Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu,

Ikhwati fiddin rahimakumullohu waiyyakum jami'an, setelah membaca kajian
dibawah ini, saya mencermatinya bukan sebagai hujatan, celaan atau
mengadu domba (think Positive). Melainkan beliau hendak mencari
kebenaran melalui jiddal jayyidan secara ilmiyyah berdasarkan A-lqur'an
dan hadist yang Shahih.

Beberapa waktu lalu, ana pernah membaca kajian ttg Dakwah Penegakkan
Daulah, mungkin ikhwan tsb bisa memberikan argumentasinya atas seruan
Al-Akhul kariim  Abu Salma al Atsari dalam hujjah ttg penegakkan daulah.

Insya Alloh, jama'ah ini akan mendapatkan ilmu dari masing2 pemahaman. 

Mudah-mudahan dari sini Al-haq terkuak, bukankah sesama muslim harus
saling mengingatkan.Wallahul Muwaffiq.

Wassalamu'alaikum wrahmatullahi wabarakatuhu.

Barakallohu fiikum.

Al-Fakiru min Alloh.

 

 

 

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of gunawan
Sent: Friday, March 02, 2007 5:11 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] MENGAPA MEREKA LEBIH
MENDAHULUKANKHILAFAHDARIPADATAUHID ???

 

Assalamu'alaikum Warohmatulloh,

 

Betul Pa Irwan sesama saudara muslim itu bersaudara, harusnya persatuan
umat Islam diutamakan. jangan sampai kita kena perangkap musuh 2x Islam
yang mengadu domba kita.

 

Assalamu'alaikum. 

        ----- Original Message ----- 

        From: Irwan <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

        To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
<mailto:[email protected]>  

        Sent: Friday, March 02, 2007 4:38 PM

        Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN
KHILAFAHDARIPADATAUHID ???

         

        MAAF PAK, TADI OLEH PARA MILIST DISEPAKATI JANGANLAH KITA
MEMULAI SESUATU YANG BAIK DENGAN CARA YANG KURANG BAIK. ARTINYA
DIGARISKAN KALAU ANDA MERASA BENAR DALAM MENYAMPAIKAN SESUATU, MAKA
CARANYA JUGA HARUS BENAR DENGAN TIDAK MENYAKITKAN SI PENERIMA. SAYA GA
PEDULI SIAPA YANG MULAI BICARA DULU, TAPI SAYA PALING TIDAK SUKA ORANG
YANG SUKA MENGHUJAT DAN MENGHAKIMI ORANG LAIN DAN MERASA PALING BENAR
DENGAN CARA YANG KASAR. KITA INI SAUDARA MARI KITA SALING MENOLONG DALAM
HAL YANG KITA SEPAKATI DAN BERTOLERANSI DAN HAL PERBEDAAN. 

        WASSALAAM,

        IRWAN

                -----Original Message-----
                From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of FDB2 Subassy
                Sent: Friday, March 02, 2007 4:14 PM
                To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
                Subject: [ FUPM-EJIP ] MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN
KHILAFAH DARIPADATAUHID ???

                Dari tetangga sebelah semoga bermanfaat,....

                 

                Nuhun

                Mang asep

                 

                MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN KHILAFAH DARIPADA
TAUHID ???
                
                Oleh
                Abu Salma al-Atsary
                
                Segala puji hanya bagi Allah, Rabb pemelihara alam
semesta, satu-satunya Ilah yang Haq untuk disembah, yang tiada sekutu
bagi-Nya baik dalam nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, hukum-hukum dan
ibadah kepada-Nya, yang mengutus para nabi untuk menegakkan haq-Nya,
yang menurunkan al-Kitab sebagai bayyinah atas keesaan-Nya, yang
menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah kepada-Nya, dan
menjadikan segala maksud dan tujuan hanyalah untuk-Nya. Amma Ba'du:
                Sesungguhnya, sejak zaman dahulu hingga sekarang, sejak
manusia pertama diciptakan hingga manusia terakhir akan binasa, Tauhid
merupakan pondasi dasar ubudiyah seorang hamba, haq Rabb yang harus
dipenuhi hamba-Nya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam
keadaan suka maupun duka. Bahkan, tiadalah diutus para anbiya' dimuka
buni ini kecuali mengembalikan fitrah manusia pada kesuciannya, dalam
mengabdi dan beribadah kepada penciptanya semata.
                
                Namun, sungguh sayang, ketika kelompok-kelompok islam
yang parsial/juz'iyyat dalam gerakannya bermunculan, mereka membangun
bangunan yang dimulai dari atapnya, sedangkan pondasinya keropos dan
kosong dari pilar-pilar aqidah, maka bagaimana mungkin bangunan tersebut
akan berdiri, sedangkan pondasinya tidak ada, dan mereka mencurahkan
segala daya dan upaya mencari cara untuk membangun atap bangunan yang
tak berpondasi dan berpilar tersebut. Mereka berfikir, jika mereka
membangun pondasi terlebih dahulu, akan memerlukan waktu yang lama,
biaya dan tenaga yang besar, sedangkan hujan, badai dan terik telah
menyiksa, maka atap untuk berlindung lebih diperlukan, karena mereka tak
kuat lagi tertimpa hujan dan panas terik...
                
                Namun sungguh malang, karena upaya mereka itu adalah
mustahil dan bodoh, karena biar bagaimanapun, pondasi adalah penting
dalam membangun infra-struktur suatu bangunan, tanpa pondasi, maka kita
seolah-olah hanya mengharap sesuatu yang tak mungkin tegak, bak hendak
meraih bulan dan bintang di tengah malam, padahal tangan tak sampai. Pun
seandainya berdiri atap tersebut, dan mereka beranggapan telah aman dari
hujan dan terik yang mendera, namun bangunan itu sangat lemah, hanya
dengan tiupan angin sedikit saja, maka akan hancur berkeping-keping
bangunan dan usaha mereka yang sia-sia tersebut. Inilah perumpaan
mereka, penyeru-penyeru islam yang senantiasa menggembar-gemborkan
khilafah islamiyyah, namun mereka jahil dan acuh terhadap aqidah dan
manhaj yang benar di dalam islam.
                
                Inilah fenomena nyata saat ini, dimana banyak sekali
kelompok yang mengklaim sebagai kelompok penegak syariat islamiyyah dan
pelanggeng hukum-hukum islam, berkoar-koar ke sana kemari, meneriakkan
dan memekikkan tathbiqus syarii'ah (penegakkan syariat), namun sekali
lagi sungguh sayang, pekikan mereka tampak begitu parsial, seolah-olah
syariat islam yang dimaksud hanyalah seputar hukum-hukum siyasiyyah
saja, hanya penyelenggaraan hukum had, qishash, dan lain sebagainya,
mereka melalaikan suatu hal yang lebih penting dari itu semua, yang
merupakan dasar dan pijakan dari hukum-hukum lainnya, dan merupakan
syariat terbesar di dalam islam, yang seharusnya kita tegakkan dan kita
prioitaskan, sebagai pengejawantahan penegakkan syariat secara integral
dan kaafah, yakni penegakkan haqqullah (hak Allah) yang wajib dipenuhi
hamba-Nya, yaitu mentauhidkan-Nya di dalam uluhiyah/ubudiyyah. Karena
inilah metode rasululullah ShallaLlahu 'alaihi wa Sallam dalam
da'wahnya, manhajnya seluruh rasul dan nabi, karena Allah Ta'ala'ala
telah menandaskannya secara gamblang di dalam firman-Nya surat An-Nahl
ayat 36, "Dan sungguh telah kami utus pada tiap-tiap ummat seorang
rasul, (yang menyeru) sembahlah Allah semata dan jauhilah thaghut."
                
                Mereka menyatakan bahwa menegakkan daulah merupakan
ghoyah (tujuan) da'wah, dan daulah khilafah Islamiyyah adalah suatu hal
yang niscaya dan wajib, mereka berdalil dengan qoidah ushul fiqh, Maa
Laa Yutimmu waajibun illa bihi fahuwa waajibun, Suatu hal yang jika
tanpanya tidak akan sempurna suatu kewajiban, maka hukumnya adalah
wajib, karena tidaklah akan tegak syariat Islam kecuali jika ada
perangkatnya, sedangkan daulah khilafah adalah perangkat syar'i untuk
meng-implementasikannya. Maka daulah khilafah hukumnya wajib, dan tidak
menegakannya termasuk dosa.
                
                Mereka juga berdalil dengan hadits baiat, bersabda nabi
ShallaLlahu 'alaihi wa Sallam, "Man maata walaysa fi unuqihi baa'iatan,
fa maata miytaatan jaahilayatan" (barangsiapa yang mati sedangkan tidak
ada baiat di pundaknya, maka matinya bagaikan bangkai jahiliah).
Anggapan mereka, bahwa baiat wajib atas kholifah/imamul a'dham, namun
sekarang saat tak ada imamul a'dham, maka dengan kembali ke qoidah awal
tadi, makai baiat adalah wajib, karena jika tak ada baiat maka mati kita
adalah mati jahiliah, sehingga wajib atas kita untuk membaiat seorang
imamul a'dham, padahal ba'iat takkan bisa ditegakkan jika tak ada
daulah, maka menegakkan daulah hukumnya wajib, sehingga menurut anggapan
mereka, orang-orang yang menegakkan daulah tidak terkena ancaman hadits
tersebut, namun orang islam yang tak ada keinginan untuk menegakkan
daulah terkena ancaman matinya dalam keadaan jahiliah.
                
                Maka, kami katakan pada mereka, wahai para pengklaim
penegak hukum islam dan perindu daulah khilafah islamiyyah, dengan cara
apakah antum memenuhi harapan antum tersebut? Dengan metode bagaimanakah
antum menegakkannya? Na'am!!! Tidak dipungkiri bahwa syariat islam
takkan bisa tegak secara sempurna jika tidak didukung oleh hukama' atau
daulah islamiyyah. Sungguh merupakan suatu dambaan bagi kami dan antum
akan tegaknya daulah khilafah Islamiyyah 'ala manhaj nubuwwah, namun
ingatlah, bahwa islam ini adalah agama yang sempurna, yang tak butuh
pengurangan terlebih lagi penambahan, telah terang metode da'wah al-haq
di al-Qur'an dan as-Sunnah, bahwa tidaklah para nabi dan rasul (QS
16:36, 21:25), baik itu nabi Nuh kepada kaumnya (QS 7:59), Hud kepada
kaum 'Aad (QS. 7:65), Sholih kepada kaum Tsamud (QS. 7:73), Nabi Syuaib
kepada Madyan (QS. 7:85), dan seluruh nabi hingga nabi terakhir kita
Muhammad ShallaLlahu 'alaihi wa Sallam (39:65-66,dan masih banyak ayat
pada tempat lain) melainkan adalah mereka semua diutus untuk menegakkan
peribadatan hanyalah untuk Allah semata, baik dalam ibadah dan ahkam.
Lantas, mengapa gaung dan gema pekikan tathbiq syariiatil islaamiyyah
yang antum tabu kosong dari syariat islamiyyah yang paling tinggi ini,
yakni da'wah kepada tauhidul uluhiyyah/ibaadah? Kenapa antum
konsentrasikan, fokuskan dan curahkan segala daya dan upaya antum pada
bagian yang parsial/juz'iyyah saja, yakni penegakkan daulah khilafah
semata, penegakan syariat had, qishahsh dan yang semisalnya, sedangkan
tidak pernah kami lihat antum mengajak manusia kepada Aqidah yang benar
secara tafshil (teperinci), kepada sunnah nabi yang mulia yang shohihah,
kepada dien yang murni sebagaimana awalnya.
                
                Maka kami katakan lagi kepada mereka mengenai
dalil-dalil parsial mereka tentang ghoyah da'wah mereka yang mereka
orientasikan kepada daulah, maka kami jawab :
                
                1. Likulli maqool maqoom wa likulli maqoom maqool
(tiap-tiap ucapan ada tempatnya dan tiap tempat juga ada ucapannya),
qoidah yang antum gembar-gemborkan, Laa yutimmu waajibun illa bihi
fahuwa waajib, tentulah ada konteksnya, dan memang kami membenarkan
bahwa daulah adalah suatu hal yang niscaya sebagai perangkat penegakkan
syariat islamiyyah, dan ini adalah ideal keinginan tiap muslim, jika ada
muslim yang tak menghendaki akan adanya daulah islamiyyah maka patutlah
dipertanyakan keimanannya, namun satu hal yang harus diingat, metode
apakah yang kita tempuh dalam menuju daulah Islamiyyah, inilah yang
membedakan antara kami dengan antum, antum lebih fokus kepada upaya
parsial dengan pengopinian kepada masyarakat pentingnya daulah
islamiyyah dan penegakkan syariat (walau banyak dari antum jahil
terhadap syariat itu sendiri) sedangkan kita mengajak ummat secara
integral dari metode yang digariskan Allah dan Rasul-Nya, yang kita
berpijak dan berangkat darinya. Maka wahai antum yang berjuang dengan
orientasi daulah, kita katakan, maa laa yutimmu waajibun illa bihi
fahuwa waajib, dengan qoidah ini kita sepakat bahwa menegakkan daulah
adalah suatu hal yang niscaya, maka mari kita juga bersepakat, dengan
qoidah itu pula, tidak akan bisa tegak daulah jika kita tidak meniti
dengan metodenya para anbiya' dan rusul yang telah ma'tsur di dalam
kitabain, yakni memulai da'wah ini dari tauhid dan aqidah shohihah.
                
                2. Allah Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah
kepada Allah" (Al-Hujurat : 1), dari ayat ini maka wajib bagi tiap
mu'min untuk mendahulukan al-Qur'an dan as-Sunnah dari lainnya, dan
wajib berhujjah dengan keduanya, maka apakah layak bagi kita
mendahulukan qoidah ushul fiqh di atas al-Qur'an dan as-Sunnah. Padahal
ushul fiqh merupakan istinbath para ulama' yang bersumber dari al-Qur'an
dan as-Sunnah,.
                
                3. Allah Ta'ala berfirman, "Kemudian jika kamu
berselisih mengenai sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur'an)
dan Rasul (as-Sunnah)" (An-Nisaa' : 59), dari ayat ini wajib atas mu'min
jika berselisih untuk mengembalikan kepada al-Qur'an dan al-Hadits.
Sekarang kita berselisih terhadap orientasi da'wah, antum mengatakan
daulah prioritas pertama saat ini sedangkan kami menyatakan tauhid dan
aqidah islamiyyah yang terpenting, maka merupakan kewajiban atas kita
untuk mengembalikan perselisihan kita ini kepada kitabain, maka wahai
antum yang berorientasi kepada daulah dan tathbiqusy syarii'at,
tunjukkan dalil-dalil antum dari al-Qur'an dan as-Sunnah, di ayat mana
para anbiya' dan rusul memulai da'wahnya dan memprioritaskan da'wahnya
kepada kekuasaan, di hadits mana?? Apakah qoth'i ad-Dilalah (pasti
penunjukannya)??, maka ketahuilah!!! kami dapat menunjukkan
berpuluh-puluh ayat dari al-Qur'an dan beratus-ratus hadits tentang
manhaj kami yang qoth'i ad-Dilalah, bahwa metode haq dari kitabain
adalah tauhid, prioritas pertama dan utama!!!
                
                4. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah takkan
merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada
pada diri mereka." (ar-Ra'du : 11), kita beristifaadah dengan ayat ini
bahwa keadaan ummat ini takkan berubah hingga ummat ini yang merubah
keadaan mereka, tentunya dengan cara/ikhtiyar yang masyru'
(disyariatkan), maka kita sama-sama sepakat dan sering menggunakan ayat
ini, namun kita berbeda dalam pemahamannya, antum sering menggunakan
ayat ini sebagai hujjah wajibnya menerapkan syariat islamiyyah dan
dorongan untuk menegakkannya sebagai solusi dari semua krisis ummat saat
ini, namun antum lupa, bahwa ikhtiyar manusia itu juga tak lepas dari
Irodah syar'iyyah Allah, yakni Allah takkan menolong hamba-Nya yang tak
menolong agama-Nya, Intanshurullahu yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum,
mafhum muwaafaqoh (pemahaman tekstual) dari ayat ini adalah, jika kita
menolong agama Allah niscaya Allah akan menolong kita, namun mafhum
mukhalafah (pemahaman berkebalikan) dari ayat ini adalah, jika kita
tidak menolong agama Allah dengan cara yang digariskan Allah dan
rasul-Nya, maka bagaimana mungkin Allah akan menolong kita dan
memperteguh kedudukan kita, walaupun kita sudah berusaha untuk merubah
keadaan kita, namun jika Allah tak menghendaki, yang disebabkan oleh
faktor penghalang turunnya nashrullah, maka keadaan kita akan tetap
demikian, dan ingatlah bahwa cara perubahan yang paling masyru' adalah
inqilabiyyah yakni dengan tashfiyah (pensucian/pemurnian) dari syirik,
bid'ah, maksiat, dan tarbiyah (pembinaan) dengan aqidah yang benar,
sunnah yang shohihah, dan amal yang sholih. Inilah metode yang haq itu,
inilah perubahan yang akan membawa kepada kemenangan, yakni at-Tashfiyah
wat-Tarbiyah!!!
                
                5. Allah Ta'ala berfirman, "Dan Allah telah bejanji
dengan orang-orang yang beriman diantara kalian dan beramal sholeh,
bahwa ia sungguh-sungguh akan menjadikanmu berkuasa di bumi (dengan
kekhilafahan), sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelummu
berkuasa, dan sungguh ia akan meneguhkan bagi mereka agama yang
diridhai-Nya untuk mereka, dan Ia benar-benar merubah keadaan mereka
setelah mereka dala keadaan ketakutan menjadi aman sentausa, mereka
tetap menyembah-Ku dan tiada mempersekutukan-Ku dengan suatu apapun."
(an-Nur : 55), ayat ini bagi orang-orang yang berakal pasti akan
menunjukkan banyak faidah, dari tekstual ayat telah nyata bahwa
merupakan janji Allah untuk memberikan kekuasaan bagi ummatnya yang
beriman dan beramal sholih, iman kepada Allah secara ijmal (global) dan
tafshil (terperinci), yang mana keimanan ini hanya dimiliki oleh ahlus
sunnah wal jama'ah, dan beramal sholih, yang ikhlash lillahi Ta'ala dan
ittiba' rosul ShallaLlahu 'alaihi wa Sallam, inilah syarat kemenangan
itu, bahkan pada akhir ayat Allah menjelaskan syarat yang lain, yakni
mentauhidkan-Nya semata dan tak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun.
Lantas, bagaimana mungkin Allah Ta'ala akan mmberikan kekuasaan jika
ummat ini masih jahil terhadap aqidah yang benar, mereka tak bisa
membedakan mana syirik mana tauhid, mana sunnah mana bid'ah, mereka
masih menyembah kuburan-kuburan, bertawassul dengan wali-wali dan orang
sholih yang telah meninggal, menyeru mayat-mayat, membangun kubah di
kuburan, ghuluw terhadap nenek moyang mereka, lantas bagaimana mungkin
Allah akan memenuhi janji-Nya. Maka berfikirlah!!! Inilah yang
ditinggalkan oleh hampir kebanyakan kelompok islam, yakni metode da'wah
integral/kulliyat yang ittiba' terhadap metode da'wah anbiya' dan rusul,
yang ma'tsur di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, yang tidaklah jika ummat
ini berpijak dan berangkat dainya kecuali hanyalah kemenangan yang akan
didapatnya. Maka berfikirlah sekali lagi wahai antum yang berjuang
menatap ke langit namun kepalamu tak mampu mendongak ke atas apalagi
meraihnya.
                
                6. Al-Ghoyah laa tubirrul washilah, Tujuan tak
membenarkan segala cara, karena, al-ashlu fil 'ibaadah al-ittiba', asal
dari ibadah adalah ittiba' rasul, dan islam itu tauqifiyyah, laa
yutsbitu illa bid'dalil, tidak ditetapkan kecuali dengan dalil, dan
da'wah termasuk bagian dari islam, dan ia adalah da'wah, sedangkan
da'wah itu adalah tauqifiyyah, maka wajib untuk ittiba' terhadap metode
rasul, maka kami tanyakan kepada mereka, ittiba' terhadap siapakah antum
dalam metode da'wah antum? Tidakkah antum telah melakukan bid'ah fi
manhajid da'wah, bid'ah dalam metode da'wah? Maka dimanakah hujjahmu
wahai orang yang berakal???
                
                Sungguh, kami dapat menunjukkan kepada mereka berpuluh
hujjah akan lemahnya pemahaman mereka terhadap manhaj da'wah bid'iyyah
mereka, banyak kitab yang telah ditulis para ulama' mengenainya, namun
kami cukupkan hanya sampai di sini, semoga dapat mengambil pelajaran
orang-orang yang berakal, dan semoga impian mereka yang hanya isapan
jempol semata itu dapat sirna dan mereka akhirnya tersedarkan bahwa kita
takkan dapat meraih kekuasaan dengan pemahaman parsial, dan bersumber
dari pemahaman mu'tazilah, khowarij dan kelompok sempalan islam.

        
________________________________


        ********************************************************
        Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di
kawasan EJIP
        ********************************************************
        Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs
SAMARADA :
        http://www.usahamulia.net
        
        Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
        [EMAIL PROTECTED]
        
        ********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke