Dari milist-nya tetangga, af-1 kalau udah baca

      Berawal Benci, Berakhir Cinta      
      Kamis, 08 Maret 2007  
      Meski awalnya "membenci" Islam, gadis IOWA yang tinggal di Connecticut 
ini pun akhirnya 'jatuh cinta' pada Islam. Ia, akhirnya melafazkan syahadat


      Oleh: M. Syamsi Ali *)



      Sekitar awal September 2006 lalu, kelas Islamic Forum for non Muslims 
kedatangan seorang gadis bule bermata biru. Duduk di salah satu sudut ruang 
dengan mata yang tajam, hampir tidak kerkedip dan bahkan memperlihatkan 
pandangan yang tajam. Beberapa kali lolucen yang saya sampaikan dalam kelas 
itu, tidak juga menjadikannya tersenyum.

      Ketika sesi tanya jawab dimulai, sang gadis itu mengangkat tangan, dan 
tanpa tersenyum menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan sebagian 
peserta ternganga, dan bahkan sebagian menyangka kalau saya akan tersinggung 
dengan pertanyaan-pertanyaan itu. 

      "If Muhammad is a true prophet, then why he robbed and killed?", tanyanya 
dengan suara yang lembut tapi tegas. "Why he forced the Jews to leave their 
homes, while they have been settled in Madinah a long time before Muhammad was 
born?", lanjutnya.

      Sambil tersenyum saya balik bertanya, "Where did you get this 
information? I mean, which book did you read". Dia kemudian memperlihatkan 
beberapa buku yang dibawanya, termasuk beberapa tulisan/artikel yang diambil 
dari berbagai sumber di internet. Saya meminta sebagian buku dan artikel 
tersebut, tapi justru saya tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaannya.

      Saya balik bertanya, "Where are you from and where do you live?". 
Ternyata dia adalah gadis IOWA yang sekarang ini tinggal di Connecticut. 

      Sambil memperkenalkan diri lebih jauh saya memperhatikan "kejujuran" dan 
"inteligensia" gadis tersebut. Walaupun masih belum bisa memperlihatkan wajah 
persahabatan, tapi nampaknya dia adalah gadis apa adanya. 

      Dia seorang "saintis" yang bekerja di salah satu lembaga penelitian di 
New York. Tapi menurutnya lagi, dan sinilah baru nampak sedikit senyum, "I am 
an IOWAN girl". Ketika saya tanya apa maksudnya, dia menjawab: "a very country 
girl".

      Oleh karena memang situasi tidak memungkin bagi saya untuk langsung 
berdebat dengannya perihal pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan, saya 
mengusulkan agar pertanyaan-pertanyaannya dikirimkan ke saya melalui email, 
untuk selanjuntnya bisa berdiskusi lewat email dan juga pada pertemuan 
berikutnya. Kelas sore itupun bubar, tapi pertanyaan-pertanyaan gadis IOWA ini 
terus menggelitik benak saya.

      Di malam hari, saya buka email sebelum tidur sebagaimana biasa. Gadis 
IOWA ini pun memenuhi permintaan saya. Ia memperkenalkan diri sebagai Amanda. 
Ia mengirimkan email dengan lampiran 4 halaman penuh dengan 
pertanyaan-pertanyaan -khususunya-- mengenai Rasulullah SAW. Saya sekali lagi 
tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi mengajak untuk datang ke 
kelas Islamic Forum pada Sabtu berikutnya.

      Ternyata, mungkin dia sadari sendiri bahwa beberapa peserta Forum pada 
Sabtu tadi kurang sreg dengan pertanyaan-pertanyaannya yang dianggap terlalu 
"polos dan tajam". Maka dia mengusulkan kalau saya bisa menyediakan waktu 
khusus baginya untuk diskusi. Sayapun menerima usulan itu untuk berdiskusi 
dengannya setiap Kamis sore setelah jam kerja di Islamic Center. 

      Kita pun sepakat bertemu setiap jam 5:30 hingga 7:00 pm. Satu setengah 
jam menurut saya cukup untuk berdiskusi dengannnya.

      Tanpa diduga, ternyata bulan Ramadhan juga telah tiba. Maka kedatangannya 
yang pertama untuk berdialog dengan saya terjadi pada Kamis ketiga bulan 
September 2006, di saat kita sedang bersiap-siap untuk berbuka puasa. 

      Dia datang, seperti biasa dengan berkerudung seadanya, tapi kali ini 
dengan sangat sopan, walau tetap dengan pandangan yang sepertinya curiga.

      Kita memulai diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah dikirimkan 
lewat email itu. Ternyata, baru satu masalah yang didiskusikan, sesekali 
diselingi sedikit perdebatan yang emosional. Adzan buka puasa telah 
dikumandangkan. Maka dengan sopan saya minta izin Amanda untuk berbuka puasa, 
tapi tidak lupa menawarkan jika ingin bergabung dengan saya. Ternyata, Amanda 
senang untuk ikut makan sore (ikut buka) dan nampak menikmati hidangan itu.

      Setelah berbuka puasa, karena harus mengisi ceramah, saya sampaikan ke 
Amanda bahwa diskusi kita akan dilanjutkan Kamis selanjutnya. Tapi jika masih 
berkenan hadir, saya mempesilahkan datang ke Forum hari Sabtu. Dia berjanji 
untuk datang.

      Sabtu berikutnya, dia datang dengan wajah yang lebih ramah. Duduk nampak 
lebih tenang, tapi seolah masih berat untuk tersenyum. Padahal, diskusi saya 
itu terkadang penuh dengan candaan. Maklumlah, selain memang dimaksudkan untuk 
tidak menampilkan Islam dengan penuh "kaku" saya ingin menyampaikan ke mereka 
bahwa Muslim itu juga sama dengan manusia lain, bisa bercanda (yang baik), 
tersenyum, dan seterusnya.

      Amanda nampak serius memperhatikan semua poin-poin yang saya jelaskan 
hari itu. Kebetulan kita membahas mengenai penciptaan Hawa dalam konteks 
Al-Qur'an. Intinya menjelaskan bagaimana proses penciptaan Hawa dalam 
prospektif sejarah, dan juga bagaimana Al-Qur'an mendudukkan Hawa dalam konteks 
"gender" yang ramai diperdebatkan saat ini. Keseriusan Amanda ini hampir 
menjadikan saya curiga bahwa dia sedang mencari-cari celah untuk menyampaikan 
pertanyaan yang menyerang.

      Ternyata sangkaan saya itu salah. Kini Amanda sebelum menyampaikan 
pertanyaan justeru bertanya dulu, "Is it ok to ask this question?". Biasanya 
dengan tegas saya sampaikan, "Nothing is to be hesitant to ask on any thing or 
any issue in Islam. You may ask any issue range from theological issues up to 
social ones".

      Amanda pun menanyakan beberapa pertanyaan mengenai wanita, tapi kali ini 
dengan sopan. Hijab, poligami, konsep "kekuasaan" (yang dia maksudkan adalah 
qawwamah), dll. Saya hampir tidak percaya, bagaimana Amanda paham semua itu. 
Dan terkadang dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan itu disertai bukti-bukti 
yang didapatkan dari buku-buku --yang justeru-- ditulis oleh para ulama 
terdahulu.

      Saya berusaha menjawab semua itu dengan argumentasi-argumentasi 
"aqliyah", karena memang saya melihat Amanda adalah seseorang yang sangat 
rasional. Alhamdulillah, saya tidak tahu, apakah dia memang puas atau tidak, 
tapi yang pasti nampak Amanda mengangguk-anggukkan kepala.

      Demikian beberapa kali pertemuan. Hingga tibalah hari Idul Fitri. Amanda 
ketika itu saya ajak untuk mengikuti "Open House" di rumah beberapa pejabat RI 
di kota New York. 

      Karena dia masih kerja, dia hanya sempat datang ke kediaman Wakil Dubes 
RI untuk PBB. Di sanalah, sambil menikmati makanan Indonesia, Amanda kembali 
menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tajam. "If Islam respects religious 
freedom, why Ahmadiyah in Indonesia is banned? Why Lia Aminuddin is arrested?".

      Saya justeru terkejut dengan informasi yang Amanda sampaikan. Saya 
pribadi tidak banyak membaca hal ini, dan tidak terlalu mempedulikan. Maka saya 
jelaskan, dalam semua Negara tentu ada peraturan-peraturan yang perlu dipatuhi. 
Ahmadiyah dan Lia Aminuddian, jelas saya, bukan mendirikan agama baru tapi 
mendistorsi agama Islam. Oleh karena mereka merusak agama yang diyakini oleh 
masyarakat Muslim banyak, pemerintah perlu menertibkan ini. Kelihatannya 
penjelasan saya kurang memuaskan, tapi diskusi kekudian berubah haluan kepada 
makanan dan tradisi halal bihalal.

      Singat cerita, beberapa Minggu kemudian Amanda mengirimkan email dengan 
bunyi sebagai berikut, "I think I start having my faith in Islam". Saya hanya 
mengatakan, "All is in God's hands and yours. I am here to assist you to find 
the truth that you are looking for". Cuma, Amanda mengatakan bahwa 
perjalanannya untuk belajar Islam ini akan mengambil masa yang panjang. 

      "When I do some thing, I do it with a commitment. And I truly want to 
know Islam". Saya hanya menjawabnya, "Take you time, Amanda".

      Alhamdulillah, setelah mempelajari Islam hampir tujuh bulan, dan setelah 
membaca berbagai referensi, termasuk tafsir Fii Zilalil Qur'an (Inggris 
version) dan Tafhimul Qur'an (English), dan beberapa buku hadits, Amanda mulai 
serius mempelajari Islam.

      Minggu lalu, ia mengirimkan email ke saya. Isinya begini, "I have decided 
a very big decision..and I think you know what I mean. I am very scared now. Do 
you have some words of wisdoms?".

      Saya menjawab, "Amanda, you have searched it, and now you found it. Why 
you have to be scared?. You believe in God, and God is there to take your 
hands. Be confident in what you believe in".

      Tiga hari lalu, Amanda mengirimkan kembali emailnya dan mengatakan bahwa 
dia berniat untuk secara formal mengucapkan "syahahat" pada hari Senin 
mendatang (tanggal 5 Maret 2007 kemarin). Saya bertanya, kenapa bukan hari 
Sabtu atau Ahad agar banyak teman-teman yang bisa mengikuti? Dia menjawab bahwa 
beberapa teman dekatnya hanya punya waktu hari Senin.

      Alhamdulillah, disaksikan sekitar 10 teman-teman dekat Amanda (termasuk 
non Muslim), persis setelah adzan Magrib saya tuntun ia melafazkan "Asy-hadu an 
laa ilaaha illa Allah-wa asyhadu anna Muhammadan Rasul Allah", diiringi pekik 
takbir dan tetesan airmata beberapa temannya yang ikut hadir. Amandapun 
melakukan shalat pertama sebagai Muslim sore itu diikuti dengan doa bersama 
semoga Allah menguatkan jalannya menuju ridho Ilahi.

      Amanda, selamat dan semoga Allah SWT selalu menjagamu dan menjadikanmu 
"pejuang" kebenaran! [www.hidayatullah.com]

      New York, 6 Maret 2007



      *) Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi 
adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah.com
     
  
"you can not change the wind direction, but you can change the wings position"

*********************************************************************************************
PT. Sumitomo Electric Wintec Indonesia
Block T-7 MM2100 Industrial Town Cikarang Barat,
Bekasi 17520 - Indonesia
Tel. (021) 8980589 Fax. (021) 8980546 - 8980646

Attachment: printButton.png
Description: PNG image

Attachment: emailButton.png
Description: PNG image

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke