Sabtu, 24 Maret 2007

Manusia Bangkrut 

Oleh : Gemilang MH 



Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bertanya, ''Tahukah kalian
siapakah orang yang bangkrut itu?'' Mereka (para sahabat) menjawab, ''Orang
yang tidak mempunyai uang dan harta.'' 

Rasulullah SAW menerangkan, ''Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang
yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa, dan zakatnya,
namun dia dahulu di dunianya telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu,
memakan harta si anu, menumpahkan darah si itu, dan telah memukul orang lain
(dengan tidak hak), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang
membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka
apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya (kepada
orang lain), maka kesalahan orang yang dizalimi di dunia itu dibebankan
kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke api neraka.'' (HR Muslim).

Di dunia ini, mungkin banyak orang yang merasa kuat dapat membebaskan diri
mereka dari jeratan hukum akibat perbuatan zalim mereka terhadap orang lain.
Mungkin dia pernah berutang dan tidak pernah membayar, atau membunuh tanpa
alasan yang dibenarkan Allah, atau bahkan mencaci maki orang lain, baik
secara disengaja atau tidak. 

Saat itu, dia tidak menyadari bahwa hukum dan keadilan Allah akan ditegakkan
di hari kiamat kelak. Pada saat itu tidak seorang pun yang dapat membebaskan
diri dari kesalahannya selama di dunia, yang dia tak pernah bertobat dan
menyesalinya. 

Dalam mahkamah Allah, hukum akan ditegakkan seadil-adilnya. Kesalahan dan
kebaikan sebesar biji bayam pun, tak akan luput dari perhitungan-Nya. Orang
yang menzalimi saudaranya di dunia, sedangkan dia belum bertaubat dari
kezaliman tersebut dengan meminta maaf atau mengembalikan haknya, maka dia
harus membayarnya dengan kebaikannya.

Karenanya, Rasulullah SAW berwasiat kepada umatnya dengan sabdanya,
''Barangsiapa yang melakukan perbuatan zalim terhadap saudaranya, maka
hendaklah ia meminta dimaafkan sekarang sebelum datang hari yang tidak
berlaku pada saat itu emas atau perak. Sebelum diambil darinya kebaikannya
untuk membayar kezalimannya terhadap saudaranya, dan jika dia tidak
mempunyai kebaikan, maka dibebankan kepadanya keburukan saudaranya itu
kepadanya.'' (HR Bukhari). 

Karena itu, mari kita membebaskan diri dari menzalimi orang lain, penuhilah
setiap yang mempunyai hak akan haknya, dan jangan menunggu hari esok karena
tidak seorang pun yang mengetahui akan keberadaannya di esok hari. 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke