Ana setuju dengan pendapat Mas Nurofik kita ini ibarat setangkai bunga yg 
tumbuh didunia Kalo kata orang Jepang Sekai ni Hitotsu Dake no Hana, Pernah 
jalan-jalan ke taman bunga? Subhanallah...betapa indahnya ciptaan Allah SWT, 
berbagai jenis, warna, ragam, bau wewangian ada disana. Ada yang merah, putih, 
kuning, ungu, beragam warnanya, ada pula yang besar namun banyak pula yang 
kecil, semuanya indah menghiasi dunia ini. Betapa Allah itu Maha Indah, dan 
menyukai keindahan dengan menciptakan taman bunga justru dari berbagai ragam 
hal-hal yang berbeda, semuanya berpadu menyemburatkan nuansa indah, menggoda 
mata untuk meliriknya.

Coba amati keindahan kuntum bunga yang sedang berkembang, mekar mewangi 
menghaturkan wajahnya ke langit, bulir-bulir embun di ujung daun yang jatuh ke 
tanah laksana lantunan tasbih dan tahmid, kelembutan sinar matahari diselingi 
tiupan semilir angin,indah... begitu indah, bagaikan senandung kesyukuran 
kepada Sang Pencipta. 

Hmm... bukankah kehidupan kita pun laksana ragam bunga di taman? Penuh dengan 
segala fitrah perbedaan, dan itulah yang membuat hidup ini menjadi penuh warna 
dan makna. Mestinya, perbedaan justru menjadi sebuah pelajaran, tentang 
bagaimana kita menghadapi, dan memetik hikmah dari semua perbedaan itu. 

Namun sayang, terkadang kita semua bukanlah laksana taman bunga yang dengan 
segala perbedaannya menimbulkan keindahan. Masing-masing kita seumpama sekuntum 
bunga yang ingin menyeruak sendirian, hanya supaya kuntumnya saja yang terlihat 
cantik, indah dan menawan. Andaikan semua kuntum bunga itu mekar bersama, tentu 
akan menimbulkan keindahan yang lebih menakjubkan. 

Betapa di zaman sekarang ini umat Islam sedang dalam kehinaan, dan kita masih 
dengan kesibukan mempermasalahkan perbedaan khilafiyah hingga sampai melepaskan 
kita semua dari tali persaudaraan. Kadang kita lupa dengan saudara kita sendiri 
yang juga berjuang untuk kemuliaan Islam di muka bumi ini, buruk sangka dan 
saling menjatuhkan, sehingga yang terjadi adalah perpecahan ummat.

Bukankah ide dan gagasan dakwah yang beragam itu adalah kekuatan ummat? Semua 
ini akan menjadi gerakan yang terorganisir, rapih, solid dan militan yang akan 
merubah kondisi kehinaan hingga tak ada lagi fitnah atas agama ini. Sebuah 
taman yang indah, dari berbagai aneka bunga, hingga bukan kita saja yang 
menikmati keindahannya, namun sebuah taman bunga yang mengundang semua orang 
dari segala penjuru dunia untuk bersama menikmati keindahan itu. 

Salah seorang mujahid Islam, Hasan al Banna pernah mengatakan bahwa perbedaan 
itu bukan sesuatu yang mustahil, namun yang diharapkan walaupun mempunyai 
kepentingan sendiri, jangan sampai menutupi kepentingan bersama untuk 
menegakkan qalam Ilahi di muka bumi. Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil 
ummah,  kamu adalah ruh baru, dan jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang 
menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al Qur'an.

Ana, antum, kita semua adalah ruh baru, karena itu semoga tidak ada lagi di 
antara kita yang merasa jamaahnyalah yang terbesar, paling benar, paling banyak 
pengikut atau paling banyak berbuat untuk Islam. Jaddidil ahda (perbarui 
janjimu), wujudkan seluruh kemampuan untuk kemuliaan Islam hingga jihad fi 
sabilillah menemui kita, karena setiap dirimu adalah laksana sekuntum bunga 
dari sekian banyak ragam bunga di dunia ini.

*Sekai ni hitotsu dake no hana 
- Hitori hitori chigau tane wo motsu Sono hana wo sakaseru koto dake ni 
- Isshokenmei ni nareba ii Chiisai hana ya ooki na hana hitotsu to shite 
- Onaji mono ha nai kara  Nanba wan ni naranakute mo ii 
- Motomoto tokubetsu na only one 

Ya akhi wa ukhti fillah, Antum adalah salah satu bunga yang menghiasi dunia  
Islam ini, mekar dan mekarlah dengan khas wewangian-mu, tumbuhlah dengan aqidah 
dan akhlak terbaik, hingga tiba saatnya kita bersama menghiasi dunia ini dengan 
keindahan ajaran Islam. 

Kemenangan yang dijanjikan itu akan tiba, percayalah! Siapkan diri, rapatkan 
barisan, luruskan shaf, rajut ukhuwah islamiyah diantara kita, siapapun engkau, 
apapun namanya dirimu, jangan pedulikan, karena yang terpenting kita semua 
adalah bunga-bunga Islam yang siap menyebarkan wanginya ke segala penjuru mata 
angin. Galang persatuan dan kesatuan, bersama tegakkan Dien yang lurus ini. 
Allahu Akbar !!!

Wallahu alam bi showab,


*In Japanese:
That's right, each of us is  
- The only flower of our kind in all the world. Each of us has a different 
seed.  
- Just do your best to make your own flower bloom. Small flowers and big 
flowers  
- They're not all the same You don't have to be number one  
- You're the only one who's just like you 
  ----- Original Message ----- 
  From: Nur Rofik 
  To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP 
  Sent: Wednesday, April 11, 2007 12:57 PM
  Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Hizbut Tahrir,Salafus Shalih RE: FW: Khilafah 'ala 
Minhaj Nu buwwah PastiKembaliSetelah Mulkan Jabariyyah


  Assalamu'allaikum wr-wb,

  Af-1 Ana cuma mau ngikut nimbrung sebentar sebelumnya ana Ta'aruf dulu, nama 
ana Nur Rofik biasa dipanggil Rofik alias Abu Thariq,.... jadi beginilah 
akhirnya orang yg masih sama2 belajar menuntut ilmu, masih sama2 dhoif akhirnya 
saling tuduh menuduh dan alangkah bijaksananya andaikata ucapan/lidah, ataupun 
tulisan sebelum disampaikan dipikirkan dahulu, sehingga sesama saudara Muslim 
sendiri merah telinganya saling mengklaim, dan akhirnya musuh2 kita yg nyata 
Nashoro dan Yahudi akan senang dan bertepuk tangan (Ingat milist kita yg pernah 
disusupi oleh Nasrani)..........Kita sbg hamba Alloh, diberi kebebasan untuk 
memilih, "Faalhamaha fujuraha wataqwaaha", "Dan sudah diilhamkan di hati 
manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan". Potensi baik dan 
potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita 
kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata 
kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih 
menjadi buruk, naudzubillah....... dan tiada keberuntungan yang sangat besar 
dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar 
kepada Alloh. Dengan meyakini bahwa memang Alloh-lah yang menguasai 
segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan 
Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Alloh. 
Total, sempurna, segala-galanya Alloh yang membuat, Allah yang mengurus, Alloh 
yang menguasai......
  Karena itu di sinilah perlunya para ulama duduk bersama untuk saling 
memberikan pandangan dan memperluas wawasan. Kalau ada perbedaan pandangan, 
janganlah selalu ditanggapi negatif. Justru berbahagialah, sebab perbedaan 
pendapat itu pada hakikatnya adalah ilham atau ilmu yang Allah SWT turunkan, 
meski melalui orang lain. Seorang alim yang mumpuni biasanya selalu minta 
dikritisi oleh ulama lain, agar bisa mendapatkan hasil ijtihad yang terbaik. 
Mengklaim diri sebagai pihak yang selalu benar dan pasti harus benar terus, 
sesungguhnya bertentangan dengan karakteristik keulamaan. Semakin banyak 
dikritisi pemikirannya, seharusnya semakin gembira, bukan malah tersinggung dan 
marah-marah sendiri......kita yang sama2 masih belajar aja udah sok yg paling 
pinter,akhir kata dari ana marilah kita belajar terus dan selalu bersikap arif 
dalam menyikapi suatu masalah, janganlah menklaim yang paling benar.....

  Wallalhu a'lam bishawab....

  Wassalam...wr-wb.

  Abu Thariq
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke