Bukankah mereka (kaum syiah dan kaum sunni) sama-sama menyembah Allah Yang
Maha Esa ?
Bukankah mereka mengakui Nabi Muhammad sebagai Utusan Allah Yang terakhir ?
Bukankah mereka membaca Al-Quran sama seperti yang kita baca ?
Bukankah mereka juga sholat menghadap kiblat ?
Bukankah mereka juga mengeluarkan zakat ?
Bukankah mereka juga puasa di bulan ramadhan ?
Bukankah mereka juga menunaikan ibadah haji di Makkah ?

Duhh ... Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi ?

Wassalam
Mohamad Shaleh

> 
> 
> Wallaahul musta'aan,
> 
> Benarkah perbedaan Sunni-Syiah bukan perbedaan aqidah ?
> Benarkah perbedaan Sunni-Syiah sama seperti perbedaan madzhab-madzhab
> fiqih
> ? Bagaimana bisa, padahal mustholah hadits Syiah jauh berbeda dengan
> mustholah hadits Sunni. Padahal istinbath hukum Syiah tidak sama dengan
> istinbath hukum Sunni. Apakah yang dibandingkan hanya hasil fiqihnya
> saja ?
> Apakah pengkafiran dan penghujatan mereka kepada para Shahabat
> radhiyallaahu 'anhum, sekedar perbedaan madzhab, bukan aqidah ?
> Apakah aqidah al-Bada sebagai sifat Allah juga bukan perbedaan aqidah ?
> Juga Raj'ah, Taqiyyah, dsb.
> 
> Kalaupun Sunni-Syiah berdamai, bagi saya, hanyalah dalam kerangka sesama
> umat beragama. Sebagaimana umat Islam menginginkan perdamaian dengan umat
> beragama lain. Tak lebih.  Bukan sebagai saudara seiman. Perhatikanlah
> pendapat para ulama terdahulu, bagaimana mereka menilai Kaum Syiah.
> 
> Allaahumma ariinal haqqa haqqaa, warzuqnat tibaa'ah
> wa ariinal baathila baathilaa, warzuqnat tinaabah,
> 
> Abu Karimna
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Republika, Jumat, 04 Mei 2007
> 
> Saatnya Sunni-Syiah  Berdamai
> 
> 
> 
> 
> Syafiuddin Fadlillah
> Anggota Indonesian Society for Middle East  Studies (ISMES)
> 
> Perdana menteri Irak, Nouri Al Maliki, seperti diberitakan Middle East
> Online menyatakan bahwa langkah Amerika membuat tembok pemisah warga Sunni
> di kota Azamiyah adalah tindakan yang tidak akan banyak membantu
> memecahkan
> Sunni-Syiah di Irak. Pembangunan tembok setinggi 3 meter dengan panjang 9
> km itu  mengingatkannya pada tembok Berlin. Dia pun meminta AS untuk
> menghentikan  pembuatan tembok itu.
> 
> Azamiyah adalah kota dengan mayoritas Sunni namun terisolasi oleh kota-
> kota
> terdekatnya yang mayoritas Syiah. Di Azamiyah terdapat kuburan ilmuwan
> besar  Muslim yang seorang tabi'in dan saudagar pakaian, Imam Abu Hanifah.
> Dia adalah  peletak dasar mazhab Hanafi.
> 
> Sebuah kenyataan
> Konflik Sunni-Syiah adalah realita yang harus  diterima umat Islam sebagai
> sebuah sunnatul hayat yang merupakan proses  dari ijtihad para penganut
> pemeluknya. Karena itu, konflik Sunni-Syiah tak akan  pernah berakhir
> kecuali dengan mengedepankan sikap toleransi bijak dari  masing-masing
> pihak.
> 
> Konflik Sunni-Syiah jika terus dikobarkan akan menjadi buah simalakama
> tersendiri bagi umat Islam dan jika isu sektarian ini terus
> dibesar-besarkan  akan menghabiskan tenaga dan berujung pada terkurasnya
> energi. Konflik ini  menjadi senjata ampuh bagi musuh untuk menghancurkan
> keagungan ummat Islam
> 
> Di Negara-negara Timur Tengah selain Irak, terdapat kelompok Sunni-Syiah
> yang  hidup berdampingan walau memang terkadang ada konflik-konflik kecil.
> Tetapi,  konflik ini tidak pernah dibiarkan menjadi konflik yang terjadi
> terus-menerus  dan juga tidak sampai menjadikan pertumbuhan darah di kedua
> belah pihak.
> 
> Di Saudi yang mayoritas Sunni Hanbali terdapat sekitar 10-15 persen kaum
> Syiah, menurut laporan ICG tahun 2005 terdapat sekitar 2 juta warga Syiah
> terutama di provinsi timur seperti wilayah Qotif dan Ahsa. Di Mesir,
> terdapat  sekitar 1 persen warga Syiah, di Lebanon ada sekitar 25-35
> persen
> warga Syiah,  di Bahrain laporan tahun 2006 mengungkapkan terdapat 70
> persen warga Syiah.  Sedang di Kuwait ada sekitar 30 persen warga Syiah,
> Uni Emirat Arab ada sekitar  4,5 juta warga Syiah (40 persen) di Suriah
> ada
> sekitar 2,2 juta warga Syiah (15  persen). Dua kelompok ini hidup
> berdampingan tanpa pertumpahan darah.
> 
> Sekali lagi, komunitas Sunni-Syiah adalah realita umat sebagai sebuah
> ijtihad  yang tidak perlu menjadikan pertumpahan darah di antara sesama
> umat. Yang  berlaku di sini hukum ijtihad. Jika benar mendapat dua pahala
> dan jika salah  akan memperoleh satu pahala. Deklarasi Makkah 2006 yang
> disponsori Organisasi  Konfrensi Islam (OKI) dan diikuti oleh ulama
> masing-masing kelompok, patut  dijadikan acuan dalam berinteraksi antara
> Muslim Syiah dengan Muslim Sunni.
> 
> Deklarasi Makkah 2006 merupakan jawaban ulama akan sikap keharusan pihak
> yang  bertikai untuk menghentikan pertumpahan darah hanya karena perbedaan
> aliran  pandangan. Perbedaan Sunni-Syiah merupakan perbedaan yang alami
> sama seperti  perbedaan mazhab-mazhab dalam fikih Islam.
> 
> Deklarasi Mekkah 2006 diperkuat lagi dengan adanya Konferensi
> Internasional
> pendekatan persepsi Sunni-Syiah yang diadakan di Qatar dan dihadiri
> ulama-ulama  Sunni dan Syiah. Seperti halnya Deklarasi Makkah, konfrensi
> ini juga mengelurkan  pernyataan bersama dan menyebut pentingnya membuka
> dialog antara dua pihak  dengan bahasa perdamaian dan bukan dengan bahasa
> senjata.
> 
> Di antara sebagian isi dari deklarasi tersebut adalah bahwa setiap orang
> yang  mengucap kalimat syahadat adalah Muslim yang harta dan kehormatannya
> menjadi  terjaga dan tidak boleh dizalimi. Perbedaan yang ada di
> Sunni-Syiah adalah  perbedaan mazhab dan bukan merupakan perbedaan aqidah.
> 
> Seorang Ulama Syam, Prof Dr Wahbah Zuhaily, juga tidak melihat perbedaan
> yang  begitu dominan antara Syiah dan Sunni. Ia melihat Syiah Imamiyah
> yang
> sekarang  ada di Iran adalah mazhab yang lebih dekat dengan mazhab Syafii
> dan hanya  memiliki perbedaan dalam 17 perkara fikih. Sedang Syiah
Zaidiah,
> menurut beliau,  adalah Syiah yang paling dekat dengan Sunni. Bahkan
> penganut Sunni menggunakan  beberapa buku rujukan Zaidiyah seperti buku
> fikih karangan Imam Shonani, dan  Kitab Subulussalam.
> 
> Pembangunan tembok pemisah komunitas Sunni-Syiah adalah kebijakan yang
> akan
> melahirkan persoalan baru yang lebih banyak membawa kurugian. Warga Sunni
> dan  Syiah akan terkotak-kotak. Hal ini akan meningkatkan kecurigaan kedua
> belah  pihak, dan akan mendongkrak eskalasi konflik. Padahal, selama ini
> konsolidasi  perdamaian Syiah-Sunni terus disuarakan oleh ulama kedua
> kelompok.
> 
> Penulis melihat, AS sangat berkepentingan untuk terus menciptakan konflik
> di  Irak khususnya dan Timur Tengah umumnya. Semua itu dilakukan AS untuk
> menjaga  stok minyak aman mengalir ke AS. Selama ini AS sangat bergantung
> terhadap minyak  Timur Tengah yang menyimpan 2/3 cadangan minyak dunia.
> Seperenam dari stok itu  ada di Arab Saudi
> 
> Fakta lain juga mengungkapkan bahwa AS mengonsumsi minyak per hari sebesar
> 28,3 juta barel. Sementara produksi minyak dalam negeri sebesar 8,6 juta
> barel  per hari. Itu artinya sebesar 19,7 juta bph harus diimpor dari luar
> negeri.
> 
> Minyak memiliki nilai yang begitu tinggi dalam politik luar negeri,
> terutama  bagi negara-negara Timur Tengah. Kenyataan itu pernah terbukti
> pada Oktober 1973  ketika Amerika mendukung Israel pada perang
Arab-Israel.
> Atas desakan presiden  Mesir, Anwar Sadat, Arab Saudi mengembargo
> penjualan
> minyak ke Amerika. Ekonomi  Amerika pun ambruk.
> 
> Persatuan jadi kunci
> Bagimanapun juga, Amerika sangat pandai  mengelola konflik sektarian ini
> sebagai bagian dari rencana besar AS untuk  menguasai atau paling tidak
> mengendalikan negara-negara Timur Tengah. Inilah  saatnya dua kelompok
> tersebut untuk meninggalkan atribut kelompoknya demia  mencapai tujuan
> yang
> lebih besar yaitu kuatnya solidaritas sesama umat. Hal itu  merupakan
> salah
> satu syarat untuk memperoleh kemenganan. Persyaratan tersebut  telah
> difirmankan Allah SWT dalam Surat Al Anfal.
> 
> Persatuan umat adalah kunci bagi hengkangya kekuatan Amerika di Irak. Jika
> konflik Sunni-Syiah atau Irak-Kurdi terus dikobarkan, mungkin AS masih
> akan
> terus menambah pasukan nasionalnya di Irak. Kenyataan seperti itu berarti
> bahwa  Irak akan terus terjajah oleh Amerika dan sekutunya
> 
> Persatuan umat bukan hanya karena Arab atau non-Arab, tetapi karena umat
> ini  adalah umat Islam yang memiliki satu Tuhan dan merupakan umat Nabi
> Muhammad SAW.  Tuhan orang Persia sama dengan Tuhan orang Arab. Semangat
> atas dasar keislaman  inilah yang luntur ketika Khilafah Islamiah hancur
> berantakan tatkala Arab tidak  suka dipimpin oleh orang non-Arab.
> 
> Islamlah perekat yang sempurna jika kita semua bersedia memperkecil
> perbedaan  latar budaya dan tipikal pribadi. Pesan seperti itu pernah
> dikemukaan Khalifah  Umar RA. Dalam sebuah kesempatan Khalifah Umar
> berKata, "Kami diagungkan karena  kami berpegang teguh dengan Islam ini
> dan
> jika kami mencari keagungan bukan pada  Islam maka Allah akan menghinakan
> kita."
> 
> Ikhtisar
> 
> - Amerika sangat berkepentingan untuk melanggengkan terjadinya ketegangan
> Sunni-Syiah.
> - Kepentingan yang dimaksud itu adalah kelancaran Amerika untuk  menyedot
> kekayaan minyak dunia Arab.
> - Untuk menghadang kepentingan itu,  persatuan umat Islam menjadi
kuncinya.
> - Ego yang terus dipegang kuat oleh  masing-masing aliran dalam Islam,
> bakal sangat membahayakan masa depan  Muslimin.
> ( )
> 
> 
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
> 
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
>  [EMAIL PROTECTED]
> ********************************************************
> 
> 
> 
> 
> 
> ********************************************************
> Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
> ********************************************************
> Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
> http://www.usahamulia.net
> 
> Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
> [EMAIL PROTECTED]
> ********************************************************


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke