahan dan mengenal arti hidup dan 
memberi, 
        Belaian dan sentuhan nya terkenang sepanjang masa sampai ajal 
menjemput, 
        Buat ku pribadi: thanks mother for everything that have been given to 
me, 
        Rgds, 
        Reo 
          
------------------------------------------------------------------------

        From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of eko 
        Sent: Thursday, November 30, 2006 12:13 AM 
        To: Forum  Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
        Subject: [ FUPM-EJIP ] Kebohongan Seorang Ibu 
          


        Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya 




        Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan 
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini 
justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari 
kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, 
ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling 
indah di dunia.


        Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang 
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, 
seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya 
untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku 
tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA


        Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu 
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan 
hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. 
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. 
Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa 
daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan 
yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu 
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat 
menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- 
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA


        Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, 
ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, 
dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan 
hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu 
masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya 
menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi 
ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku 
tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA


        Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi 
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar 
dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika 
bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera 
menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin 
untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang 
yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan 
gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku 
tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT


        Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap 
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus 
membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah 
dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin 
parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun 
membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di 
sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali 
menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak 
mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA


        Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan 
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia 
rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi 
kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering 
mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu 
bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang 
tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM


        Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian 
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah 
beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. 
Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati 
hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan 
anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG 
KETUJUH


        Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, 
harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik 
langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang 
terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan 
sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar 
di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan 
jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah 
dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku 
perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan 
tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.


        Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta 
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.


        Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa 
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba 
dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? 
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan 
ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu 
mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. 
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. 
        Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan 
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia 
sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, 
apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu 
kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? 
Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita 
masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang 
terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari. 
        wassalam, 
        BDC 
        ******************************************************** 
        Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan 
EJIP 
        ******************************************************** 
        Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : 
        http://www.usahamulia.net


        Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : 
        [EMAIL PROTECTED]


        ******************************************************** 

      ********************************************************
      Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
      ********************************************************
      Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
      http://www.usahamulia.net

      Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
      [EMAIL PROTECTED]

      ******************************************************** 




------------------------------------------------------------------------------


  ********************************************************
  Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
  ********************************************************
  Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
  http://www.usahamulia.net

  Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
  [EMAIL PROTECTED]

  ********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke