Keutamaan Mengkhatamkan Al-Qur’an Oleh: Tim dakwatuna.com
---------------------------------
Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada
Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu
al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca
Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi
dari awal.” (HR. Tirmidzi)
Generasi sahabat dapat menjadi generasi terbaik (baca; khairul qurun) adalah
karena mereka memiliki ihtimam yang sangat besar terhadap Al-Qur’an. Sayid
Qutub dalam bukunya Ma’alim Fii Ath-Thariq menyebutkan tiga faktor yang menjadi
rahasia mereka mencapai generasi terbaik seperti itu. Pertama karena mereka
menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber pegangan hidup, sekaligus
membuang jauh-jauh berbagai sumber-sumber kehidupan lainnya. Kedua, ketika
membacanya mereka tidak memiliki tujuan-tujuan untuk tsaqafah, pengetahuan,
menikmati keindahan ataupun tujuan-tujuan lainnya. Namun tujuan mereka hanya
semata-mata untuk mengimplementasikan apa yang diinginkan Allah dalam kehidupan
mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan
masa lalu ketika jahiliyah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak
perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat
pemikiran ataupun kebudayaan.
Tilawatul qur’an; itulah kunci utama kesuksesan mereka. Imam Syahid Hasan
Al-Banna mengatakan, “Usahakan agar Anda memiliki wirid harian yang diambil
dari kitabullah minimal satu juz per hari dan berusahalah agar jangan
mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sebulan dan jangan kurang dari tiga hari.”
Keutamaan Membaca al-Qur’an
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi memaparkan hadits-hadits yang
berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Di antaranya:
1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.
Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah
Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di
hari kiamat.” (HR. Muslim)
2. Mendapatkan predikat insan terbaik.
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah
yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)
3. Mendapatkan pahala akan bersama malaikat di akhirat, bagi yang mahir
mambacanya.
Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca
Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat
yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
4. Mendapatkan pahala dua kali lipat, bagi yang belum lancar.
“Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat
dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim)
5. Akan diangkat derajatnya oleh Allah
Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw. bersabda,: “Sesungguhnya Allahswt.
akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan
dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)
6. Mendapatkan sakinah, rahmat, dikelilingi malaikat, dan dipuji Allah di
hadapan makhluk-Nya.
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul
di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan
mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketengangan, akan dilingkupi
pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah
pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.”
(HR. Muslim)
Keutamaan mengkhatamkan al-Qur’an
a. Merupakan amalan yang paling dicintai Allah
Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada
Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu
al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca
Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi
dari awal.” (HR. Tirmidzi)
b. Orang yang mengikuti khataman Al-Qur’an, seperti mengikuti pembagian
ghanimah
Dari Abu Qilabah, Rasulullah saw. mengatakan, “Barangsiapa yang menyaksikan
(mengikuti) bacaan Al-Qur’an ketika dibuka (dimulai), maka seakan-akan ia
mengikuti kemenangan (futuh) fi sabilillah. Dan barangsiapa yang mengikuti
pengkhataman Al-Qur’an maka seakan-akan ia mengikuti pembagian ghanimah.” (HR.
Addarimi)
c. Mendapatkan doa/shalawat dari malaikat
Dari Mus’ab bin Sa’d, dari Sa’d bin Abi Waqas, beliau mengatakan, “Apabila
Al-Qur’an dikhatamkan bertepatan pada permulaan malam, maka malaikat akan
bersalawat (berdoa) untuknya hingga subuh. Dan apabila khatam bertepatan pada
akhir malam, maka malaikat akan bershalawat/ berdoa untuknya hingga sore hati.”
(HR. Addarimi.)
d. Mengikuti sunnah Rasulullah saw.
Mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan sunnah Rasulullah saw. Hal ini tergambar
dari hadits berikut: Dari Abdullah bin Amru bin Ash, beliau berkata, “Wahai
Rasulullah saw., berapa lama aku sebaiknya membaca Al-Qur’an?” Beliau menjawab,
“Khatamkanlah dalam satu bulan.” Aku berkata lagi, “Sungguh aku mampu lebih
dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam dua puluh
hari.” Aku berkata lagi, “Aku masih mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah.”
Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam lima belas hari.” “Aku masih lebih mampu
lebih dari itu, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam sepuluh
hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu lagi, wahai Rasulullah.” Beliau
menjawab, “Khatamkanlah dalam lima hari.” Aku menjawab, “Aku masih lebih mampu
lagi, wahai Rasulullah.” Namun beliau tidak memberikan izin bagiku. (HR.
Tirmidzi)
Waktu mengkhatamkan Al-Qur’an
a. Keutamaan waktu yang dibutuhkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an
Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah saw., beliau berkata,
“Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih
banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga
akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah
Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari
itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR.
Bukhari)
Hadits ini menunjukkan batasan waktu paling minimal dalam membaca Al-Qur’an.
Karena dalam hadits lain terkadang beliau membatasi hanya boleh dalam 5 hari,
dan dalam hadits yang lain dalam tujuh hari. Maka dari sini dapat disimpulkan,
batasan paling cepat dalam mengkhatamkan Al-qur’an adalah tiga hari.
b. Larangan untuk mengkhatamkan kurang dari tiga hari
Hadits di atas juga mengisyaratkan larangan Rasulullah saw. untuk
mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari. Hikmah di balik larangan
tersebut, Rasulullah saw. katakan dalam hadits lain sebagai berikut:
Dari Abdullah bin Amru, beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Tidak akan dapat memahami/menghayati Al-Qur’an, orang yang membacanya kurang
dari tiga hari.” (HR. Abu Daud)
c. Rasulullah saw. tidak pernah mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu malam
Dari Aisyah ra, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah tahu Rasulullah saw.
mengkhatamkan Al-Qur’an secara keseluruhan pada malam hingga fajar.” (HR. Ibnu
Majah)
Sunnah dalam teknis mengkhatamkan Al-Qur’an
Adalah Anas bin Malik, beliau memiliki kebiasaan apabila telah mendekati
kekhataman dalam membaca Al-Qur’an, beliau menyisakan beberapa ayat untuk
mengajak keluarganya guna mengkhatamkan bersama.
Dari Tsabit al-Bunnani, beliau mengatakan bahwa Anas bin Malik jika sudah
mendekati dalam mengkhatamkan Al-Qur’an pada malam hari, beliau menyisakan
sedikit dari Al-Qur’an, hingga ketika subuh hari beliau mengumpulkan
keluarganya dan mengkhatamkannya bersama mereka. (HR. Darimi)
Hikmah yang dapat dipetik dari hadits Anas di atas, adalah bahwa ketika khatam
Al-Qur’an merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah. Dengan
mengumpulkan seluruh anggota keluarga, akan dapat memberikan berkah kepada
seluruh anggota keluarga. Karena, semuanya berdoa secara bersamaan kepada Allah
mengharapkan rahmat dan berkah dari-Nya.
Kiat-Kiat Agar Senantiasa Dapat Mengkhatamkan Al-Qur’an
Ada beberapa kiat yang barangkali dapat membantu dalam mengkhatamkan
Al-Qur’an, di antaranya adalah:
1. Memiliki ‘azam’ yang kuat untuk dapat mengkhatamkannya dalam satu bulan.
Atau dengan kata lain memiliki azam untuk membacanya satu juz dalam satu hari.
2. Melatih diri dengan bertahap untuk dapat tilawah satu juz dalam satu
hari. Misalnya untuk sekali membaca (tanpa berhenti) ditargetkan setengah juz,
baik pada waktu pagi ataupun petang hari. Jika sudah dapat memenuhi target,
diupayakan ditingkatkan lagi menjadi satu juz untuk sekali membaca.
3. Mengkhususkan waktu tertentu untuk membaca Al-Qur’an yang tidak dapat
diganggu gugat, kecuali jika terdapat sebuah urusan yang teramat sangat
penting. Hal ini dapat membantu kita untuk senantiasa komitmen membacanya
setiap hari. Waktu yang terbaik menurut penulis adalah ba’da subuh.
4. Menikmati bacaan yang sedang dilantunkan oleh lisan kita. Lebih baik lagi
jika kita memiliki lagu tersendiri yang stabil, yang meringankan lisan kita
untuk melantunkannya. Kondisi seperti ini membantu menghilangkan kejenuhan
ketika membacanya.
5. Usahakan untuk senantiasa membersihkan diri (baca: berwudhu’) terlebih
dahulu sebelum kita membaca Al-Qur’an. Karena kondisi berwudhu’, sedikit banyak
akan membantu menenangkan hati yang tentunya membantu dalam keistiqamahan
membaca Al-Qur’an.
6. Membaca-baca kembali mengenai interaksi generasi awal umat Islam, dalam
berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dari segi tilawah, pemahaman ataupun
pengaplikasiannya.
7. Memberikan iqab atau hukuman secara pribadi, jika tidak dapat memenuhi
target membaca Al-Qur’an. Misalnya dengan kewajiban infaq, menghafal surat
tertentu, dan lain sebagainya, yang disesuaikan dengan kondisi pribadi kita.
8. Diberikan motivasi dalam lingkungan keluarga jika ada salah seorang anggota
keluarganya yang mengkhatamkan al-Qur’an, dengan bertasyakuran atau dengan
memberikan ucapan selamat dan hadiah.
Mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan sifat Rasulullah, para sahabat, salafuna
shaleh, dan orang-orang mukmin yang memiliki ketakwaan kepada Allah.
Seyogyanya, kita juga dapat memposisikan Al-Qur’an sebagaimana mereka memiliki
semangat, meskipun kita jauh dari mereka.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar
akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah
benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (An-Ankabut: 69).
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************