We and Our Frame of Thinking
Original Story by : Reza Ervani
http://groups.yahoo.com/group/rezaervani


Ini kisah tentang rumah-rumah di tengah-tengah sebuah lingkungan.

Rumah yang pertama berada di tengah-tengah kumpulan rumah. Di kiri dan
kanan ada rumah, begitu juga di depan dan di belakang, ada tetangga
dekat.

Suatu saat sang pemilik rumah pertama ini ingin menata rumahnya,
termasuk mengecat ulang tembok-tembok luar. Dengan seksama dirapikannya
segala macam pernak-pernik yang ada di berbagai sudut rumahnya. Setelah
dirasa cukup apik, selanjutnya ia memilih warna yang cerah sebagai
nuansa baru dinding rumahnya.

Ketika semuanya tampak sudah selesai, tiba-tiba datanglah tetangga depan
rumah. Berbaju merah muda dengan topi pet yang juga berwarna merah muda.

Setelah merenung sejenak, sang tetangga depan rumah ini berkomentar,
”Wah Mas, tampaknya lebih baik kalau bagian depan ini semuanya dibuat
bernuansa merah muda. Temboknya merah muda, potnya merah muda, pagarnya
merah muda, pokoknya serba merah muda ...”

Setelah mendengar argumen bernuansa merah muda itu, sang pemilik rumah
menjawab,
“O, gitu ya mas, maklum, saya bukan dekorator ulung, terima kasih
masukannya mas ...”

Dan bisa diduga, sang pemilik rumah pun merubah warna depan rumahnya
dengan segala macam yang bernuansa merah muda.

Setelah selesai, tiba-tiba datanglah tetangga sebelah kiri rumah, yang
berkata,”
“Mas, aku lebih suka kalau yang ada di depan rumahku semuanya berwarna
biru lho ..., kan biru itu mencerminkan ketenangan, kedamaian ...”

Dan berubahlah sebelah kiri menjadi biru.
Kananpun berubah menjadi kuning, adaptasi dengan tetangga yang sangat
menyukai keseragaman dan satu warna.
Hanya selang berapa waktu kemudian, kebun belakang pun menjadi berubah
nuansa hijau-hijau, juga atas rekomendasi tetangga yang mengaku sebagai
ideolog dan filosof.

“Ahh, tak mengapalah, asal kiri dan kanan saya nyaman ...”, kata sang
pemilik rumah.

Dari jauh rumah ini terlihat begitu kontras, belang dan aneh.


***


Ada lagi pemilik rumah kedua.
Ketika memutuskan untuk mendekorasi ulang eksterior rumahnya, ia
mengalami begitu banyak masukan dan interpelasi yang banyak dari para
tetangganya.

Setelah merenung cukup lama, pemilik rumah yang kebetulan arsitek muda
ini, akhirnya memadukan keseluruhan bagian rumahnya dengan berbagai
warna yang serasi. Setiap sisi memiliki warna-warna yang beragam. Ia
membuat sebuah perpaduan warna yang harmonis. Sangat indah ... dan yang
paling mengagumkan .... cukup jitu meredam beberapa komentar
tetangganya.


***

O ya, ada lagi sebuah rumah yang temboknya sudah mengelupas, warnanya
sudah tidak jelas, taman-tamannya tidak tertata.

Ketika ditanya, kenapa sang pemilik rumah membiarkannya seperti itu, ia
menjawab,”Ahh mas, capek, mendingan tidak dicat, tidak ditata, daripada
komentar kiri kanan depan belakang bikin saya bingung ...”


***

Kita dan frame pemikiran kita, We and Our Frame of Thinking.
Ada di rumah yang mana ?


“Sungguh jika engkau mengikuti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi
ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”
(Al Quran Al Karim Surah Al An’aam : 116)


Allahu ‘Alam

NADI WIJAYA
Accounting JABAR 2
PT.SINAR NIAGA SEJAHTERA
-- 


------------------------------------
This message was sent using SNS IMP.

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke