Republika, Rabu, 14 Maret 2007

'Maraknya Bunuhdiri Tanda Malapetaka Sosial' 

Penanganan bencana yang tak tuntas juga mengakibatkan depresi bagi korban. 



MALANG--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi
menyatakan maraknya aksi bunuh diri akhir-akhir ini merupakan tanda-tanda
malapetaka sosial. Satu-satunya cara untuk meredam kejadian ini adalah
pemerintah harus melakukan perbaikan.

''Selain benteng moral dan keimanan, cara yang paling ampuh untuk
meminimalisasi aksi bunuh diri akibat kondisi sosial ini, pemerintah harus
melakukan perbaikan secara ekonomi,'' kata Hasyim usai memberikan ceramah di
Pendopo Kabupaten Malang, Selasa.

Di samping pemerintah yang berupaya melakukan perbaikan ekonomi dan
kehidupan sosial masyarakat, katanya, para ulama (kiai) juga harus 'turun'
membantu menentramkan umat yang sedang dalam kondisi tidak stabil akibat
tekanan ekonomi yang cukup berat.

Pada kesempatan itu, mantan Cawapres pasangan Megawati Soekarnoputri itu
juga mengatakan tanpa adanya bimbingan moral dan penanganan konprehensif,
maka kasus serupa (bunuh diri) di kalangan masyarakat akan semakin banyak
dan terus bertambah.

Kasus terakhir bunuh diri terjadi di Malang di mana seorang ibu memberi
racun potasium kepad empat anaknnya dan kemudian ia juga meminumnya. Di
Madura, seorang polisi bunuh diri setelah membunuh ibu mertua, istri dan dua
rekan istri. Sebelumnya masih di Jatim, seorang polisi juga bunuh diri di
rumah mertua akibat dugaan selingkuh. 

Hasyim mencontohkan penanganan korban semburan lumpur Lapindo yang sampai
sekarang tidak kunjung tuntas, bahkan tidak jelas, juga memicu tingkat stres
bahkan depresi masyarakat setempat semakin tinggi dan tidak menutup
kemungkinan juga memunculkan pemikiran pragmatis.

Akan tetapi, khusus untuk kasus ibu yang tega meracuni empat anaknya yang
berakhir tragis dengan bunuh diri itu, sudah melampaui batas kemanusiaan.

Oleh karena itu, bila keterlibatan para kiai, ulama maupun pemerintah dalam
meminimalisir kasus-kasus bunuh diri tersebut tidak dilakukan, maka
kejadian-kejadian memilukan di tengah masyarakat masih terus berlangsung.

''Gejala-gejala yang mulai marak ini harus diwaspadai dan perlu penanganan
komprehensif yang melibatkan semua pihak, termasuk benteng diri dengan
berdoa pada Tuhan tanpa mengenal lelah,'' ujarnya. 

Sementara kasus pembunuhan massal disertai bunuh diri pelaku dianggap
selesai. Alasannya, menurut Kapolresta Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi
(AKBP) Erwin Chahara Rusmana tersangka tewas bersama korban.

''Sesuai perundang-undangan kasus ini bisa dihentikan dan kami segera
menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap tersangka Mercy,
karena yang bersangkutan juga tewas,'' katanya ketika dihubungi di Malang,
Selasa (13/3)

Ia mengakui pemeriksaan intensif terhadap suami korban, Hendri Suwarno belum
bisa maksimal, karena Hendri masih syok. Sementara keterangan empat orang
saksi masing-masing Yudi Caesar (adik Mercy), Putri Ayudiah Adi (keponakan
suami Mercy), Hengki Febrianto (keponakan suami Mercy) dan Rudi Suwarno
(adik suami Mercy) diperoleh kesimpulan, jika kasus itu murni bermotif
masalah keluarga. 

Direkam HP
Sementara itu, salah seorang petugas kepolisian mengatakan tindakan nekad
pelaku bunuh diri Junania Mercy (35), warga Jalan Taman Sakura No 12, Kota
Malang, yang sebelumnya membunuh keempat anaknya lebih dulu, sudah
direncanakan dengan matang.

''Dugaan adanya perencanaan matang itu dikuatkan dengan beberapa barang
bukti (BB) yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mulai dari serbuk
putih, selongsong kapsul, HP untuk merekam detik-detik akhir keempat anaknya
serta surat wasiat Mercy,'' kata salah seorang petugas kepolisian Polresta
Malang.

Setelah meminumkan kapsul kepada anak-anaknya, Mercy masih menunggu reaksi
dari racun tersebut. Ketika keempat anaknya sudah tidak bernyawa dan
merapikan posisi 'tidur' anak-anaknya, baru dirinya menyusul minum racun
yang diduga potas itu hingga tewas.

(ant ) 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke