RUU APP Sudah Tak Ada Lagi      
31 Maret 2007
Selain banyak tekanan asing, mantan presiden RI, Abdurahman Wahid dan
Megawati ikut pula berusaha "menggagalkan" RUU APP. Bagaimana nasibnya
kini? 

Wawancara Drs. H. Balkan Kaplale
(Ketua Pansus RUU APP)

 

“RUU APP Sudah Tak Ada Lagi”

 

Apa kabar Randangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU
APP)?  Barangkali masyarakat mulai lalai.  RUU yang sempat menjadi
controversial dan telah membuat ketakutan para aktivis perempuan itu
kini nyaris tak terdengar suaranya.

Menurut Balkan, RUU APP telah berganti nama menjadi RUU Pornografi. "Ya,
kami mengalah demi kepentingan nasional," kata pria kelahiran Saparua,
Maluku, 63 tahun silam. Namun, mantan Ketua Pelajar Islam Indonesia
Ambon tahun 60-an ini meyakinkan bahwa RUU tersebut tidak mengurangi
semangat untuk menindak tegas pornografi.

Sementara, soal berlarut-larutnya pembahasan RUU, Balkan mengakui
susahnya mempersatukan fraksi-fraksi di DPR. Belum lagi, tekanan dan
intimidasi yang ia terima. Sayangnya, suami dari H. Salamah Maladiana
ini tidak bersedia menceritakan tekanan dan intimidasi yang ia terima.

"Sudah lah, Pertanyaan itu saya kira tidak usah diekspos. Ya kalau mau
diceritakan keluar air mata saya," kata Balkan.

Belakangan, yang namanya RUU APP ini sudah tak ada lagi. Antara lain,
akibat desakan dua mantan presiden RI, Abdurahman Wahid alias Gus Dur
dan Megawati. Kini, RUU itu sudah beralih nama menjadi RUU Pornografi
saja. Apa kira-kira perubahannya? Ada apa efek penggantian nama ini? Dan
mungkinkan umat Islam akan dipecundangi kesekian kalinya?

Nah, lebih jauh, wartawan www.hidayatullah.com, Ahmad Damanik,
mewawancarai Drs. H. Balkan Kaplale, Ketua Pansus RUU APP  di kantornya,
Gedung DPR Nusantara 1 Lt. 10. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana pembahasan RUU APP saat ini?

Mengenai pembahasan, usul dari Gus Dur melalui PKB dan usul Megawati
melalui PDI kita akomodir. Gus Dur mengusulkan menghilangkan kata
"Anti". Sedangkan, Megawati mengusulkan kata "Pornoaksi" dihilangkan.
Jadi tinggal UU Pornografi.

Itu artinya Pansus mengalah dengan usulan tersebut?

Ya, kami mengalah demi kepentingan nasional. Namun, sebelum itu almarhum
Kiai Thoyfur dari PPP Jawa Tengah mati-matian mempertahankan. Namun
setelah kita kompromikan mendapatkan hasil tiga bab yang menjelaskan
tentang masalah Perlindungan Anak, Tindak Pidana, dan Pornoaksi itu
tetap masuk. Tiga bab itu sangat penting tidak boleh dihapus.

Jadi, nanti tinggal 10 Bab 40 Pasal, kalau yang lama 19 Bab 93 Pasal.

Apakah karena ada pihak yang menekan agar Anda menerima usulan tersebut?

Tidak, kita hanya tidak menghendaki ulama sekaliber Gus Dur dan istrinya
ikut-ikutan demonstrasi di DPR dan Monas tentang masalah ini, apalagi
bergabung dengan LSM-LSM yang kasihan lah..., trus dengan Inul dan Ratna
Sarumpaet. Mereka bukan levelnya. Kalau mantan presiden biasa saja saya
tidak terlalu peduli.

Dengan bergantinya nama dan berkurang pasal tersebut. Apakah kelak akan
mengurangi kekuatan undang-undang ini?

Walaupun dalam RUU APP ini kata Pornoaksinya hilang, namun tetap ada bab
khusus yang mengatur Pornoaksi. Sementara di UU lain nggak ada. Contoh
281, 282, 283 KUHAP hanya menyatakan perbuatan asusila, tapi what is the
meaning asusila itu tidak ada. RUU ini akan menjawabnya.

Saya kira sudah keras. Apalagi ada 15 pasal yang membahas tentang tindak
pidana. Kasus seperti yang dilakukan Yahya Zaini dan Maria Eva itu bisa
kena tindak pidana penjara 10 tahun dan denda 2 miliar.

Lalu kenapa pembahasan RUU sampai berlarut-larut?

Mempersatukan fraksi-fraksi ini memang tidak mudah. Itu karena negara
ini Pancasila, maka kita harus pelan-pelan. Tapi setidaknya sudah ada
kemajuan. Dari pada harus menunggu 10 tahun lagi, karena RUU ini sudah
sejak zaman pemerintahan BJ. Habibie.

Kami juga direpotkan dengan turut campurnya negara-negara asing dalam
pembahasan RUU ini.

Negara-negara mana saja yang turut campur?

Saya sebutkan 7 negara asing melalui lembaga resmi mereka, yaitu: Voice
of America, BBC London, TV Belanda, Helsinki, Tribun Singapore,
Philipina, dan Inggris. Terakhir saya didatangi Atase Politik Kedutaan
Besar Inggris.

Apa yang mereka katakan kepada Anda?

Mereka menganggap Indonesia ini adalah tempat yang mudah untuk
mengembangkan industri seks, karena tidak ada payung hukumnya. Oleh
karena mudah itulah, negara-negara yang berkecimpung dalam penanaman
modal industri seks menganggap Indonesia ini lahan paling subur.

Ada juga yang mengkhawatirkan dengan RUU ini, Indonesia akan diarahkan
kepada negara fundamentalis dan bernuansa syariat Islam.

Lalu apa yang Anda katakan kepada mereka?

Saya bilang itu alasan-alasan lama yang sudah sering saya dengar ketika
masih kecil. Ketika bapak saya masih menjadi ketua Muhammadiyah di
Saparua, pernyataan kekhawatiran negara Islam itu sudah pernah
disampaikan kepadanya. Lalu, saya katakan saja, ngapain kita repot-repot
soal syariat Islam dan negara Islam. Pancasila saja sudah cukup.
Pancasila sudah jaminan. Mereka Diam. Apa Anda tidak yakin Pancasila
bisa menyatukan agama di Indonesia?

Yang namanya syariat Islam itu kan menjalankan hukum-hukum Allah, ya
sudah titik. Lalu, TV Belanda bertanya, "Apa tuan akan tangkap turis
asing yang mandi di pantai Bali?"

Saya bilang, siapa yang mau tangkap. Biarin aja. Tapi jangan ke Pura,
kalau ke Pura harus pakai pakaian sopan. Saya jawab baik-baik aja.

Mereka menginginkan agar RUU ini gagal?

Itu tidak melalui negara-negara asing, tapi melalui orang-orang kita
yang dipoles sedemikian rupa, contoh: Ponti Corolus (Direktur Publisher
Playboy Indonesia-red). Hingga saat ini mereka terus terbit sepanjang
payung hukum belum ada.

Selama jadi ketua Pansus ini, apakah ada intimidasi yang Anda dapatkan?

Nggak usah lah. Pertanyaan itu saya kira tidak usah diekspos. Ya kalau
mau diceritakan keluar air mata saya. Yang pasti pernah tapi tidak
terlalu keras dan tidak sampai ke fisik. Ya sebatas uji mental saja lah.

Bagaimana Anda menghadapinya?

Tidak usah lah.

Kenapa?

Kita sudah punya modal dasar yaitu lintas fraksi yang sudah solid
banget. Itu perjalanannya luar biasa. Nanti saja diceritakannya. Nanti
liar lagi. Jadi beri kesempatan saya dulu untuk menyelesaikan tugas ini.
Wah, itu perjuangannya luar biasa.

Kekuatan industri seks ini kuat sekali, dimana pun saya berada, mereka
selalu minta bicara kepada saya.

Apa juga dialami anggota pansus yang lain?

Tidak. Bahkan, mereka menghadap fraksi saya, minta agar fraksi meninjau
kedudukan saya sebagai  ketua pansus. Mereka yang terdiri dari artis dan
seniman datang di ruang badan legislasi. Tapi, alhamdulillah, ketua
pansus yang paling lama ya saya, karena biasanya ketua pansus nggak akan
lama.

Padahal ketua pansus ini apa sih, hanya kebahagiaan dalam batin saja.
Saya yakin, insya Allah walaupun dengan cara apa pun mereka meruntuhkan
saya, Allah Subhanahu wa Ta’ala  (Swt) melindungi. Yakinlah kalau
berjuang di jalan Allah, ada saja bantuan dari Allah Swt.(hidayatullah)


 




********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke