Republika, Kamis, 19 April 2007  8:35:00
Pembangunan Patung ''Nabi Nuh'' di Tapteng Lukai Perasaan Umat Islam



Medan--RoL-- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara
H.Abdullah Syah mengatakan pembangunan patung "Nabi Nuh" yang akan
dilaksanakan di Bukit Anugerah di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli
Tengah (Tapteng) Sumut dapat melukai perasaan ummat Islam yang ada di negeri
ini.

Rencana pembangunan patung Nabi Nuh agar dihentikan saja, tidak perlu
diteruskan karena dapat menimbulkan masalah bagi ummat Islam yang tidak mau
menerima kehadiran patung tersebut, katanya kepada ANTARA di Medan, Kamis,
ketika dimintai tanggapannya mengenai rencana pembangunan patung Nabi Nuh
tersebut.

Patung Nabi Nuh berukuran besar akan dibangun di Tapteng di wilayah Pantai
Barat Sumatera yang mencapai ketinggian 80 meter, menelan biaya mencapai
ratusan miliar rupiah. Peletakan batu pertama pembangunan patung Nabi Nuh
akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2007.

Abdullah Syah yang juga Guru Besar pada IAIN Sumut menambahkan, membuat
sebuah gambar dan patung para Nabi, apakah itu dalam bentuk lukisan Nabi
Muhammad SAW atau Nabi Nuh adalah hukumnya haram dan tidak diperbolehkan.

Membuat sebuah patung, maupun gambar-gambar para Nabi, adalah dapat
digolongkan suatu penghinaan terhadap Nabi dan ummat Islam. Nabi-nabi
tersebut tidak boleh dibeda-bedakan antara Nabi yang satu dengan Nabi yang
lainnya, tindakan yang seperti ini tidak dapat diterima, ujarnya.

Sehubungan dengan itu, katanya, pemerintah di daerah setempat dapat
memikirkan secara arif dan bijaksana mengenai rencana pembangunan patung
Nabi Nuh. Dalam pendirian patung tersebut jangan sampai menimbulkan gejolak
atau "masalah besar" di daerah Sumut yang selama ini dikenal sangat kondusif
dan tidak ada terjadi keributan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, lebih baik rencana pembangunan patung Nabi Nuh
digantikan dengan mendirikan bahtera atau kapal Nabi Nuh yang didalamnya ada
kelihatan penduduk dan beberapa ekor satwa yang sedang menompang kapal
tersebut. Ini akan mencerminkan nilai sejarah yang cukup tinggi, bahwa kapal
Nabi Nuh ikut menyelamatkan manusia dan hewan pada saat terjadinya musibah
banjir pada masa lalu.

Pembangunan patung kapal Nabi Nuh dinilai sangat cocok bila dibandingkan
mendirikan patung Nabi Nuh itu sendiri, karena sehebat apapun pelukisnya
tidak mungkin dapat melukiskan wajah aslinya. Perbuatan yang mencoba-coba
kesabaran ummat Islam seperti inilah yang tidak bisa diterima karena itu
ummat beragama lainnya perlu menghormatinya, ujarnya. Antara

yto 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke