politik Devide at impera
 

Ikatan Ulama Palestina: Pelanggar Kesepakatan Damai, Layak Dihukum oleh
Massa

Kamis, 21 Des 06 11:09 WIB
 
Kirim  <http://www.eramuslim.com/news/send/4589e70e.htm> teman

Merespon kondisi internal Palestina yang masih rawan terhadap munculnya
konflik sesama rakyat Palestina, Ikatan Ulama Palestina mengeluarkan
pernyataan sikapnya. Para ulama Palestina meminta pada pendukung dua
organisasi besar di Palestina, Fatah dan Hamas, untuk benar-benar komitmen
untuk mewujudkan ketenangan di Ghaza.


"Siapapun yang melanggar komitmen ini, maka ia layak menjadi sasaran perang
dari seluruh masyarakat Palestina. Karena berarti ia telah bekerja untu
kepentingan musuh umat ini secara terang-terangan dan meremehkan tumpahnya
darah bangsa Palestina serta tidak menjaga kemaslahatan nasional."

Ikatan Ulama Islam di Palestina ini juga memfokuskan khutbah Jum'at pekan
ini mengangkat tema persatuan nasional di Palestina. Dr. Marwan Abu Ras,
ketua Ikatan Ulama Islam Palestina mengatakan, "Rakyat Palestina sangat
membutuhkan kesatuan barisan dalam situasi tekanan dan serangan Israel yang
kian meningkat atas mereka. Apalagi dengan intervensi AS dan Inggris dalam
masalah kita dan upaya kedua negara itu untuk memancing di air keruh di
Palestina."

Menurut Ikatan Ulama Palestina, para korban rakyat Palestina yang meninggal
beberapa hari terakhir akibat konflik sesama rakyat Palestina adalah para
syuhada yang gugur di jalan proses kemerdekaan Palestina. "Sudah harus
diselesaikan segera aksi saling memerangi antara rakyat Palestina dan harus
segera distop aksi membolehkan tumpahnya darah rakyat Palestina. Harus
segera kembali ke meja dialog dan harus mengedepankan sikap akomodatif dan
tidak egois," jelas Ikatan Ulama Palestina.

Selain itu, mereka juga meminta agar Menteri Dalam Negeri segera mengusut
sejumlah tragedi pertumpahan darah yang terjadi di Palestina belakangan ini.
Khususnya para ulama yang dalam beberapa peristiwa menjadi sasaran tembak
dan yang terakhir korbannya adalah Qadhi Azam Abu Bakar di Nablus. "Semua
keluarga dan faksi perjuangan Palestina harus tetap sabar dan komitmen serta
mengedepankan kemaslahatan yang lebih tinggi daripada keuntungan pribadi,"
tandas mereka.

Ikatan Ulama Islam bukan hanya menyinggung soal pertumpahan darah sesama
rakyat Palestina, tapi juga menekankan pendapat untuk tidak mengakui
eksistensi penjajah Zionis Israel di Palestina. Mereka mengeluarkan fatwa
haram secara syariat mengakui eksistensi penjajah. "Tak seorangpun yang
berhak mengeluarkan keputusan pengakuan eksistensi Israel ini. Baik secara
pribadi maupun secara organisasi. Tanah Palestina adalah tanah wakaf umat
Islam yang tak mungkin diserahkan atau dilalaikan." (na-str/iol)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke