Saya setuju, cuma kenapa kita harus takut digebukin warga jika menyuarakan 
syariat? sepertinya syariat adalah suatu momok bagi masyarakat awam.
apakah benar jika kita menyarakan syariah kepada orang awam pasti digebukin??
 
memang kita dalam menyampaikan syariah jangan to the point, kita boleh 
menggunakan pendekatan2 atau uslub untuk dapat menyampaikann hukum-hukum Allah.
janganlah asas manfaat dikedepankan, tapi gunakan kaidah "dimana ada syariah 
disitu ada manfaat", jangan dibalik disitu ada manfaat (misal untuk 
perkembangan partai) baru syariah diterapkan.
 
ada tahapan menurut saya , :
1. tahapan dimana kita sedang memperjuangkan syariah yaitu diwaktu kita belum 
punya kekuasaan untuk menerapkannya, 
2. tahapan dimana kekuasaan udah di tangan kita, maka wajib bagi orang yang 
mempunyai kuasa untuk menerapkan syariah Allah.
 
Wallahu'alam Bissowab.
 
 
Regards
Daryono
 
Process Engineer
Process Engineering B (Machining)
PT. Astra Honda Motor
phone : 021-89981818 
ext : 8572 / 8574

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of Yanto
Sent: Thu 3/8/2007 3:08 PM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi



Ass wr wb.

 

Iya setuju pak Sulaeman, tidak usah bertiriak teriak tentang syariat islam, 
Syariat islam insya Allah akan tegak jika pemahaman umat islam sudah benar dan 
mengerti islam yang sesungguhnya. Sebenarnya kalau kita amati perkembangan 
penegakan syari'at sudah mulai bermunculan. Coba bandingkan di tahun 80 an, 
orang pada alergi pakai kerudung/ Jilbab. Bahkan diisukan ada penyebaran racun 
melalui orang2 berjilbab. Tapi lihat sekarang seakan jilbab menjadi budaya, 
walaupun sebagian orang masih memakai ketika keluar rumah saja, karena belum 
paham. Nah inilah tugas kita sebagai umat islam mari bersatu tidak usah saling 
menghujat dan merasa benar sendiri, bahwa tujuan kita adalah sama yaitu 
menegakkan kalimatillah.

 

Coba bayangkan tidak usah sebagai bupati, misalnya kita sebagai ketua RT 
membuat peraturan kegiatan yang dilakukan diwilahnya berdasarkan atas Syari'at 
Islam, mungkin bisa digebukin sama warga yang awam tentang islam.

Lain halnya ketika kita mendekati warga dengan baik diajak untuk berbuat baik 
kepada tetangganya, saling menolong, menjaga kebersihan, ajak membayar zakat 
untuk menolong sesama yang tinggal diwilayah itu, diajak untuk sholat 
berjama'ah, dll. Mungkin tanggapan masyarakat beda, padahal distu juga sudah 
ada nilai nilai syari'at islam.

Artinya Tanpa kita berteriak dengan Syari'at Islam. Syari'at Islam bisa 
ditegakkan. 

 

Wassalam.

Yanto

 

 

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sulaeman
Sent: Thursday, March 08, 2007 1:58 PM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP; Forum Ukhuwah Pekerja Muslim 
di Kawasan EJIP; Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi

 

Ass.wr.wb.
sepertinya janji itu tidak terlalu diperlukan,karena itu cuma basa basi yang 
sudah basi,tapi kalau yang sedang berusaha kearah sana
InsyAlloh ada.Dan tentunya kita harus sadar bahwa untuk menuju kesana harus 
dimulai dari yang kecil - kecil dulu di semua sisi
kehidupan termasuk POLEKSOSBUD HANKAM.InsyaAlloh dengan Da'wah yang bijak 
Syari'at Alloh akan tegak. Aamiin...

Makanya mari kita dukung penuh orang - orang sholeh dan berpengalaman sebagai 
bentuk investasi kita untuk tegaknya syari'at Alloh
Kalaupun pada generasi kita belum sepenuhnya terwujud paling tidak kita sudah 
membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk mene-
ruskannya.

Afwan ya...
Sulaeman

Wass.wr.wb.
At 13:19 08/03/2007 +0700, Daryono wrote:



Content-class: urn:content-classes:message
Content-Type: multipart/alternative;
        boundary="----_=_NextPart_001_01C76149.D03C7A41"

Adakah yang berjanji menerapkan Syariat Allah ???
 
Regards
Daryono
 
Process Engineer
Process Engineering B (Machining)
PT. Astra Honda Motor
phone : 021-89981818 
ext : 8572 / 8574

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of FDB2 Subassy
Sent: Thu 3/8/2007 11:58 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi

Siapapun yang akan menjadi Kepala Suku di bekasi nantinya, semoga beliau bisa 
menjalankan amanahnya,..amin\

 

Nuhun

Mang asep (urang cilengsi)

 

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of arif
Sent: Thursday, March 08, 2007 12:41 PM
To: FUPM-EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi

 

Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi 


ENAM pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi telah bersiap bersaing 
menjelang hari final pemilihannya pada 11 Maret 2007. Berbagai persiapan telah 
mereka lakukan, termasuk memperkenalkan diri kepada masyarakat yang akan 
memilihnya. Berikut data diri enam pasangan yang akan bersaing menjadi Bupati - 
Wakil Bupati Bekasi periode 2007 - 2012.

Wikanda Darmawijaya - Daeng Muhammad

Wikanda pernah menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 1998-2003. Lelaki 
kelahiran Ciamis, 8 Agustus 1941, pernah pula menjadi Ketua DPRD Kabupaten 
Bekasi hingga tahun 1997. Suami Hj. Ratna Ningsih itu pun pernah menjabat 
Kepala Inspektorat Wilayah Kab. Bekasi. Sedangkan Daeng Muhammad merupakan 
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten 
Bekasi, Daeng Muhammad. Lelaki asli Bekasi kelahiran 4 Juni 1972 ini siap 
membangun Bekasi dengan Wikanda. Pasangan yang diusung 15 partai politik dalam 
Koalisi Partai Peduli Bekasi (KP3B) itu mendapatkan nomor urut satu dalam 
pilkada mendatang.

Saleh Manaf - Omin Basyuni

Saleh Manaf sempat menjabat Bupati Bekasi sebelum akhirnya ia diberhentikan 16 
Januari 2006. Saleh berasal dari Meulaboh. Pria kelahiran 18 September 1950 itu 
menjabat sebagai Ketua Umum Koni Kabupaten Bekasi, ia pernah ikut juga dalam 
Pilkada Provinsi NAD dan maju sebagai calon Wakil Gubernur. Omin Basyuni adalah 
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten 
Bekasi. Saleh- Omin diusung koalisi PPP , PBB dan PDS. Hasil pengundian, 
pasangan ini mendapat nomor urut dua.

Memet Rochamat - Jejen Sayuti

Kebanyakan orang mengenal Memet yang kelahiran Kuningan 3 Maret 1954 itu 
sebagai pegawai negeri sipil. Ia pernah menjadi camat dan jabatan terakhirnya 
sebagai Sekda Kabupaten Bekasi tahun 2002-2004. Kini, ia menjabat Asisten 
Deputi di kantor Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Suami Wiwin Yulyawati 
itu menggandeng Jejen Sayuti yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten 
Bekasi. Keduanya memperoleh nomor urut tiga untuk bersaing dalam pilkada. 
Pasangan itu didukung oleh PDI Perjuangan.

Sa'duddin - Darip Mulyana (SaDar)

Sa'duddin dikenal orang sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi saat ini. Lelaki 
yang juga dikenal sebagai guru dan kepala sekolah itu dalam persaingan merebut 
kursi bupati diusung PKS. Lelaki yang asli Bekasi, kelahiran 2 Juni 1961 itu 
bermitra dengan Darip Mulyana. Darip merupakan seorang pegawai negeri sipil 
yang juga lahir di Bekasi, 22 Oktober 1956. Ia aktif dalam berbagai organisasi 
kepemudaan seperti KNPI dan PBVSI. Ia dikenal sebagai staf ahli wali kota 
Bekasi. Bersama Sa'duddin, suami Cucu Sugiarti ini, akan melenggang melaju 
dalam persaingan dengan nomor urut empat.

Munawar Fuad - Adhi Firdaus

Munawar Fuad merupakan putra kiai. Ia mengundurkan diri dari Pimpinan Pusat 
Ansor untuk berkecimpung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia. Bahkan, ia 
juga dikenal sebagai staf ahli khusus SBY. Lelaki kelahiran Cibarusah, 16 Mei 
1970 itu kini lebih menggeluti kegiatannya sebagai penulis, dosen, dan 
konsultan. Dalam pilkada Bekasi 2007 ini, Munawar digandeng Partai Demokrat dan 
Partai Kebangkitan Bangsa untuk maju sebagai calon Bupati Bekasi. Awalnya 
Munawar berpasangan dengan Agus Syamsuridjal, namun di pertengahan jalan, 
berganti pasangan. Munawar kini resmi berpasangan dengan Adhi Firdaus, 
pengusaha yang juga putra daerah Bekasi. Pasangan Munawar-Adhi mendapat nomor 
urut lima. Pasangan ini didukung Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Nachrowi Solihin - Solihin Sari

Nachrowi Solihin lahir di Bekasi, 5 Februari 1953 adalah anggota DPRD Kabupaten 
Bekasi. Sejak tahun 1994, ia aktif di Partai Golkar sebagai Bendahara DPD 
Golkar. Sebagai kepeduliannya terhadap Pondok Pesantren Attaqwa yang 
menggemblengnya, ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren 
Attaqwa. Bersama Solihin Sari yang pernah menjadi wakil bupati semasa Saleh 
Manaf menjabat, ia melaju mengikuti pentas Pilkada Kab. Bekasi 2007 dengan 
mengantongi nomor urut enam. Solihin Sari juga merupakan anggota DPRD 
Kabupaten. Ia dikenal sebagai pendidik di lingkungan SMP hingga Perguruan 
Tinggi. Bersama Nachrowi Solihin, suami Hj. Setiawati itu siap berebut kursi 
bupati diusung Partai Golkar. (Dewiyatini/ PR , dari berbagai sumber)***
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net <http://www.usahamulia.net/> 

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

******************************************************** 

 

<<winmail.dat>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke