Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan dalam Islam

Penulis : Ust. Nabiel Fuad Al-Musawa


Setelah kita mengetahui betapa tinggi perhatian Islam terhadap ilmu
pengetahuan dan betapa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk
belajar dan terus belajar, maka Islam pun telah mengatur dan menggariskan
kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu
pengetahuan dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat,
dengan memberikan bingkai sumber-sumber pengetahuan berdasarkan urutan
kebenarannya sebagai berikut : 


1. Al-Qur'an dan as-Sunnah 

Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur'an dan
as-Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan
keduanya adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya,
sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest
apapun, karena ia diturunkan dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Adil.
Sehingga tentang kewajiban mengambil ilmu dari keduanya, disampaikan Allah
SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayatNYA (QS. 12 : 1-3)
dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal (QS. 33 : 21). 


2. Alam semesta 

Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta (QS. 3 :
190-192) dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya, diantara
ayat-ayat yang telah dibuktikan oleh pengetahuan modern seperti [1] :

 

# Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula (QS. 41 : 11). 

 

# Ayat tentang urutan penciptaan (QS. 79 : 28-30). Kegelapan (nebula dari
kumpulan H dan He yang bergerak pelan), adanya sumber cahaya akibat medan
magnetik yang menghasilkan panas radiasi termonuklir (bintang dan matahari),
pembakaran atom H menjadi He lalu menjadi C lalu menjadi O baru terbentuknya
benda padat dan logam seperti planet (bumi), panas turun menimbulkan
kondensasi baru membentuk air, baru mengakibatkan adanya kehidupan
(tumbuhan). 


# Ayat bahwa bintang-bintang merupakan sumber panas yang tinggi (QS. 86 :
3), matahari sebagai contoh tingkat panasnya mencapai 6000 derajat C. 

 

# Ayat tentang teori ekspansi kosmos (QS. 51 : 47). 


# Ayat bahwa planet berada pada sistem tata surya terdekat (samaa' ad-dunya)
(QS. 37 : 6). 

 

# Ayat yang membedakan antara planet sebagai pemantul cahaya (nur/kaukab)
dengan matahari sebagai sumber cahaya (siraj) (QS. 71:16).


# Ayat tentang gaya tarik antar planet (QS. 55 : 7). 


# Ayat tentang revolusi bumi mengedari matahari (QS. 27 : 88). 


# Ayat bahwa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda-beda (QS.
55 : 5) dan garis edar sendiri-sendiri yang tetap (QS. 36 : 40). 


# Ayat bahwa bumi ini bulat (kawwara-yukawwiru) dan melakukan rotasi (QS. 39
: 5). 


# Ayat tentang tekanan udara rendah di angkasa (QS. 6 : 125). 


# Ayat tentang akan sampainya manusia (astronot) ke ruang angkasa dengan
ilmu pengetahuan (sulthan) (QS. 55 : 33). 


# Ayat tentang jenis-jenis awan, proses penciptaan hujan es dan salju (QS.
24 : 43). 


# Ayat tentang bahwa awal kehidupan dari air (QS. 21 : 30). 


# Ayat bahwa angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen)
tumbuhan (QS. 15 : 22). 


# Ayat bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamine) dan
bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan (QS. 13 : 3). 


# Ayat tentang proses terjadinya air susu yang bermula dari makanan (farts)
lalu diserap oleh darah (dam) lalu ke kelenjar air susu (QS. 16 : 66). Perlu
dicatat bahwa peredaran darah baru ditemukan oleh Harvey, 10 abad setelah
wafatnya nabi Muhammad SAW. 


# Ayat tentang penciptaan manusia dari air mani yang merupakan campuran (QS.
76 : 2), mani merupakan campuran dari 4 kelenjar, testicules (membuat
spermatozoid), vesicules seminates (membuat cairan yang bersama mani),
prostrate (pemberi warna dan bau), Cooper & Mary (pemberi cairan yang
melekat dan lendir). 


# Ayat bahwa zygote dikokohkan tempatnya dalam rahim (QS. 22 : 5), dengan
tumbuhnya villis yang seperti akar yang menempel pada rahim. 


# Ayat tentang proses penciptaan manusia melalui mani (nuthfah), zygote yang
melekat ('alaqah), segumpal daging/embryo (mudhghah), dibungkus oleh tulang
dalam misenhyme ('idhama), tulang tersebut dibalut oleh otot dan daging
(lahma) (QS. 23 : 14). 

 


3. Diri manusia 

Allah SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan tentang proses
penciptaannya, baik secara fisiologis/fisik (QS. 86 : 5) maupun
psikologis/jiwa manusia tersebut (QS. 91 : 7-10). 



4. Sejarah 

 

Allah SWT memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu-Nya melalui
lembar-lembar sejarah (QS. 12 : 111). Jika manusia masih ragu akan kebenaran
wahyu-Nya dan akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh,
Hud, Shalih, Fir'aun, dan sebagainya, yang kesemuanya keberadaannya
dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini. 


[1] Bucaille, M., (1979)


* Al-Qur'an dan IPTEK (2/4)

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke