Amin Ya Robbal'alaimin

Abu Umeir Ghazy
  ----- Original Message ----- 
  From: quality engineering 
  To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
  Sent: Friday, March 09, 2007 9:36 AM
  Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] terlalu banyak beramal shaleh


  Tausiyah yang indah dan benar...

  Mudah-mudahan tausiyah ini memberikan manfaat pada penulis, pengirim dan kita 
semua....

  Abu Hanif
    ----- Original Message ----- 
    From: Erwin Kurnia 
    To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
    Sent: Friday, March 09, 2007 8:20 AM
    Subject: [ FUPM-EJIP ] terlalu banyak beramal shaleh


    Terlalu Banyak Beramal Shalih

    http://muslim.or.id/2007/01/31/terlalu-banyak-beramal-shalih/

     

    31 January, 2007 

    – Tingkat pembahasan: Dasar

     

    Penulis: Abu Yahya Agus Wahyu Cahyono (Alumni Ma’had Ilmi)

    Murojaah: Ustadz Afifi Abdul Wadud

     

    Wahai saudaraku seiman, sungguh jika kita memperhatikan tajuk yang 
terpampang di atas, tentunya logika kita akan serta-merta menyatakan; tidak 
mungkin hal tersebut terjadi pada diri seorang hamba, dan tidak mungkin seorang 
hamba akan merasakan yang demikian itu kecuali orang-orang yang sombong. Namun 
sungguh di antara kita atau bahkan diri kita sendiri mungkin pernah atau bahkan 
sungguh-sungguh sedang merasakannya pada saat ini. Atau bisa saja kita tidak 
merasakannya akibat halusnya tipu daya syaitan terhadap kita. Alloh subhanahu 
wa ta’ala berfirman,

    ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ 
أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

    “Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, 
dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan 
mereka bersyukur.” (QS. Al A’raaf: 17)

     

    Ayat ini menggambarkan kepada kita bahwa tatkala kita mewaspadai syaitan 
agar kita tidak bersikap berlebihan (ifrath) maka dia akan menjerumuskan kita 
kepada kebalikannya yakni sikap meremehkan (tafrith).

     

    Waspada dan Jangan Tertipu

     

    Ada kalanya kita telah menunaikan banyak amalan kebaikan, berupa; sholat 
tahajud di malam hari, berpuasa di siangnya, banyak bertilawah dan menghafal 
Quran dan hadits, senantiasa hadir di majelis-majelis ilmu, menjaga sholat 
sunah rawatib, dan senantiasa berjamaah di masjid, tanpa sadar kita merasakan 
kebanggaan dalam diri kita. Kita merasa telah menjadi orang yang bertakwa, 
merasa bahwa diri kitalah yang paling sholih di muka bumi ini atau setidaknya 
di kampung kita. Bahkan merasa bahwa diri kita akan dimasukkan ke dalam surga 
di hari akhirat nanti. Tidak, wahai saudaraku. Jikalau kita merasakan yang 
demikian itu maka justru yang terjadi adalah sebaliknya, karena Alloh subhanahu 
wa ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya:

    أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ 
الْخَاسِرُونَ

    “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Alloh? Tiada yang merasa aman 
dari azab Alloh kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raaf: 99)

     

    قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً الَّذِينَ ضَلَّ 
سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ 
صُنْعاً

    “Katakanlah: ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang 
yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia 
perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka 
berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi: 103-104)

     

    Sia-sia karena tidak ikhlas dalam beramal sehingga amalannya tidak 
berpahala, dan sia-sia karena ujub (merasa bangga) dengan amalannya. Sebagian 
ulama salaf berkata: “Betapa banyak amalan kecil yang menjadi besar karena 
niatnya, dan betapa banyak amalan-amalan besar menjadi kecil karena niatnya.”

     

    Buah Keimanan Kepada Takdir

     

    Sungguh berbahagialah orang yang pengimanan terhadap takdir Alloh subhanahu 
wa ta’ala menghujam kuat di dadanya, dia akan selamat dari rasa ujub, karena 
apabila dia mendapat musibah maka dia bersabar, tidak kecewa dan bersedih hati. 
Apabila ia mendapat kesenangan dia bersyukur dan tidak merasa bangga atas apa 
yang telah ia usahakan karena tidak ada yang menetapkan musibah dan rezeki 
baginya kecuali Alloh subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana firman Alloh subhanahu 
wa ta’ala:

    مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي 
كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ 
لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ 
وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

    “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri 
melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya 
yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. Supaya kamu jangan berduka cita 
terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira 
terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Alloh tidak menyukai setiap orang 
yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadid: 22-23)

     

    Apabila dia diuji oleh Alloh subhanahu wa ta’ala dengan amal shalih yang 
telah diperbuatnya dia tidak ujub dan merendahkan pelaku maksiat, bila dia 
diuji Alloh subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan maksiat dia tidak 
terus-menerus dalam perbuatan tersebut, dia bertaubat dan tetap berprasangka 
baik kepada-Nya. Karena Alloh subhanahu wa ta’ala telah berfirman,

    وَمَا تَشَاؤُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Alloh. 
Sesungguhnya Alloh adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Takwir: 
29)

     

    Dan Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

    “Tak seorang pun di antara satu jiwa kecuali telah ditetapkan tempatnya di 
neraka atau di janah dan telah ditetapkan untuknya akan hidup sengsara dan 
bahagia. Seseorang dari suatu kaum bertanya: ‘Ya Rosululloh mengapa kita tidak 
pasrah dengan ketetapan itu dan meninggalkan amalan? Jika di antara kita ada 
yang akan hidup bahagia maka ia akan beramal dengan amalan orang berbahagia dan 
barang siapa yang sengsara maka ia akan beramal dengan amalan orang yang 
sengsara?’ Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘beramallah! 
Masing-masing dimudahkan untuk menempuh apa yang ditetapkan untuknya, jika ia 
termasuk orang yang sengsara maka ia akan mudah untuk beramal dengan amalan 
orang yang sengsara dan jika ia termasuk orang yang berbahagia maka ia akan 
mudah untuk beramal dengan amalan orang yang berbahagia.’ Kemudian beliau 
shollallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat: 

     

    فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى . وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى . فَسَنُيَسِّرُهُ 
لِلْيُسْرَى . وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى . وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى . 
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى 

    “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Alloh) dan bertakwa, dan 
membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan 
baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya 
cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan 
baginya jalan yang sukar.” (QS. Al-Lail: 5-10). (HR. Bukhori dan Muslim)

     

    Betapa banyak orang yang telah diuji Alloh subhanahu wa ta’ala dengan 
kebaikan, kemudian kebaikan tersebut menjadikannya dia bersifat sombong lagi 
membanggakan diri (ujub) kemudian Alloh subhanahu wa ta’ala membinasakannya ke 
jurang kemaksiatan. Dan betapa banyak pula orang yang di uji Alloh subhanahu wa 
ta’ala dengan kemaksiatan kemudian dia bertaubat, kemudian Alloh subhanahu wa 
ta’ala menakdirkan baginya untuk menjadi orang yang bertakwa dan memberikan 
kedudukan yang mulia baginya di surga. Inilah makna firman Alloh subhanahu wa 
ta’ala:

    إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ 
اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

    “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; 
maka itu kejahatan mereka diganti Alloh dengan kebajikan. Dan adalah Alloh maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Furqon: 70)

     

    Bersangka Baiklah Kepada Alloh

     

    Berdasarkan firman Alloh subhanahu wa ta’ala dalam sebuah hadits Qudsi, 
“Sesungguhnya Aku sebagaimana persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, jika dia 
berprasangka baik kepada-Ku maka baginya kebaikan dan apabila dia berprasangka 
buruk kepada-Ku maka baginya keburukan.” (HR. Ahmad)

     

    Maka wajib bagi kita untuk berprasangka baik terhadap Alloh subhanahu wa 
ta’ala tatkala diuji dengan kemaksiatan, bahwasanya Alloh subhanahu wa ta’ala 
menakdirkan bagi kita perbuatan tersebut agar kita menyadari bahwa ketika telah 
berbuat kebaikan kita sering lupa bahwa sesungguhnya hal tersebut tidak akan 
terjadi melainkan dengan takdir Alloh subhanahu wa ta’ala, sehingga kita merasa 
bangga atas apa yang telah kita upayakan. Sesungguhnya tatkala seorang hamba 
merasa sombong dan mengangkat diri dihadapkan manusia, maka Alloh subhanahu wa 
ta’ala akan menghinakannya di mata manusia. Tidaklah berarti bahwa penulis 
telah selamat dari perkara ini saat menulis artikel ini, karena perkara ini 
sangatlah besar. Hanya kepada Alloh lah kita memohon pertolongan.

     



----------------------------------------------------------------------------


    ********************************************************
    Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
    ********************************************************
    Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
    http://www.usahamulia.net

    Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
    [EMAIL PROTECTED]

    ********************************************************


------------------------------------------------------------------------------


  ********************************************************
  Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
  ********************************************************
  Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
  http://www.usahamulia.net

  Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
  [EMAIL PROTECTED]

  ********************************************************
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

********************************************************

Kirim email ke