Jumat, 23 Maret 2007

Lebih Produktif dengan Shalat Subuh 



Orang tua kita dulu selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak bangun
kesiangan, agar rezeki tidak didahului oleh ayam. Di banyak hadis,
Rasulullah SAW juga menekankan keutamaan shalat Subuh. 

Kenyataan yang ada, masjid-masjid pada waktu shalat Subuh, sering diisi
hanya beberapa orang. Sebagian besar umat Islam lebih memilih tetap terlena
di tempat tidurnya.

Tokoh Islam Indonesia yang juga alumni Universitas Islam Madinah Saudi
Arabia DR Hidayat Nurwahid MA menegaskan salah satu hikmah dan kekuatan
shalat Subuh adalah memberikan paradigma kehidupan sehari-hari yang sangat
positif. Baginya, Subuh identik dengan produktif, bersih, rajin, penuh
semangat, penuh vitalitas, penuh tawakal, dan menyerahkan diri kepada Allah
SWT.

''Karena setiap pagi, setiap manusia Muslim disyariahkan oleh Allah SWT
untuk bangun pagi-pagi sekali, untuk tidak bermalas-malasan, untuk tidak
melakukan tindakan kriminal," ujarnya. Bangun pagi hari dengan semangat yang
bersih, semangat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, tawakal dan
melakukan kerja yang bersih, disimbolkan dengan aktivitas dari bangun tidur
sampai shalat Subuh. 

Di tarik ke kehidupan berbangsa saat ini, jelas Hidayat, semangat Subuh
sangat diperlukan bangsa Indonesia. ''Bangsa kita seperti kehilangan
orientasi, sepertinya kehilangan kemampuan untuk bangkit dan mengalahkan
segala bentuk ketidakbersihan, korupsi, dan sebagainya," ujarnya.

Untuk itu perlu upaya untuk membangkitkannya. ''Shalat Subuh itu bisa
menjadi sarana yang sangat efektif untuk membangkitkan bangsa ini dari
keterpurukan, bila shalat Subuh dimaknai dengan benar," ujarnya. 

Bagaimana memaknai dengan benar? "Jangan sekadar dimaknai sebagai rutinitas
keseharian. Harus dilakukan tajdid, pembaharuan dalam melaksanakan dan
memaknai shalat Subuh setiap hari.''

Pimpinan Majelis Dzikir Al Ma'tsurat Jakarta Ustadz Subkhi al Bughury
mengakui shalat Subuh merupakan shalat yang paling berat dirasakan oleh umat
Islam. Makanya di dalam hadis disebutkan orang yang shalat subuh seperti
orang yang shalat semalaman penuh. 

''Waktu subuh adalah waktu yang paling berkah. apalagi kalau dilengkapi
dengan qabliyah subuh," ujarnya. Rasulullah SAW, kata dia, tidak pernah
meninggalkan qobliyah subuh. Karena, amalan itu disebutkan dalam sebuah
hadis merupakan pembuka rezeki dan pintu keberkahan.

Ustadz Subkhi kemudian mengutip sebuah hadits Nabi SAW yang mengatakan setan
mengikat pada tiga ikatan di kepala setiap orang yang tidur. Setiap ikatan
menghendaki agar orang itu tidur yang panjang. "Begitu dia bangun langsung
dzikir mengingat Allah terlepaslah ikatan yang pertama. Kalau terus
berwudlu, terlepaslah ikatan yang kedua. jika dilanjutkan dengan shalat
subuh, terlepas ikatan yang ketiga.

Akhirnya apa? "Paginya dia semangat, seger, sehat dan hidupnya baik. Kalau
tidak, maka jiwanya jelek dan males.''

Mengapa umat Islam Indonesia kurang bersemangat untuk shalat subuh
berjamaah? Menurut Ustadz Subkhi itu bisa jadi karena kurangnya pemahaman.
Yang kedua, ada pola yang sengaja dirancang oleh orang-orang yang benci
Islam seperti Yahudi dalam bentuk tontonan sampai malam bahkan hingga dini
hari. ''Memang sengaja dibikin tidurnya larut, sehingga bangunnya
kesiangan.''

Keengganan berjamaah shubuh disentil Hidayat Nur Wahid. "Bangsa kita ini
sangat rajin membangun masjid, bahkan kalau perlu sampai kepanasan dan
kehujanan berdiri di tengah-tengah jalan. Tapi untuk memakmurkan masjid
apalagi shalat Subuh berjamaah, sangat memprihatinkan sekali.

Lantas bagaimana cara melawannya? Menurut dia tidak ada lain kecuali dengan
memperbanyak upaya penerangan kepada umat Islam akan pentingya shalat Subuh.
''Ya dengan menyebarkan dakwah seluas-luasnya dan tidak boleh putus,''
tegasnya. 

Pandangan yang sama dijelaskan Pimpinan Pesantren Daarul Quran Wisatahati
Ustadz Yusuf Mansur. Ia menyebutkan pentingnya memperbanyak taklim tentang
fadhilah shalat Subuh untuk mendorong umat Islam lebih giat lagi melakukan
shalat subuh berjamaah. ''Harus diperbanyak taklim tentang kajian shalat
berjamaah, khususnya shalat subuh.''

Ustadz Yusuf Mansur mengakui, minimnya jamaah shalat Subuh berjamaah selama
ini di kalangan umat Islam Indonesia, bisa jadi karena kurangnya pemahaman
tentang shalat Subuh. ''Itu disebabkan mereka tidak tahu. Karena itu tugas
kita memberi tahu supaya mereka bersemangat untuk shalat subuh berjamaah.
Tugas kita memberi tahu fadilah shalat Subuh sangat besar buat umat Islam,''
tandas Ustadz Yusuf Mansur.

Dalam bahasa yang sangat sederhana, papar muballigh kelahiran Betawi ini,
''Buat orang-orang yang susah, orang yang punya masalah, yang punya
keinginan, hidup ini terasa sulit, maka jangan main-main dengan shalat malam
dan shalat Subuh," ujarnya. 

Dia mengutip sabda Rasulullah yang menyebut kalau umat Islam mengetahui
bagaimana berkahnya waktu Subuh pasti dengan merangkak pun mereka akan
datang ke masjid untuk meraih keberkahan dari Allah SWT. dam

( tri ) 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke