Mempelajari Aspek-Aspek Islam Secara Integral dan Tidak Parsial
Al-Ikhwan.net | 17 April 2007 | 29 Rabiul Awal 1428 H
Abi AbduLLAAH
الإلمام بالشؤون الإسلامية العامة
MUQADDIMMAH
Kata ( الإلمام ) bermakna : sedikit/kecil, asal katanya dari لمم
artinya ( اي )
ما يعمله الإنسان المرة بعد المرة ولا يقيم عليه.
Kata ini juga bermakna: ( إستعاب\إحاطة ) menguasai/mengetahui/
memperhatikan. Sehingga makna judul di atas adalah: “Menguasai walau
tidak secara mendalam berbagai cabang-cabang Islam yang bersifat
global.” ALLAHu a’lam..
ALLAH SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ
تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan
itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah, 2/208)
SABAB NUZUL
Sabab nuzul ayat ini menurut Imam Al-Baghawi [1] berkaitan dengan masuk
Islamnya seorang Ahli Kitab Yahudi Bani Nadhir bernama AbduLLAH bin
Salam dan teman-temannya, namun setelah memeluk Islam ia tetap
menganggap mulianya hari Sabtu & tidak mau memakan daging unta, kemudian
mereka pun menyatakan: “Wahai RasuluLLAH, bukankah Taurat itu adalah
KitabuLLAH? Maka izinkan kami tetap membacanya dalam shalat-shalat malam
kami?” Maka turunlah ayat ini. Hadits ini disebutkan pula oleh pengarang
kitab Jallalain dalam tafsirnya [2] dan pengarang kitab Al-Wajiz [3].
Sementara pengarang kitab Zaadul Masiir menyatakan [4] bahwa ada 3
pendapat berkaitan dengan nuzul-nya ayat ini: Pertama, ia berkaitan
dengan peristiwa Ibnu Salam (sanadnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas
ra), kedua ia berkaitan dengan Ahli Kitab yang tidak mau beriman pada
nabi Muhammad SAW (sanadnya diriwayatkan juga - tapi menggunakan kata
ruwiya ‘an - dari Ibnu Abbas ra, disebutkan juga oleh Adh Dhahhak),
ketiga ia diturunkan untuk kaum muslimin agar mengimani & melaksanakan
semua syariat Islam (sanadnya diriwayatkan oleh Mujahid & Qatadah ra).
TAFSIR AYAT
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya [5] menafsirkan maknanya sebagai:
“Masuklah ke dalam ketaatan seluruhnya.” Ia menyitir pendapat Ibnu
Abbas, Mujahid, Abul ‘Aliyah, Ikrimah, Rabi’ bin Anas, As-Suddiy,
Muqatil bin Hayyan, Qatadah, Adh-Dhahhak, berkata mereka bahwa makna
( كافة ) dalam ayat tersebut: “Beramallah dengan semua amal & seluruh
bentuk kebajikan.”
Imam At-Thabari dalam tafsirnya [6] memilih pendapat yang
menafsirkannya: “Masuklah ke dalam Islam keseluruhannya.” Iapun menyitir
atsar lainnya dari Mujahid, Qatadah, Ibnu Abbas, As-Suddiy, Ibnu Zaid
dan Adh-Dhahhak yang berpendapat demikian. Ini pula pendapat Imam
Al-Qurthubi dalam tafsirnya [7], demikian pula Imam Al-Baghawi [8], dan
pengarang kitab Fathul Qadir [9].
KARAKTERISTIK ISLAM DAN MUSLIM
Islam adalah agama yang memiliki karakteristik yang khusus dan sempurna,
karena ia diturunkan dari yang Maha Sempurna. Dan Allah SWT menurunkan
Islam semata-mata untuk mengangkat, meninggikan, memuliakan dan
menyempurnakan hamba2-Nya, karena ia tidak memiliki kepentingan (vested
interest) sedikit pun atas manusia. Oleh karena itu maka seorang yang
berinteraksi dengan Islam secara benar maka secara logika ia pastilah
akan terbentuk, tercelup dan tersempurnakan (QS 2/138) oleh sistem yang
paling sempurna (QS 5/3) yang diturunkan oleh yang Maha Sempurna melalui
hambanya yang paling sempurna (QS 68/3-4).
Maka jika kita melihat kondisi kaum muslimin tidak sebagaimana
karakteristik yang dipaparkan dibawah ini, maka penyebabnya adalah 1
diantara 2 hal: Apakah ia adalah seorang yang hanya memiliki pemahaman
Islam yang minim dan seadanya sehingga ia tidak mampu menikmati dan
menyerap seluruh nilai-nilai Islam itu dengan baik; atau ia adalah
seorang yang berprasangka buruk terhadap Islam, menganggapnya sebagai
cerita kuno dan identik dengan keterbelakangan sehingga ia tidak mau
menyisakan waktunya untuk mempelajari Islam dengan teliti dan
sunguh-sungguh.
Untuk kelompok pertama solusinya adalah dengan mempelajari Islam secara
teliti dan sungguh-sungguh, bukankah anda telah memilih untuk memeluk
agama ini? Maka mengapakah anda menyiksa diri anda dengan keraguan tanpa
berusaha untuk memuaskan keraguan fikiran dan jiwa anda terhadap agama
yang telah anda pilih ini?!
Dan untuk kelompok kedua, maka dapat dikatakan bahwa anda tidak bersikap
obyektif dan adil terhadap Islam. Bagaimana anda telah mempelajari ilmu
pengetahuan yang anda pelajari saat ini dengan sungguh-sungguh,
bertahun-tahun lamanya, dengan membaca berbagai buku dan media,
melakukan berbagai percobaan, survai dan eksperiman, mengalami
keberhasilan dan kegagalan silih berganti, sampai akhirnya anda berhasil
saat ini; sementara sebaliknya terhadap Islam, hanya dengan membaca dan
mendengar seadanya tanpa usaha yang keras anda sudah menyimpulkan bahwa
Islam identik dengan kebodohan dan keterbelakangan, apakah ini sebuah
sikap yang ilmiah dan obyektif?!
Adapun karakteristik seorang muslim sebagai dampak dari Islam yang
dipelajari, difahami dan diamalkannya dengan benar dan konsisten
tersebut antara lain adalah:
1. Islam adalah agama yang membersihkan penganutnya dari syirik dan
Islam paling sesuai dengan fitrah kemanusiaan; maka seorang muslim yang
benar seharusnya menjadi seorang yang ikhlas dan lurus fitrahnya (QS
39/2;11;14, 7/172, 30/30).
2. Islam adalah agama yang sangat sarat dengan nilai-nilai dan aturan;
maka seorang muslim seharusnya menjadi seorang yang bermutu dan teratur
(QS 43/4, 36/1-2).
3. Islam adalah agama moralitas dan hukum; maka seorang muslim akan
menjadi orang yang bermoral dan bijaksana (QS 4/36;105).
4. Islam adalah agama kebersihan dan kesucian; maka seorang muslim
seharusnya menjadi orang yang bersih fisiknya serta suci jiwanya (QS
9/108).
5. Islam adalah agama ilmu dan amal; maka seorang muslim seharusnya
menjadi seorang alim yang aktif beramal (QS 47/19, 2/44).
6. Islam adalah agama Ilmu dan pemikiran; maka seorang muslim haruslah
menjadi seorang alim yang pemikir (QS 9/122).
7. Islam adalah agama aktifitas dan pahala; maka seorang muslim haruslah
menjadi seorang aktifis yang senantiasa optimis akan ganjaran Allah SWT
atas setiap pekerjaannya.
8. Islam adalah agama kekuatan dan tanggungjawab; maka seorang muslim
seharusnya menjadi orang yang kuat dan dapat dipercaya (QS 28/26).
9. Islam adalah agama kemuliaan dan kasih-sayang; maka seorang muslim
harus menjadi seorang yang mulia tapi penyayang (QS 9/128, 49/10).
10. Islam adalah agama negara dan ibadah; maka seorang muslim akan
menjadi seorang politisi yang ahli ibadah (QS 73/20).
11. Islam merupakan agama senjata dan al-Qur’an; maka seorang muslim
akan menjadi seorang mujahid yang rabbani / ahli ibadah (QS 9/111,
3/79).
12. Islam adalah agama harakah dan peraturan; maka seorang muslim akan
menjadi seorang aktifis yang teratur/tidak serabutan dan sembrono (QS
9/38-39, 16/125)
ISLAM SEBAGAI SISTEM YANG MENGATUR SELURUH ASPEK KEHIDUPAN MUSLIM
Jika kita membaca dan mempelajari Tafsir al-Qur’an, baik yang dikarang
oleh ulama terdahulu (salaf) maupun kontemporer (khalaf), maka akan kita
dapatkan definisi cakupan Islam sebagai sistem yang memberi arahan
kepada semua aspek kehidupan muslim. Dari masalah yang remeh seperti
mengenai cara berjalan dan berbicara (QS 31/19) sampai dengan masalah
besar seperti hukum dan undang-undang (QS 5/48-49) dapat ditemui
arahannya di dalam al-Qur’an dan as-sunnah. Secara lengkap pengarahan
Islam dalam al-Qur’an mengenai berbagai aspek kehidupan muslim, dapat
disebutkan sebagai berikut:
1. Islam sebagai agama dan idiologi (QS 6/162-164)
2. Islam sebagai sistem yang mengatur moralitas dan tingkah-laku
(QS 17/23-37)
3. Islam sebagai pedoman yang mengarahkan perasaan (QS 57/22-23,
4/104)
4. Islam sebagai pedoman dalam sistem pendidikan (QS 96/1-5, 3/164)
5. Islam sebagai pedoman dalam sistem sosial kemasyarakatan (QS
49/11-13, 24/11-17)
6. Islam sebagai pedoman dalam sistem politik dan kenegaraan (QS
4/59)
7. Islam sebagai pedoman yang mengatur sistem perekonomian (QS 2/3,
59/7, 9/60;103)
8. Islam sebagai pedoman dalam sistem kemiliteran (QS 8/39,60-61)
9. Islam sebagai pedoman dalam sistem hukum dan perundangan (QS
5/50)
Wallahu waliyyu at-Taufiiq…
Catatan Kaki:
[1] Tafsir Al-Baghawi, I/240
[2] Tafsir Jallalain, I/41
[3] Tafsir Al-Wajiz, I/160
[4] Tafsir Zaadul Masiir, I/224
[5] Tafsir Ibnu Katsir, I/335
[6] Tafsir At-Thabari, II/335
[7] Tafsir Al-Qurthubi, III/26
[8] Tafsir Al-Baghawi, I/240
[9] Tafsir Fathul Qadir, I/321
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************