Gagasan Modernisasi Islam Cak Nur dan Harun Nasution Dinilai Keliru

Senin, 18 Des 06 16:34 WIB www.eramuslim.com <http://www.eramuslim.com> 
Setelah lama tidak mendapat kritikan, gagasan pembaruan Islam yang
dicetuskan dua tokoh sekulerisme Nurcholish Madjid dan Harun Nasution kali
ini mendapatkan kritik tajam. Kritik tajam itu disampaikan oleh Dr. Hamid
Fahmy Zarkasyi, MPhil. dalam acara tasyakkur dan pidato ilmiah atas gelar
doktornya dalam bidang pemikiran Islam di International Institute of Islamic
Thought and Civilization- International Islamic University Malaysia
(ISTAC-IIUM), pada akhir pekan kemarin.

Menurut Hamid, banyak persoalan yang perlu diklarifikasi seputar gagasan Cak
Nur, sapaan akrab Nurcholish Madjid. Jika yang ia maksud modernisasi adalah
tajdid, tentu membawa banyak persoalan. Jika yang ia maksud adalah sekedar
peningkatan taraf hidup Muslim maka ia tidak serta merta berarti taqarrub
kepada Allah. Demikian pula dalam memahami makna rasionalisasi. Ia pisahkan
rasionalisasi dari rasionalisme, yang berarti penggunaan akal.

"Jika demikian maka dalam pendapat ini tidak ada yang baru. Al-Qur'an telah
memerintahkan penggunaan akal dalam berbagai ayatnya. Yang diperlukan
sekarang bukan hanya sekedar menggunakan akal, tapi bagaimana konstruk
epistemologi Islam yang harus dibangun. Sebab konsep akal dalam Islam tidak
sama dengan rasio dalam pengertian Barat, dan menggunakan akal atau berfikir
(yatafakkar) dalam al-Qur'an harus dibarengi dengan berzikir menggunakan
qalb (yadhkuru).

Ia mengungkapkan, pengaruh paham modernisme dalam pemikiran Nurcholish lebih
jelas lagi ketika ia mengambil unsur utama modernisasi, yaitu sekularisasi
untuk memahami agama. Sekularisasi menurutnya adalah "menduniawikan
masalah-masalah yang mestinya bersifat duniawi, dan melepaskan ummat Islam
untuk mengukhrawikannya" kemudian diperkuat dengan idenya tentang
"liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam" dengan memandang
negatif tradisi dan kaum tradisionalis.

''Gagasan ini mengadopsi pemikiran Harvey Cox dan Robert N. Bellah, pencetus
gagasan sekularisasi dalam Kristen, dan tidak ada modifikasi yang berarti.
Ia hanya mencarikan justifikasinya dalam ajaran Islam,'' kata Hamid, yang
juga, Purek III Institute Studi Islam Darusalam (ISID) Gontor.

Dengan gagasan sekularisasinya, menurut Hamid, Nurcholish terjebak pada
pemisahan nilai-nilai spiritual yang sebenarnya memuliakan dan meninggikan
kehidupan dunia itu. Di sini sekularisasi masih berarti pengosongan
nilai-nilai ruhani dari alam materi (disenchantment of nature). Al-Quran
menegaskan bahwa alam semesta adalah ayat (kata, kalimat, tanda symbol) yang
merupakan manifestasi lahir ataupun batin dari Tuhan. Alam memiliki makna
keteraturan dan harus dihormati dikarenakan ia memiliki hubungan simbolis
dengan Tuhan.

Sejalan dengan gagasan rasionalisasi dan sekularisasi Nurcholish Madjid dan
Harun Nasution mencanangkan gagasan rasionalisasi. Gagasan ini dikembangkan
dalam studi Islam di seluruh IAIN. Berbeda dari Nurcholish, Harun
mencanangkan gagasannya itu setelah ia menyelesaikan doktornya di Institute
of Islamic Studies McGill, Kanada dengan thesis berjudul Posisi Akal dalam
Pemikiran Teologi Muhammad Abduh.

Hanya sayangnya ia mengangkat kembali doktrin teologis Mu'tazilah dan
mengecilkan doktrin teologi Ash'ariyyah."Tapi pemikirannya baru pada tingkat
gagasan dan tidak berupa konsep-konsep baru. Asumsinya bahwa Mu'tazilah
adalah teologi yang berhasil membawa Islam ketingkat peradaban yang tinggi
tidak terbukti dalam sejarah," kata Hamid, putra kesembilan pendiri Pondok
Pesantren Gontor.

Ia menegaskan, dua tokoh sekularisme itu menempuh cara itu karena mereka
tidak melakukan penelitian dengan cermat antara tradisi Islam dan barat, ada
yang secara gegabah misalnya menyatakan, bahwa Barat maju karena mengambil
pemikiran Ibnu Rusyd dan umat Islam mundur karena mengambil pemikiran
al-Ghazali. Padahal, kata Hamid, David Hume dan Malebanche justru mengambil
pemikiran al-Ghazali yang menyatakan, bahwa hukum kausalitas tidak pasti,
tetapi membuang unsur ketuhanannya. Masalah ini dibahas panjang lebar dalam
disertasi Hamid yang berjudul Al-Ghazali's Concept of Causality. (dina)

 
 
 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke