-------- Original Message --------
Subject:        [ FUPM-EJIP ] Yahudi di Belakang Berdirinya Kerajaan Arab Saudi
Date:   Wed, 14 Mar 2007 09:40:49 +0700
From:   Syaprisal Indratno <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP <[email protected]> To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP <[email protected]>



 Yahudi di Belakang Berdirinya Kerajaan Arab Saudi

Rabu, 14 Mar 07 09:24 WIB (www.eramuslim.com <http://www.eramuslim.com>)

Menurut logika yang sehat, seharusnyalah Kerajaan Saudi Arabia menjadi pemimpin bagi Dunia Islam dalam segala hal yang menyangkut keIslaman. Pemimpin dalam menyebarkan dakwah Islam, sekaligus pemimpin Dunia Islam dalam menghadapi serangan kaum kuffar yang terus-menerus melakukan serangan terhadap agama Allah SWT ini dalam berbagai bentuk, baik dalam hal /Al-Ghawz Al-Fikri/ (Serangan Pemikiran dan Kebudayaan) maupun serangan /Qital/.

Seharusnyalah Saudi Arabia menjadi pelindung bagi Muslim Palestina, Muslim Afghanistan, Muslim Irak, Muslim Pattni, Muslim Rohingya, Muslim Bosnia, Muslim Azebaijan, dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Tapi apa yang dikerjakan para syaikh-syaikh itu?

Craig Unger, mantan /deputi director New York Observer/ di dalam karyanya yang sangat berani berjudul "Dinasti Bush Dinasti Saud" (2004) memaparkan ke/-bahlul-/an syaikh-syaikh dan para pangeran Saudi tersebut.

"Pangeran Bandar yang dikenal sebagai /'Saudi Gatsby'/ dengan ciri khas janggut dan jas rapih, adalah anggoa kerajaan Dinasti Saudi yang bergaya hidup Barat, berada di kalangan jetset, dan belajar di Barat. Bandar selalu mengadakan jamuan makan mewah di rumahnya yang megah di seluruh dunia. Kapan pun ia bisa pergi dengan aman dari Arab Saudi dan dengan entengnya melabrak batas-batas aturan seorang Muslim. Ia biasa minum Brandy dan menghisap cerutu Cohiba, " tulis Unger.

Bandar, tambah Unger, merupakan contoh yang baik bagi perilaku dan gaya hidup syaikh-syaikh yang berada di lingkungan kerajaan Arab Saudi secara keseluruhan. "Dalam hal gaya hidup Baratnya, ia bisa mengalahkan orang Barat paling fundamentalis sekali pun. "

Bandar adalah putera dari Pangeran Sultan, Menteri Pertahanan Saudi. Dia juga kemenakan dari Raja Fahd dan orang kedua yang berhak mewarisi mahkota kerajaan, sekaligus cucu dari (alm) King Abdul Aziz, pendiri Kerajaan Saudi modern.

Bukan hanya Pangeran Bandar yang /bahlul, /sikap kerajaan juga demikian. Siapa pun tak kan bisa menyangkal bahwa Kerajaan Saudi amat dekat--jika tidak bisa dikatakan sekutu terdekat--Amerika Serikat. Di mulut para syaikh-syaikh itu mencaci maki Zionis-Israel dan Amerika, tetapi nyaris setiap hari mereka berkawan akrab dan bersekutu dengannya.

Kenyataan inilah yang bisa menjawab mengapa Kerajaan Saudi menyerahkan penjagaan keamanan bagi negerinya--termasuk Makkah dan Madinah--kepada tentara Zionis Amerika.

Bahkan Saudi pula yang mengontak Vinnel Corporation di tahun 1970-an untuk melatih tentaranya, Saudi Arabian National Guard (SANG) dan mengadakan logistik tempur bagi tentaranya. Vinnel merupakan salah satu Privat Military Company (PMC) terbesar di Amerika Serikat yang bisa disamakan dengan perusahaan penyedia tentara bayaran.

Kerajaan Saudi pula yang mengizinkan tanah sucinya dikotori oleh pasukan Amerika Serikat yang hendak mendirikan pangkalan militer utama AS dalam menghadapi invasi Irak atas Kuwait beberapa tahun lalu.

Langkah-langkah 'mengejutkan' yang diambil pihak Kerajaan Saudi tersebut sesungguhnya tidak "mengejutkan' bagi yang tahu latar belakang berdirinya Kerajaan Saudi Arabia itu sendiri. Tidak perlu susah-sudah mencari tahu tentang hal ini dan tidak perlu membaca buku-buku yang tebal atau bertanya kepada profesor yang sangat pakar.

Pergilah ke tempat penyewaan VCD atau DVD, cari sebuah film yang dirilis tahun 1962 berjudul '/Lawrence of Arabia/' dan tontonlah. Di dalam film yang banyak mendapatkan penghargaan internasional tersebut, dikisahkan tentang peranan seorang letnan dari pasukan Inggris bernama lengkap Thomas Edward Lawrence, anak buah dari Jendera Allenby (jenderal ini ketika merebut Yerusalem menginjakkan kakinya di atas makam Salahuddin Al-Ayyubi dan dengan lantang berkata, /"Hai Saladin, hari ini telah kubalaskan dendam kaumku dan telah berakhir Perang Salib dengan kemenangan kami!"/).

Film ini diangkat dari kejadian nyata, bertutur dengan jujur tentang siapa yang berada di balik berdirinya Kerajaan Saudi Arabia. Kala itu Jazirah Arab merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, sebuah kekhalifahan umat Islam dunia yang wilayahnya sampai ke Aceh.

Dengan bantuan Lawrence dan jaringannya, Klan Saud melakukan pemberontakan (bughot) terhadap Kekhalifahan Turki Utsmaniyah dan mendirikan kerajaan yang terpisah, lepas, dari wilayah kekhalifahan Islam itu.

Kita tahu semua, Rasulullah dan para sahabat mewariskan kepada umat Islam bentuk negara kekhalifahan, bukan kerajaan. Tidak ada sunah Rasulullah yang menganjurkan umatnya untuk mendirikan sistem kerajaan (monarki). Ini adalah /bid'ah kubro/. Dan Klan Saud melakukan ini dengan bantuan Lawrence yang oleh sejarahwan Inggris, Martin Gilbert, di dalam tulisannya/ "Lawrence of Arabia was a Zionist"/ seperti yang dimuat di /Jerusalem Post/ edisi 22 Februari 2007, menyebut Lawrence sebagai agen Zionisme.

Sejarah pun menyatakan, hancurnya Kekhalifahan Turki Utsmaniyah ini pada tahun 1924 merupakan akibat dari infiltrasi Zonisme setelah Sultan Mamud II menolak keinginan Theodore Hertzl untuk menyerahkan wilayah Palestina untuk bangsa Zionis-Yahudi. Operasi penghancuran Kekhalifahan Turki Utsmaniyah dilakukan Zionis bersamaan waktunya dengan mendukung pembrontakan Klan Saud terhadap Kekalifahan Utsmaniyah, lewat Lawrence f Arabia.

Sebab itulah, hingga detik ini, Kerajaan Saudi Arabia, walau Makkah al-Mukaramah dan Madinah ada di dalam wilayahnya, tetap menjadi sekutu terdekat Amerika Serikat dan Zionisme. Jika ada ucapan atau pernyataan keras terhadap AS dan Isral yang dikeluarkan para syekh-syekh Kerajaan Saudi Arabia, maka itu hanya dilakukan mereka di mulut saja. Sebab dalam kenyataannya, mereka tetap menjadi anak peliharaan yang baik dan sangat manis terhadap tuannnya: AS dan Zionis-Israel.

Selain film 'Lawrence of Arabia', ada beberapa buku yang bisa menggambarkan hal ini yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain:

. /Wa'du Kissinger/ (Belitan Amerika di Tanah Suci, Membongkar Strategi AS Menguasai Timur Tengah, karya DR. Safar Al-Hawali--mantan Dekan Fakultas Akidah Universitas Ummul Quro Makkah, yang dipecat dan ditahan setelah menulis buku ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Jazera, 2005),

. /Dinasti Bush Dinasti Saud, /Hubungan Rahasia Antara Dua Dinasti Terkuat Dunia (Craig Unger, 2004, edisi Indonesianya diterbitkan oleh Diwan, 2006)

. Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia (George Lenczowski, 1992)

. /History oh the Arabs/ (Philip K. Hitti, 2006)

Sebab itu, jika kita semua sudah maklum bahwa berdirinya Kerajaan Saudi Arabia merupakan sebuah pemberontakan terhadap Kekhalifahan Islam Turki Utsmaniyah dan di/back-up/ oleh Lawrence, seorang agen Zionis dan bawahan dari Jenderal Allenby yang sangat Islamofobia, maka tidak heran jika Arab Saudi sampai sekarang tidak pernah menjadi sekutu bagi Islam, melainkan sekutu bagi Zionisme.

Sepertinya, ketika ada yang menentang Zionisme dan Amerika, maka ada baiknya kita tidak hanya memprotes Kedubes AS dan PBB, tetapi juga memprotes Kedubes Arab yang sesungguhnya banyak menguntungkan musuh-musuh Islam. (Rz)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke