Semoga bermanfaat 

 

 

 

Subject: FW:Penjelasan AA Gym Tentang Pernikahan Kedua

 

Ass Wr  Wbb,

 

Mohon maaf kalau tidak berkenaan.

 

Wassalam

 

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Maintbase
Sent: Saturday, December 23, 2006 1:20 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Penjelasan AA Gym Tentang Pernikahan Kedua

 

 

  _____  

Penjelasan AA Gym Tentang Pernikahan Kedua (Sebarkan)


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, rekan-rekan sekalian. Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh
kita semua. Saya akan menyampaikan, sesuatu yang sangat sangat penting,
dan...hal yang dianggap akan menjadi hal yang strategis untuk siapapun yang
menginginkan perubahan.

Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh
civitas santri daarut tauhiid, andaikata keputusan yang aa ambil ini membuat
banyak ketidaknyamanan. Pertama, ketidaknyamanan perasaan karena informasi
yang kurang jelas. Yang kedua, ketidaknyamanan...karena mungkin bertentangan
dengan sebagian keyakinan. Yang ketiga, karena akan ada dampak bagi Daarut
Tauhiid, MQ maupun Kopontren.

Keputusan berpoligami ini bukan hal yang ringan, saya sadar sepenuhnya akan
dampak (baik dan buruknya). 5 tahun dibahas, prolognya sudah sering
dibacakan, apa gerangan alasannya, mengapa mengambil resiko yang sangat
besar seperti ini?
Pertama, kita lihat bahwa...kata poligami bagi sebagian masyarakat indonesia
masih dianggap sesuatu perilaku yang buruk. Tidak heran bila ibu-ibu memberi
nasihat..."Jangan berpoligami...!"

Apalagi dengan adanya kejadian ini, sms yang... -sebagian sms yang saya
lihat-...ibu-ibu yang begitu marahnya, sampai mau meludahi, memukul kalau
bertemu AA, buku-buku disobek, potret tidak mau dilihat. Ini adalah bukan
hal yang membuat kita emosi, tapi ini peta(?tidak terdengar jelas), betapa
belum semua orang bisa siap mendengar kata poligami.

Ini menjadi pikiran...shalat jalan, shaum jalan, haji, umrah...tapi ketika
mendengar kata poligami...tersengat. Menjadi marah, menjadi...ghibah, seakan
ada hukum Allah yang salah. Saya mengerti...bahwa wanita begitu berat
mendengar kata ini, dan ini manusiawi. Tetapi...manjadi tidak yakin kepada
kebenaran, khususnya yang satu ini, menjadi memaki, memusuhi...ini yang
harus kita bantu perbaiki.

Kita lihat juga, pada saat yang sama, pergaulan bebas, perzinahan,
ttm...menjadi...sepertinya bukan sebuah perilaku buruk, masyarakat makin
permissive terhadap hal ini. Saya sebetulnya menunggu akan ada tokoh yang
berani mengubah paradigma ini, seperti zaman jilbab dulu.

Saudaraku sekalian, sesudah istikharah hampir satu tahun, maka...walaupun
mungkin ada banyak kekurangan dan kesalahan di dalam pengambilan keputusan
ini, saya memilih untuk melakukannya. Mengapa baru diumumkan sekarang?
seperti halnya sepak bola, karena ini membutuhkan tim yang tangguh, saya
harus menanti saat tim saya kuat...Teh Ninih, Anak-anak, Orang Tua. Besar
harapan, Allah membuka waktunya, dan Alhamdulillah, pertolongan
Allah...kemarin diberi kesempatan dibuka waktunya.

Satu...hikmahnya, bagi saya pribadi, ini saat yang paling tepat untuk
menguji apakah selama ini saya menikmati pujian, penghargaan, popularitas,
penghormatan, atau saya berjuang karena ingin sesuatu yang saya yakini
benar. Alhamdulillah, dengan adanya situasi ini, betapa banyak perhatian
dalam aneka bentuk, caci maki, kutukan, ancaman...dan saya sependapat
seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, kita harus ikhlas menerima caci
maki ini, andai kata kita benar-benar mau komit. Alhamdulillah...

Hikmah yang kedua, inilah kesempatan bagi masyarakat. Saya ingin tahu,
dakwah saya selama ini mengajak orang komit kepada hukum Allah, aturan
Allah, atau baru komit kepada suka Abdullah Gymnastiar. Kalau dia komit
kepada hukum, berarti tidak ada masalah. Ini hal yang halal, ini hal yang
dibolehkan, bukan dianjurkan...ini hal yang, juga Rasulullah tidak melarang,
sahabat juga melakukan. Ini hal yang, aturan negara juga memberikan peluang.
Ini bukan kejahatan, ini bukan zina, ini bukan selingkuh...INI HALAL!!
Sesuatu yang halal, sesuatu yang boleh, tetapi mengapa sebagian orang sampai
seperti itu kata-katanya? Berarti...saya dakwah belum berhasil membuat orang
lebih yakin kepada kebenaran dari Allah, baru sampai kepada figur AA Gym.
Ini baik hadirin, untuk menguji sampai sejauh mana efek dakwah.

Bagi saya pribadi, ini cobaan yang luar biasa mantapnya. Ternyata, poligami
tidak semudah diucap. Setiap hari teruji sekali, bagaimana 2 istri ini dari
sudut yang berbeda? belum lagi anak-anak, belum lagi
masyarakat...menguras...AA pemula belum pernah berpoligami sebelumnya.
Guru-guru saya juga jarang yang berpoligami terbuka. Ada yang nasihat
diam-diam, ada yang memberi nasehat bagus...belum juga. Jadi, untuk terbuka
secara nasional, belum ada gurunya. Dan ini tidak mudah, hadirin. Kalau ada
gurunya mungkin lebih mudah.

Tetapi, saya yakin, saya bukan melakukan kejahatan. Saya tidak melakukan
kemaksiatan, ini legal, ini halal...Bismillah. Hikmahnya, jadi lebih
sungguh-sungguh bergantung kepada ALlah. Kepada siapa lagi, selain kepada
ALLAH? Maha suci ALlah, mudah2an besok lusa akan nampak karunia ALlah
lainnya bagaimana kita sudah serius menggantungkan kepada Allah.

Hikmah untuk istri saya. Ada yang bertanya..."AA Gym kurang apa teh Ninih?
Teh Ninih baik, pandai, sholehah, cantik." Sulit saya mengemukakan...ini
adalah tanda cinta saya kepada istri saya. Saya tahu istri saya sangat baik,
dan saya ingin istri saya menjadi lebih baik. Saya rindu melihat teh Ninih
menjadi bidadari di sorga kelak...dan saya tahu...saya adalah salah satu
penghalang yang membuat teteh bisa mencintai Allah sepenuh hati. Siapa suami
yang tidak rindu istrinya menjadi pecinta Allah? Saya pasti mati...Apa yang
bisa dilakukan oleh seorang suami yang cinta ke istrinya, kecuali ingin
menjadi pecinta Allah yang dapat menjamin dirinya. Tapi, saya susah
menjelaskan ini kepada umum. Saya tahu istri saya akan sakit. Tetapi seperti
yang disuntik vitamin, mungkin sakit sebentar, besok lusa dia akan lebih
kuat. Kalau saya nanti mati, mudah2an inilah warisan terbaik sebagai tanda
cinta saya kepada istri saya...Saya percaya betul teteh akan kuat. Ayahnya
ulama, nenek-kakeknya ulama, adik-kakaknya orang-orang yang terjaga, dia
didoakan banyak orang. Saya tahu bagaimana teteh bangun malam. Saya ingin
teteh hanya mencintai Allah daripada mencintai saya (AA Gym berbicara sambil
menangis). Ini benar hadirin...(pada bagian ini, terdapat jeda beberapa
detik, karena AA Gym dipeluk oleh seorang koleganya, dan terdengar juga
suara tangisan AA Gym. Sebetulnya, di bagian ini, jika mendengarkan
rekamannya lebih mengharukan daripada sekedar tulisan di sini. Karena
emosinya lebih terdengar, dan pada beberapa bagian kalimat, AA Gym berbicara
sambil menangis).

Susah saya mengungkapan dengan bahasa umum...

Mudah2an besok lusa, cita-cita saya, teteh selama di bumi ini menjadi ulama
wanita, yang benar2 sesuai perkataan dan perbuatannya. Saya lihat umat
terlalu banyak berkiblat kepada saya, ini tidak sehat. Jarang ada ulama
wanita yang begitu penuh(?). Saya harus menggeser cinta para muslimah,
mungkin lebih tepat kepada figur seorang ulama wanita. Saya siap menerima
caci maki, saya siap dihina orang, saya siap dijauhi orang...mudah2an Allah
menerima ini sebagai tanda cinta saya kepada teh Ninih, cinta saya kepada
ummat, untuk mendapat figur yang lebih tepat. Wallahualam, Allah lah yang
Maha Tahu. Hanya waktu yang akan memberikan bukti ini.

Mengapa saya berbuat kejam kepada anak2 saya? Bukan kejam. Siapa yang lebih
mencintai anaknya selain orangtuanya sendiri? Apakah cinta dengan dibiarkan
dia tidak mengenal kebenaran? Apakah cinta dibiarkan dengan segala sesuatu
yang enak? Saya ingin anak saya tidak (pernah/terlalu?) mengatakan sesuatu
yang salah tentang hukum Allah. Dia harus mengatakan bahwa ini adalah hukum
Allah. Nggak boleh dicacati hati ini terhadap kebenaran dari Allah. Tidak
mungkin Allah membolehkan sesuatu yang akan mencelakakan manusia. Tidak
mungkin Allah memberikan aturan yang akan mencelakakan dan membinasakan,
Allah yang paling tahu tentang manusia.

Saya tahu luka hati Gaida, Ghazi dan beraat sekali bagi saya. Tapi, saya
percaya sepenuhnya saya tidak berbuat jahat. Ini adalah kebenaran yang tidak
umum dilakukan. Alhamdulillah. Dan saya ingin anak-anak saya kuat, terlatih
menghadapi yang sulit. Selama ini enak, dipuji, dihargai. Mereka akan
menghadapi teman-temannya, lingkungannya. Saya ingin mereka kuat menjadi
anak-anak yang kuat, dan mereka harus belajar berbagi kebahagiaan dengan
yang lain.

Alhamdulillah. Tadi pagi sebelum anak-anak pergi ke sekolah...katakan Anakku
untuk bapakmu..."harus kuat pak, harus kuat..". Anak-anak memberikan
dukungan luar biasa. Saya dapat sms dari gurunya..."Anak-anak AA kuat dan
tegar, di sekolah biasa, walaupun saya tahu biasanya yang lain terpuruk".

Saya percaya pertolongan Allah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan. Untuk
daarut tauhiid, inilah saatnya, saudara lebih banyak bergantung kepada Allah
daripada kepada Abdullah Gymnastiar. Mungkin akan ada penurunan jumlah
jama'ah yang datang, pelatihan, pembeli...kalau saudara bergantung kepada
Abdullah Gymnastiar, inilah saatnya saudara kecewa. Yang membagi rezeki
bukanlah saya, Allah yang maha kuasa. Kita sudah sering mengatakan,"suatu
saat jangan bergantung kepada AA". Inilah saatnya. Yang daftar ke MQ Travel
ada yang membatalkan, TIDAK APA-APA, BAGUS!! MEREKA HARUS LURUS NIATNYA!!
Bukan karena AA Gym, HARUS KARENA ALLAH!!. Tamu ada yang membatalkan datang
ke sini..ITU BAGUS!! Mereka tidak boleh datang karena manusia, mereka harus
datang karena mau mencari ilmu, mencari kebenaran. Saya tidak melihat
kerugian dengan berkurangnya orang datang, berkurangnya transaksi jual beli,
disanalah keberuntungan dari ALlah, agar kita bener-bener tauhiid nya lurus.

Bagi kaum muslimah, yang takut suaminya menikah lagi, yang tiba-tiba menjadi
benci kepada teh Rini... Teh Rini hanyalah seorang makhluk yang ditakdirkan
oleh Allah menjadi bagian dari terjadinya ketentuan ini. Insya Allah, suatu
saat mudah2an teh Ninih bisa menjelaskan apa hikmahnya. Apakah saudara benci
kepada sesama wanita sendiri, dengki sehingga seperti yang dikatakan pak
Miftah Faridl, berbuat sadis...orang yang berghibah itu orang yang dianggap
sadis, karena seperti memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Ini ujian
keimanan bagi AKhwat. Bagi lelaki, ikhwan di daarut tauhiid, ini juga ujian
keimanan, apakah serta merta ingin melakukan hal yang sama, padahal tidak
tahu ilmunya?

Bagi ummat, ini adalah saatnya, mengetes apakah yang dicari selama ini hanya
sesuatu yang enak, sesuai dengan seleranya, atau yang dicari yang benar
menurut ALlah SWT. Mengapa begitu marah kepada saya? Karena tidak sesuai
dengan harapannya. Harusnya, ummat menginginkan saya sesuai dengan harapan
Allah, bukan harapannya. Alhamdulillah, akan ada saatnya sebagian orang
tidak mau mendengar,menjauh, marah...tetapi saya percaya setiap hati itu
adalah dalam genggaman Allah. Saat ini benci, belum tentu besok akan benci.
Saat ini mencaci, belum tentu besok akan mencaci. Mengapa? Karena yang
menanamkan cinta bukanlah rekayasa kita, yang menanamkan cinta hanyalah
Allah SWT. Insya Allah, bagi saya tidak ada masalah, dihina, dicaci,
dikutuk, diancam...ini adalah bagian yang belum pernah saya jalani selama
ini.

Saudaraku sekalian, ini akan berproses beberapa waktu. Kalau saudara
mengharapkan pertolongan ALlah dan ikhlas, semuanya menjadi mudah. Kalau
saudara mencintai dunia, mencintai pujian, penghargaan, bergantung kepada
makhluk...inilah saat yang terberat yang saudara jalani. Barang siapa yang
Allah baginya, Hasbiyallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mal nassir.

Saudaraku sekalian, mudah2an kedepan dengan ijin ALlah akan terbukti, bentuk
cinta seorang suami kepada keluarganya, kepada ummatnya, Insya ALlah. Saya
harus kuat menjaga keikhlasan ini, saudarapun teruji kesetiaan, cinta kepada
AA. Saya tidak berharap agar rekan2 mencintai, membela saya...Jangankan
kepada rekan2, kepada teh Ninih saja..."Mamah, AA tidak menuntut mamah
melakukan apapun untuk keputusan yang AA ambil ini". Karena tidak bisa
diungkapkan sekarang hikmahnya. Mudah2an rekan2 memaklumi, memaafkan, dan
siap. Inilah babak baru dalam kehidupan saya, mungkin satu-dua tahun ini
akan latihan mengembangkan kemampuan. Sebagai penggantinya, mudah2an ibu2
akan...tempat saya digunakan oleh teh Ninih. Mudah2an akan ada figur ulama
lain yang bisa mengisi kekosongan ini, pada saatnya mudah2an AA Gym yang
tampil lebih layak disebut ulama daripada sekarang ini yang hanya baru
belajar berdakwah biasa. Saya membutuhkan situasi dimana teruji keikhlasan,
teruji kegigihan, konsisten dalam kebenaran, apakah karena ALlah ataukah
karena mencari kedudukan kepada manusia.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


Penjelasan Teh Ninih dan Alasan AA Gym Memilih Teh Rini 

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

Maha suci Allah, yang melembutkan hati-hati kita. Mudah-mudahan dengan
kelembutan hati, Allah menuntun kita agar kita mudah untuk menerima
kebenaran. Terima kasih AA...saya pribadi merasa bersyukur memiliki suami
yang diberikan karunia yang sangat besar, bisa mengenal Allah sejak sebelum
menikah. Dan saya...banyak evaluasi untuk saya sebagai istri, kurang terima
kasih saya kepada suami, sehingga dengan pernikahan 20 tahun, walaupun saya
sebagai istri sudah mulai dikenalkan dengan Allah oleh orang tua, tetapi
untuk langsung bisa mempraktekan, Alhamdulillah, syariatnya lewat AA.
Hakikatnya Allah SWT yang sayang, Allah memilih AA.

Perjalanan 20 tahun menikah penuh dengan liku, kadang sering tidak setuju
dengan apa yang AA lakukan. Berawal dari bagaimana AA selalu melatih istri
untuk tidak cinta dunia. Sempat terpikir, "Kenapa AA seperti ini, kok nyiksa
istri...?". Tetapi, subhanallah, dengan kesabaran AA, sebagai suami begitu
paham perasaan istri. Dan 20 tahun kemudian, inilah saatnya, latihan demi
latihan yang luar biasa ujian besar. Di saat istri sangat cinta kepada
suami, karena suami sedang diuji dengan penghormatan, dan suami juga selalu
memuji istri. Nah, pada saat inilah, subhanallah, Allah mendatangkan
kejadian yang menguji keikhlasan istri. Maka yang pertama kali, hikmah dari
kejadian ini, "Ya Allah, saya sedang diuji dengan kemudahan, dengan
penghormatan". Dan suami begitu bangga kepada saya, kadang terucap dalam
hati, dalam pikiran..."inilah saya yang paling hebat, yang bisa mengantarkan
suami saya menjadi hebat seperti ini"...Allah nggak suka, Allah Maha
Cemburu..."Bukan karena engkau...", bukan karena saya sebagai istri, tapi
Allah yang menuntun, Allah yang memberikan kekuatan kepada suami. Maka,
Allah mendatangkan seorang wanita yang AA pilih sebagai istrinya.

Awalnya, hancurlah sudah perasaan diriku...tapi, subhanallah, terus minta
kepada Allah...oh, ternyata nggak ada yang hebat, tidak ada yang hebat, yang
hebat hanya Allah. Itulah ujian keikhlasan, sehingga akhirnya...ketika tahu
bahwa AA sudah menikah, subhanallah, pasti ini ada hikmahnya, pasti ada
hikmahnya. Langsung merujuk apakah ini akan mengikuti nafsu saya takut
kehilangan...kehilangan...nama istri AA Gym yang hebat, atau merujuk kepada
hukum Allah. Istikharah, sujud, minta tolong, sambil menangis...dan,
subhanallah, ketika hati kita lembut, itu terasa sekali penghambaan kita
kepada Allah, minta yang terbaik...minta yang terbaik. Dan, Allah membukakan
hati bahwa apa yang dilakukan suami saya ini adalah sebuah kebenaran. Saya
harus berjuang untuk memanage nafsu...memanage nafsu.

Dan, yang kedua, hikmahnya adalah, setelah meyakini bahwa ini sebuah
kebenaran, disinilah benar, bahwa dengan poligami itu sangat komplit,
bagaimana manajemen qalbu bisa dilatih semuanya. Yang pertama, bagaimana
melatih supaya tidak dengki kepada orang. Di saat ada orangnya, dengki
tidak? padahal hati terusik. Kalau saya dengki, berarti terhalang saya untuk
mendekat kepada Allah. Kemudian yang kedua, evaluasi untuk diri. Apakah ini,
saya termasuk tamak, tidak mau berbagi? Padahal selama ini, di hadits, di
Quran...bahwa kita harus mencintai saudara seiman seperti mencintai diri
sendiri. Saya punya suami yang begitu hebat, sholeh, kaya, cakep...ini orang
yang paling saya cintai, bisa nggak berbagi kepada sesama muslimah. Ternyata
tidak mudah AA...(terdengar audiens dan Teh Ninih sendiri tersenyum/tertawa
ringan)...ngejungkel(terjungkal) juga yah? Istilahnya...AA takut sama yang
lain. Tapi, subhanallah, dengan pertolongan Allah, terus diberikan
pemahaman...pemahaman. Berarti saya nggak boleh mundur, ini kesempatan,
harus lulus...harus lulus...harus bisa.

Itu hikmah yang kedua, dan yang terakhir, barangkali ini satu harapan dari
Teteh sebagai...sebagai orang yang dipilih mendampingi AA dalam berjuang. Di
saat melihat akhwat, perilaku kepada teh Rini khususnya, sangat beragam.
Sampai ada yang ingin menjenggut katanya kalau ketemu, ingin menjambak, ada
yang malah sampai...disihir aja katanya, A, diguna-guna. Wah, udah
macem-macem. Pokoknya, subhanallah, ini sebuah pelajaran untuk saya secara
pribadi...oh, berarti sikap wanita itu sangat beragam, dan saya tidak bisa
menuntut akhwat sama, semua legowo, semua memaafkan...tapi inilah tanggung
jawab seorang pendakwah, seperti apa yang AA tadi sampaikan. Jadi, maaf
sekali...Teteh menghargai sekali yang sayang kepada teteh mungkin sangat
ingin, membalas lah...kalau itu dikatakan ketidaksukaan, bagaimana menjadi
seorang anak atau santrinya membela gurunya, untuk supaya tidak sakit. Tapi,
tolong...berperilakulah, perilaku yang baik, karena walau bagaimanapun teteh
sekarang mulai berfikir...saya bersyukur dan berterima kasih kepada teh Rini
yang menjadi jalan saya bisa evaluasi, sejauh mana keseriusan(?) saya taat
kepada suami, sejauh mana saya berlatih untuk berbagi, berlatih untuk tidak
dengki, berlatih untuk memaafkan orang yang sepertinya menyakiti. Seperti
itu A, terima kasih.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Alasan AA Gym memilih Teh Rini
Mengapa dipilih Alfarini? Seorang yang baru masuk ke sini (DT). Saya lebih
mendasarkan kepada istikharah, satu tahun, kurang lebih. Kalau baik,
mudahkan...kalau tidak baik, jangan pernah terjadi. Saya tidak memilih
karena saya mencintai berlebih. Tidak bisa dipungkiri Alfarini dikaruniai
sesuatu yang menarik perhatian, tetapi .(ada satu kata yang tidak
jelas)...sadar, saya tidak mau hanya karena itu.

Nah, rekan-rekan sekalian. Alfarini usianya hari ini genap 38 tahun.
Alfarini, kakeknya adalah...neneknya adik-kakak dengan orangtuanya pak
Habibie. Jadi, ini lahir di keluarga besar pak Habibie. SD, SMP nya di
Al-Azhar, SMA di Surabaya, kuliah di UNAIR. Yang saya dengar, memiliki
kecerdasan memadai, tanding dengan teh Ninih yang tidak pernah rangking 2,
kecuali rangking 1 terus. IP nya 3,6. Saya pilih, diantara hikmahnya adalah
karena ketabahan dan kesabarannya menghadapi situasi-situasi yang sangat
berat dalam kehidupannya. Ibunya sudah stroke, ayahnya sudah uzur, pikun.
Dia harus memikul tanggung jawab atas keluarganya seorang diri. Sudah janda,
anaknya 3, usianya selisih setahun dengan istri saya. Dan teruji dalam
situasi yang saaangat berat seperti ini, dimana saya tidak bisa mendampingi
teh Rini dihina, dicaci, dimaki begitu banyak orang, dia harus menghadapinya
seorang diri. Maha Suci Allah, yang membuka sedikit demi sedikit hikmah.

Sahabat saya Hari Sudarsono, yang membangun pesantren ini dari awal, baru
saya tahu bahwa itu adalah saudara dekatnya, dan beliaulah, Hari Sudarsono
lah yang menceritakan. Jadi, kalau selama ini ada informasi yang simpang
siur, siapakah wanita ini? Jangan...jangan disisipkan intel dan sebagainya.
Semakin lama, semakin saya kenali, Qiyamul Lailnya, standarnya adalah jam
setengah 2 pagi, jam 2 pagi. Kesabarannya, alhamdulillah, saya syukuri.
Tentu banyak kekurangan-kekurangan sebagai manusia, tetapi sesudah ijab
qabul, saya sebagai suaminya memikul tanggung jawab untuk bisa membuat istri
saya ini menjadi bagian dari dakwah ini. Mudah-mudahan Teteh bisa menjadi
Kakak, berikut gurunya. Saya harap saudara tidak berburuk sangka kepada
istri saya yang kedua ini. Dia adalah bagian dari takdir ini, teteh akan
berubah menjadi lebih baik, insya Allah, syariatnya hadirnya Rini. Anak-anak
saya lebih dekat dengan Allah, syariatnya dengan hadirnya Alfarini. Saya
bisa belajar untuk terus mengubah diri, syariatnya adalah ditakdirkannya ada
wanita bernama Alfarini.

Kenapa tidak dipilih dari anak Kyai yang sudah jadi? Mungkin takdir ini
membuktikan bahwa menikahi itu harus bertanggung jawab memperbaiki, maaf,
meningkatkan. Teh Ninih orangtuanya ulama, sudah jadi dari awal, saya hanya
tinggal memoles. Alfarini, pengetahuan agamanya tidak sebanyak
saudara-saudara, namun banyak juga pengetahuan dan pengalaman lainnya yang
mungkin saudara belum memiliki. (sampai sini, rekaman terputus...)


--------------- sebarkan biar gak jadi fitnah dan ghibah terus
---------------------

____________________________________________________________________________
_________________________________


The information transmitted is intended only for the person or the entity to
which it is addressed and may contain confidential and/or privileged
material. If you have received it by mistake please notify the sender by
return e-mail and delete this message including any of its attachments from
your system. Any use, review, reliance or dissemination of this message in
whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are
susceptible to change. The views expressed herein do not necessarily
represent those of PT Astra International Tbk and should not be construed as
the views, offers or acceptances of PT Astra International Tbk.
        
_______________________________________________
Saksi mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://groups.syahid.com/mailman/listinfo/saksi_groups.syahid.com
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke