Jumat, 23 Maret 2007

Keistimewaan Shalat Subuh 



''Siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia barada dalam jaminan Allah.
Maka, jangan kamu mencari jaminan Allah dengan sesuatu (selain dari shalat),
yang pada saat kamu mendapatkannya justru kamu tergelincir ke dalam api
neraka.'' (HR Muslim).

Muhammad Abdur Rauf al-Munawi dalam kitabnya at-Ta'arif mengatakan as-Subhu
atau As Sabah adalah permulaan siang, yaitu ketika ufuk berwarna merah
karena tertutup tabir matahari. Adapun shalat Subuh adalah ibadah shalat
yang dilaksanakan ketika fajar shidiq dan berakhir pada saat matahari
terbit. 

Shalat yang agung ini benar-benar memiliki daya tarik, karena kedudukannya
dalam Islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak sekali hadis yang
mendorong untuk melaksanakan shalat Subuh dan menyanjung mereka yang
menjaganya.

Rasulullah SAW mengetahui waktu Subuh adalah waktu yang sulit. Seorang
Muslim bila dibiarkan begitu saja akan memilih mengistirahatkan dirinya
sampai matahari terbit dan meninggalkan shalat wajib. Karena itu Rasulullah
SAW mengkhususkan shalat mulia ini dengan keistimewaan tunggal dan
sifat-sifat tertentu yang tidak terulang pada shalat lainnya. 

Banyak sekali keutamaan yang didapat di waktu Subuh. Salah satu keutamannya
adalah Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan
shalat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadis, ''Ya Allah
berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh.'' (HR Tirmizi, Abu
Daud, Ahmad dan Ibnu Majah). 



Jika Rasulullah SAW yang berdoa, maka tidak akan ada hijab di antara beliau
dengan Allah SWT. Karena beliau sendiri adalah orang yang secara jasadiyah
paling dekat dengan Allah SWT. 



Pada hadis lain Rasulullah SAW bersabda, bahwasanya orang yang shalat Subuh
akan dijamin oleh Allah. ''Siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia barada
dalam jaminan Allah. Maka, jangan kamu mencari jaminan Allah dengan sesuatu
(selain dari shalat), yang pada saat kamu mendapatkannya justru kamu
tergelincir ke dalam api neraka.'' (HR Muslim). Jika Allah SWT yang
memberikan jaminan, maka mungkin akal manusia sulit untuk menjangkau dan
menebak apa yang akan diberikan Allah. Kenikmatan yang diberikan oleh
manusia saja terkadang membuat 



Waktu Subuh adalah waktu yang paling baik untuk mendapatkan rahmat dan ridha
Allah. Allah SWT berfirman, ''Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan
orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap
keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena)
mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah kamu mengikuti orang
yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa
nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.'' (QS Al-Kahfi [18]: 28).




Keutamaan shalat Subuh yang lain adalah Allah SWT kelak akan memberikan
pahala yang melebihi keindahan dunia dan isinya, sebagaimana telah
disebutkan dalam satu riwayat Imam at-urmuzi: ''Dari Aisyah ra telah
bersabda Rasulullah SAW, Dua rakat shalat Fajar pahalanya lebih indah dari
pada dunia dan isinya.'' 

Begitulah keistimewaan shalat Subuh. Lalu, apa yang menghalangi kita untuk
menyingkap selimut dan mengakhiri tidur kita untuk melakukan shalat Subuh?
Bukankah ibadah ini menjadi bagian yang begitu besar dibanding dunia
seisinya? n dam

Kata Rasulullah tentang Subuh

Pahala shalat malam satu malam penuh. 
Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata; Rasulullah SAW
bersabda,''Barangsiapa yang shalat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah
shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka
seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.'' Hadits
riwayat Muslim.

2. Sumber cahaya di hari kiamat.
Shalat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Di
hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan "digulung".
Ibadahlah yang akan menerangi pelakunya. 

3. Surga yang dijanjikan
Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy'ari ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda:
''Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.'' (HR
Al Bukhari). Dua waktu yang dingin itu adalah shalat Subuh dan shalat ashar.

4. Melihat Allah<br /> Mereka yang menjaga shalat Subuh dan ashar,
dijanjikan kelak di surga akan melihat Allah SWT. Hadis Rasulullah SAW yang
diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah ra artinya: ''Kami
sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Beliau
berkata, ''Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian
melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu,
janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan
shalat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.'' (HR Al Bukhari dan
Muslim).

5. Berada di bawah lindungan Allah SWT
Rasulullah SAW memberi janji, bila shalat Subuh dikerjakan, maka Allah akan
melindungi siapa pun yang mengerjakannya seharian penuh. Hadits yang
diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan Rasulullah SAW bersabda: ''Barangsiapa
yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan
coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barangsiapa yang membunuh
orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan
membenamkan mukanya ke dalam neraka. (HR Muslim, At-Tirmizi dan Ibnu Majah)
dam 

( tri ) 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke