FIRQAH, FITNAH, UZLAH DAN JAMA'AH
Oleh : DR Taufiq Al-Wa'ie Sesungguhnya resiko yang paling besar di jalan dakwah bagi para Da'i adalah bercampura-duknya pemahaman dan tenggelamnya kebenaran di depan nash-nash yang saling dipertentangkan, tafsiran yang diperselisihkan, dan pemahaman-pemahaman yang saling kontradiksi, sehingga seorang Muslim berada diantara dua firqah yang membinasakan dan menyelamatkan, antara uzlah dan interaksi, antara fitnah untuk menyendiri dan fitnah yang mendesaknya segera untuk melakukan penyerangan dan pembalasan, antara amal fardi dan amal jama'i, centang-perenang pemahaman tsb berefek pada centang-perenang amal dan sistem kerja dakwah itu sendiri. Agar dapat keluar dari kesemerawutan pemahaman maka saya mengajukan kaidah ini untuk direnungkan oleh pembaca budiman. Sesungguhnya seseorang yang menganalisa sejarah umat ini akan mendapatkan dua kondisi yang telah dilewati oleh umat ini : Pertama : Kondisi perjuangan dan kondisi dakwah, ketika umat ini menghadapi musuh-musuhnya secara bersama-sama atau bergerilya, dan selalu keluar dari kancah peperangan sebagai pemenang, sedangkan musuhnya menjadi pecundang yang hancur. Kedua : Kondisi terserang dan tercerai-berai. Keadaan ini adalah kondisi dimana benteng-benteng umat runtuh dari dalam, kekalahan umat terjadi karena generasinya telah mengahancurkan bangunannya baik secara internal maupun eksternal. Rasulullah SAW telah mengisyaratkan ancaman bahaya ini, dan menjadikannya sebagai salah satu faktor yang menceraiberaikan kesatuan umat dan bangunannya. Dari Tsauban RA berkata, bersabda Rasulullah SAW : " Sesungguhnya Allah membentangkan untukku bumi ini, sehingga aku dapat melihat dari ujung Timur hingga ujung Barat, dan sesungguhnya ummatku akan sampai kekuasaaanya sejauh apa yang aku lihat saat itu, dan aku diberikan dua gudang penyimpanan harta, yang satu berwarna merah yang lainnya berwarna putih, juga aku memohon kepada Tuhanku agar umatku tidak dibinasakan...." Firqah yang dijelaskan dalam hadits tersebut diatas merupakan musibah yang paling besar menimpa umat ini, karena umat menjadi beberapa kelompok dan agama menjadi beberapa ajaran dan keyakinan. Sunnah telah banyak menyingkap kondisi kedepan umat ini baik dari prespektif pemberitaan, peringatan, penjelasan penyakit umat dan obatnya, Allah memuliakan Nabi-NYA dengan membuka tabir kegaiban yang dapat menambah kehati-hatian dan kewaspadaan bagi umat. Tatkala hadits tersebut di atas menjelaskan secara global tidak terperinci berdasarkan peristiwa dan rentang waktu, maka saya telah melihat dalam kilasan sejarah dan realitas kehidupan manusia, agar ada perubahan pengaturannya di satu sisi, dan memahami kebaikan-kebaikannya di sisi yang lain. Saya juga mendapatkan beberapa hadits yang menjelaskan tentang firqah, fitnah, uzlah dan Jama'ah. Hadits yang paling lengkap cakupannya terkait dengan masalah ini adalah hadits yang telah ditakhrij oleh Bukhari dan Muslim dari Hudzaifah Ibnul Yaman RA berkata : " Banyak orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepadanya tentang keburukan, khawatir keburukan itu akan menimpa diriku. Aku berkata : "Ya Rasulallah. Sesungguhnya kami pernah berada dalam kejahiliyahan dan keburukan, lalu Allah mendatangkan kepada kami kebaikan, apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan?". Beliau menjawab : "Ya", aku berkata : "apakah setelah itu ada kebaikan lagi?". Belia menjawab : "ya, tetapi ada kabut penghalang, "apa kabut penghalangnya?", beliau bersabda : "suatu kaum mencari petunjuk selain petunjukku, engkau kenal sebagiam mereka dan engkau ingkari". Aku berkata lagi : "Apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan lagi?", beliau menjawab : "ya, terdapat [ada masa itu para Da'I di depan pntu-pntu neraka Jahannam, siapa yang memenuhi ajakan mereka, maka mereka akan melemparkannya ke dalamnya". Aku berkata : "Ya Rasulallah, jelaskanlah cirri-cirimereka kapada kami!". Beliau bersabda : "mereka berasal dari darah daging kita, berbicara dengan bahasa kita". Aku berkata : "apa yang engkau perinthakan kepadaku jika aku mendapatkan keadaan seperti itu?". Beliau bersabda : "engkau haris menjalin komitmen dengan Jamaah kaum Muslimin dan imam mereka", aku berkata lagi : "jika tidaka ditemukan jamaah dan Imammnya?". Beliau bersabda : "menghindarlah dari semua firqah itu walaupun anda menggigit akar pohon, samapai ajal menemuimu dan engkau tetap dalam keadaan seperti itu ". Dalam pengertian yang sama secara terperinci juga tertuang dalam hadits lain. Dari Abu Amir Abdullah bin Luhay berkata : " Kami pernah menunaikan haji bersama Muawiyah bin Abi Sufyan, tatkala kami sampai di Mekkah menjelang shalat dzhuhur Ia berkata, seseungguhnya Rasulullah SAW bersabda : " Sesungguhnya Ahli kitab telah berpecah-belah dalam agama mereka menjadi 72 sekte - yang bertumpu pada hawa nafsu - seluruhnya masuk neraka kecuali satu, yaitu al-Jamaah. Sesungguhnya akan muncul di kalangan umatku golongan yang mengiringi hawa nafsu tersebut, seperti virus yang merasuki seseorang, tidak ada pori-pori dan persendian yang tersisa melainkan akan dimasukinya. Demi Allah wahai masyarakat Arab jika kalian tidak menegakkan apa yang telah didatangkan oleh Nabi kalian, maka akan ada kelompok manusia lainnya yang ingin merubah kalian agar kalian tidak menegakannya". (HR Abu Daud dan Turmudzi / Hadits Hasan-Shahih) Dalam pengertian yang sama terdapat hadits dari Abu Hurairah RA berkata, bersabda Rasulullah SAW : " Kaum Yahudi terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, Umat Nasrani juga terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. " (HR Abu Daud dan Turmudzi / Hadits hasan-sahih) Hadits ini menguatkan hadits-hadits sebelumnya dan memberikan pelajaran berupa peringatan ancaman perpecahan dan perselisihan yang menimpa umat, apalagi bila sebuah kelompok muncul karena perbedaan akidah dan ushul, masing-masing kelompok melahirkan doktrin dan ajaran, keluar dari garis umat yang satu, terputus dari ikatan generasi awal umat ini. Tidak termasuk kelompok itu perbedaan dalam maslah furu dan diversifikasi ijtihad, juga tidak termasuk di dalamnya mazhab-mazhab fiqih, selama para tokohnya menggunakan dalil dan tetap memiliki keyakinan yang kuat terhadap ushul (aqidah). Tidak dapat dikatakan dan tidak seyogyanya dikatakan bahwa Mazhab yang empat dan selain mereka berada dalam kebenaran dan yang memusuhi mereka berada dalam kebatilan, mereka selamat dan selain mereka binasa. Yang tepat mengenai hal ini adalah apa yang telah dinyatakan oleh Al-Baghdady dalam kitabnya "Al-Firaq bainal Firaq" : " Sesungguhnya umat Islam sepakat untuk menetapkan bahwa ala mini sesuatu yang baru (hawadits) dan mengesakan Penciptanya, sifatnya, keadilannya, hikmahnya dan menegasikan sesuatu yang menyerupainya, juga menetapkan kenabian dan risalah Muhammad SAW kepada seluruh manusia, meneguhkan syariatnyam bahwasanya apa yang telah didtangkan nolehnya dalah kebenaran, Al-qur'an sebagai sumber hokum-hukum syariah, bahwasanya ka'bah adalah kiblat yang wajib menghadapnya ketika shalat, maka siapa saja yang menyatakan hal ini dan tidak mengarah pada bid'ah yang bertendensi kekufuran maka Ia adalah seorang Sunni yang berakidah tauhid ". Imam Ibnu Taimiyah berkata : " Siapa saja yang di dalam hatinya menyatakan Iman kepada rasul dan apa yang dibawa olehnya, meskipun keliru pada sebagian penafsirannya sehingga melahirkan berbagai bid'ah pada dasarnya tidak menjadi kafir, sedangkan Khawarij adalah mereka yang paling nyata bid'ahnya, memerangi dan mengkafirkan umat, padahal para sahabat Nabi belum pernah mengkafirkan mereka, baik kepada Ali bin Abi Thalib dan kepada yang lainnya, para sahabat hanya menetapkan mereka sebagai umat Islam yang zalim". Kemudian Ibnu Taimiyah menambahkan : " Barang siapa yang mengatakan bahwa 72 golongan seluruhnya kufur keluar dari agama, maka orang tersebut telah menyalahi Al-Qur'an dan Sunnah serta ijma' sahabat, bahkan ijma' Imam empat mazhab dan Imam mazhab lainnya". Dalam Aqidah Thahawiyah dan syarahnya dikatakan : " Kami menamakan ahli kiblat kita kaum muslim dan mu'min sepanjang mereka mengakui apa-apa yang didatangkan oleh Nabi SAW, dan membenarkan apa-apa yang disabdakannya, kemudian penulis syarah mengatakan : "yang dimaksud dengan ahli kiblat kita adalah siapa saja yang mengaku muslim dan menghadap kiblat, walaupun mereka masih tergolong pengikut waha nafsu dan ahli maksiat. Sedangkan Ibnu Hajar mengartikan (para penyeru ke Jahannam) adalah orang yang brambisi meraih kekuasaan seperti Khawarij dan sejenisnya. Khawarij, Mu'tazilah, Murji'ah dan kelompok sejenisnya adalah golongan yang melampaui batas dalam menta'wil, maksimal para ulama menggolongkan mereka sebagai ahli bid'ah belum keluar dari agama, mereka tidak mengatakan : , mereka ahli neraka, kecuali golongan Syi'ah Ghullaat, yang terang-terangan menghalalkan yang diharamkan, atau menyembah Ali atau Qadyani (Ahmadiyah) yang mengakui adanya nabi setelah nabi Muhammad, atau yg menjadikan selain Al-Qur'an sebagai kitab suci, atau mengingkari hal-hal yang telah menjadi maklum dalm ajaran agama. Tujuan mazhab-mazhab sesat yang menghancurkan pilar-pilar iman dan merobolhkan struktur bangunan Islam, meluluhlantakkan pondasinya, tanpa tedeng aling-aling melakukan pengingkaran dan mengajak manusia kepadanya, menghalalkan yang diharamkan Allah dan mengharamkan yang dihalalkannya, menganulir hukum-hukum Al-Qur'an dan Sunnah, memerangi secara keji orang-orang yang beriman, menuduh orang beriman dengan tuduhan jumud dan fatalis, menjadikan kejumudan dan fatalisme sebagai landasan penolakan terhadap Islam baik secara global maupun terperinci, mengagungkan sesuatu yang dihinakan Allah dan menghinkan sesuatau yang diagungkan Allah, seperti Al-Aswad Al-'Ansy si pendusta yang mengkalim dirinya Nabi disebut sebagai tokoh kebangkitan dan reformasi, dan Qaramitah, Hasysyasyin, Sikh, dan pengikut Bek dianggap sebagai grakan progressif dan liberalis (gerakan kemajuan dan pembebasan) Ini gambaran mazhab di masa lampau, sedangkan yang terbaru seperti Saba'iyah, Qaramitah, Ismailiyah adalah kelompok sesat yang menumbuhkan benih-benih kerusakan di muka bumi, dan mencerabut Islam dari akarnya, mengakui ketuhanan manusia selain Allah. Kemudian juga muncul gerkan babiyah, Qadyaniyah dan Bahaa'iyah, masing-masing kelompok ini memiliki kitab suci selain Al-Qur'an dan mengakui adanya Nabi setelah Muhammad. Lalu muncul kelompok penentang yang tidak meyakini agama seperti Komunis dan Freemasoonry dan berbagai mazhab dan lembaga yang menginduk kepadanya. Yang sangat berbahaya dari mereka adalah bahwa sebagaian mereka menjadi pemimpin politik dan pemikiran. maka apa yang didisyaratkan oleh Khudzaifah dalam hadits yang dibawanya menggambarkan dua kondisi : Kondisi Pertama : Baik tapi ada kabut penghalang () , yaitu kondisi dimana banyak orang yang mengambil petunjuk selain petunjukku. Para analis sejarah Ilam melihat bahwa fase ini secara kondisional berbeda dengan fase sbelum dan sesudahnya. Islam pada awalnya dianggap aneh di Mekkah, kemudian kebaikannya meluas dan semakin berkibar panjiny pada puncak fase nubuwwah dan Khilafah Rasyidah, kemudian terjadilah fitnah, tampuk kepemimpinan dikuasai oleh Ban I Umayyah, kedaulatan negara mulai mapan, wilayah-wilayah taklukan terbuka lebar, Islam pun tersebar, prinsip-prinsip politik bernegara terbangun di atas spirit Islam, dan hukum-hukum syariatnya teraplikasi. Semua ini adalah kebaikan, tapi masih diliputi oleh kabut penghalang, kabut yang gelap dan berwarna kehitam-hitaman. Abu Ubaidah berkata : Tak ubahnya hati yang tidak bersih warnanya karena terkena polusi noda hitam. Kebaikan pada fase itu ditandai dengan umat yang kembali bersatu, semangat jihad yang berkesinambungan, mengacu kepada hukum syariat dalam berbagai persoalan kehidupan, sedangkan kabut yang menyelimuti kebaikan ini adalah kebijakan menghentikan prinsip-prinsip syuro, otoriter dan berlebihan dalam penggunaan harta, umat ditimpa kezaliman dan pertumpahan darah karena mazahab dan keyakinan, seperti inilah kondisi umat Islam pada saat itu, baik tapi berkabut, sampai tegaknya daulah Islam berbarengan dengan tegaknya negara sekuler dan semi sekuler, sebelumnya hukum-hukum Islam mendominasi meskipun kemunkaran tetap ada, tetapi tidak menshibghah masyarakat, dan amar ma'ruf nahy munkar mulai memainkan perannya di masyarakat. Kondisi kedua : Di negeri mereka yang berbeda ssatu dengan yang lainnya, umat Islam mulai memasuki fase baru yang didominasi oleh tsaqafah barat dan moralitasnya, dan mulai tersebar gelombang ateisme, lembaga-lemabag negara "diperangi', wawasan dirubah. Pemahaman kehidupan dirombak. Pelopor dan penyeru perubahan ini berasal dari internal umat yang berbicara dengan bahasanya dan berafiliasi dengannya, mereka terbagi dalam berbagai kelompok, partai dan aliran ideologi yang beraneka macam. Inilah yang diisaratkan oleh Hadits Khudzaifah : , apakah setelah kebaikan in akan ada keburukan?, lalu Rasulullah menjawab : "Ya, para penyeru di atas pintu-pintu neraka jahannam, siapa yang menam but seruannya Ia akan dilemparkan olehnya ke dalamnya", lalu Khudzaifah berkata : "ya Rasulallah jelaskanlah kepada kami ciri-ciri mereka?". Beliau bersabda : "Mereka berasla dari kita sendiri dan berbicara dengan bahasa kita". Ibnu Hajar menafsirkan : "dari kaum kita, yaitu bangsa arab", inilah yang kemudian memunculkan faham nasionalisme yang tersebar di dunia Islam. Yang mengangkat isu ras dan bahasa sebagai landasan bekumpul dan berafiliasi. Sampailah persoalan faham ini pada banyak negeri yang pada akhirnya merambah ke seluruh lapisan masyarakat, dengan satu klaim bahwa masyarakat berhak menentukan jalannya sendiri, maka muncullah istilah bangsa-bangsa dan aspirasi bangsa, dari sinilah dilancarkan pukulan terhadap nilai-nilai Islam. Ini merupakan fitnah yang paling dahsyat, karena para penyeru kebatilan dapat berlindung dibalik keinginan dan kehendak masyarakat. Barangkali fitnha ini tergolong fitnah DAHMA seperti yang dilansir dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud tentang empat macam fitnah yang diprediksi oleh Rasulullah dalam sabdanya : " Kemudian terjadi fitnah............, di pagi hari seseorang menjadi muslim di sore harinya menjadi kafir, lalu manusia digiring ke dua jalan, jalan keimanan yang bersih dari unsur kemunafikan dan jalan kemunafikan yang kosong dari keimanan". Sesungguhnya telah berjalin berkelindan hawa nafsu dan para pemujanya, sebgaimana yang terpapar dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muawiyah RA : "Mereka mengikuti hawa nafsu seperti virus yang merasuki seseorang, tidak ada pori-pori dan persendian yang tersisa pasti akan dimasukinya". Berkata Imam as-Syatiby : "Pengertian hadits ini adalah bahwasanya Rasulullah memberitahukan apa yang akan terjadi pada umatnya yang cenderung kepada hawanafsu yang terbagi menjadi beberapa firqah, ada firqah yang telah dirasuki sepenuhnya hati mereka dengan hawanafsu, sehingga sukar diharapkan dapat berpisah dan taubat darinya, karena virusnya telah menyebar ke seluruh anggota tubuh dan jaringan peredaran darah, bila seperti itu kondisinya maka akan mengalami resistensi penyembuhan dan tidak obat apapun tidak ada manfaatnya. Adapun mengenai jumlah firqah dan aliran sebagaiman telah disebutkan pada hadits di atas. Imam Al-Baghdady (429 H. - 1038 M) di dalam kitabnya "Al-Firaq" Ia berkata : "Mengenai 72 golongan dalam hadits tersebut adalah 20 sekte Rafidah, 20 sekte Khawarij, 20 sekte Qadariyah, 20 sekte Murji'ah, 30 Najariyah, Bakriyah, Dharariyah, Jahmiyah, Karaamiyah, seluruhnya menjadi 72 golongan. Tetapi penghitungan itu tidak akurat, dengan sebab beberapa hal berikut : Pertama : Bercampuraduknya antara firqah yang keluar dari islam dan yang masih masuk di dalamnya. Kedua : Ia hanya menyebutkan firqah yang Ia ketahui pada zamannya, sebab setelah wafatnya al-Baghdady banyak firqah-firqah baru bermunculan.Oleh karena itu seyogyanya para pensyarah dan mufassir tidak perlu menguraikan golongan apa saja yang 72 itu. Ketiga : Ia menyebutkan lebih dari 90 firqah tapi dia mengatakan inilah ke 72 firqah itu.
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
