Somalia Dimbombardir
Amerika 
       Cetak halaman ini
       Kirim halaman ini
          melalui E-mail
Rabu, 10 Januari 2007 
Entah sampai kapan kepongahan Amerika berhenti. Kemarin, AS pesawat
tempur AS membombardir Somalia. Alasanya, lagi-lagi memburu kelompok
Al-Qaidah
Hidayatullah.com--Pasukan udara Amerika Serikat (AS) melancarkan dua
serangan ke Somalia hingga menewaskan sejumlah besar orang Senin lalu.
Aksi militer pertama AS sejak 1990-an ke Afrika Timur itu mendapatkan
dukungan penuh dari pemerintah Somalia. Target utama dua serangan
tersebut adalah tersangka pengeboman dua Kedubes AS di Afrika Timur pada
1998.

Sasaran serangan udara ini sebelumnya telah terdeteksi oleh pengintaian
udara. Pesawat AC-130 ini merupakan pesawat transportasi jenis Hercules
C-130 yang dilengkapi dengan persenjataan dan didesain untuk mendukung
serangan dari udara. Pesawat ini pernah digunakan AS di Vietnam,
Afghanistan, dan Iraq.

Pesawat berbadan besar ini dilengkapi dengan alat sensor elektronik yang
dapat menentukan sasaran, kemudian menembakkan roket dari meriamnya
secara otomatis. Selain senjata meriam,AC- 130 juga dilengkapi dengan
senapan mesin yang dapat menembakkan ribuan peluru per detik.

Tidak cukup menyerang menggunakan pesawat AC-130, AS kembali melancarkan
serangan udara di dekat lokasi serangan pertama menggunakan helikopter,
kemarin. Serangan yang dilancarkan dua helikopter itu bertujuan
menghancurkan fasilitas komando dan kontrol milik kelompok pejuang
Islam. 

Pejabat Somalia menyatakan, serangan udara ini dilancarkan setelah
terjadi kegagalan negosiasi dengan kelompok Suku Ayr yang diyakini
melindungi pasukan UIC, kelompok Muslim. 

Kelompok Ayr dituduh AS memiliki informasi di mana letak persembunyian
tokoh senior Al- Qaidah yang sedang dicari AS. Tuduhan seperti ini kerap
dilakukan AS untuk menyerang Negara lain. 

Pasukan AS mengalami kekalahan besar dalam Operasi Pemulihan Harapan
untuk menstabilkan keamanan di salah satu kota paling berbahaya di dunia
ini.Kekalahan besar AS di sini kemudian diabadikan dalam film Black Hawk
Down. 

Namun sejak tahun lalu, Washington secara diam-diam mendukung pemimpin
perang Somalia untuk bertempur melawan UIC. UIC tentu menyangkal
keterkaitan kelompok ini terhadap Al-Qaidah. UIC menuding ini hanya
alasan yang dibuat-buat untuk membenarkan intervensi asing di Somalia.
Intinya, Amerika tak ingin Islam menang di Negara ini.

Sejumlah kalangan khawatir, serangan udara tersebut akan semakin
mengobarkan sentimen anti-AS di Somalia. Di sisi lain, pemerintah
Somalia mendukung penuh serangan itu. "AS berhak membombardir para
tersangka teror yang menyerang Kedubes mereka di Kenya dan Tanzania,"
papar Presiden sementara Somalia Abdullahi Yusuf di hadapan wartawan.
Pernyataan senada diungkapkan Wakil PM Hussein Aideed kepada The
Associated Press.

Yusuf menambahkan, serangan udara pasukan AS itu merupakan langkah yang
tepat. "Mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Kedubes AS
di Kenya dan Tanzania memang berada di sana. Karena itu, serangan
tersebut merupakan tindakan benar dan dilancarkan pada waktu yang tepat.
Itu merupakan bagian dari operasi perburuan AS terhadap teroris Al
Qaidah di seluruh dunia," urainya.

Senin lalu, pasukan AS juga menyerang kawasan timur Kota Afmadow.
Menurut saksi mata, sedikitnya empat warga sipil dan seorang bocah
laki-laki tewas. "Tentu saja, banyak korban yang tewas. Sejumlah besar
mayat tergeletak di lokasi serangan, tanpa diketahui identitasnya secara
pasti. Tapi, aksi militer itu sukses," kata Jubir Pemerintah Abdirahman
Dinari. Menurut dia, sebagian besar korban yang tewas adalah pejuang
Islam Islam. [cha, berbagai sumber]
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke