Wassalamu'alaikum
 
Ana bisa memahami akh, jangan berkecil hati. Hanya saja semua dari kita
harus belajar (untuk menyampaikan). Ada ikhwan yang begitu alergi dengan
jenis nasehat "tertentu" (yang untuk kalangan awam berkesan menyalahkan).
Ada juga ikhwan yang begitu alergi dengan demokrasi. Ikhwan kita digolongan
pertama, mereka selalu berhusnozon kepada ikhwan yang lain, sehingga kalau
ada yang menyalahkan justru akan dianggap salah. Ikhwan yang kedua begitu
kuat memegang nasehat dari ulama, sehingga ketika ada ikhwan lain yang
berpendapat lain akan disanggah dengan argumen ulama. 
 
Bagaimana sikap kita memahami kondisi ini, Tentu akan lebih baik jika kita
memperlakukan  penyakit alergi ini dengan tepat, salah satu triknya adalah
beri dengan dosis sedikit demi sedikit, sehingga lama-lama akan diterima dan
reaksi alergen menjadi terabaikan.
 
Dan kita harus menerima realita, bagaimanapun perbedaan ini akan tetap ada.
Tergantung bagaimana kita menyikapi. Kalau Ana akan pilih cara yang lebih
nyaman dan aman.
 
Wassalamu'alaikum

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of FDB2 Subassy
Sent: Monday, March 05, 2007 9:09 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN
KHILAFAHDARIPADATAUHID ???



Assalamulaikum wr,wb,....

 

Ihwan fillah yang di rahmati Alloh swt,...\

Maksud ane ngirim imel atau tulisan yang tertulis di bawah bukan untuk
menhujat atau lain sebaginya,...

Salah besar kalau kiranya hanya gara-gara tulisan di bawah Ane di sebut
penghujat,..

 

Tujuan ane ngirrim tulisan tsb,...biar semua bisa menggambil hikmah yang ada
dalam tulisan tsb,..\

Contoh Kalau begini akibatnya bakalan begitu,...

           Kalau merasa paling begini maka akhirnya bakalan begitu,...

 

Apakah ane salah ,....mungkin ente yang terlalu cepat menilai sebuah
tulisan:-)

Tujuan kita sama yaitu menegakan dinul Islam,.

 

Ya kalau seandainya dalam tulisan yang saya kirim ada sebagian yang merasa
tersinggung Ane mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Karena maksudnay sudah jelas ,..gak ada yang perlu merasa di hujat atau
mersa di Adu dombakan,..

 

Wassalam/hatur nuhun

Mang Asep

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Syaprisal Indratno
Sent: Friday, March 02, 2007 7:06 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN
KHILAFAHDARIPADATAUHID ???

 

Ente gimana akh? 

Tolong Jangan diteruskan email2 yang menghujat dan merasa paling benar di
Sini. Di sini wadah ukhuwah bukan wadah melecehkan, menghujat, menyalahkan,
dan sok benar sendiri.

 

Wassalamu'alaikum Wr,Wb

----- Original Message ----- 

From: FDB2 Subassy <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: Forum  <mailto:[email protected]> Ukhuwah Pekerja Muslim di
Kawasan EJIP 

Sent: Friday, March 02, 2007 4:13 PM

Subject: [ FUPM-EJIP ] MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN KHILAFAH
DARIPADATAUHID ???

 

Dari tetangga sebelah semoga bermanfaat,....

 

Nuhun

Mang asep

 

MENGAPA MEREKA LEBIH MENDAHULUKAN KHILAFAH DARIPADA TAUHID ???

Oleh
Abu Salma al-Atsary

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb pemelihara alam semesta, satu-satunya
Ilah yang Haq untuk disembah, yang tiada sekutu bagi-Nya baik dalam
nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, hukum-hukum dan ibadah kepada-Nya, yang
mengutus para nabi untuk menegakkan haq-Nya, yang menurunkan al-Kitab
sebagai bayyinah atas keesaan-Nya, yang menciptakan manusia dan jin hanya
untuk beribadah kepada-Nya, dan menjadikan segala maksud dan tujuan hanyalah
untuk-Nya. Amma Ba'du:
Sesungguhnya, sejak zaman dahulu hingga sekarang, sejak manusia pertama
diciptakan hingga manusia terakhir akan binasa, Tauhid merupakan pondasi
dasar ubudiyah seorang hamba, haq Rabb yang harus dipenuhi hamba-Nya, baik
dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan suka maupun duka. Bahkan,
tiadalah diutus para anbiya' dimuka buni ini kecuali mengembalikan fitrah
manusia pada kesuciannya, dalam mengabdi dan beribadah kepada penciptanya
semata.

Namun, sungguh sayang, ketika kelompok-kelompok islam yang parsial/juz'iyyat
dalam gerakannya bermunculan, mereka membangun bangunan yang dimulai dari
atapnya, sedangkan pondasinya keropos dan kosong dari pilar-pilar aqidah,
maka bagaimana mungkin bangunan tersebut akan berdiri, sedangkan pondasinya
tidak ada, dan mereka mencurahkan segala daya dan upaya mencari cara untuk
membangun atap bangunan yang tak berpondasi dan berpilar tersebut. Mereka
berfikir, jika mereka membangun pondasi terlebih dahulu, akan memerlukan
waktu yang lama, biaya dan tenaga yang besar, sedangkan hujan, badai dan
terik telah menyiksa, maka atap untuk berlindung lebih diperlukan, karena
mereka tak kuat lagi tertimpa hujan dan panas terik...

Namun sungguh malang, karena upaya mereka itu adalah mustahil dan bodoh,
karena biar bagaimanapun, pondasi adalah penting dalam membangun
infra-struktur suatu bangunan, tanpa pondasi, maka kita seolah-olah hanya
mengharap sesuatu yang tak mungkin tegak, bak hendak meraih bulan dan
bintang di tengah malam, padahal tangan tak sampai. Pun seandainya berdiri
atap tersebut, dan mereka beranggapan telah aman dari hujan dan terik yang
mendera, namun bangunan itu sangat lemah, hanya dengan tiupan angin sedikit
saja, maka akan hancur berkeping-keping bangunan dan usaha mereka yang
sia-sia tersebut. Inilah perumpaan mereka, penyeru-penyeru islam yang
senantiasa menggembar-gemborkan khilafah islamiyyah, namun mereka jahil dan
acuh terhadap aqidah dan manhaj yang benar di dalam islam.

Inilah fenomena nyata saat ini, dimana banyak sekali kelompok yang mengklaim
sebagai kelompok penegak syariat islamiyyah dan pelanggeng hukum-hukum
islam, berkoar-koar ke sana kemari, meneriakkan dan memekikkan tathbiqus
syarii'ah (penegakkan syariat), namun sekali lagi sungguh sayang, pekikan
mereka tampak begitu parsial, seolah-olah syariat islam yang dimaksud
hanyalah seputar hukum-hukum siyasiyyah saja, hanya penyelenggaraan hukum
had, qishash, dan lain sebagainya, mereka melalaikan suatu hal yang lebih
penting dari itu semua, yang merupakan dasar dan pijakan dari hukum-hukum
lainnya, dan merupakan syariat terbesar di dalam islam, yang seharusnya kita
tegakkan dan kita prioitaskan, sebagai pengejawantahan penegakkan syariat
secara integral dan kaafah, yakni penegakkan haqqullah (hak Allah) yang
wajib dipenuhi hamba-Nya, yaitu mentauhidkan-Nya di dalam
uluhiyah/ubudiyyah. Karena inilah metode rasululullah ShallaLlahu 'alaihi wa
Sallam dalam da'wahnya, manhajnya seluruh rasul dan nabi, karena Allah
Ta'ala'ala telah menandaskannya secara gamblang di dalam firman-Nya surat
An-Nahl ayat 36, "Dan sungguh telah kami utus pada tiap-tiap ummat seorang
rasul, (yang menyeru) sembahlah Allah semata dan jauhilah thaghut."

Mereka menyatakan bahwa menegakkan daulah merupakan ghoyah (tujuan) da'wah,
dan daulah khilafah Islamiyyah adalah suatu hal yang niscaya dan wajib,
mereka berdalil dengan qoidah ushul fiqh, Maa Laa Yutimmu waajibun illa bihi
fahuwa waajibun, Suatu hal yang jika tanpanya tidak akan sempurna suatu
kewajiban, maka hukumnya adalah wajib, karena tidaklah akan tegak syariat
Islam kecuali jika ada perangkatnya, sedangkan daulah khilafah adalah
perangkat syar'i untuk meng-implementasikannya. Maka daulah khilafah
hukumnya wajib, dan tidak menegakannya termasuk dosa.

Mereka juga berdalil dengan hadits baiat, bersabda nabi ShallaLlahu 'alaihi
wa Sallam, "Man maata walaysa fi unuqihi baa'iatan, fa maata miytaatan
jaahilayatan" (barangsiapa yang mati sedangkan tidak ada baiat di pundaknya,
maka matinya bagaikan bangkai jahiliah). Anggapan mereka, bahwa baiat wajib
atas kholifah/imamul a'dham, namun sekarang saat tak ada imamul a'dham, maka
dengan kembali ke qoidah awal tadi, makai baiat adalah wajib, karena jika
tak ada baiat maka mati kita adalah mati jahiliah, sehingga wajib atas kita
untuk membaiat seorang imamul a'dham, padahal ba'iat takkan bisa ditegakkan
jika tak ada daulah, maka menegakkan daulah hukumnya wajib, sehingga menurut
anggapan mereka, orang-orang yang menegakkan daulah tidak terkena ancaman
hadits tersebut, namun orang islam yang tak ada keinginan untuk menegakkan
daulah terkena ancaman matinya dalam keadaan jahiliah.

Maka, kami katakan pada mereka, wahai para pengklaim penegak hukum islam dan
perindu daulah khilafah islamiyyah, dengan cara apakah antum memenuhi
harapan antum tersebut? Dengan metode bagaimanakah antum menegakkannya?
Na'am!!! Tidak dipungkiri bahwa syariat islam takkan bisa tegak secara
sempurna jika tidak didukung oleh hukama' atau daulah islamiyyah. Sungguh
merupakan suatu dambaan bagi kami dan antum akan tegaknya daulah khilafah
Islamiyyah 'ala manhaj nubuwwah, namun ingatlah, bahwa islam ini adalah
agama yang sempurna, yang tak butuh pengurangan terlebih lagi penambahan,
telah terang metode da'wah al-haq di al-Qur'an dan as-Sunnah, bahwa tidaklah
para nabi dan rasul (QS 16:36, 21:25), baik itu nabi Nuh kepada kaumnya (QS
7:59), Hud kepada kaum 'Aad (QS. 7:65), Sholih kepada kaum Tsamud (QS.
7:73), Nabi Syuaib kepada Madyan (QS. 7:85), dan seluruh nabi hingga nabi
terakhir kita Muhammad ShallaLlahu 'alaihi wa Sallam (39:65-66,dan masih
banyak ayat pada tempat lain) melainkan adalah mereka semua diutus untuk
menegakkan peribadatan hanyalah untuk Allah semata, baik dalam ibadah dan
ahkam. Lantas, mengapa gaung dan gema pekikan tathbiq syariiatil islaamiyyah
yang antum tabu kosong dari syariat islamiyyah yang paling tinggi ini, yakni
da'wah kepada tauhidul uluhiyyah/ibaadah? Kenapa antum konsentrasikan,
fokuskan dan curahkan segala daya dan upaya antum pada bagian yang
parsial/juz'iyyah saja, yakni penegakkan daulah khilafah semata, penegakan
syariat had, qishahsh dan yang semisalnya, sedangkan tidak pernah kami lihat
antum mengajak manusia kepada Aqidah yang benar secara tafshil (teperinci),
kepada sunnah nabi yang mulia yang shohihah, kepada dien yang murni
sebagaimana awalnya.

Maka kami katakan lagi kepada mereka mengenai dalil-dalil parsial mereka
tentang ghoyah da'wah mereka yang mereka orientasikan kepada daulah, maka
kami jawab :

1. Likulli maqool maqoom wa likulli maqoom maqool (tiap-tiap ucapan ada
tempatnya dan tiap tempat juga ada ucapannya), qoidah yang antum
gembar-gemborkan, Laa yutimmu waajibun illa bihi fahuwa waajib, tentulah ada
konteksnya, dan memang kami membenarkan bahwa daulah adalah suatu hal yang
niscaya sebagai perangkat penegakkan syariat islamiyyah, dan ini adalah
ideal keinginan tiap muslim, jika ada muslim yang tak menghendaki akan
adanya daulah islamiyyah maka patutlah dipertanyakan keimanannya, namun satu
hal yang harus diingat, metode apakah yang kita tempuh dalam menuju daulah
Islamiyyah, inilah yang membedakan antara kami dengan antum, antum lebih
fokus kepada upaya parsial dengan pengopinian kepada masyarakat pentingnya
daulah islamiyyah dan penegakkan syariat (walau banyak dari antum jahil
terhadap syariat itu sendiri) sedangkan kita mengajak ummat secara integral
dari metode yang digariskan Allah dan Rasul-Nya, yang kita berpijak dan
berangkat darinya. Maka wahai antum yang berjuang dengan orientasi daulah,
kita katakan, maa laa yutimmu waajibun illa bihi fahuwa waajib, dengan
qoidah ini kita sepakat bahwa menegakkan daulah adalah suatu hal yang
niscaya, maka mari kita juga bersepakat, dengan qoidah itu pula, tidak akan
bisa tegak daulah jika kita tidak meniti dengan metodenya para anbiya' dan
rusul yang telah ma'tsur di dalam kitabain, yakni memulai da'wah ini dari
tauhid dan aqidah shohihah.

2. Allah Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah" (Al-Hujurat :
1), dari ayat ini maka wajib bagi tiap mu'min untuk mendahulukan al-Qur'an
dan as-Sunnah dari lainnya, dan wajib berhujjah dengan keduanya, maka apakah
layak bagi kita mendahulukan qoidah ushul fiqh di atas al-Qur'an dan
as-Sunnah. Padahal ushul fiqh merupakan istinbath para ulama' yang bersumber
dari al-Qur'an dan as-Sunnah,.

3. Allah Ta'ala berfirman, "Kemudian jika kamu berselisih mengenai sesuatu,
maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (as-Sunnah)"
(An-Nisaa' : 59), dari ayat ini wajib atas mu'min jika berselisih untuk
mengembalikan kepada al-Qur'an dan al-Hadits. Sekarang kita berselisih
terhadap orientasi da'wah, antum mengatakan daulah prioritas pertama saat
ini sedangkan kami menyatakan tauhid dan aqidah islamiyyah yang terpenting,
maka merupakan kewajiban atas kita untuk mengembalikan perselisihan kita ini
kepada kitabain, maka wahai antum yang berorientasi kepada daulah dan
tathbiqusy syarii'at, tunjukkan dalil-dalil antum dari al-Qur'an dan
as-Sunnah, di ayat mana para anbiya' dan rusul memulai da'wahnya dan
memprioritaskan da'wahnya kepada kekuasaan, di hadits mana?? Apakah qoth'i
ad-Dilalah (pasti penunjukannya)??, maka ketahuilah!!! kami dapat
menunjukkan berpuluh-puluh ayat dari al-Qur'an dan beratus-ratus hadits
tentang manhaj kami yang qoth'i ad-Dilalah, bahwa metode haq dari kitabain
adalah tauhid, prioritas pertama dan utama!!!

4. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah takkan merubah keadaan suatu
kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka." (ar-Ra'du
: 11), kita beristifaadah dengan ayat ini bahwa keadaan ummat ini takkan
berubah hingga ummat ini yang merubah keadaan mereka, tentunya dengan
cara/ikhtiyar yang masyru' (disyariatkan), maka kita sama-sama sepakat dan
sering menggunakan ayat ini, namun kita berbeda dalam pemahamannya, antum
sering menggunakan ayat ini sebagai hujjah wajibnya menerapkan syariat
islamiyyah dan dorongan untuk menegakkannya sebagai solusi dari semua krisis
ummat saat ini, namun antum lupa, bahwa ikhtiyar manusia itu juga tak lepas
dari Irodah syar'iyyah Allah, yakni Allah takkan menolong hamba-Nya yang tak
menolong agama-Nya, Intanshurullahu yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum,
mafhum muwaafaqoh (pemahaman tekstual) dari ayat ini adalah, jika kita
menolong agama Allah niscaya Allah akan menolong kita, namun mafhum
mukhalafah (pemahaman berkebalikan) dari ayat ini adalah, jika kita tidak
menolong agama Allah dengan cara yang digariskan Allah dan rasul-Nya, maka
bagaimana mungkin Allah akan menolong kita dan memperteguh kedudukan kita,
walaupun kita sudah berusaha untuk merubah keadaan kita, namun jika Allah
tak menghendaki, yang disebabkan oleh faktor penghalang turunnya nashrullah,
maka keadaan kita akan tetap demikian, dan ingatlah bahwa cara perubahan
yang paling masyru' adalah inqilabiyyah yakni dengan tashfiyah
(pensucian/pemurnian) dari syirik, bid'ah, maksiat, dan tarbiyah (pembinaan)
dengan aqidah yang benar, sunnah yang shohihah, dan amal yang sholih. Inilah
metode yang haq itu, inilah perubahan yang akan membawa kepada kemenangan,
yakni at-Tashfiyah wat-Tarbiyah!!!

5. Allah Ta'ala berfirman, "Dan Allah telah bejanji dengan orang-orang yang
beriman diantara kalian dan beramal sholeh, bahwa ia sungguh-sungguh akan
menjadikanmu berkuasa di bumi (dengan kekhilafahan), sebagaimana Ia telah
menjadikan orang-orang sebelummu berkuasa, dan sungguh ia akan meneguhkan
bagi mereka agama yang diridhai-Nya untuk mereka, dan Ia benar-benar merubah
keadaan mereka setelah mereka dala keadaan ketakutan menjadi aman sentausa,
mereka tetap menyembah-Ku dan tiada mempersekutukan-Ku dengan suatu apapun."
(an-Nur : 55), ayat ini bagi orang-orang yang berakal pasti akan menunjukkan
banyak faidah, dari tekstual ayat telah nyata bahwa merupakan janji Allah
untuk memberikan kekuasaan bagi ummatnya yang beriman dan beramal sholih,
iman kepada Allah secara ijmal (global) dan tafshil (terperinci), yang mana
keimanan ini hanya dimiliki oleh ahlus sunnah wal jama'ah, dan beramal
sholih, yang ikhlash lillahi Ta'ala dan ittiba' rosul ShallaLlahu 'alaihi wa
Sallam, inilah syarat kemenangan itu, bahkan pada akhir ayat Allah
menjelaskan syarat yang lain, yakni mentauhidkan-Nya semata dan tak
mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. Lantas, bagaimana mungkin Allah
Ta'ala akan mmberikan kekuasaan jika ummat ini masih jahil terhadap aqidah
yang benar, mereka tak bisa membedakan mana syirik mana tauhid, mana sunnah
mana bid'ah, mereka masih menyembah kuburan-kuburan, bertawassul dengan
wali-wali dan orang sholih yang telah meninggal, menyeru mayat-mayat,
membangun kubah di kuburan, ghuluw terhadap nenek moyang mereka, lantas
bagaimana mungkin Allah akan memenuhi janji-Nya. Maka berfikirlah!!! Inilah
yang ditinggalkan oleh hampir kebanyakan kelompok islam, yakni metode da'wah
integral/kulliyat yang ittiba' terhadap metode da'wah anbiya' dan rusul,
yang ma'tsur di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah, yang tidaklah jika ummat ini
berpijak dan berangkat dainya kecuali hanyalah kemenangan yang akan
didapatnya. Maka berfikirlah sekali lagi wahai antum yang berjuang menatap
ke langit namun kepalamu tak mampu mendongak ke atas apalagi meraihnya.

6. Al-Ghoyah laa tubirrul washilah, Tujuan tak membenarkan segala cara,
karena, al-ashlu fil 'ibaadah al-ittiba', asal dari ibadah adalah ittiba'
rasul, dan islam itu tauqifiyyah, laa yutsbitu illa bid'dalil, tidak
ditetapkan kecuali dengan dalil, dan da'wah termasuk bagian dari islam, dan
ia adalah da'wah, sedangkan da'wah itu adalah tauqifiyyah, maka wajib untuk
ittiba' terhadap metode rasul, maka kami tanyakan kepada mereka, ittiba'
terhadap siapakah antum dalam metode da'wah antum? Tidakkah antum telah
melakukan bid'ah fi manhajid da'wah, bid'ah dalam metode da'wah? Maka
dimanakah hujjahmu wahai orang yang berakal???

Sungguh, kami dapat menunjukkan kepada mereka berpuluh hujjah akan lemahnya
pemahaman mereka terhadap manhaj da'wah bid'iyyah mereka, banyak kitab yang
telah ditulis para ulama' mengenainya, namun kami cukupkan hanya sampai di
sini, semoga dapat mengambil pelajaran orang-orang yang berakal, dan semoga
impian mereka yang hanya isapan jempol semata itu dapat sirna dan mereka
akhirnya tersedarkan bahwa kita takkan dapat meraih kekuasaan dengan
pemahaman parsial, dan bersumber dari pemahaman mu'tazilah, khowarij dan
kelompok sempalan islam.


  _____  


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke