Saya sendiri, sampai sekarang masih bingung menentukan pilihan karena:
A. Para calon pemimpin kita adalah calon yang notabene anggota dan diusung oleh partai, jadi kebijakan yang akan diambil adalah kebijakan yang akan digariskan oleh partai atau kebijakan yang di inginkan oleh masyarakat ? , karena biasanya kalau kita menginginkan sesuatu dan ada yang mendukung, maka yang akan di dengar adalah yang mendukung, maka saya yakin kebijakan yang di ambil adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh partainya, walaupun kadangkala kebijakan itu sesuai dengan keinginan masyarakat, namun bagaimana kalau ada kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, beranikah ia menentang partainya ? B. Para calon itu biasanya seperti pedagang, mereka akan mengatakan yang baik-baik saja. Selama ini kita selalu mendengar program atau keberhasilan yang baik, tapi kita tidak pernah mendengar kegagalan mereka, padahal mungkin kita semua tahu, bahwa kita sebagai manusia tidak pernah luput dari salah, seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, kalau ada gading yang tak retak berarti ada dua kemungkinan, pertama gading itu palsu atau pedagangnya yang pintar menyembunyikan keretakan gading itu, padahal pedagang yang baik itu yang bisa mengatakan barang itu apa adanya dengan jujur supaya pedagang dan pembeli bisa sejahtera. C. Kontribusi dari partai untuk kalangan buruh salah satunya dengan menolak revisi UU no 13 tahun 2003 tidak saya pungkiri dan saya juga mengucapkan terima kasih, apalagi dengan adanaya rencana penghapusan out sorcing, tapi apakah hanya cukup dengan itu, karena banyak keinginan dari pekerja, diantaranya upah yang layak, selama ini buruh menikmati kenaikan upah setiap tahun, tapi hanya minimum karena selama ini setiap ada kenaikan upah selalu ada kenaikan harga, jadi yang dirasakan oleh karyawan adalah bukan kenaikan upah, tapi penyesuaian upah dengan kenaikan harga , juga kepastian dalam bekerja , kalau out sorcing dihapus tapi karyawan kontrak di perbanyak, kapan karyawan bisa tenang dann bisa hidup sejahtera ? D. Puskesmas akan gratis, itu program yang sudah lama di dengungkan oleh pemerintah, bahkan sekolah gratis, tapi kenyataan dilapangan mungkin bisa dilihat sendiri, sebagai wakil yang dipilh oleh rakyat, seharusnya pemimpinitu bis langsung terjun dan memahami apa yang diinginkan oleh umatnya seperti khalifah Umar bin Khatab ( kalau salah mohon di betulkan ) yang memikul sendiri gandum untuk seorang umatnya yang sedang kelaparan, bagaimana sekarang ?. Mungkin ada yang bisa membantu kebingunan saya ini Wassalam -----Original Message----- From: Syaprisal Indratno [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, March 09, 2007 7:47 AM To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi Saya Sekeluarga dan Keluarga Besar Putra Rambang Kapak Tengah, Insya'Allah MENDUKUNG SADAR NO.4 dengan beberapa Alasan berikut : SELAMA MENJABAT KETUA DPRD Telah berhasil memperjuangkan beberapa hal sebagai bukti peduli pada rakyat dan pekerja : A. Menaikan Anggaran Operasional Puskesmas dari sebesar Rp 1,8 milyar menjadi Rp 9 Milyar mulai Tahun 2007, Sebagai konsekwensi atas dibebaskanya Restribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas(gratis). B. Memperjuangkan Penambahan Tunjangan Fungsional bagi guru guru dan PNS dari sebesar Rp 200.000/bulan menjadi Rp 400.000/bulan dan guru honorer (sukwan) dari sebesar Rp 100.000/bulan menjadi Rp 150.000/bulan mulai th 2004. C. Memperjuangkan penambahan tunjangan fungsional bagi tenaga kesehatan PNS dari sebesar Rp 200.000/bulan menjadi Rp 400.000/bulan dan tenaga honorer kesehatan (PTT) dari sebesar Rp 100.000/bulan menjadi Rp 150.000/bulan mulai Tahun 2004 D. Memperjuangkan adanya tunjangan bagi guru-guru swasta sebesar Rp 100.000/bulan bagi 3500 guru mulai Tahun 2007. E. Memperjuangkan adanya anggaran sebesar 13 Milyar untuk tambahan dana bantuan sekolah(BOS) tingkat SLTP dari APBD Tahun 2006. sehingga tiap siswa mendapat tambahan BOS Rp 13.000/bulan. F. Meningkatkan porsi pembiayaan bidang pendidikan untuk tambahan lokal(tamlok), rehab berat dan ringan sebanyak 250 gedung SDN se kab. Bekasi dengan anggaran sebesar 75 Milyar dalam APBD Tahun 2005. G. Meningkatkan porsi bidang pendidikan untuk tambahan lokal(tamlok), rehab berat dan ringan sebanyak 121 gedung SDN se kab. Bekasi dengan anggaran sebesar 50,66 Milyar dalam APBD Tahun 2006. H. Meningkatkan porsi pembiayaan untuk pembangunan peningkatan jalan beton(rigid) sepanjang 30,78 km dengan nilai anggaran 25,31 Milyar dalam APBD Tahun 2006. sehingga diharapkan s/d 10 tahun tidak lagi diperlukan pemeliharaan. I. Mengusahakan anggaran pengadaan buku pelajaran bagi murid keluarga miskin(Gakin) tingkat SD dan SLTP sebesar 6 milyar dalam APBD 2006. J. memperjuangkan sengketa klaim tanah oleh PT. Gunung Garuda dengan masyarakat Kp. Blok jenggot desa Suka Danau kec. Cikarang Barat atas jalan desa yang melintasi pemukiman warga. K. Berhasil Memperjuangkan adanya dana comunity development(CD) dari pertamina sebesar 1 Milyar untuk peningkatan jalan Desa Kebalen yang rusak akibat kendaraan berat untuk mengangkut hasil bumi hasil eksplorasi di kecamatan Babelan . L. Dengan dukungan fraksi lain, berhasil membongkar kasus penyimpangan bestek dalam proyek pembangunan tambahan lokal (tamlok) SDN 01 telanjung di desa telanjung kec. Cikarang Barat. Sehingga dilakukan pembangunan ulang. M. Dukungan Terhadap penolakan revisi dalam UU no. 13 Tahun 2003 tentang buruh melalui Fraksi pada aksi buruh se-Kabupaten bekasi maupun , Fraksi PKS yang pertama tegas mendukung penolakan RUU tsb, baik di DPRD bekasi maupun DPR-RI. Sehingga buruh mempunyai kepercayaan yang tinggi terhadap PKS, partai pengusung Ust Sa'duddin. N. Dukungan dalam aksi tanda tangan seluruh anggota DPRD fraksi PKS terhadap kasus sengketa tanah masyarakat Kp Pilar Cikarang Utara dengan Pengusaha. Dimana masyarakat telah berpuluh-puluh tahun menempati tanah tersebut dan memiliki sebagian sertifikat tanah tersebut. O. Sesuai program ke depan akan mengurangi dan menghapuskan system kontrak melalui yayasan(out sorcing) demi peningkatan kesejahteraan pekerja. From: Fdb_Washing <mailto:[EMAIL PROTECTED]> To: Forum <mailto:[email protected]> Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Sent: Thursday, March 08, 2007 4:27 PM Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi Ayo......... jangan lupa coblos Munawar Fuad - Adhi firdaus _____ From: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of arif Sent: Thursday, March 08, 2007 11:41 AM To: FUPM-EJIP Subject: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi ENAM pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi telah bersiap bersaing menjelang hari final pemilihannya pada 11 Maret 2007. Berbagai persiapan telah mereka lakukan, termasuk memperkenalkan diri kepada masyarakat yang akan memilihnya. Berikut data diri enam pasangan yang akan bersaing menjadi Bupati - Wakil Bupati Bekasi periode 2007 - 2012. Wikanda Darmawijaya - Daeng Muhammad Wikanda pernah menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 1998-2003. Lelaki kelahiran Ciamis, 8 Agustus 1941, pernah pula menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bekasi hingga tahun 1997. Suami Hj. Ratna Ningsih itu pun pernah menjabat Kepala Inspektorat Wilayah Kab. Bekasi. Sedangkan Daeng Muhammad merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bekasi, Daeng Muhammad. Lelaki asli Bekasi kelahiran 4 Juni 1972 ini siap membangun Bekasi dengan Wikanda. Pasangan yang diusung 15 partai politik dalam Koalisi Partai Peduli Bekasi (KP3B) itu mendapatkan nomor urut satu dalam pilkada mendatang. Saleh Manaf - Omin Basyuni Saleh Manaf sempat menjabat Bupati Bekasi sebelum akhirnya ia diberhentikan 16 Januari 2006. Saleh berasal dari Meulaboh. Pria kelahiran 18 September 1950 itu menjabat sebagai Ketua Umum Koni Kabupaten Bekasi, ia pernah ikut juga dalam Pilkada Provinsi NAD dan maju sebagai calon Wakil Gubernur. Omin Basyuni adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bekasi. Saleh- Omin diusung koalisi PPP , PBB dan PDS. Hasil pengundian, pasangan ini mendapat nomor urut dua. Memet Rochamat - Jejen Sayuti Kebanyakan orang mengenal Memet yang kelahiran Kuningan 3 Maret 1954 itu sebagai pegawai negeri sipil. Ia pernah menjadi camat dan jabatan terakhirnya sebagai Sekda Kabupaten Bekasi tahun 2002-2004. Kini, ia menjabat Asisten Deputi di kantor Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Suami Wiwin Yulyawati itu menggandeng Jejen Sayuti yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Keduanya memperoleh nomor urut tiga untuk bersaing dalam pilkada. Pasangan itu didukung oleh PDI Perjuangan. Sa'duddin - Darip Mulyana (SaDar) Sa'duddin dikenal orang sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi saat ini. Lelaki yang juga dikenal sebagai guru dan kepala sekolah itu dalam persaingan merebut kursi bupati diusung PKS. Lelaki yang asli Bekasi, kelahiran 2 Juni 1961 itu bermitra dengan Darip Mulyana. Darip merupakan seorang pegawai negeri sipil yang juga lahir di Bekasi, 22 Oktober 1956. Ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan seperti KNPI dan PBVSI. Ia dikenal sebagai staf ahli wali kota Bekasi. Bersama Sa'duddin, suami Cucu Sugiarti ini, akan melenggang melaju dalam persaingan dengan nomor urut empat. Munawar Fuad - Adhi Firdaus Munawar Fuad merupakan putra kiai. Ia mengundurkan diri dari Pimpinan Pusat Ansor untuk berkecimpung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia. Bahkan, ia juga dikenal sebagai staf ahli khusus SBY. Lelaki kelahiran Cibarusah, 16 Mei 1970 itu kini lebih menggeluti kegiatannya sebagai penulis, dosen, dan konsultan. Dalam pilkada Bekasi 2007 ini, Munawar digandeng Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa untuk maju sebagai calon Bupati Bekasi. Awalnya Munawar berpasangan dengan Agus Syamsuridjal, namun di pertengahan jalan, berganti pasangan. Munawar kini resmi berpasangan dengan Adhi Firdaus, pengusaha yang juga putra daerah Bekasi. Pasangan Munawar-Adhi mendapat nomor urut lima. Pasangan ini didukung Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa. Nachrowi Solihin - Solihin Sari Nachrowi Solihin lahir di Bekasi, 5 Februari 1953 adalah anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Sejak tahun 1994, ia aktif di Partai Golkar sebagai Bendahara DPD Golkar. Sebagai kepeduliannya terhadap Pondok Pesantren Attaqwa yang menggemblengnya, ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Attaqwa. Bersama Solihin Sari yang pernah menjadi wakil bupati semasa Saleh Manaf menjabat, ia melaju mengikuti pentas Pilkada Kab. Bekasi 2007 dengan mengantongi nomor urut enam. Solihin Sari juga merupakan anggota DPRD Kabupaten. Ia dikenal sebagai pendidik di lingkungan SMP hingga Perguruan Tinggi. Bersama Nachrowi Solihin, suami Hj. Setiawati itu siap berebut kursi bupati diusung Partai Golkar. (Dewiyatini/"PR", dari berbagai sumber)*** _____ ******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
