Assalamu'alakykum wr. wb.
Saya ada masukan nih dan semoga tidak salah faham
sebaiknya kl mengirimkan berita menyebutkan sumbernya, biar bisa 
dicrosscheck jd kita bisa mempertanggungjawabkan.dan terhindar dari fitnah
terimakasih
Wassalamu"alaykum wr.wb.
----- Original Message ----- 
From: "z.arifin" <
To: "Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP" 
<[email protected]>
Sent: Monday, April 02, 2007 9:07 AM
Subject: [ FUPM-EJIP ] Singapura dan Isu Uang Haram dari Indonesia


> Singapura dan Isu Uang
> Haram dari Indonesia
>
>
> Sabtu, 31 Maret 2007
> Pemerintah Singapura ’tersengat’ dengan isu pencucian uang haram asal
> Indonesia. Diperkirakan, 55.000 orang superkaya di Singapura adalah
> orang Indonesia
>
> "Kami tidak ingin uang kotor (dirty money)," katanya di depan sejumlah
> wartawan Indonesia yang melakukan pers tour di Singapura, Rabu (28/03).
>
> Menurut dia, tidak ada untungnya bagi Singapura untuk menampung uang
> dari hasil kegiatan illegal di Indonesia, karena Singapura, menjadi
> salah satu negara yang memiliki kelebihan dalam pelayanan jasa keuangan
> antara lain karena dinilai bebas dari praktek-praktek korupsi dan
> berbagai bentuk penyimpangan lainnya.
>
> "Berapa kami bisa kumpulkan uang dari pelaku kejahatan di Indonesia,
> sepuluh juta dolar?" ujarnya balik bertanya seraya meyebutkan bahwa
> perputaran uang dari kegiatan pelayanana jasa keuangan (resmi-red) di
> negaranya mencapai 750 juta dolar Singapura.
>
> Lim Hng Kiang menjamin bahwa praktek-praktek semacam itu tidak mungkin
> terjadi di negaranya mengingat bahwa reputasi lembaga keuangan di
> Singapura bisa disejajarkan dengan lembaga-lembaga keuangan terkemuka di
> dunia seperti Federal Reserve di Amerika Serikat atau lembaga-lembaga
> keuangan di Swiss.
>
> Ia juga menyambut gembira rencana dilanjutkannya pembahasan perjanjian
> ektradisi antara Indonesia dan Singapura. "Setelah ditandatangani,
> tentunya kami akan mematuhi kesepakatan itu, " ujarnya.
>
> Ia mengemukakan bahwa negaranya tidak bisa begitu saja menangkap atau
> menyerahkan para tersangka pelaku kejahatan yang diminta oleh pemerintah
> Indonesia sejauh tidak ditemukan bukti-bukti bahwa mereka melanggar
> hukum Singapura.
>
> Ditempat terpisah, sehari sebelumnya, Menlu Singapura George Yeo juga
> menyatakan bahwa walaupun belum bisa mengkonfirmasikan tanggalnya, telah
> dicapai kesepakatan dengan pihak Indonesia untuk secepatnya melanjutkan
> pembahasan perjanjian ektradisi dan pakta kerjasama pertahanan yang
> mandeg sejak tiga tahun lalu.
>
>
> Superkaya Indonesia
>
> Sebuah laporan yang disampaikan firma investasi, Merrill Lynch dan
> Capgemini, baru-baru lalu menyebutkan, bahwa sepertiga orang superkaya
> di Singapura adalah orang Indonesia.
>
> Dari 55.000 orang superkaya di Singapura atau biasa disebut high
> networth individuals dengan total kekayaan sekitar US$260 milar,
> 18.000-nya merupakan orang Indonesia. Dana orang Indonesia dari golongan
> ini yang mengendap di negara tersebut diperkirakan mencapai sekitar US
> $87 miliar atau setara dengan Rp791 triliun.
>
> Pemerintah Singapura tersengat ketika dituding menjadi sarang
> persembunyian para ”konglomerat hitam” dari Indonesia. Karena itu, pihak
> Singapura mendorong agar perjanjian ekstradisi segera disepakati kedua
> negara.
>
> Belum adanya perjanjian ekstradisi antara RI dan Singapura menimbulkan
> kecurigaan masyarakat Indonesia terhadap niat baik negara kota itu dalam
> memberantas korupsi dan kejahatan. Sebab, sejauh ini banyak penjahat,
> terutama yang berurusan dengan ekonomi, masih bisa bersembunyi di
> Singapura.
>
> Menurut catatan, sejumlah buron kasus korupsi yang membawa uang ratusan
> juta dolar AS itu antara lain, Sudjiono Timan (terpidana 15 tahun dalam
> kasus korupsi dana BPUI), Maria Pauline Lumowa (pembobol BNI), Nader
> Taher (terpidana kasus kredit macet Bank Mandiri), serta Bambang
> Soetrisno (kasus BLBI Bank Surya)
>
> Selain itu, terdapat beberapa bankir yang masih menjadi buron, seperti
> Irawan Salim (tersangka kasus Bank Global), Agus Anwar (tersangka BLBI
> Bank Pelita), Atang Latief (kasus BLBI Bank Bira), Lydia Mochtar (kasus
> BLBI Bank Tamara), dan Sjamsul Nursalim (korupsi BLBI Bank Dagang Negara
> Indonesia
>
>
>
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
>
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
> ******************************************************** 



********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke