Senin, 16 April 2007
 <http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=289634&kat_id=14> 
 <http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=289634&kat_id=14> Hakikat
Syukur 
 <http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=289634&kat_id=14> 
Oleh : Rifqi Fauzi 



''Ada dua kenikmatan yang membuat kebanyakan manusia terpedaya (terhalang
dari mendapat kebaikan dan pahala), yaitu kesehatan dan waktu luang.'' (HR
Bukhari). 

Syukur yang mempunyai arti mengakui nikmat Allah SWT tidak saja dikerjakan
hanya dengan cara mengucapkan Hamdalah ketika mendapatkan nikmat dari-Nya.
Hadis di atas menunjukan hakikat syukur yang sebenarnya. Kebanyakan manusia
tidak menggunakan kesehatan dan waktu luang untuk beribadah dan mengerjakan
hal-hal yang positif. Hal ini mengandung pengertian syukur yang sebenarnya
adalah pengejewantahan nikmat Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya.

Bukti mensyukuri nikmat harta adalah membelanjakannya di jalan Allah SWT.
Bukti mensyukuri nikmat kekuasaan adalah menjadi pemimpin yang adil dan
berusaha sekuat tenaga mensejahterakan rakyatnya. Bukti mensyukuri nikmat
ilmu adalah mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain. 

Begitupun bukti mensyukuri nikmat-nikmat yang lain adalah mempergunakannya
hanya untuk beribadah kepada Allah. Karena, seluruh kebaikan di dunia ini
merupakan ibadah kepada Sang Khalik. Dalam Alquran Allah SWT telah banyak
memberikan pelajaran tentang orang-orang yang diadzab karena tidak
mensyukuri nikmat nikmat-Nya. 

Di antaranya, Fira`un ditenggelamkan bersama bala tentaranya karena kufur
terhadap nikmat kekuasaan, Qarun ditenggelamkan ke dalam perut bumi bersama
harta bendanya karena kufur terhadap nikmat harta, Allah juga mengadzab
Hamman karena kufur nikmat kepintaran yang Allah berikan terhadapnya. 

Semua ini merupakan bukti dari firman-Nya, ''Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'' (QS
Ibrahim [14]:7).

Langkah awal menjadi hamba yang bersyukur adalah berdoa kepada Allah SWT.
Secara langsung, Allah SWT mengajarkan doa tersebut di dalam Alquran, ''Ya
Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau berikan
kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang
Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada
anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku
termasuk orang-orang yang berserah diri.'' (QS Al Ahqaf [46]: 15). Wallahu
a`lam bi ash-Shawab. 

 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke