Aset Ekonomi Al-Ikhwan Al-Muslimun Dibekukan di Mesir

Senin, 25 Des 06 12:13 WIB  www.eramuslim.com <http://www.eramuslim.com> 
Jamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun Mesir mengumumkan sejumlah asset milik
anggotanya disegel oleh pemerintah Mesir. Selain itu, dinyatakan pula 25
orang yang terlibat dalam pengelolaan yayasan mereka ditangkap. Inilah fase
mihnah (ujian) baru yang tengah dialami anggota gerakan Islam terluas di
dunia itu.

Dalam pernyataan sikapnya, Al-Ikhwan menyatakan bahwa sejumlah polisi Mesir
telah menyegel sejumlah kantor percetakan dan penerbitan Islam di berbagai
tempat, antara lain di Al-Haram yang terletak di sisi Barat Kairo dan kota
Nashr di sisi Timur Kairo. Masih menurut pernyataan tersebut dituliskan,
penggerebekan juga dilakukan di kantor distribusi dan sirkulasi di kota
Qalyub utara Kairo. Juga kota Asyir di Timur Laut Kairo.

Situs web Al-Ikhwan menginformasikan aksi penangkapan dan penyegelan juga
terjadi di sejumlah lembaga milik individu anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun,
antara lain sebuah klinik dan apotiknya. Pemiliknya, Dr. Muhammad Hafez,
ditangkap. Selain itu, ada 20 orang pekerja yang juga turut diseret ke
penjara polisi, tanpa alasan yang jelas. Karena belum tentu para pekerja itu
berafiliasi pada Al-Ikhwan. Menurut pernyataan sikap Al-Ikhwan, uang sebesar
165 ribu juneih yang setara dengan 28 ribu dolar, hilang dari kantor
tersebut setelah penggerebekan.

Menurut pimpinan Al-Ikhwan, Jamal Nashar dalam keterangannya pada Reuters,
penutupan yayasan dan semua aset ekonomi milik Al-Ikhwan itu merupakan
tekanan keamanan yang baru atas Al-Ikhwan. "Ini adalah aksi yang tak mungkin
ditolerir. Saya menduga aksi ini merupakan surat tekanan dari pemerintah
kepada Al-Ikhwan agar mereka menyetop aksi-aksi menuntut reformasi yang
selama ini mereka dengungkan." Tapi dengan tegas ia mengatakan, "Tekanan
seperti ini takkan menghentikan kami untuk tetap menyerukan tuntutan
perbaikan pemerintahan dan perang terhadap korupsi dan sikap otoriter
pemerintah."

Sementara itu, pemerintah mengatakan bahwa akan terus melakukan upaya
perbaikan demokratisasi meliputi revisi undang undang Mesir pada tahun
depan. Tapi kalangan oposisi menanggapi hal intu dengan mengatakan bahwa
ruang perbaikan dan reformasi versi pemerintah tidak lain hanya untuk lebih
menguatkan hegemoni Partai Nasional Demokratik yang saat ini memimpin Mesir.

Sejumlah kader independen Al-Ikhwan dalam pemilu lalu memenangkan 88 kursi
parlemen dari total 454 kursi yang ada di parlemen Mesir. Sejak pekan lalu,
keamanan Mesir juga telah menangkap sejumlah pimpinan Al-Ikhwan yang
jumlahnya tak kurang dari 139 orang. Aksi penangkapan itu terjadi begitu
saja setelah ada blow-up demonstrasi yang digelar mahasiswa Al-Ikhwan di
Universitas Al-Azhar. (na-str/iol)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke