Perlu dipilah krn ada syiah yg para ulama masih mengkategorikan sbg
ahlussunnah wal jamaaah, yaitu syiah zaidiyah, yaitu syiah yg dlm aqidahnya
sama dg pemahaman ahlus sunnah , perbedaannya krn melibihkan ali di banding
sahabat yg lain tetapi tdk sampai mengkafirkan sahabat yg lain.  



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, May 04, 2007 11:11 AM
To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Saatnya Sunni-Syiah Berdamai


Wallaahul musta'aan,

Benarkah perbedaan Sunni-Syiah bukan perbedaan aqidah ?
Benarkah perbedaan Sunni-Syiah sama seperti perbedaan madzhab-madzhab fiqih
? Bagaimana bisa, padahal mustholah hadits Syiah jauh berbeda dengan
mustholah hadits Sunni. Padahal istinbath hukum Syiah tidak sama dengan
istinbath hukum Sunni. Apakah yang dibandingkan hanya hasil fiqihnya saja ?
Apakah pengkafiran dan penghujatan mereka kepada para Shahabat
radhiyallaahu 'anhum, sekedar perbedaan madzhab, bukan aqidah ?
Apakah aqidah al-Bada sebagai sifat Allah juga bukan perbedaan aqidah ?
Juga Raj'ah, Taqiyyah, dsb.

Kalaupun Sunni-Syiah berdamai, bagi saya, hanyalah dalam kerangka sesama
umat beragama. Sebagaimana umat Islam menginginkan perdamaian dengan umat
beragama lain. Tak lebih.  Bukan sebagai saudara seiman. Perhatikanlah
pendapat para ulama terdahulu, bagaimana mereka menilai Kaum Syiah.

Allaahumma ariinal haqqa haqqaa, warzuqnat tibaa'ah
wa ariinal baathila baathilaa, warzuqnat tinaabah,

Abu Karimna





Rudy Swardani <[EMAIL PROTECTED]>@usahamulia.net on 05/04/2007
08:31:11 AM

Please respond to Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
       <[email protected]>

Sent by:    [EMAIL PROTECTED]


To:    "Saksi (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>, "FUPM-EJIP (E-mail)"
       <[email protected]>
cc:

Subject:    [ FUPM-EJIP ] Saatnya Sunni-Syiah Berdamai



Republika, Jumat, 04 Mei 2007

Saatnya Sunni-Syiah  Berdamai




Syafiuddin Fadlillah
Anggota Indonesian Society for Middle East  Studies (ISMES)

Perdana menteri Irak, Nouri Al Maliki, seperti diberitakan Middle East
Online menyatakan bahwa langkah Amerika membuat tembok pemisah warga Sunni
di kota Azamiyah adalah tindakan yang tidak akan banyak membantu memecahkan
Sunni-Syiah di Irak. Pembangunan tembok setinggi 3 meter dengan panjang 9
km itu  mengingatkannya pada tembok Berlin. Dia pun meminta AS untuk
menghentikan  pembuatan tembok itu.

Azamiyah adalah kota dengan mayoritas Sunni namun terisolasi oleh kota-kota
terdekatnya yang mayoritas Syiah. Di Azamiyah terdapat kuburan ilmuwan
besar  Muslim yang seorang tabi'in dan saudagar pakaian, Imam Abu Hanifah.
Dia adalah  peletak dasar mazhab Hanafi.

Sebuah kenyataan
Konflik Sunni-Syiah adalah realita yang harus  diterima umat Islam sebagai
sebuah sunnatul hayat yang merupakan proses  dari ijtihad para penganut
pemeluknya. Karena itu, konflik Sunni-Syiah tak akan  pernah berakhir
kecuali dengan mengedepankan sikap toleransi bijak dari  masing-masing
pihak.

Konflik Sunni-Syiah jika terus dikobarkan akan menjadi buah simalakama
tersendiri bagi umat Islam dan jika isu sektarian ini terus
dibesar-besarkan  akan menghabiskan tenaga dan berujung pada terkurasnya
energi. Konflik ini  menjadi senjata ampuh bagi musuh untuk menghancurkan
keagungan ummat Islam

Di Negara-negara Timur Tengah selain Irak, terdapat kelompok Sunni-Syiah
yang  hidup berdampingan walau memang terkadang ada konflik-konflik kecil.
Tetapi,  konflik ini tidak pernah dibiarkan menjadi konflik yang terjadi
terus-menerus  dan juga tidak sampai menjadikan pertumbuhan darah di kedua
belah pihak.

Di Saudi yang mayoritas Sunni Hanbali terdapat sekitar 10-15 persen kaum
Syiah, menurut laporan ICG tahun 2005 terdapat sekitar 2 juta warga Syiah
terutama di provinsi timur seperti wilayah Qotif dan Ahsa. Di Mesir,
terdapat  sekitar 1 persen warga Syiah, di Lebanon ada sekitar 25-35 persen
warga Syiah,  di Bahrain laporan tahun 2006 mengungkapkan terdapat 70
persen warga Syiah.  Sedang di Kuwait ada sekitar 30 persen warga Syiah,
Uni Emirat Arab ada sekitar  4,5 juta warga Syiah (40 persen) di Suriah ada
sekitar 2,2 juta warga Syiah (15  persen). Dua kelompok ini hidup
berdampingan tanpa pertumpahan darah.

Sekali lagi, komunitas Sunni-Syiah adalah realita umat sebagai sebuah
ijtihad  yang tidak perlu menjadikan pertumpahan darah di antara sesama
umat. Yang  berlaku di sini hukum ijtihad. Jika benar mendapat dua pahala
dan jika salah  akan memperoleh satu pahala. Deklarasi Makkah 2006 yang
disponsori Organisasi  Konfrensi Islam (OKI) dan diikuti oleh ulama
masing-masing kelompok, patut  dijadikan acuan dalam berinteraksi antara
Muslim Syiah dengan Muslim Sunni.

Deklarasi Makkah 2006 merupakan jawaban ulama akan sikap keharusan pihak
yang  bertikai untuk menghentikan pertumpahan darah hanya karena perbedaan
aliran  pandangan. Perbedaan Sunni-Syiah merupakan perbedaan yang alami
sama seperti  perbedaan mazhab-mazhab dalam fikih Islam.

Deklarasi Mekkah 2006 diperkuat lagi dengan adanya Konferensi Internasional
pendekatan persepsi Sunni-Syiah yang diadakan di Qatar dan dihadiri
ulama-ulama  Sunni dan Syiah. Seperti halnya Deklarasi Makkah, konfrensi
ini juga mengelurkan  pernyataan bersama dan menyebut pentingnya membuka
dialog antara dua pihak  dengan bahasa perdamaian dan bukan dengan bahasa
senjata.

Di antara sebagian isi dari deklarasi tersebut adalah bahwa setiap orang
yang  mengucap kalimat syahadat adalah Muslim yang harta dan kehormatannya
menjadi  terjaga dan tidak boleh dizalimi. Perbedaan yang ada di
Sunni-Syiah adalah  perbedaan mazhab dan bukan merupakan perbedaan aqidah.

Seorang Ulama Syam, Prof Dr Wahbah Zuhaily, juga tidak melihat perbedaan
yang  begitu dominan antara Syiah dan Sunni. Ia melihat Syiah Imamiyah yang
sekarang  ada di Iran adalah mazhab yang lebih dekat dengan mazhab Syafii
dan hanya  memiliki perbedaan dalam 17 perkara fikih. Sedang Syiah Zaidiah,
menurut beliau,  adalah Syiah yang paling dekat dengan Sunni. Bahkan
penganut Sunni menggunakan  beberapa buku rujukan Zaidiyah seperti buku
fikih karangan Imam Shonani, dan  Kitab Subulussalam.

Pembangunan tembok pemisah komunitas Sunni-Syiah adalah kebijakan yang akan
melahirkan persoalan baru yang lebih banyak membawa kurugian. Warga Sunni
dan  Syiah akan terkotak-kotak. Hal ini akan meningkatkan kecurigaan kedua
belah  pihak, dan akan mendongkrak eskalasi konflik. Padahal, selama ini
konsolidasi  perdamaian Syiah-Sunni terus disuarakan oleh ulama kedua
kelompok.

Penulis melihat, AS sangat berkepentingan untuk terus menciptakan konflik
di  Irak khususnya dan Timur Tengah umumnya. Semua itu dilakukan AS untuk
menjaga  stok minyak aman mengalir ke AS. Selama ini AS sangat bergantung
terhadap minyak  Timur Tengah yang menyimpan 2/3 cadangan minyak dunia.
Seperenam dari stok itu  ada di Arab Saudi

Fakta lain juga mengungkapkan bahwa AS mengonsumsi minyak per hari sebesar
28,3 juta barel. Sementara produksi minyak dalam negeri sebesar 8,6 juta
barel  per hari. Itu artinya sebesar 19,7 juta bph harus diimpor dari luar
negeri.

Minyak memiliki nilai yang begitu tinggi dalam politik luar negeri,
terutama  bagi negara-negara Timur Tengah. Kenyataan itu pernah terbukti
pada Oktober 1973  ketika Amerika mendukung Israel pada perang Arab-Israel.
Atas desakan presiden  Mesir, Anwar Sadat, Arab Saudi mengembargo penjualan
minyak ke Amerika. Ekonomi  Amerika pun ambruk.

Persatuan jadi kunci
Bagimanapun juga, Amerika sangat pandai  mengelola konflik sektarian ini
sebagai bagian dari rencana besar AS untuk  menguasai atau paling tidak
mengendalikan negara-negara Timur Tengah. Inilah  saatnya dua kelompok
tersebut untuk meninggalkan atribut kelompoknya demia  mencapai tujuan yang
lebih besar yaitu kuatnya solidaritas sesama umat. Hal itu  merupakan salah
satu syarat untuk memperoleh kemenganan. Persyaratan tersebut  telah
difirmankan Allah SWT dalam Surat Al Anfal.

Persatuan umat adalah kunci bagi hengkangya kekuatan Amerika di Irak. Jika
konflik Sunni-Syiah atau Irak-Kurdi terus dikobarkan, mungkin AS masih akan
terus menambah pasukan nasionalnya di Irak. Kenyataan seperti itu berarti
bahwa  Irak akan terus terjajah oleh Amerika dan sekutunya

Persatuan umat bukan hanya karena Arab atau non-Arab, tetapi karena umat
ini  adalah umat Islam yang memiliki satu Tuhan dan merupakan umat Nabi
Muhammad SAW.  Tuhan orang Persia sama dengan Tuhan orang Arab. Semangat
atas dasar keislaman  inilah yang luntur ketika Khilafah Islamiah hancur
berantakan tatkala Arab tidak  suka dipimpin oleh orang non-Arab.

Islamlah perekat yang sempurna jika kita semua bersedia memperkecil
perbedaan  latar budaya dan tipikal pribadi. Pesan seperti itu pernah
dikemukaan Khalifah  Umar RA. Dalam sebuah kesempatan Khalifah Umar
berKata, "Kami diagungkan karena  kami berpegang teguh dengan Islam ini dan
jika kami mencari keagungan bukan pada  Islam maka Allah akan menghinakan
kita."

Ikhtisar

- Amerika sangat berkepentingan untuk melanggengkan terjadinya ketegangan
Sunni-Syiah.
- Kepentingan yang dimaksud itu adalah kelancaran Amerika untuk  menyedot
kekayaan minyak dunia Arab.
- Untuk menghadang kepentingan itu,  persatuan umat Islam menjadi kuncinya.
- Ego yang terus dipegang kuat oleh  masing-masing aliran dalam Islam,
bakal sangat membahayakan masa depan  Muslimin.
( )


********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
 [EMAIL PROTECTED]
********************************************************





********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke