Keagungan Hamdalah     Oleh: Syarifuddin Mustafa, MAm 
---------------------------------
   
  Hamdalah merupakan penggalan kata yang selalu kita ucapkan setiap kali kita 
selesai melakukan sesuatu yang secara lengkap kita membacanya dengan ucapan 
“Al-hamdulillah” (segala puji hanya milik Allah) atau “Al-hamdulillah rabbil 
‘alamin” (segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam). Kata alhamd itu 
sendiri terdiri dari kata “al” dan “hamd”, yang seringkali diterjemahkan dengan 
pujian. Yaitu pujian yang ditujukan kepada Allah. Sebuah ungkapan pujian yang 
hanya diserahkan dan disampaikan kepada Allah SWT.
 “Alhamd” (puji) baik secara aktual maupun verbal adalah bentuk dari 
manifestasi keparipurnaan dan suksesnya suatu tujuan, dari segala yang ada. 
Sebab Hamdalah itu merupakan bentuk dari pujian pembuka, sekaligus merupakan 
pujian indah bagi yang berhak mendapatkannya.
 Seluruh makhluk di muka bumi ini secara keseluruhan juga memuji Allah SWT 
bertasbih dan bertahmid. Seluruh keparipumaan muncul dari potensi-potensi 
menjadi aktual, dan semuanya senantiasa menyucikan dan memuji-Nya. Sebagaimana 
dalam firman Allah swt:
 “Tak satu pun dari segala yang ada kecuali selalu bertasbih dan memuji-Nya”.
 Jagad raya senantiasa memiliki kesadaran darimana awal mulanya, bagaimana 
penjagaan atas kelestariannya dan pengaturannya, sebagai cermin konotatif dari 
arti hakiki Rububiyah bagi semesta alam. Yakni bagi segala sesuatu yang 
terkandung dalam Ilmu Allah. Seperti sebuah tanda bagi yang ditandai. Juga 
mengandung makna globalitas keselamatan yang penuh karena mengandung arti Ilmu 
dan sekaligus mengandung makna mengalahkan. Yang terkandung itu juga berarti 
kebajikan-kebajikan yang umum maupun khusus. Yaitu nikmat lahiriyah maupun 
nikmat batiniyah. Nikmat lahiriyah seperti kesehatan dan rizki, sedangkan 
nikmat batiniyah seperti pengetahuan dan ma’rifat.
 Maka pujian dengan segala substansinya itu mutlak hanya bagi Allah Ta’ ala, 
secara azali maupun abadi menurut proporsi hak hamba melalui Dzat-Nya.
 Kata al-hamdulillah memiliki dua sisi makna. Pertama, berupa pujian kepada 
Tuhan dalam bentuk ucapan. Kedua, pujian dalam bentuk perbuatan yang biasa kita 
sebut dengan syukur. Kedua sisi ini tergabung dalam ucapan al-hamdulillah.
 Pujian kepada Allah dalam bentuk ucapan merupakan anjuran agama setiap kali 
merasakan anugerah. Itu sebabnya Rasulullah saw. Selalu mengucapkan 
al-hamdulillah pada setiap kondisi dan situasi. Ketika berpakaian, sesudah 
makan, ketika akan tidur dan setiap bangun tidur, dan seterusnya dari perbuatan 
Rasulullah saw yang mengajarkan kita untuk selalu mengucapkan al-hamdulillah 
dalam setiap kondisi dan situasi.
 Apabila seseorang sering mengucapkan al-hamdulillah, maka dari saat ke saat ia 
akan selalu merasa dalam curahan rahmat dan kasih sayang Allah. Dia akan merasa 
bahwa Allah tidak membiarkannya sendiri. Jika kesadaran ini telah berbekas 
dalam jiwanya, maka seandainya mendapatkan cobaan atau merasakan kepahitan dan 
ujian bahkan musibah sekalipun, maka dia pun akan mengucapkan al-hamdulillah 
atau segala puji bagi Allah, tiada yang dipuja dan dipuji walau cobaan menimpa, 
kecuali Dia semata. Begitu pun sekiranya ketetapan Allah yang mungkin oleh 
kacamata manusia dinilai kurang baik maka harus disadari bahwa penilaian 
tersebut adalah akibat keterbatasan manusia dalam menetapkan tolok ukur 
penilaiannya. Pasti ada sesuatu yang luput dari jangkauan pandangan manusia 
sehingga penilaiannya menjadi demikian. Walhasil “segala puji bagi Allah”. Kata 
segala ini diterjemahkan dari kata al pada al-hamdu yang oleh ahli bahasa 
dinamai al-lil istighraq (artikel yang memberi arti mencakup
 keseluruhan).
 Kalimat semacam ini terlontar, karena ketika itu dia sadar bahwa seandainya 
apa yang dirasakan itu benar-benar merupakan malapetaka, namun limpahan 
karunia-Nya sudah demikian banyak, sehingga cobaan malapetaka itu tidak lagi 
berarti dibandingkan dengan besar dan banyaknya karunia selama ini.
 Kalau kita ingin menelusuri ayat-ayat Allah, maka akan kita temukan ungkapan 
kata al-hamdulillah di dalam banyak ayat-ayat-Nya, sementara secara khusus, ada 
beberapa surat yang kata al-hamdu diletakkan di muka ayat; lima surat dalam 
Al-Quran yang dimulai dengan kata al-hamdu, seperti Al-Fatihah (jika kita 
sependapat dengan pendapat ulama yang bahwa basmalah bukan bagian dari surat 
al-fatihah) maka akan ditemukan makna Hamdalah yang begitu dalam menggambarkan 
akan anugerah Allah yang begitu luas yang dapat dinikmati oleh makhluk, 
khususnya manusia. Ungkapan ayatnya adalah Alhamdulillah lillah rabbil ‘alamin; 
pernyataan pujian yang hanya diserahkan kepada Allah yang Maha Esa dan Kuasa, 
karena telah begitu banyak memberikan anugerah kepada seluruh alam. Adapun pada 
ayat-ayat lain dapat ditemukan kata-kata alhamdu yang menjadi permulaan ayat 
pada empat surat lain; masing-masing menggambarkan kelompok nikmat Allah dan 
merupakan perincian dari kalimat al-hamdulillah pada surat
 al-fatihah.
 Keempat surat yang dimaksud adalah :
 1. Surat Al-An’am yang dimulai dengan pujian kepada Allah atas nikmat yang 
telah dianugerahkan oleh-Nya akan potensi yang terpendam di langit dan di bumi. 
Allah berfirman: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi 
dan mengadakan gelap dan terang…”
 2. Surat Al-Kahfi yang dimulai dengan pujian kepada Allah atas nikmat yang 
telah dianugerahkan berupa petunjuk bagi manusia, sebagai nikmat terbesar yaitu 
kehadiran Al-Quran yang tidak memiliki kebengkokan dan kesalahan; Allah 
berfirman: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Quran kepada 
hamba-Nya dan tidak membuat kebengkokan (kekurangan) di dalamnya”.
 3. Surat Saba yang dimulai dengan kata Al-hamdu; pujian kepada Allah atas 
nikmat yang telah dianugerahkan yaitu berupa alam dunia dan alam akhirat 
sehingga manusia dapat menjadikannya sebagai keseimbangan; memperbanyak bekal 
di alam dunia dan memetiknya nanti di alam akhirat; Allah berfirman: “Segala 
puij bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi 
dan bagi-Nya pula pujian di akhirat. Dialah yang Maha bijaksana lagi Maha 
Mengetahui”.
 4. Surat Fathir yang dimulai dengan kata Al-hamdu; pujian kepada Allah atas 
segala nikmatnya yang telah dianugerahkan berupa keabadian sejati nanti di alam 
akhirat; Allah berfirman: “Segala puji bagi Allah, pencipta langit dan bumi 
yang menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-utusan yang mengurus berbagai 
macam urusan (di dunia dan di akhirat) yang mempunyai sayap -sayap 
masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat..”
 Perbedaan kata hamd (pujian) dengan kata syukur, walaupun keduanya saling 
memperkaya makna namun pada hakikatnya mempunyai makna yang berbeda. Hamd 
disampaikan secara lisan kepada yang bersangkutan walaupun ia tidak memberi 
apapun baik kepada si pemuja maupun kepada yang lain dan biasanya yang dipuji 
memiliki syarat yang patut dipuji; indah (baik) diperbuat secara sadar dan 
tidak karena paksaan. Dengan demikian, maka segala perbuatan Allah terpuji dan 
segala yang terpuji merupakan perbuatan Allah juga, sehingga segala puji 
tertuju kepada Allah. Bahkan jika kita memuji seseorang karena kebaikan atau 
kecantikannya, maka pujian tersebut pada akhirnya harus dikembalikan kepada 
Allah SWT, sebab kecantikan dan itu bersumber dari Allah. Sedang syukur pada 
dasarnya digunakan untuk mengakui dengan tulus dan penuh penghormatan akan 
nikmat yang dianugerahkan oleh yang disyukuri itu, baik dengan kata-kata maupun 
dengan perbuatan.
 Pada akhirnya kata alhamdu (pujian) merupakan ungkapan rasa syukur kepada 
Allah atas segala nikmat yang telah dianugerahkan dan selayaknya kata ini 
diucapkan ketika seseorang ingin melakukan sesuatu, karena sejatinya tidak ada 
perbuatan yang dilakukan, ucapan yang disuarakan, nafas yang dihembuskan, 
gerakan dan segala apapun yang diperbuat oleh bagian anggota tubuh manusia 
karena rahmat dan anugerah dari Allah. Dan kita pun dianjurkan untuk selalu 
mengucapkan syukur dan tahmid saat melihat orang lain mendapatkan rezki dan 
anugerah dari SWT. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw dalam 
do’anya :
 “Ya Allah, tidak ada di pagi ini dari kenikmatan yang engkau anugerahkan 
kepada kami dan kepada siapa pun dari hamba-hambamu hanya dari Engkau belaka, 
tiada sekutu bagi-Mu dan segala puji dan syukur hanya milik-Mu” [] 

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke