Tokoh Islam

Sabtu, 17 Maret 2007 - 14:15 WIB
Abu Hurairah R.A.
Alumnus Shuffah Penghafal Lebih Dari 1600 Hadits Nabi


Dilahirkan di negeri Yaman, yatim semasa kecilnya, tidak berkerabat kecuali
ibunya, Abdu Syams (hamba matahari) nama semasa Jahiliyah, Abdurrahman bin
Shakhr Ad-Dusi nama setelah taslim (masuk Islam)  di hadapan Thufail bin
Amru Ad-Dusi, Shuffah nama almamaternya.

Itulah  Abu Hurairah RA, sosok yang akan kita perbincangkan pada "Tokoh
Islam" kali ini.
Abu Hurairah, demikian nama itu biasa dikenal, sejatinya Rasulullah
menamainya Abdurrahman, tetapi beliau seringkali memanggilnya dengan, "Abu
Hirr" sebagai panggilan intim. Mengapa lalu  dipanggilnya dengan Abu
Hurairah (Bapak kucing kecil) ? Hal itu mengingat pada masa kanak-kanak, ia
mempunyai seekor kucing kecil sebagai teman main, sehingga teman-temannya
memanggilnya dengan Abu Hurairah.

Pada tahun-tahun pertama setelah memeluk Islam ia masih tetap tinggal di
Yaman, di tengah-tengah kaumnya,  namun akhirnya  berpindah ke Madinah.
Sesampainya di Madinah, Abu Hurairah mencurahkan waktunya untuk menemani dan
melayani Nabi saw. Dia mengajak ibunya untuk masuk Islam sembari memintakan
doanya kepada Rasul dan akhirnya doanya terkabul ibu Abu Hurairah masuk
Islam. Selama itu Abu Hurairah tetap berbakti kepadanya.

Abu Hurairah menetap di Suffah (suatu tempat di Mesjid Nabi yang dikhususkan
untuk para sahabat yang tidak berpunya) dan selalu menyertai Rasul di mana
saja beliau berada. Hal itu membuatnya hafal hadis dalam jumlah yang sangat
banyak. Apalagi setelah Rasul mendoakan agar dia tidak melupakan ilmu yang
pernah dia peroleh.

Penghafal lebih dari 1600 hadis Nabi. Ini pernah mengatakan, "Saya menghafal
pada saat kaum Muhajirin sibuk berdagang dan kaum Anshar sibuk bercocok
tanam."

Dia itu pecinta berat ilmu pengetahuan, sampai  pernah pada suatu saat dia
pergi ke pasar di Madinah dan mengatakan kepada yang hadir, "Kalian semua
duduk saja di sini, sedang warisan Rasul sedang dibagi-bagi di Mesjid."
Mendengar itu semua orang pergi ke Mesjid. Setelah sampai, ternyata tidak
menjumpai kecuali orang-orang yang sedang salat, membaca kitab suci Alquran
dan mengkaji ilmu pengetahuan. Mereka semua heran terhadap Abu Hurairah. Dia
lalu mengatakan, "Itulah warisan Nabi Muhammad saw."

Ketika pada suatu masa dimana taraf kehidupan di kota Madinah meningkat
akibat banyaknya harta rampasan, keadaan Abu Hurairah ikut berubah. Dia
mempunyai rumah, istri dan anak. Tetapi itu semua tidak merubah sifat rendah
hati, kesenangannya terhadap ilmu, rajin beribadah, sungguh dan taat.

Ketika pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sofyan r.a. Abu Hurairah
dijadikan gubernur Madinah. Tetapi itu pun tidak merubah ketakwaan dan
kehati-hatiannya dalam menghindaarkan diri dari dosa. Dia selalu puasa di
siang hari dan melakukan salat pada malamnya. 

Kata-kata Abu Hurairah yang sering disenandungkan adalah, "Saya tumbuh dan
berkembang dalam keadaan yatim, hijrah dalam keadaan miskin, pernah bekerja
pada Bisrah binti Ghazwan dengan bayaran sekadar pengisi perutku. Saya
melayani orang apabila turun dari kendaraan dan membantu mengangkat badannya
sewaktu naik. Lalu Allah berkenan mengawinkannya (Bisrah bint Ghazwan)
denganku. Segala puji bagi Allah yang membuat agama tegak dan membuat Abu
Hurairah menjadi pemimpin".

 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke