Al-Qur'an dan IPTEK

Penulis : Ust. Nabiel Fuad Al-Musawa


Sebagian orang yang rendah pengetahuan keislamannya beranggapan bahwa
Al-Qur'an adalah sekedar kumpulan cerita-cerita kuno yang tidak mempunyai
manfaat yang signifikan terhadap kehidupan modern, apalagi jika
dikorelasikan dengan kemajuan IPTEK saat ini.


Al-Qur'an menurut mereka cukuplah dibaca untuk sekedar mendapatkan pahala
bacaannya, tidak untuk digali kandungan ilmu didalamnya, apalagi untuk dapat
menjawab permasalahan-permasalahan dunia modern dan diterapkan dalam segala
aspek kehidupan, hal itu adalah sesuatu yang nonsense. 


Anggapan-anggapan diatas merupakan indikasi bahwa orang tersebut tidak mau
berusaha untuk membuka Al-Qur'an dan menganalisis kandungan ayat-ayatnya.
Oleh karenanya maka anggapan tersebut adalah sangat keliru dan bertolak
belakang dengan semangat Al-Qur'an itu sendiri. Bukti-bukti di bawah ini
menunjukkan yang sebaliknya : 


1. Bahwa wahyu yang pertama sekali diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi-Nya
Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca/belajar (QS. 96 : 1-5) dan
menggunakan akal, bukan perintah untuk shalat, puasa atau dzikrullah.
Demikian tinggi hikmah turunnya ayat ini, menunjukkan perhatian Islam yang
besar terhadap ilmu pengetahuan. 


2. Bahwa Allah SWT mengangkat manusia (Adam AS) sebagai khalifah-Nya di muka
bumi dan bukan para malaikat-Nya sebab adanya ilmu pengetahuan (QS. 2 :
31-33). Yang dengan kelebihan ilmu pengetahuan itu juga, Allah SWT
memuliakan Adam AS, sehingga memerintahkan para malaikat-Nya untuk bersujud
kepada Adam AS. 


3. Manusia yang memiliki derajat yang paling tinggi disisi ALLAH SWT, adalah
manusia yang memiliki iman dan ilmu (QS. 58 : 11). Karena iman membawa
manusia kepada ketinggian di akhirat (fil akhirati hasanah), dan ilmu
membawa manusia kepada ketinggian di dunia (fid dunya hasanah). 

4. Syarat manusia yang berhak diangkat menjadi pemimpin dalam Islam ada 2
hal : Ilmu yang tinggi dan fisik yang sehat (QS. 2 : 247). Ini menunjukkan
betapa tinggi penghargaan Islam kepada nilai-nilai ilmu dan nilai-nilai
kesehatan. 


5. Bahkan Allah SWT melarang manusia untuk melakukan suatu
pekerjaan/perbuatan tanpa memiliki ilmunya (QS. 17 : 36). Artinya bahwa
Islam sangat menghargai spesialisasi dalam berbagai bidang ilmu dan
menganjurkan ummatnya untuk menjadi seorang yang profesional sesuai dengan
bidang keilmuannya masing-masing (menjadi expert dalam bidangnya).


6. Sejarah menunjukkan, bahwa pada masa kaum muslimin mempelajari dan
melaksanakan ajaran agamanya dengan benar, maka mereka memimpin dunia dengan
pakar-pakar yang menguasai dalam disiplin ilmunya masing-masing, sehingga
Barat pun belajar dari mereka. Baru di masa kaum muslimin meninggalkan
ajaran agamanya dan tergiur dengan kenikmatan duniawi dan berpaling ke
Barat, maka Allah SWT merendahkan dan menghinakan mereka. Sungguh telah
benar Rasulullah SAW yang telah memperingatkan ummatnya akan hal ini,
sebagaimana dalam haditsnya : "Kelak akan datang suatu masa dimana kalian
akan menjadi seperti makanan diatas piring yang dihadapi oleh orang-orang
yang kelaparan. Maka para sahabat RA bertanya : Apakah karena jumlah kita
sedikit saat itu ya Rasulullah? Jawab Nabi SAW : Bahkan jumlah kalian sangat
banyak. Tetapi kalian terkena penyakit "wahn"! Tanya para sahabat RA : Apa
itu "wahn" ya Rasulullah? Jawab Nabi SAW : Kalian cinta dunia dan takut
mati." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).


* Al-Qur'an dan IPTEK (1/4)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke