Assalamu'alaikum wr wb.

 

Mungkin ini bisa membantu sekedar sharing aja.

A.      Calon anggota diusung oleh partai: karena garis kebijakannya memang
seperti itu. Tapi bukanya partai itu juga wakil dari masyarakat? Makanya
kita juga harus lihat partai mana yang sekarang ini benar2 memihak kepada
masyarakat. Karena ada salah satu Partai yang dekat dengan masyarakat
walaupun masyarakat itu bukan pendukung partainya, ketika ada bencana partai
itu membantu dan mengirimkan relawannya, ketika ada kelaparan partai itu
menyantuni walaupun tidak bisa semua masyarakat tersantuni karena
keterbatasan dana. Mungkin kalau ada ikkhwah yang pernah tinggal di daerah
konflik tahulah, seperti di Aceh dan jogja.
B.      Kalau namanya program kedepan kan belum dilakukan, jadi bupati aja
belum tentunya yang baik, tapi ditengah jalan tentunya banyak hambatan,
mungkin dari program itu ada yang tersendat, tergantung calonnya seperti
apa, biasanya yang menyebabkan tersendatnya program itu karena cinta dunia
dan harta, maka pilih pemimpinnya yang harus dilihat kesholihanya.
C.      Kontribusi partai terhadap kalangan buruh tentu ada, munkin kurang
maksimal karena yang menyuarkan baru sedikit masih kalah dengan orang yang
bisa disuap oleh duit, makanya kalau ingin lebih aman antara eksekutif dan
legeslatif harus harus orang yang amanah.
D.      Untuk itu sebaiknya harus segera memilih pemimpin yang baru. Yang
bersih, peduli, amanah. Dan mau terjun kelapangan. Kalau mau sekolah gratis
sekarang juga ada, di SMP Terbuka yang gurunya para kader PKS, untuk daerah
sini di kp. Gebang , kel. Sukaragam, Serang Baru. Dan daerah lain mungkin
juga ada. Untuk semua sekolah harus gratis masih perlu perjuangan dan
tentunya juga kondisi APBD.

 

Wassalam.

Yanto

 

 

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sawing - IND
Sent: Friday, March 09, 2007 9:35 AM
To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekas i

 

Saya sendiri, sampai sekarang masih bingung menentukan pilihan karena:

 

A.      Para calon pemimpin kita adalah calon yang notabene anggota dan
diusung oleh partai, jadi kebijakan yang akan diambil adalah kebijakan yang
akan digariskan oleh partai atau kebijakan yang di inginkan oleh masyarakat
? , karena  biasanya kalau kita menginginkan sesuatu  dan ada yang
mendukung, maka yang akan di dengar adalah yang mendukung, maka saya yakin
kebijakan yang di ambil adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh partainya,
walaupun kadangkala kebijakan itu sesuai dengan keinginan masyarakat, namun
bagaimana kalau ada kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat,
beranikah ia menentang partainya ?
B.      Para calon itu biasanya seperti pedagang, mereka akan mengatakan
yang baik-baik saja. Selama ini kita selalu mendengar program atau
keberhasilan yang baik, tapi kita tidak pernah mendengar kegagalan mereka,
padahal mungkin kita semua tahu, bahwa kita sebagai manusia tidak pernah
luput dari salah, seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, kalau ada
gading yang tak retak berarti ada dua kemungkinan, pertama gading itu palsu
atau pedagangnya yang pintar menyembunyikan keretakan gading itu, padahal
pedagang yang baik itu yang bisa mengatakan barang itu apa adanya dengan
jujur supaya pedagang dan pembeli bisa sejahtera.
C.      Kontribusi dari partai untuk kalangan buruh salah satunya dengan
menolak revisi UU no 13 tahun 2003 tidak saya pungkiri dan saya juga
mengucapkan terima kasih, apalagi dengan adanaya rencana penghapusan out
sorcing, tapi apakah hanya cukup dengan itu, karena banyak keinginan dari
pekerja, diantaranya upah yang layak, selama ini buruh menikmati kenaikan
upah setiap tahun, tapi hanya minimum  karena selama ini setiap ada kenaikan
upah selalu ada kenaikan harga, jadi yang dirasakan oleh karyawan adalah
bukan kenaikan upah, tapi penyesuaian upah dengan kenaikan harga , juga
kepastian dalam bekerja , kalau out sorcing dihapus tapi karyawan kontrak di
perbanyak, kapan karyawan bisa tenang dann bisa hidup sejahtera ?
D.      Puskesmas akan gratis, itu program yang sudah lama di dengungkan
oleh pemerintah, bahkan sekolah gratis, tapi kenyataan dilapangan mungkin
bisa dilihat sendiri, sebagai wakil yang dipilh oleh rakyat, seharusnya
pemimpinitu bis langsung terjun dan memahami apa yang diinginkan oleh
umatnya seperti khalifah Umar bin Khatab ( kalau salah mohon di betulkan )
yang memikul sendiri gandum untuk seorang umatnya yang sedang kelaparan,
bagaimana sekarang ?.

 

  

Mungkin ada yang bisa membantu kebingunan saya ini

 

Wassalam

 

 

 

-----Original Message-----
From: Syaprisal Indratno [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, March 09, 2007 7:47 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi

 

Saya Sekeluarga dan Keluarga Besar Putra Rambang Kapak Tengah, Insya'Allah
MENDUKUNG SADAR NO.4 dengan beberapa Alasan berikut :

 

SELAMA  MENJABAT KETUA DPRD  

Telah berhasil memperjuangkan beberapa hal sebagai bukti peduli pada  rakyat
dan pekerja  :

 

A.     Menaikan Anggaran Operasional Puskesmas dari sebesar Rp 1,8 milyar
menjadi Rp 9 Milyar mulai Tahun 2007, Sebagai konsekwensi atas dibebaskanya
Restribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas(gratis).

B.     Memperjuangkan Penambahan Tunjangan  Fungsional bagi guru guru dan
PNS dari sebesar Rp 200.000/bulan  menjadi Rp 400.000/bulan dan guru honorer
(sukwan) dari sebesar Rp 100.000/bulan menjadi Rp 150.000/bulan  mulai th
2004.

C.     Memperjuangkan penambahan tunjangan fungsional bagi tenaga kesehatan
PNS dari sebesar Rp 200.000/bulan menjadi Rp 400.000/bulan dan tenaga
honorer kesehatan (PTT) dari sebesar Rp 100.000/bulan menjadi Rp
150.000/bulan  mulai Tahun 2004 

D.     Memperjuangkan adanya tunjangan bagi guru-guru swasta sebesar Rp
100.000/bulan bagi 3500 guru mulai Tahun 2007.

E.      Memperjuangkan adanya anggaran sebesar 13 Milyar untuk tambahan dana
bantuan sekolah(BOS) tingkat SLTP dari APBD Tahun 2006. sehingga tiap siswa
mendapat tambahan BOS  Rp 13.000/bulan.

F.      Meningkatkan   porsi pembiayaan bidang pendidikan untuk tambahan
lokal(tamlok), rehab berat dan ringan sebanyak 250 gedung SDN se kab. Bekasi
dengan anggaran sebesar 75 Milyar dalam APBD Tahun 2005.

G.      Meningkatkan   porsi bidang pendidikan untuk tambahan lokal(tamlok),
rehab berat dan ringan sebanyak 121 gedung SDN se kab. Bekasi dengan
anggaran sebesar 50,66 Milyar dalam APBD Tahun 2006.

H.     Meningkatkan porsi pembiayaan untuk pembangunan peningkatan jalan
beton(rigid) sepanjang 30,78 km dengan nilai anggaran 25,31 Milyar dalam
APBD Tahun 2006. sehingga diharapkan s/d 10 tahun tidak lagi diperlukan
pemeliharaan.

I.        Mengusahakan anggaran pengadaan buku pelajaran bagi murid keluarga
miskin(Gakin) tingkat SD dan SLTP sebesar 6 milyar dalam APBD 2006.

J.       memperjuangkan sengketa klaim tanah oleh PT. Gunung Garuda dengan
masyarakat Kp. Blok jenggot  desa Suka Danau kec. Cikarang Barat atas jalan
desa yang melintasi pemukiman warga.

K.    Berhasil Memperjuangkan adanya dana comunity development(CD) dari
pertamina sebesar 1 Milyar  untuk peningkatan jalan Desa Kebalen yang rusak
akibat kendaraan berat  untuk mengangkut hasil bumi hasil eksplorasi di
kecamatan Babelan .

L.      Dengan dukungan fraksi lain,  berhasil membongkar kasus penyimpangan
bestek dalam proyek pembangunan tambahan lokal (tamlok) SDN 01 telanjung di
desa telanjung kec. Cikarang Barat. Sehingga dilakukan pembangunan ulang.

M.   Dukungan Terhadap penolakan revisi dalam UU no. 13 Tahun 2003 tentang
buruh melalui Fraksi pada aksi buruh se-Kabupaten bekasi maupun , Fraksi PKS
yang pertama tegas mendukung penolakan RUU tsb, baik di DPRD bekasi maupun
DPR-RI. Sehingga buruh mempunyai kepercayaan yang tinggi terhadap PKS,
partai pengusung Ust Sa'duddin.

N.    Dukungan dalam aksi tanda tangan seluruh anggota DPRD fraksi PKS
terhadap kasus sengketa tanah masyarakat Kp Pilar Cikarang Utara dengan
Pengusaha. Dimana masyarakat telah berpuluh-puluh tahun menempati tanah
tersebut dan memiliki sebagian sertifikat tanah tersebut.

O.    Sesuai program ke depan akan mengurangi dan menghapuskan system
kontrak melalui yayasan(out sorcing) demi peningkatan kesejahteraan pekerja.

 

From: Fdb_Washing <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: Forum <mailto:[email protected]>  Ukhuwah Pekerja Muslim di
Kawasan EJIP 

Sent: Thursday, March 08, 2007 4:27 PM

Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi

 

 

 

Ayo......... jangan lupa coblos Munawar Fuad - Adhi firdaus

 


  _____  


From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of arif
Sent: Thursday, March 08, 2007 11:41 AM
To: FUPM-EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi

Enam Pasang Siap Berebut Suara di Pilkada Bekasi 


ENAM pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi telah bersiap bersaing
menjelang hari final pemilihannya pada 11 Maret 2007. Berbagai persiapan
telah mereka lakukan, termasuk memperkenalkan diri kepada masyarakat yang
akan memilihnya. Berikut data diri enam pasangan yang akan bersaing menjadi
Bupati - Wakil Bupati Bekasi periode 2007 - 2012.

Wikanda Darmawijaya - Daeng Muhammad

Wikanda pernah menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 1998-2003. Lelaki
kelahiran Ciamis, 8 Agustus 1941, pernah pula menjadi Ketua DPRD Kabupaten
Bekasi hingga tahun 1997. Suami Hj. Ratna Ningsih itu pun pernah menjabat
Kepala Inspektorat Wilayah Kab. Bekasi. Sedangkan Daeng Muhammad merupakan
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten
Bekasi, Daeng Muhammad. Lelaki asli Bekasi kelahiran 4 Juni 1972 ini siap
membangun Bekasi dengan Wikanda. Pasangan yang diusung 15 partai politik
dalam Koalisi Partai Peduli Bekasi (KP3B) itu mendapatkan nomor urut satu
dalam pilkada mendatang.

Saleh Manaf - Omin Basyuni

Saleh Manaf sempat menjabat Bupati Bekasi sebelum akhirnya ia diberhentikan
16 Januari 2006. Saleh berasal dari Meulaboh. Pria kelahiran 18 September
1950 itu menjabat sebagai Ketua Umum Koni Kabupaten Bekasi, ia pernah ikut
juga dalam Pilkada Provinsi NAD dan maju sebagai calon Wakil Gubernur. Omin
Basyuni adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) Kabupaten Bekasi. Saleh- Omin diusung koalisi PPP , PBB
dan PDS. Hasil pengundian, pasangan ini mendapat nomor urut dua.

Memet Rochamat - Jejen Sayuti

Kebanyakan orang mengenal Memet yang kelahiran Kuningan 3 Maret 1954 itu
sebagai pegawai negeri sipil. Ia pernah menjadi camat dan jabatan
terakhirnya sebagai Sekda Kabupaten Bekasi tahun 2002-2004. Kini, ia
menjabat Asisten Deputi di kantor Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
Suami Wiwin Yulyawati itu menggandeng Jejen Sayuti yang menjabat sebagai
anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Keduanya memperoleh nomor urut tiga untuk
bersaing dalam pilkada. Pasangan itu didukung oleh PDI Perjuangan.

Sa'duddin - Darip Mulyana (SaDar)

Sa'duddin dikenal orang sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi saat ini. Lelaki
yang juga dikenal sebagai guru dan kepala sekolah itu dalam persaingan
merebut kursi bupati diusung PKS. Lelaki yang asli Bekasi, kelahiran 2 Juni
1961 itu bermitra dengan Darip Mulyana. Darip merupakan seorang pegawai
negeri sipil yang juga lahir di Bekasi, 22 Oktober 1956. Ia aktif dalam
berbagai organisasi kepemudaan seperti KNPI dan PBVSI. Ia dikenal sebagai
staf ahli wali kota Bekasi. Bersama Sa'duddin, suami Cucu Sugiarti ini, akan
melenggang melaju dalam persaingan dengan nomor urut empat.

Munawar Fuad - Adhi Firdaus

Munawar Fuad merupakan putra kiai. Ia mengundurkan diri dari Pimpinan Pusat
Ansor untuk berkecimpung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia. Bahkan, ia
juga dikenal sebagai staf ahli khusus SBY. Lelaki kelahiran Cibarusah, 16
Mei 1970 itu kini lebih menggeluti kegiatannya sebagai penulis, dosen, dan
konsultan. Dalam pilkada Bekasi 2007 ini, Munawar digandeng Partai Demokrat
dan Partai Kebangkitan Bangsa untuk maju sebagai calon Bupati Bekasi.
Awalnya Munawar berpasangan dengan Agus Syamsuridjal, namun di pertengahan
jalan, berganti pasangan. Munawar kini resmi berpasangan dengan Adhi
Firdaus, pengusaha yang juga putra daerah Bekasi. Pasangan Munawar-Adhi
mendapat nomor urut lima. Pasangan ini didukung Partai Demokrat dan Partai
Kebangkitan Bangsa.

Nachrowi Solihin - Solihin Sari

Nachrowi Solihin lahir di Bekasi, 5 Februari 1953 adalah anggota DPRD
Kabupaten Bekasi. Sejak tahun 1994, ia aktif di Partai Golkar sebagai
Bendahara DPD Golkar. Sebagai kepeduliannya terhadap Pondok Pesantren
Attaqwa yang menggemblengnya, ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Pondok
Pesantren Attaqwa. Bersama Solihin Sari yang pernah menjadi wakil bupati
semasa Saleh Manaf menjabat, ia melaju mengikuti pentas Pilkada Kab. Bekasi
2007 dengan mengantongi nomor urut enam. Solihin Sari juga merupakan anggota
DPRD Kabupaten. Ia dikenal sebagai pendidik di lingkungan SMP hingga
Perguruan Tinggi. Bersama Nachrowi Solihin, suami Hj. Setiawati itu siap
berebut kursi bupati diusung Partai Golkar. (Dewiyatini/"PR", dari berbagai
sumber)***


  _____  


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke