Rabu , 11/04/2007 18:09 WIB
Kemampuan Windows Vista Bahasa Indonesia Terbatas
Ardhi Suryadhi - detikInet
Jakarta, Rencana Microsoft untuk menghadirkan Windows Vista berbahasa Indonesia
ternyata tidak meliputi semua versi, hanya Vista Home Basic yang dijadikan
pilihan. Melihat keterbatasan pada versi tersebut, bisa pula dikatakan Vista
versi Bahasa Indonesia memiliki kemampuan terbatas
Kenapa terbatas? Pasalnya, versi Home Basic tidak memiliki tampilan Aero Glass.
Yaitu fitur yang memberikan efek visual nan cantik yang sebetulnya sangat ingin
dirasakan konsumen.
Ari Kunwidodo, vice president Microsoft Indonesia, mengatakan Microsoft tidak
membuat versi Bahasa Indonesia di lima versi Vista yang lain karena kebijakan
perusahaan saja. Sayangnya, Ari tidak merinci kebijakan yang dimaksud.
Microsoft sendiri, pada bulan Juni akan memperkenalkan Vista versi Indonesia
dalam dua jenis, Starter Edition dan LIP (Localisasition Interface Pack) untuk
Home Basic.
Dengan versi Home Basic LIP, para pengguna dijanjikan perubahan tampilan secara
menyeluruh oleh perusahaan asal Redmond ini. "Jadi ini berbeda dengan Home
Basic yang biasa," ujar Ari, kepada detikINET, Selasa (11/4/2007).
Meskipun harga yang dipatok untuk produk ini belum dipastikan. Namun, Ari
memperkirakan harganya akan sama dengan versi Home Basic yang biasa.
"Kemungkinan harganya sama dengan (Home Basic) yang biasa, tapi untuk pastinya
tunggu bulan Juni lah," jelasnya.
Sementara itu, versi Starter Edition disajikan sama seperti edisi sejenis pada
Windows XP. Jenis ini dilempar ke pasar pembatasan pada beberapa fungsi.
Harganya pun lebih murah, cuma sekitar US$ 50.
(ash/wsh)
Rabu , 11/04/2007 16:31 WIB
Windows Vista Bahasa Indonesia Segera Hadir
Ardhi Suryadhi - detikInet
Jakarta, Setelah beberapa kali mengalami pengunduran, Microsoft akhirnya
meluncurkan secara resmi Windows Vista, Microsoft Office dan Exchange Server
2007 untuk konsumen di Indonesia.
Bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Center, hari ini (11/4/2007)
Microsoft membuat acara peluncuran yang sangat meriah dengan mengundang puluhan
mitra kerja dan kliennya.
Ari Kunwidodo, vice president Microsot Indonesia, mengatakan produk terbarunya
ini telah tersedia di 70 negara dengan 18 bahasa berbeda, dan direncanakan akan
tersedia dalam 99 jenis bahasa di akhir tahun ini. "Khusus Vista, kita akan
sediakan versi bahasa Indonesia pada bulan Juni nanti," ujarnya, saat
konferensi pers.
Lebih lanjut Ari menjelaskan, hal itu dilakukan perusahaannya untuk lebih
meningkatkan pasar lokal karena telah diberikan kemudahan dalam hal komunikasi.
Dibandingkan produk sebelumnya, Vista diklaim mempunyai peningkatan kemampuan
di beberapa bagian. Selain faktor sekuriti, perubahan tampilan yang lebih
dinamis dan hidup pada Vista dianggap sebagai sesuatu yang unik.
Sedangkan untuk Office 2007, fungsi-fungsi tertutup yang sebelumnya jarang
digunakan oleh pengguna kini coba untuk lebih dibawa keluar oleh Microsoft
dalam bentuk ribbon. Tujuannya, menurut Ari, untuk mengubah kebiasaan pengguna
untuk mengoptimalkan fitur tersebut. " Masa sih fungsi yang di depan mata nggak
dilirik dan nggak dicoba," tukasnya.
Untuk harga, seperti pernah diberitakan sebelumnya Vista akan dibanderol
produsen raksasa software ini sama seperti harga produk mereka sebelumnya, XP.
Meskipun Microsoft baru meluncurkan Vista dan Office 2007 di Indonesia pada
hari ini. Namun, software bajakan dari kedua produk tersebut telah menghiasi
berbagai pertokoan di Jakarta sejak awal tahun. (ash/ash)
Rabu , 11/04/2007 13:19 WIB
Dibanding XP, Konsumen Anggap Vista Lamban
Lathiefa Nur Ilma - detikInet
Jakarta, Gebrakan baru Microsoft dengan peluncuran Windows Vista rupanya belum
berhasil membuat beberapa konsumennya jatuh cinta pada sistem operasi baru
tersebut.
Menurut klaim beberapa konsumen dalam Microsoft's Performance & Maintenance
forum, proses menyalakan, mematikan dan pembukaan aplikasi pada Vista dinilai
masih terlalu lamban dibanding Windows XP.
Dalam forum tersebut, dikutip detikINET dari TechWorld, Rabu (11/4/2007),
banyak konsumen yang mengeluhkan soal kecepatan Vista.
Salah seorang peserta forum yang berinisial William mengungkap, "Saya memiliki
XP dan Vista yang saya jalankan bersamaan. Saat saya masih menunggu proses
terbukanya aplikasi yang ada di Vista, saat itu juga, aplikasi yang sama sudah
terbuka lebih cepat di komputer XP saya. Padahal komputer XP itu lebih tua
daripada Vista. Saya sudah mengikuti semua petunjuk dan saya merasa kecewa."
Seorang pengguna lain, Kris mengungkap dirinya telah beralih dari XP ke Vista
(Home) Premium. Dirinya harus menunggu selama 6 menit sebelum dapat membuka
aplikasi pertama, seperti Outlook atau browser Internet Explorer.
Beberapa peserta lain memberikan beberapa saran seputar kelambanan Vista
tersebut. Diantaranya, saran untuk menambah RAM dan membuka panel kontrol
Performance Information and Tools untuk mengetahui penyebab kelambanan. Tak
berhenti sampai disitu, saran tersebut ditanggapi oleh peserta lain yang
menyatakan mereka justru telah menggunakan RAM sebesar 2 GB atau lebih. Selain
itu, panel kontrol Performance Information and Tools hanya memberikan jawaban
bahwa tak ada masalah dengan komputer yang digunakan untuk menjalankan Vista.
Menanggapi berbagai komplain ini, Microsoft menyangkal anggapan Vista lamban
dalam memproses menghidupkan, boot, reboot, dan mematikan. Microsoft yang
diwakili juru bicaranya mengungkap, kecepatan proses dalam Vista tergantung
dari konfigurasi komputer.
"Berdasar uji baik internal maupun eksternal yang kami lakukan, kebanyakan
pengguna mendapat respon yang sangat cepat ketika memakai fitur sleep maupun
ketika akan restart atau mematikan Vista. Faktanya, waktu proses memulai dan
mematikan pada Vista justru lebih cepat dibanding XP," ujar juru bicara
tersebut.
"Jika pengguna Vista memanfaatkan fitur Sleep, maka mereka bisa menghidupkan
lagi komputer hanya dalam waktu 2 hingga 3 detik," tambahnya.
Untuk diketahui, Microsoft telah memasang fitur sleep sebagai pengaturan
default pada Vista. fitur ini mengkondisikan pengguna untuk tidak mematikan
komputer mereka. Dibalik ini semua, beberapa pihak beranggapan, fitur baru
Vista ini digunakan untuk menyembunyikan waktu boot dan proses mematikan Vista
yang lama.
Kepala Windows, Jim Alchin sendiri mengklaim, keberadaan fitur baru sleep dalam
Vista digunakan untuk mempercepat kinerja Vista karena dengan fitur tersebut,
proses reboot tak lagi dijalankan.
(lni/lni)
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/30/time/125044/idnews/760947/idkanal/317
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************