-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Franciska
Sent: Tuesday, January 09, 2007 3:30 PM
To: milis-nakita List Member
Subject: [milis-nakita] Encephalitis {01}



Dari milis sebelah. Saya juga baru dengar nih....


Regards,
Ciska 

> 
> -----Original Message-----
> 
> http://peternakan.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task
> =view&id=186&Itemid=0
> *PERKEMBANGAN JAPANESE ENCEPHALITIS DI INDONESIA *
> 
> INDRAWATI SENDOW dan SJAMSUL BAHRI
> Balai Penelitian Veteriner, PO Box 151, Bogor 16114
> 
> *ABSTRAK*
> 
> Japanese *encephalitis* (JE) adalah penyakit viral yang bersifat
> zoonosis
> dan menyebabkan peradangan otak pada manusia usia muda (5 {9 tahun) yang
> ditularkan melalui vektor nyamuk. Keberadaan virus penyebab JE, vektor
> dan
> hewan reservoar di berbagai wilayah Indonesia, menyebabkan perlunya
> kewaspadaan terhadap kemungkinan mewabahnya penyakit ini. Keberadaan JE
> pada
> manusia di Indonesia telah diungkapkan berdasarkan gejala klinis dan
> pemeriksaan serologis, dan perkembangan terakhir kejadian JE di Bali
> telah
> menjadi hiperendemik (yang biasanya sporadik). Pada hewan kejadian JE
> hanya
> ditemukan berdasarkan serologis dan isolasi virus penyebabnya, sedangkan
> keberadaan vektor berupa nyamuk telah ditemukan berbagai spesies nyamuk
> yang
> potensial menularkan JE karena virus penyebab JE berhasil diisolasi dari
> nyamuk. Upaya pencegahan dan pengendalian JE dapat dilakukan dengan
> melakukan sosialisasi/penyuluhan kepada masyarakat untuk melakukan
> pemutusan
> rantai penularan (antara virus JE, vektor nyamuk dan induk
> semang/reservoar)
> termasuk merelokasi peternakan terutama babi ke wilayah yang tidak padat
> penduduk dan pemberantasan vektor. Perlu dilakukan pengembangan
> laboratorium
> regional (fasilitas dan SDM) untuk mempercepat diagnosa JE dan
> pembangunan
> laboratorium BSL 3 di tingkat pusat untuk melakukan kegiatan isolasi
> virus
> dan penelitian lebih mendalam terutama peranan hewan dalam penularan JE
> kepada manusia.
> 
> *Kata kunci:* Japanese *encephalitis*, epidemiologi, diagnosis, hewan,
> manusia
> http://mx1.itb.ac.id/pipermail/dokter/2005-September/000025.html
> 
> Yth semua rekan milis,
> 
> Ini adalah pengalaman pribadi saya semoga jangan sampai terulang
> kepada anak-anak lain sebagai penerus
> bangsa ini.
> 
> Anak saya Yo (7thn), adalah anak yang cenderung hyperaktiv dan cerdas
> (sudah kls 3 SD),positif
> terserang *Encephalitis* awal dari hasil CT scan (ada 3 spot di
> hemisphere kiri, test EEG dan contoh cairan yg
> diambil dari tulang belakang. Setiap hari terkena kejang (gigi beradu,
> mata mendelik/melirik ke atas dan
> tangan kiri mengepal-ngepal) sehari pernah 8x.
> Serangan kejang pertama malam hari dirumah tgl 30 Okt 2005.Setelah
> opname di RS dan diberi obat rocephin dan
> zofirax mulai berhenti kejang tgl 6 Sept 2005.Sekarang sudah membaik,
> makan sudah banyak.
> 
> Kami tinggal di perumahan Kemang Pratama, Bekasi,sekolah di
> Jatibening,kadang berkunjung ke nenek di
> Mampang Prapatan Jak-Sel. Tapi entah dimana nyamuk itu mengigit, semua
> symtom penyakit ini ada pada Yo, mulai
> batuk pilek, demam tinggi dan sakit kepala, sampai mual dan muntah,
> dan terakhir karena kejang itulah
> maka ketahuan penyakitnya.
> 
> Setelah musibah ini, saya mulai searching di internet dan berita
> koran,ternyata ini bukan penyakit baru,
> koran kemarin menyebutkan sudah merenggut 2000an kematian anak di
> India.Tapi di Indonesia belum ada
> sama sekali beritanya, padahal di RSCM sudah ada kasus serupa. Demi
> keselamatan anak-anak kita, walaupun
> belum ada warning dari pemerintah, lebih baik kita waspada terhadap
> lingkungan kita dan terutama keluarga
> kita tercinta. Kesimpulan saya sendiri dari membaca semua berita,
> *Encephalitis* (radang otak jepang)
> ditularkan dari burung ke nyamuk dan ke manusia.
> Penyakit ini menyerang ada beberapa faktor, yaitu geografis (daerah
> tropis), iklim dan anak-anak
> (dibawah 16 tahun) terutama menyerang anak laki.Statistik
> *encephalitis* di california, angka
> kematian <1%, 80% sembuh total atau disertai perubahan behavior...dr.
> Erik Tapan mungkin lebih taulah
> pastinya.Jadi pencegahan yang paling utama, yaitu pakai lotion anti
> nyamuk, lengan panjang kalau keluar
> rumah.Di India vaksinnya sudah ada, entah di Indonesia
> ...
> 
> Demikian saya sampaikan, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada
> kesalahan.
> 
> Kel. Nino Yoko
> http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0309/03/104049.htm
> *"West Nile Encephalitis": Radang Otak Sungai Nil..!*
> 
> 
> *Jakarta, Rabu*
> 
> *Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum** *
> 
>   - *Otak bisa meradang oleh virus, kuman, atau parasit. Radang  otak
>   umumnya menjangkiti di usia kanak-kanak. Jika terjadi pada orang
> dewasa
>   biasanya disebabkan oleh virus. Salah satunya oleh virus West Nile
>   Encephalitis (WNE). Sekarang ini, virus WNE tengah melanda semua
>   negara bagian AS. Seperti apa penyakitnya?*
> 
> Penyakit WNE awalnya berjangkit di Afrika, tepatnya di Uganda, Sekitar
> tahun
> 1937-an. Penyakit virus ini  kemudian menjalar ke Eropa, Australia, dan
> Asia. Di Asia selain India, Rusia, disebut~sebut termasuk di Indonesia.
> Wabah WNE pernah berjangkit di Rumania tahun 1966, di Rusia 1999, dan di
> Israel tahun 2000.
> 
> Virus WNE memasuki Amerika Serikat di tahun 1999. Awalnya di New York.
> Serangan pertama menimpa 63 kasus, dengan 5 orang meninggal.
> 
> Dalam waktu kurang dan empat tahun, sekarang WNE sudah berjangkit di
> semua
> negara bagian AS, termasuk Kanada juga. Sampai November 2002 tercatat
> lebih
> dari 4.150 kasus, dengan kematian sebanyak 284-an jiwa. Pada tahun 2003
> ini
> ada 213 kasus baru di AS, tujuh di antaranya meninggal.
> 
> Radang otak oleh virus sendiri ada beberapa penyebabnya. Selain oleh
> virus *Japanese
> B,* bisa juga disebabkan oleh virus *St Louis, Murray Valley, Yellow
> Fever*,
> dan beberapa jenis lainnya. Namun, virus WNE-lah yang kini sedang hangat
> berjangkit, khususnya di AS. Setahu saya, tak ada catatan kasus WNE di
> Indonesia.
> 
> *Bisa Menyerupai Polio *
> 
>   - *Awal serangan virus WNE menyerupai flu biasa. Satu dari setiap 150
>   kasus akan berkembang menjadi radang otak (encephalitis), kalau bukan
>   terjadi radang selaput otak (meningitis) yang serius.*
> 
> Penyakit ini pada tahun-tahun terakhir ini lebih sering menyerang
> kelompok
> usia di atas 50 tahun seiring dengan semakin menurunnya daya tahan
> tubuh.
> 
> Oleh karena yang diserang otak, gejala lanjutan setelah gejala awal flu,
> muncul gangguan fungsi otak, seperti kesadaran menurun, mungkin
> kejang-kejang, koma, dan leher kaku. Angka kefatalan penyakit mencapai
> 4-11
> persen.
> 
> Jika virus WNE menyerang sumsum tulang belakang, dan ini tidak banyak
> terjadi, gejala yang muncul menyerupai polio (*polio-like paralysis*).
> Virus
> mennyerang bagian sumsum tulang belakang *(virus-myelitis*) persis di
> bagian
> seperti yang biasanya diserang oleh virus polio (bagian *anterior horn
> cells
> *).
> 
> Pada kasus WNE sumsum tulang belakang, awalnya muncul nyeri tungkai,
> disusul
> rasa kebas dan kesemutan, lalu berakhir dengan kelemahan atau kelumpuhan
> pada lengan dan tungkai. Pusat Penyakit Menular AS (CDC) mencatat, pada
> tahun-tahun terakhir ini  kedapatan lebih dari 25 kasus WNE yang
> menyerang
> sumsum tulang belakang di AS.
> 
> Gejala kelumpuhan tungkai pada WNE sumsum tulang belakang juga
> menyerupai *Guillian
> Barre*, penyakit dengan kelemahan atau kelumpuhan tungkai yang diawali
> dengan gejala flu juga. Namun, dari pengamatan klinis, pemeriksaan
> laboratorium, elektrodiagnostik, dan analisis cairan otak (yang diambil
> dari
> sumsum tulang belakang), bisa dipastikan virus apa penyebabnya. Termasuk
> jika disebabkan oleh virus WNE.
> 
> Du1u perlu waktu lama buat mengisolasi virus. Namun, sekarang dengan
> cara
> teknik PCR, dalam beberapa jam saja sudah bisa diketahui virus
> penyebabnya.
> Bila pemeriksaan darah untuk hanya menemukan zat anti (IgM) terhadap
> virusnya dengan cara ELISA saja perlu waktu sedikitnya seminggu untuk
> menunggu. Padahal, proses radang otaknya telanjur sudah berkembang
> bertambah
> buruk.
> 
> *Mendadak Lumpuh*
> 
>   - *Kelumpuhan mendadak bukan saja hanya bisa disebabkan oleh serangan
>   stroke.*
> 
> Radang otak *encephalitis* juga muncul dengan gejala kelumpuhan,
> sekurang-kurangnya kelemahan pada tungkai dan mungkin pada lengan juga.
> 
> Bedanya dengan stroke, kelumpuhan pada serangan stroke umumnya mengenai
> sesisi tubuh. Radang otak juga bisa menyerupai gejala serangan stroke
> jika
> mengenai daerah motorik otak sesisi. Namun, jika peradangannya bukan di
> otak
> melainkan menyerang sumsum tulang belakang, gejala kelumpuhannya muncul
> pada
> kedua sisi tungkai, selain kemungkinan pada kedua sisi lengan (jika
> penyakitnya pada ruas sumsum tulang belakang yang lebih atas pada ruas
> tulang leher dan dada).
> 
> Perbedaan lainnya dengan stroke, pada kelumpuhan stroke umumnya tidak
> didahului dengan gejala infeksi yang menyerupai flu itu. Selain itu,
> kasus
> stroke menimpa mereka yang memiliki profil stroke, seperti pembawa
> risiko
> darah tinggi, kencing manis, gemuk, dan ada riwayat dalam keluarga, atau
> sendiri pernah stroke.
> 
> Pada radang otak, apa pun penyebab virus, atau kumannya, termasuk yang
> disebabkan oleli virus WNE, umumnya didahului dengan demam tak ubahnya
> flu,
> dan bisa menyerang tidak hanya sesisi melainkan pada kedua sisi tubuh.
> 
> Hanya stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh halus jembatan kedua
> belahan otak (*bridging vein*) yang bisa menimbulkan stroke dengan
> kelumpuhan kedua belah sisi. Semua stroke umumnya hanya mengenai sesisi
> tubuh saja.
> 
> Namun, kelumpuhan kedua tungkai dadakan bisa juga disebabkan oleh
> tumbuhan
> tumor pada sumsum tulang belakang. Jika tumor sudah cukup besarnya,
> sehingga
> mendesak jaras saraf di bagian yang mempersarafi lengan dan tungkai,
> gejala
> yang muncul bisa berupa kelumpuhan lengan dan tungkai juga. Kelumpuhan
> tumor
> bisa pada kedua sisi, bisa hanya sesisi saja, tergantung di bagian mana
> tumor menekan sumsum tulang belakangnya.
> 
> *Obat dan Pencegahan*
> 
>   - *Untuk mengatasi serangan virus WNE tidak ada obat khusus yang bisa
>   diberikan, melainkan digunakan obat antivirus umumnya (Ribavirin,
> dan Interferon
>   2b yang biasa dipakai buat virus Hepatitis). *
> 
> Tingkat kesembuhan, menurut catatan, jika dilakukan *in vitro* (di luar
> tubuh hasilnya cukup memuaskan, tapi belum jelas apa sama hasilnya jika
> bekerja di dalam tubuh (*in vivo). *
> 
> Vaksin sendiri baru pada tahap uji hewan (*Acambis, Chimeric*). Uji
> klinis
> pada manusia tahun ini baru mulai dikerjakan. Diharapkan dengan
> keberhasilan
> vaksinasi nantinya, penyebaran radang otak WNE yang di AS, negara
> adidaya
> pusat segala kesibukan dunia dan kini bermasalah, tidak sampai terus
> menyebar ke negara-negara yang sedang berkembang, yang tingkat kecukupan
> gizinya lebih lemah, dan daya tahan tubuh rata-nata masyarakatnya tidak
> sebagus orang kecukupan.
> 
> Tidak ada cara pencegahan khusus, selain seberapa bisa menghindar dari
> gigitan nyamuk, tanpa pilih bulu. Khususnya di wilayah yang terjangkit
> dan
> banyak burung gagak yang berpotensi menyebarkan virus WNE.
> 
> Apa kelumpuhan akibat WNE bisa pulih? Laporan kasus kelumpuhan dari
> negara
> bagian Lousiana, AS, tidak satu pun menunjukkan perbaikan setelah
> delapan
> bulan terapi dan rehabilitasi. Dari hasil tes pasca WNE tampak terjadi
> kerusakan yang menetap pada saraf otak maupun sumsum tulang belakang.
> 
> Ancaman penularan virus WNE menjadi sangat besar dengan semakin derasnya
> arus transportasi, hulir mudik manusia yang pulang dan menuju
> wilayah-wilayah berjangkit, khususnya AS, yang sekarang ini merupakan
> wilayah paling luas jangkitan virus WNE.
> 
> Kebijakan pemerintah Jepang sekarang ini, wajib melakukan pemeriksaan
> terhadap siapa-siapa yang baru pulang dari AS, kalau-kalau sudah
> tertular
> virus WNE yang sampai hari ini masih terus berjangkit di semua negara
> bagian, dan kasus terbanyak bermukim di wilayah Pantai Timur.
> 
> Kita di Indonesia yang disebut-sebut sebagai wilayah yang juga termasuk
> yang
> bisa dijangkiti WNE, setahu saya belum melakukan pencatatan itu. Wilayah
> kita memiliki 82 jenis nyamuk Culex. Wilayah Indonesia juga banyak
> dikunjungi wisatawan dari AS, selain orang kita yang juga hilir mudik ke
> AS,
> dan banyak memiliki burung gagak pula.
> 
> Itu makanya, bisa jadi kasus-kasus WNE yang mungkin saja sudah
> menjangkiti
> orang kita luput dari perhatian, dan lewat begitu saja sebagai bentuk
> penderitaan keluarga korban yang terjangkit. Waktunya kita
> memikirkannya,
> sebab radang otak lebih terbeban bagi negara dibanding cuma radang
> tenggorok
> atau radang enteng lainnya, saya kira. @
> 
> http://mx1.itb.ac.id/pipermail/dokter/2005-September/000029.html
> 
> Dearest rekan milist,
> Hati-hati terhadap nyamuk pembawa virus yang menyerang otak anak-anak
> (dibawah 16thn).Entah sudah berapa
> banyak anak di Indonesia yang terkena *Encephalitis *ini, yang jelas
> sekarang sudah jadi wabah di
> India.Tanda-tandanya flu, demam,pusing,mual muntah dan terakahirnya
> kejang2.
> Anak saya Yo (7 thn) juga sudah jadi korban nyamuk tersebut awal
> Agustus 2005 (hasil CT scan), tapi
> alhamdulillah terdeteksi dini sehingga sekarang sudah sembuh dan
> dampak sisa hampir tidak ada.
> Saya sungguh menghimbau agar menjaga lingkungan kita bebas dari nyamuk
> atau setidaknya anak kita dilindungi
> oleh lotion anti nyamuk, karena pengobatan penyakit ini sangat mahal
> belum lagi kalau otak anak kita sudah
> terinfeksi parah, akan sangat menyesal kita nanti.
> 
> Salam
> Mama Yo, Nino Yoko



********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke