Assalaamu'alaikum,

        Setahu saya Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan kita berjama'ah
dengan lambang  

        atau bendera atau sejenisnya . singkatnya islam tidak berbendera dan
tidak berlambang

        disitulah kita berjama'ah.

                mohon maaf & Wasallam 

                abughiest

        
        
> -----Original Message-----
> From: Muhtadin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, April 03, 2007 1:21 PM
> To:   'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
> Subject:      Re: [ FUPM-EJIP ] Hubungan Antara Hadits dari Hudzaifah bin
> Yamandenga Al Qur'    an 23/53, 6/59, 30/32
> 
> Assalaamu'alaikum,
> 
>  
> 
> Terima kasih atas penjelasannya....
> 
> Tapi saya sebagai orang awam masih kurang jelas dengan apa yang antum
> terangkan karena hanya mengutip makna2 dari hadits ataupun ayat2 yang
> disebutkan, sementara makna Golongan itu sendiri ataupun makna berpecah
> belah tidak dijelaskan....
> 
> Berpecah belah seperti apa atau Golongan atau jama'ah apa yang dimaksud
> dari hadits atau ayat tersebut???...apakah itu partai, organisasi, Jama'ah
> atau nama2 lain yang sejenis???
> 
>  
> 
> Mungkin ada yang bisa sharing ...
> 
>  
> 
> Terima kasih,
> 
> Mht
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sawing - IND
> Sent: Tuesday, April 03, 2007 11:06 AM
> To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
> Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Hubungan Antara Hadits dari Hudzaifah bin
> Yamandenga Al Qur' an 23/53, 6/59, 30/32
> 
>  
> 
> Mohn ma'af tadi e-mail disini rusak, takut tidak sampai jadi ana kirim
> kembali
> 
>  
> 
> -----Original Message-----
> From: Sawing - IND 
> Sent: 03 April 2007 9:04
> To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP'
> Subject: Hubungan Antara Hadits dari Hudzaifah bin Yaman denga Al Qur'an
> 23/53, 6/59, 30/32
> 
>  
> 
> Assalamu'alaikum wr.wb
> 
>  
> 
> Mohon ma'af bila ada keterlambatan, karena ana sedang banyak kerjaan, tapi
> ana coba jawab semampu ana karena janji adalah hutang yang harus dibayar.
> 
> Ana mohon ma'af bila ada kesalahan, karena yang salah dari diri ana
> pribadi dan yang benar hanya milik Allah semata
> 
>  
> 
>  
> 
> Hubungan antara hadits dari Hudzaifah bin Yaman dan Nu'man bin Basyir
> dengan Al Qur'an Surat Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ), surat Al-An'am ( 6 ayat
> 159 ), dan surat Ar-Rum ( 30 ayat 32 )
> 
>  
> 
>  
> 
> " Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu,
> berkata : " Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Adalah
> masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak
> Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk
> mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian
> ( Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah ), adanya atas kehendak Allah, kemudian
> Allah mengangkatnya apabila ia telahmenghendaki untuk mengangkatnya.
> Kemudian adalah masa kerajaan yang menggigit ( Mulkan 'Adlan ), adanya
> atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia telah
> menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa kerajaan yang
> menyombong ( Mulkan Jabariyyah ), adanya atas kehendak Allah, kemudian
> Allah mengangkatnya, apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya.
> Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian ( Khilafah
> 'Ala Minhajin Nubuwwah ) " kemudian beliau (Nabi) diam. (hadits riwayat
> Ahmad dan Al-Baihaqi.Misykatul Mashabih:Bab Al-Indzar wa Tahdzir,
> Al-Maktabah Ar-Rahimiah, Delhi , India halaman 461)
> 
>  
> 
> Dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata: " Adalah
> orang-orang bertanya kepada Rasulullahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan,
> tetapi aku bertanya kepada beliau dari hal keburukan, karena aku khawatir
> keburukan itu akan menimpa diriku,
> 
>  maka aku bertanya : " Ya Rasulullah, sesungguhnya kami (dahulu berada )
> dalam kejahiliyyahan dan keburukan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini (
> Islam ) kepada kami. Apakah sesudah kebaikan ini akan ada lagi keburukan,
> 
>  Rasul menjawab " Ya ", 
> 
> Aku bertanya  " Dan apakah sesudah keburukan itu nanti ada lagi kebaikan
> ?", 
> 
> Rasul menjawab " Ya, dan didalamnya ada kekeruha ( dakhan ).",
> 
>  Aku bertanya " Apakah kekeruhannya itu ? ", 
> 
> Rasul menjawab " Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan
> petunjuku. ( Dalam riwaayat Muslim : "kaum yang menjalani cara-cara lain
> bukan dari sunahku, dan dan Orang-orang yang mengambil petunjuk bukan
> dengn petunjukku.) "Engkau ketahui dari meerka itu dan engkau ingkari.
> 
>  Aku bertanya: " apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan ?"
> 
>  Rasul menjawab: " Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke
> pintu-pintu Jahanam. Barang siapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka
> melemparkannya ke dalam Jahanam itu." 
> 
> Aku berkata : " Ya Rasulullah, tunjukkanlah sifat mereka itu kepada kami."
> 
>  Rasul menjawab: " Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut
> lidah-lidah kita.".
> 
>  Aku bertanya Apakah yang engkau perintahkan kepadaku, jika aku menjumpai
> keadaan yang demikian itu ? ". 
> 
> Rasul bersabda: " Tetaplah engkau pada Jama'ah Muslimin dan Imam mereka
> !".
> 
> Aku bertanya : jika tidak ada bagi mereka Jama'ah dan Imam ? "
> 
>  Rasul bersabda: " Hendaklah engkau keluar dari Firqah-Firqah itu
> semuanya, walaupun engkau menggigit akar kayu hingga kematian mengejarmu,
> engkau tetap demikian"
> 
> Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Shahih Bukhari, Kitabul Fitan, bab
> Kaifa Amru Idza lam takun Jama'atun, juz 4 hal 225. Shahih Muslim Kitabul
> Imarah, bab Amr bilizumil Jama'ah Inda Zhuhuril Fitan, juZ 2 halaman
> 134-135. Sunan Ibnu Majah, kitabul Fitan, juz 2 halaman 1317, nomor hadits
> 3979
> 
>  
> 
>  
> 
> Kalau kita baca hadits dari dar Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman
> disitu disebutkan bahwa perjalanan umat Islam ini akan terbagi menjadi
> beberapa fase ( masa ) yaitu masa Nubuwwah, masa Khilafah 'Ala MinHajin
> Nubuwah, masa Mulkan Adlan, masa Mulkan Jabariyah dan setelah itu akan
> kembali kemasa Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah dan bersambung ke Hadits
> dari Hudzaifah bin Yaman yang mengatakan bahwa pada akhir masa nanti akan
> banyak firqah-firqah ( golongan-golongan) dan Rasulullah memerintahkan
> kepada kita untuk menjauhi firqah-firqah itu apabila di adanya Jama'ah
> Muslimin dan Imam mereka.
> 
> Lalu apakah hadits-hadits diatas ada hubungannya dengan Al Qur'an Surat
> Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ), surat Al-An'am ( 6 ayat 159 ), dan surat
> Ar-Rum ( 30 ayat 32 ) ?
> 
>  
> 
> Kemudian mereka  menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa
> pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi
> mereka . Surat Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ) 
> 
>  
> 
>  
> 
> Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi
> bergolongan , tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.
> Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah
> akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. 
> 
> Al-An'am ( 6 ayat 159 )
> 
>  
> 
> yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka  dan mereka menjadi
> beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada
> pada golongan mereka.
> 
>  Surat Ar-Rum ( 30 ayat 32 ) 
> 
>  
> 
> Jawabanya tentu saja ada. kenapa ? 
> 
>  
> 
> " Aku tinggalkan dua perkara untuk kamu sekalian ( Muslimin ), kamu tidak
> akan sesat selam-lamanya, selama kamu berpegang teguh kepada keduanya
> yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya " Hadits Riwayat Malik
> 
>  
> 
> Dari Hadits ini telah jelas bahwa kita tidak akan sesat selama kita masih
> memegang teguh Al Qur'an dan sunah Rasul, karena Al Qur'an itu relevan di
> semua jaman, dan Al Qur'an.
> 
>  
> 
> Di dalam hadits dari Hudzaifah bin Yaman di sebutkan bahwa nanti umat
> Islam Akan terbagi menjadi beberapa golongan bukankah sama dengan al
> Qur'an 
> 
>  
> 
> Kemudian mereka  menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa
> pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi
> mereka . Surat Al-Mu'minun ( 23 ayat 53 ) 
> 
>  
> 
>  
> 
> Apakah ini hanya untuk umat nabi Isya A.S   saja ?, tentu tidak, karena
> nanti pun umat Islam ini akan terbagi menjadi beberapa golongan seperti
> hadits diatas, lalu bagai mana kita menghadapi masa itu, kita kembali ke
> hadits itu, kita harus berjama'ah dalam satu jama'ah dan jangan
> berfirqah-firqah seperti hadits diatas, dan juga perintah Allah dalam
> surat  Ali-Imran ayat 102 dan 103 
> 
>  
> 
> Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa
> kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
> beragama Islam. (3:102)
> 
>  
> 
>  
> 
> Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali  Allah secara bersama-sama, dan
> janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu
> ketika kamu dahulu  bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu,
> lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan
> kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu
> dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar
> kamu mendapat petunjuk. 
> 
> Surat Ali-Imran (3:103)
> 
>  
> 
> Dalam ayat ini sudah jelas bahwa kita harus berjam'ah jangan sampai
> berfirqah-firqah  dan jangan sampai kita memecah belah agama ini seperti
> dalam ayat berikut ini : 
> 
>  
> 
> Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi
> bergolongan , tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.
> Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah
> akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. 
> 
> Al-An'am ( 6 ayat 159 )
> 
>  
> 
> yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka  dan mereka menjadi
> beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada
> pada golongan mereka.
> 
>  Surat Ar-Rum ( 30 ayat 32 ) 
> 
>  
> 
> jadi disini sudah jelas perintah bahwa kita harus bersatu, harus dalam
> satu jama'ah dan jangan berkelompok - kelompok karena kalau kita sudah
> berpartai, atau berkelompok tidak mungkin akan bisa bersatu, selama kita
> masih membanggakan dengan baju kelompok atau golongan atau partai kita
> maka persatuan tidak akan mungkin tercapai, sampai saat ini saya belum
> mengetahui ada partai yang bersatu dengan partai lain walaupun sama-sama
> satu aqidah, kecuali bila keadaan terpaksa ( yang juga dengan nama lain
> koalisi ).
> 
>  
> 
> Lalu mungkin ada pertanyaan ( seperti  dalam potongan artikel berikut )
> 
>  
> 
> maka
> 
> > > > > kedudukan Raja secara turun-temurun juga adalah bid'ah, krn tdk
> 
> > > > ditemukan
> 
> > > > > dalam khairal qurun, diamnya sebagian shahabat tidak bisa 
> 
> > > > > dijadikan
> 
> > > > hujah
> 
> > > > > untuk masalah ini, karena mereka diam bukan berarti ridha tetapi 
> 
> > > > > berdasarkan fiqh muwazanah pada saat itu. Maka sebagian mereka 
> 
> > > > > yang membrontak dan membuat tanzhimpun tidak dihukumi ahli 
> 
> > > > > bid'ah, maka siapakah yang berani menyatakan para sahabat 
> 
> > > > > sekualitas Al-Husein
> 
> > bin
> 
> > > > Ali,
> 
> > > > > Muawiyah bin Abi Sufyan, AbduLLAH Ibnu Zubair, dll sebagai ahli
> 
> > bid'ah
> 
> > > > > karena mereka membuat tanzhim, membuat hizb, membuat pasukan 
> 
> > > > > perang
> 
> > &
> 
> > > > > kemudian memberontak? Qul haatuu burhaanakum in kuntum 
> 
> > > > > shaadiqiin!
> 
>  
> 
>  
> 
> Muawiyah bin Abi Sufyan,  Abdullah ibnu Zubair dan dan lain-lain apakah di
> sebut  ahli bid'ah karena mendirikan kerajaan, kita lihat kembali ke
> hadits dari Nu'man bin Basyir, semua itu adalah kehendak Allah dan memang
> waktu itu adalah fasenya mulkan ( kerajaan ) berbeda dengan sekarang,
> karena sekarang adalah fasenya Khilafah  kalau kita masih berbicara
> masalah kerajaan, masalah mazhab Imam Syafi'i dll maka berarti kita
> kembali ke fase yang dulu, padahal kalau kita baca  hadits diatas, kita
> sesungguhnya sudah berada di fase khilafah, sudah bukan masanya lagi kita
> membicarakan golongan atau partai, apakah kita akan selamanya berada di
> fase Mulkan ?
> 
>  
> 
> Jadi kesimpulannya ( menurut ilmu yang ana pahami ) sekarang kita sudah
> berada di fase Khilafah, kita tidak usah kembali ke fase Mulkan, jadi mari
> kita tegakan Jam'ah seperti hadits diatas " Tetaplah engkau pada Jama'ah
> Muslimin beserta Imam mereka " dan jangalah kita bergolong-golongan. Kita
> mesti takut dengan Azab dari Allah seperti dalam ayat-ayat diatas,
> janganlah sampai kita termasuk orang yang memecah belah agama dengan
> membentuk golongan-golongan, karena sesunggyuhnya golongan  itu hanya ada
> dua seperti dalam Al Qur'an yaitu Hizbullah (pengikut Allah )( surat 58
> ayat 19 dan 20 ) dan Hizbusyaithon ( pengikut syaitan ) ( surat 58 ayat 22
> ). 
> 
> Demikian penjelasan dari Ana 
> 
>  
> 
> Mohon ma'af bila ada kesalahan karena kesalahan adalah dari Ana pribadi,
> dan yang benar hanya milik Allah semata
> 
>  
> 
>  
> 
> Wasallam 
> 
>  
> 
> Abu Aisyah
> 
>  
>  << File: ATT00829.txt >> 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke