TEST LAGI, ( MA'AF LAGI ADA PROBLEM )

 

-----Original Message-----
From: arif [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 22 Januari 2007 14:16
To: FUPM-EJIP
Subject: [ FUPM-EJIP ] Pentingnya Syahadatain

 

Pentingnya Syahadatain 
Oleh: Tim www.dakwatuna.com 

  _____  

 

Maka ketahuilah, sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah.....
(Muhammad: 19)

Jumlah umat Islam kini sangat banyak. Sebagian besar mereka terkategorikan
sebagai Islam keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang
tua. Kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya
kepada Islam secara benar, orisinil dan utuh. Hakikat memahami Islam dimulai
dari memahami inti sari ajarannya yaitu dua kalimat syahadah (syahadatain).
Kalimat tersebut terdiri dari Laa Ilaaha Illallah dan Muhammadun Rasulullah.
Memahami keduanya sangat penting dan mendasar. Karena jika kita tak memahami
hakikat kalimat syahadah, kita dapat terjerembab ke dalam penyakit kebodohan
dan kemusyrikan.

 



Syahadatain merupakan fondasi atau asas dari bangunan keislaman seorang
muslim. Jika fondasinya tidak kuat maka rumahnya pun tidak akan kuat
bertahan.

Ayat di atas, menjelaskan bahwa umat Islam tidak dibenarkan hanya sekadar
mengucapkan atau melafalkan dua kalimat syahadah, tetapi seharusnya
betul-betul memahaminya. Kata fa'lam berarti "maka ketahuilah, ilmuilah...."
Artinya Allah memerintahkan untuk mengilmui atau memahami kalimat Laa Ilaaha
Illallah bukan sekadar mengucapkannya, tetapi dengan yang pada gilirannya
akan membentuk keyakinan (i'tiqad) dalam hati.
Pentingnya Syahadatain

Kalimat syahadah sangat penting dipahami karena beberapa hal:

1. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam (madkholu ilal Islam)

Qs 2:108

Islam ibarat rumah atau bangunan atau sistem hidup yang menyeluruh, dan
Allah memerintahkan setiap muslim untuk masuk secara kaaffah. Untuk
memasukinya akan melalui sebuah pintu gerbang, yaitu syahadatain. Hal ini
berlaku baik bagi kaum muslimin atau non muslim. Artinya, pemahaman Islam
yang benar dimulai dari pemahaman kalimat itu. Pemahaman yang benar atas
kedua kalimat ini mengantarkan manusia ke pemahaman akan hakikat ketuhanan
(rububiyah) yang benar juga. Mengimani bahwa Allah-lah Robb semesta alam.

2. Intisari doktrin Islam (Khulashah ta'aliimil Islam)

Intisari ajaran Islam terdapat dalam dua kalimat syahadah. Asyhadu allaa
ilaaha illallah (Aku bersaksi: sesungguhnya tidak ada Ilaah selain Allah)
dan asyhadu anna muhammadan rasulullah (Aku bersaksi: sesungguhnya Muhammad
Rasul Allah). Pertama, kalimat syahadatain merupakan pernyataan proklamasi
kemerdekaan seorang hamba bahwa ibadah itu hanya milik dan untuk Allah
semata (Laa ma'buda illallah), baik secara pribadi maupun kolektif
(berjamaah). Kemerdekaan yang bermakna membebaskan dari segala bentuk
kemusyrikan, kekafiran dan api neraka. Kita tidak mengabdi kepada bangsa,
negara, wanita, harta, perut, melainkan Allah-lah yang disembah (al-ma'bud).
Para ulama menyimpulkan kalimat ini dengan istilah Laa ilaaha illallah
'alaiha nahnu; "di atas prinsip kalimat laa ilaaha illallah itulah kita
hidup, kita mati dan akan dibangkitkan". Rasulullah juga bersabda
"Sebaik-baik perkataan, aku dan Nabi-nabi sebelumku adalah Laa ilaaha
illallah" (Hadist). Maka sering mengulang kalimat ini sebagai dzikir yang
diresapi dengan pemahaman yang benar ¾ bukan hanya melisankan ¾ adalah
sebuah keutamaan yang dapat meningkatkan keimanan. Keimanan yang kuat,
membuat hamba menyikapi semua perintah Allah dengan mudah. Sebaliknya,
perintah Allah akan selalu terasa berat di saat iman kita melemah. Kalimat
syahadatain juga akan membuat keimanan menjadi bersih dan murni, ibarat air
yang suci. Allah akan memberikan dua keuntungan bagi mereka yang beriman
dengan bersih, yaitu hidup aman atau tenteram dan mendapat petunjuk dari
Allah. Sebagaimana Dia berfirman dalam Al-Qur'an: "Orang-orang yang beriman
dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka
itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang
yang mendapatkan petunjuk" (Al-An'am: 82).

Kedua, kita bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, berarti kita
seharusnya meneladani Rasulullah dalam beribadah kepada Allah. Karena beliau
adalah orang yang paling mengerti cara (kaifiyat) beribadah kepada-Nya.
Sebagaimana disabdakan Nabi SAW: "Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat
aku shalat...". Selanjutnya hal ini berlaku untuk semua aspek ibadah di
dalam Islam.

3. Dasar-dasar Perubahan (Asasul inqilaab)

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan mendasar dalam kehidupan manusia,
yaitu perubahan dari kegelapan (jahiliyah) menuju cahaya (Islam); minazh
zhuluumati ilan nuur. Perubahan yang dimaksud mencakup aspek keyakinan,
pemikiran, dan hidupnya secara keseluruhan, baik secara individu maupun
masyarakat. Secara individu, berubah dari ahli maksiat menjadi ahli ibadah
yang taqwa; dari bodoh menjadi pandai; dari kufur menjadi beriman, dan
seterusnya. Secara masyarakat, di bidang ibadah, merubah penyembahan komunal
berbagai berhala menjadi menyembah kepada Allah saja. Dalam bidang ekonomi,
merubah perekonomian riba menjadi sistem Islam tanpa riba, dan begitu
seterusnya di semua bidang. Syahadatain mampu merubah manusia, sebagaimana
ia telah merubah masyarakat di masa Rasulullah dan para sahabat terdahulu.
Diawali dengan memahami syahadatain dengan benar dan mengajak manusia
meninggalkan kejahiliyahan dalam semua aspeknya kepada nilai-nilai Islam
yang utuh.

4. Hakikat Dakwah para Rasul (Haqiqatud Da'watir Rasul)

Para nabi, sejak Adam a.s sampai Muhammad saw, berdakwah dengan misi yang
sama, mengajak manusia pada doktrin dan ajaran yang sama yaitu untuk
beribadah kepada Allah saja dan meninggalkan Thogut. Itu merupakan inti yang
sama dengan kalimat syahadatain, bahwa tiada Ilaah selain Allah semata.
Seperti difirmankan Allah SWT: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul
pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja) dan jauhi
thagut itu" (QS 16:36)

5. Keutamaan yang Besar (Fadhaailul 'Azhim)

Kalimat syahadatain, jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,
menjanjikan keutamaan yang besar. Keutamaan itu dapat berupa moral maupun
material; kebahagiaan di dunia juga di akhirat; mendapatkan jaminan surga
serta dihindarkan dari panasnya neraka.

Makna "Asyhadu"

Kata "asyahdu" yang terdapat dalam syahadatain memiliki beberapa arti,
antara lain:

1. Pernyataan atau Ikrar (al-I'laan atau al-Iqraar)

Seorang yang bersyahadah berarti dia berikrar atau menyatakan ¾ bukan hanya
mengucapkan ¾ kesaksian yang tumbuh dari dalam hati bahwa Tidak Ada Ilaah
Selain Allah.

2.Sumpah (al-Qassam)

Seseorang yang bersyahadah berarti juga bersumpah ¾ suatu kesediaan yang
siap menerima akibat dan resiko apapun ¾ bahwa tiada Ilaah selain Allah saja
dan Muhammad adalah utusan Allah.

3.Janji (al-Wa'du atau al-'Ahdu)

Yaitu janji setia akan keesaan Allah sebagai Zat yang dipertuhan. Janji
tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah (QS ?).

Syahadah muslim yang dinyatakan dengan kesungguhan, yang merupakan janji
suci, sekaligus sumpah kepada Allah SWT; merupakan ruh keimanan. Iman adalah
keyakinan tanpa keraguan, penerimaan tanpa keberatan, kepercayaan terhadap
semua keputusan Allah (QS 49:15).

Hakikat Iman

Keimanan itu bukanlah angan-angan, tetapi mencakup 3 hal:

1. Dikatakan dengan lisan (al-Qaul)

Syahadah diucapkan dengan lisan dengan penuh keyakinan. Semua perkataan yang
keluar dari lisan mukmin senantiasa baik dan mengandung hikmah.

2. Dibenarkan dengan hati (at-tashdiiq)

Hati adalah lahan menyemai benih-benih keimanan. Semua yang keluar dari
lisan digerakkan oleh hati. Apa yang ada dalam hati akan dicerminkan dalam
perkataan dan perbuatan. Dalam hadits Bukhari digambar oleh Nabi SAW bahwa:
"Ilmu (hidayah) yang Aku bawa ibarat air hujan, ada jenis tanah yang subur
menumbuhkan tanaman, ada tanah yang tidak menumbuhkan hanya menampung air,
ada jenis tanah yang gersang, tidak menumbuhkan juga tidak menampung".

Allah, dalam al-Qur'an, membagi hati manusia menjadi tiga, yaitu hati orang
mukmin (QS 26: 89), hati orang kafir (QS 2: 7) dan hati orang munafik (QS 2:
10). Hati orang kafir yang tertutup dan hati munafik yang berpenyakit takkan
mampu membenarkan keimanan (at-tashdiiqu bil qalb). Sedangkan hati orang
mukmin itulah yang dimaksud Rasulullah SAW sebagai tanah yang subur yang
dapat menumbuhkan pohon keimanan yang baik. Akar keyakinannya menjulang kuat
ke tanah, serta buah nilai-nilai ihsannya dapat bermanfaat untuk manusia
yang lain.

3. Perbuatan (al-'Amal)

Perbuatan (amal) digerakkan atau termotivasi dari hati yang ikhlas dan
pembenaran iman dalam hati. Seseorang yang hanya bisa mengucapkan dan
mengamalkan tanpa membenarkan di hati, tidak akan diterima amalnya. Sifat
seperti itu dikategorikan sebagai orang munafik, yang selalu bicara dengan
lisannya bukan dengan hatinya. Karena munafik memiliki tiga tanda: bila
berbicara ia berdusta, bila berjanji ia ingkar, bila diberi amanah ia
berkhianat.

Perkataan, pembenaran di hati dan amal perbuatan adalah satu kesatuan yang
utuh. Ketiganya akan melahirkan sifat istiqamah, tetap, teguh dan konsisten.
Sebagaimana dijelaskan dalam QS 41:30, sikap istiqamah merupakan proses yang
terus berjalan bersama keimanan. Mukmin mustaqim akan mendapatkan karunia
dari Allah berupa:

·         Keberanian (asy-Syajaa'ah), yang lahir dari keyakinan kepada
Allah. Berani menghadapi resiko tantangan hidup, siap berjuang meskipun akan
mendapatkan siksaan. Lawan keberanian adalah sifat pengecut. 

·         Ketenangan (al-Ithmi'naan), yang lahir dari keyakinan bahwa Allah
akan selalu membela hamba-Nya yang mustaqim secara lahir batin. Lawannya
adalah sifat bersedih hati. 

·         Optimis (at-Tafaa'ul), lahir dari keyakinan terhadap perlindungan
Allah dan ganjaran Allah yang Maha sempurna. Orang yang optimis akan
tenteram akan kemenangan hakiki, yaitu mendapatkan keridhaan Allah
(mardhatillah). 


Ketiga karunia Allah kepada orang mustaqim akan dilengkapi Allah dengan
anugerah kebahagiaan hidup (as-Sa'aadah), baik di dunia dan akhirat.

Inilah pemahaman terhadap konsep syahadah. Tidak mudah dalam pelaksanaannya,
karena kita berharap agar Allah memberikan kesabaran dalam memahaminya.

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke