-----Original Message-----
From: Maintbase [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, June 21, 2007 6:16 PM
Subject: Tablig Akbar dan Munasaroh Palestina Batam

 

HADIRILAH TABLIGH AKBAR DAN MUNASHARAH PALESTINA

Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina ( KNRP-KEPRI )

" OUR SAVE PALESTINE  "

 

Bersama : - Ust Isfiriani Lc ( Ikatan Da'i Indonesia Batam )

                  - Tokoh Dari Palestina * Dalam Konfirmasi

Dan Pemutaran Film Palestina

 

Hari /Tanggal     : Sabtu / 23 Juni 2007

Jam                    : Bada Isya s/d Selesai

Tempat               : Masjid Nurul Islam KIB

 

Siapkan Infaq anda untuk Palestina

Kerjasama : KNRP KEPRI - RMNI - DANSON Nurul Islam

 

Palestina Up Date

 

Tuduh Bush Dukung Fatah untuk Picu Fitnah

Charter: Tidak Akui Legalitas Hamas adalah Kejahatan Jimmi Charter,
mantan Presiden Amerika

 

London - Infopalestina: 

 

Jimmi Charter, mantan presiden Amerika meminta kepada pemerintah Amerika
dan Israel serta Uni Eropa menghentikan politik yang mendahulukan
gerakan Fatah dari gerakan Hamas. 

 

Charter mengatakan, perjanjian Washington, Eropa dan Israel mendukung
pemerintah baru bentukan Abbas di Ramallah dan mencegah bantuan untuk
Gaza adalah bagian politik salah yang bertujuan memecah Palestina
menjadi dua bangsa dan bantuan itu tidak boleh diberikan kepada
pemerintahan yang dipimpin Hamas. 

 

Setelah menyampaikan pidatonya di Forum HAM di Duplin ibukota Irlandia,
Charter menambahkan langkah-langkah yang bertujuan memberikan bantuan
untuk Palestina di Tepi Barat adalah upaya untuk melanjutkan pemberian
sanksi kepada Palestina di Gaza yang jumlah warganya 1,5 juta orang yang
mengandalkan hidupnya dari bantuan. 

 

Charter menilai penolakan presiden Amerika Bush mengakui hasil pemilu
Palestina adalah tindakan kejahatan. Ia menyebut pemilu legislative
Palestina tahun 2006 sebagai pemilu bersih, transparan, dan demokratis.
Ia menyatakan, Hamas menang dengan 42% suara. Ia menyatakan, Washington
dan Israel berusaha mencegah adanya perdamaian dalam konflik Hamas dan
Fatah serta tidak ada upaya dari luar menyatuhkan kedua pihak tersebut. 

 

Kepada wartawan di Duplin, Charter menyampaikan bahwa Amerika Serikat
belakangan ini memberikan bantuan militer kepada Fatah untuk menundukkan
Hamas di Jalur Gaza.  Namun Fatah tidak mampu menghalahkan gerakan ini
karena kedisplinan para pejuang Hamas dalam berjuang. (atb)

 

 

 

 

 Delegasi PBB Ungkap Dokumen Rahasia Campur Tangan AS di Palestina Sejak
Lama Abbas Bekerja Untuk Amerika Hancurkan Hamas

 

 

Infopalestina-Gaza : Harian Haaretz Israel yang terbit hari Selasa
kemarin (19/6) menyebutkan, wakil sekjen PBB sekaligus sebagai delegasi
ke Timur Tengah melaporkan, Amerika telah bekerja sejak lama untuk untuk
menghancurkan Hamas dengan harga berapa pun.

 

Amerika bersedia membayar berapa pun untuk menghancurkan Hamas, walau
dengan banyaknya korban berdarah dari kalangan rakyat sipil, ungkap
Delegasi PBB untuk urusan Timteng, Alvaro de Soto pada sekjen PBB Ban Ki
Moon yang dilansir harian Haaretz Israel kemarin.

 

Alvaro de Soto mengungkapkan, berdasarkan dokumen rahasia milik Amerika
tersebut, kemungkinan pembentukan pemerinmtahan nasional Palestina, dari
awal memang sudah penuh dengan jebakan. Pemerintahan ini terbentuk paska
kesepakatan Hamas-Fatah di Makkah yang dikenal dengan "Deklarasi Makkah"
.Dari awal Amerika dan Tim Kuartet sudah memberikan persyaratan pada
pemerintahan Haneya yang tak mungkin terpenuhi.

 

Sejak pemilu Januari 2006 hingga pertemuan Makkah yang diprakarsai oleh
Arab Saudi, Amerika telah mendorong Fatah untuk selalu memusuhi Hamas.
Sepekan sebelum terjadinya pertemuan Makkah, Tim Kuartet mengadakan
pertemuan khusus membahas pertemuan antara Hamas dan Fatah. Melalui
agen-agenya di tubuh Fatah, Amerika dan konco-konconya sengaja
mengadakan keributan untuk mendorong aktivis Fatah memusuhi Hamas, agar
permusuhan antara keduanya lebih dahsyat, ungkap Soto. 

 

Seorang delegasi Amerika di Tim Kuartet mengatakan beberapa kali, "saya
suka pertempuran antara Hamas dan Fatah" Ia menginginkan ada orang
Palestina yang melawan Hamas, ungkapnya. Semua ini, ungkap Soto
menunjukan bahwa langkah Mahmud Abbas, memang sudah direncakan oleh
Amerika.

 

Sebagaimana ungkapan para penasehat Abbas serta orang dekatnya
menyatakan pada kami, mereka dipaksa untuk menggantikan pemerintahan
Hamas. Mereka juga merencanakan untuk mengadakan referendum rakyat
meminta dukungan mereka, membentuk dua Negara berdampingan berdasarkan
kesepakatan Oslo.

 

Beberapa waktu yang lalu, ungkap Oslo, para petinggi Amerika meyakini
bahwa Abbas bisa diandalkan untuk melawan Hamas. Mereka tidak tahu
sejauh mana kekuatan orang ini (Abbas) untuk melawan Hamas, tukas Soto.

(asy)

 

 

 

 

 

 

 

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke