Jumat,  06 April 2007 
Pria dan wanitanya berbaju Muslim.....lalu,  mereka 
“mendoakan” Al-Quran, “..kita mengusir.. esensi 
roh-roh yang  melekat pada ‘buku’ ini..” 

Hidayatullah.com--Inilah video ini sudah  beredar di 
tengah masyarakat dan 'menggegerkan' umat Islam di 
Batu dan  Malang, Jawa  Timur. Bahkan, sebagian sudah 
beredar di luar negeri. Warga  Indonesiayang tengah 
bekerja di  Hongkong pun, kabarnya sudah mendapatkan 
kopinya. 

Video berdurasi  sekitar satu jam ini sebenarnya 
hanyalah rekaman sebuah training ruhani dari  sebuah 
kelompok agama. Tak banyak yang istimewa. Selain 
hanya kata-kata  pujian, nyanyian doa-doa dan 
petuah-petuah agama dari beberap sang pemimpin  agama. 

Hanya saja, diantara isinya yang cukup meresahkan 
adalah  beberapa potongan kalimat dan tindakan yang 
bisa dikategorikan sebagai  pelecehan atau penistaan 
agama. 

Isi ringkas video ini dimulai dari  nyanyian lagu-lagu 
ruhani olah jamaah pria dan wanita. Sebagaimana  khas 
baju kebesaran kaum Muslim, sang wanita, rata-rata 
menggunakan  kerudung dan baju Muslimah. Sedang 
sebagaian besar pria menggunakan sarung,  baju koko dan 
kopiah haji berwarna putih. 

Beberapa menit kemudian,  jamaah menghentikan 
nyanyiannya untuk mendengar petuah seseorang. “Ada 
hal yang akan  menghalangi pertemuan kita dengan Tuhan 
malam hari ini, yaitu dosa….sebagai  kerendahan hati 
kita pada Tuhan. Marilah kita mengambil posisi sujud 
ke  hadirat Tuhan.” 

Parajamaah kemudian  duduk. Sebagian ada yang 
bersujud. Mereka berdoa sembari dipandu salah  seoarang 
yang memimpin doa. Tak beberapa lama, acara 
dilanjutkan  menyanyikan lagu puji-pujian kembali. 
Acara seperti ini, berlangsung beberapa  menit. 

Acara dilanjutkan rehat, panitia acara kemudian 
memutarkan  beberapa aksi kegiatan keagamaan mereka di 
tengah-tengah masyarakat dalam  sebuah tayangan foto 
yang ditampilkan dama layar LCD. Dalam gambar,  Nampak 
beberapa foto kegiatan bertuliskan; “Pelayanan Dalam 
Stop Out  Malang”.  Adagambar  beberapa orang melakukan 
pelayanan sosial ditengah-tengah masyarakat.  Gambar 
dilanjutkan dengan empat foto. Adaorang berkumpul, 
beberapa orang nampak  mengenakan jilbab. Di atas foto 
ada tulisan besar berbunyi, “Friendship  Evangelism” 
dan “Pelayanan Komunitas”. Dilanjutkan foto-foto 
kegiatan  bertuliskan, “Profesional Disciplesship 
Training (PDT)”. 

Tayangan  lantas terputus.... 

Puncaknya, ketika ada seseorang menggunakan  kopiyah 
putih (kemungkinan salah satu pemimpin) berdiri di 
antara para  jamaah yang sedang duduk mengelilingi. 
Sambil berkhotbah, di tangan kirinya  terlihat sedang 
memegang dua kitab. (belakangan kitab itu adalah 
Al-Quran  dan Injil). 

”…..kalau kita dalam keadaan sehat, semata-mata  karena 
anugrah Tuhan yang ajaib….” 

"Tuhan mempercayakan kita tinggal  di Indonesia, kita 
tinggal diantara  90% mereka yang belum percaya. Kita 
mengalami bersama bagaimana perlakuan  mereka kepada 
kita. Kita menyaksikan bersama perbuatan-perbuatan 
mereka.  Kita mendengar bersama rencana-rencana mereka. 
Hati kita turut merasakan apa  yang menjadi kebutuhan 
mereka. Saudara, adakah belas kasihan dalam hati  kita, 
adakah kerinduan kita untuk menjangkau mereka. 
Mungkin, mereka itu  adalah sanak-famili. Mungkin masih 
mertua kita. Mungkin saudara-saudara kita  satu 
kampung, satu desa. Pada kesempatan ini kita tahu, 
bahwa ada masalah  besar yang sedang mereka hadapi. Ada 
penyebab utama kenapa saudara-saudara  kita mengalami 
hal demikian." (Lalu… tangan kanan pria ini,  lantas 
mengangkat sebuah kitab tebal). 

“Di tangan saya, saudara, saya  angkat demikian, 
supaya saudara mengetahuinya. melihatnya dengan  jelas. 
Mengenali isi buku ini…" (kamera lantas mengarahkan 
kitab yang  ternyata tak lain adalah Al-Quranul Karim 
edisi terjemahan). 

“Di dalam  buku ini. Terdapat ajaran-ajaran yang 
menyesatkan berjuta-juta orang. Melalui  ajaran dalam 
buku ini, membawa mereka dan menuntun mereka menuju 
Neraka.”  (jamaah lantas diminta berdiri) 

“Ulurkan tanganmu. Arahkan pandangan  hatimu kepada 
mereka yang masih jauh. Pada kesempatan ini, tunjuk, 
ulurkan  tanganmu pada benda ini!. Benda yang 
mengakibatkan penyesatan begitu banyak  orang. Yang 
menyebabkan menyebabkan radikalisme sedemikian rupa. 
Yang  menyebabkan pemberontakan-pemberontakan. 
Kebencian yang diajarkan….”  (video terpotong. 
Selanjutnya, Al-Quran sudah berada di bawah.  Sejajar 
dengan kaki para jamaah yang masih mengelilingnya 
sambil  berdiri). 

“Malam ini kita akan melakukan hal yang besar. Kita 
akan  melakukan yang radikal, saudara-saudara!. Dengan 
berbelas kasihan pada  Allah (bukan Alloh, red) , mari 
bersama-sama berdoa, kita mengusir… esensi  roh-roh 
yang melekat pada buku ini. Dan kitakan di dalam nama 
Tuhan  Yesus…..” (suara lantas gemuruh. Adayang 
spontan bilang amen!.amen! Dan  sebagian mengatakan 
sesuatu sambil menunjuk-nunjuk arah Al-Quran.  Mirip 
merukyah jin. Gemuruhnya suasana membuat suara sang 
imam tak  terdengar secara jelas) 

“….kita katakan kepada pemimpin-pemimpin mereka  yang 
telah menjadi provokator, sekali lagi mari kita 
katakan, kepada  mereka yang mengajakarkannya. Di dalam 
nama Yesus….” (dan gemuruh pun  terjadi. Terlihat 
sebagian mengepalkan tangan dan berdoa  kembali) 

Masih banyak kutipan-kutipan lain yang belum sempat 
dikutip  secara keseluruhan di sini. Namun yang jelas, 
acara “Training Doa” yang telah  didokumentasikan di 
VCD inilah yang telah meresahkan sebagian besar  umat 
Islam, khususnya Kota Batu dan Malang. 

Meski tak jelas dari organisasi  apa dan lembaga agama 
mana, sebagian masyoritas Muslim meyakini,  kegiatan 
ini diselenggarakan oleh kelompok non Muslim. 

Namun kenyataan  ini dibantah kalangan Nasrani. Ketua 
Umum Badan Kerja Sama Gereja (BKSG)  KotaBatu,  Micha 
NL Tobing mengatakan sudah membuat keputusan bersama 
terkait kasus  ini untuk menepis anggapan bahwa 
kegiatan itu sengaja dilakukan kaum Nasrani,  seperti 
tercantum di VCD. "Kami sangat menyesalkan beredarnya 
VCD ini.  Karena itu, pengusutan kasus ini kami 
serahkan sepenuhnya ke aparat  keamanan," ujarnya di 
Harian Surya. 

========== 
Polisi Terus  Menyelidiki Penistaan Agama Oleh : Fakta 
12 Apr, 07 - 3:12  pm 

imageKepolisan Wilayah Malang terus menyelidiki kasus 
penistaan  agama oleh Lembaga Pelayanan Mahasiswa 
Indonesia(LPMI). Bahkan akan mendatangkan pakar. 

Kepolisian Wilayah Malang terus  menyelidiki kasus 
penistaan agama. Polisi sudah meminta keterangan  dari 
limasaksi yang menjadi panitia pelaksana dan 
mengamankan barang  bukti. 

"Barang bukti yang kami amankan berupa handycam, VCD 
berisi  gambar pelecehan agama, dan spanduk yang 
tergambar dalam VCD tersebut," kata  Kepala Kepolisian 
Wilayah MalangKomisaris Besar Polisi Muhammad  Amin 
Saleh. Amin berjanji mengusut kasus itu sampai tuntas. 
Polisi akan  berusaha menghadirkan semua anggota LPMI 
Jatilira (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara) yang 
hadir dalam pelatihan  rohani di Hotel Asida, hotel 
kelas melati di Kota Batu, 17-20 Desember  2006. 

Selain anggota LPMI, polisi segera memanggil pihak 
hotel. "Yang  jelas kami akan memanggil semua pihak 
yang terkait dengan kegiatan tersebut,  termasuk pihak 
hotel selaku penyedia tempat." 

Sebagaimana diketahui,  kasus penistaan agama dan 
Al-Quran ini sempat meresahkan kaum Muslim,  khususnya 
di wilayah Malang Raya (Kabupaten dan Kota Malang, 
plus  KotaBatu). 

Sejauh ini, Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Kota Batu 
sudah  memecat pendeta yang terbukti terlibat dalam 
kegiatan LPMI. Dalam rapat itu  Penasihat BKSG  Dr. 
Petrus Octavianus, yang juga Ketua Yayasan  Persekutuan 
Pengkabaran Injil Indonesia(YPPII) KotaBatu, 
menyebut kegiatan LPMI melanggar  ketentuan agama mana 
pun. Baik BKSG dan YPPII sama sekali tidak  mempunyai 
hubungan kerja sama dengan LPMI. 

"Kami sangat menyesalkan  tindakan mereka. Tindakan itu 
kami kira melanggar ketentuan semua agama.  Tapi, 
tindakan mereka sungguh di luar sepengetahuan kami. 
Secara personal  maupun kelembagaan, mereka bukanlah 
golongan kami, melainkan sekumpulan orang  dari luar 
Batu atau Malang," kata Petrus tanpa menyebut  jumlah 
dan nama pendeta yang terlibat. 

BKSG sudah memecat pendeta yang  terbukti terlibat 
dalam kegiatan LPMI. Dalam rapat itu Penasihat BKSG 
Dr.  Petrus Octavianus, yang juga Ketua Yayasan 
Persekutuan Pengkabaran Injil  Indonesia(YPPII) Kota 
Batu, menyebut  kegiatan LPMI melanggar ketentuan agama 
mana pun. Baik BKSG dan YPPII sama  sekali tidak 
mempunyai hubungan kerja sama dengan  LPMI. 




No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.463 / Virus Database: 269.6.1/777 - Release Date: 4/26/2007
3:23 PM


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.472 / Virus Database: 269.9.6/862 - Release Date: 6/22/2007
3:04 PM
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke