Kalau ane merasa, Hammas lebih sabar dari kita yang ada disini. Masuknya Hamas kedalam parlemen bukan karena sepotong kue kekuasaan, tapi karena ingin mengubah perpolitikan di palestina dan merebut wilayah yang dijajah oleh Yahudi Laknatullah. Sudah menjadi kewajiban ummat Islam untuk merebut dan mempertahankan hak miliknya atas penjajahan yang dilakukan oleh Yahudi. Masuknya Hamas keparlemen adalah usaha yang tulus untuk merebut tanah palestina dari genggaman Yahudi. bukan untuk meraih kue kekuasaan, Mereka Saudara kita orang2 Hamas rela berkorban dengan tidak mendapatkan gaji atas boikat Yahudi dan konco-konconya, saudaranya di culik, diintimidasi, dibunuh tapi semangatnya luar biasa tetap istiqomah demi kemenenagan umat. bahkan ruhul jihadnya semakin kuat, anak anak kecil saja sudah tertanam akidahnya yang lurus dalam membela kebenaran dan berjihad di jalan Allah. Untuk itu yang harus dilakukan oleh semua gerakan Islam adalah bukan saling menjatuhkan, tapi mendukung atas saudaranya. Karena begitu mudah seorang penonton itu berkomentar, coba bayangkan kalau yang terjadi di palestina itu menimpa di negri kita. Akhir kata Sudahkan kita membantu saudara kita di Palestina? ulurkan tangan anda One Man one dolar to save Palestina. Ingat Khilafah itu tidak bisa terbentuk dengan Sendirinya, tapi perlu perjuangan. Wassalam. Yanto
_____ From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of susanto.agus Sent: Tuesday, June 26, 2007 4:26 PM To: 'Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP' Subject: Re: [ FUPM-EJIP ] Apa yang Terjadi di Palestina Lebih BesardariSekadar Tindakan Kriminal, Bahkan Lebih dari Sekadar Skandal Komentar saya : Baik Fatah maupun Hamas sudah terjebak ke dalam perangkap Yahudi (AS-Israel) dengan kedok demokrasi (yang terbukti bobrok). Dulunya, Fatah dan Hamas sama-sama berjuang dalam pembebasan Palestina hanya mereka berbeda jalur (yang satu mengusung sekuler, yang satu membawa bendera Islam). Hamas bercita-cita membentuk kekuasaan yang islami (khalifah) dengan menyingkirkan Israel dari permukaan bumi. Gara-gara sepotong kue kekuasaan, Fatah mendapat kekuasaan dari persengkokolan Yahudi dengan syarat mengakui Israel. Sedangkan Hamas mulai kelihatan tidak sabar dengan mengambil jalan pintas ikut masuk dalam demokrasi yang merupakan jebakan AS-Israel. Secara hukum, Fatah diakui oleh AS-Israel karena sikap lunaknya tetapi di mata masyarakat Palestina tidak demikian. Begitupun sebaliknya, dengan Hamas. Kesimpulan : 1. Terbukti kalau tidak memiliki kesabaran maka hasilnya tidak diharapkan. Karena ingin cepat berkuasa dan merasa mendapat dukungan massa, Hamas akhirnya dijegal setelah menang pemilu. 2. Jalan membentuk khilafah hendaknya dimulai dari diri sendiri, keluarga kemudian lingkup luar masyarakat.Tentunya dengan penanaman tauhid dengan akidah yang benar, sabar dan menuntut ilmu serta dakwah. Dengan akidah yang kuat disertai kesabaran, ilmu dan dakwah secara kontinyu maka khilafah akan terbentuk dengan sendirinya. Bisa dilihat akhirnya, Hamas terjebak dalam permainan AS-Israel. 3. Terbukti ide demokrasi yang merupakan buatan manusia hanya menimbulkan kerusakan. Hamas menang pemilu secara demokratis tetapi berakhir tragis. 4. Perjuangan di Palestina hendaknya menjadi pelajaran bagi kita yang menginginkan terbentuknya khilafah dengan menjalankan syariat Islam. Mulailah dengan menguatkan akidah yang benar, menuntut ilmu yang benar dan dakwah yang menuju kepada Tauhid. Semuanya dijalankan dengan kesabaran. Wallahu ‘alam, Abu Syauqi _____ From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Daryono Sent: Tuesday, June 26, 2007 2:23 PM To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP Subject: [ FUPM-EJIP ] Apa yang Terjadi di Palestina Lebih Besar dariSekadar Tindakan Kriminal, Bahkan Lebih dari Sekadar Skandal بسم الله الرحمن الرحيم Apa yang Terjadi di Palestina Lebih Besar dari Sekadar Tindakan Kriminal, Bahkan Lebih dari Sekadar Skandal Wahai Orang-Orang yang Berlomba dalam Keburukan, Apakah Tidak Ada di Antara Kalian Orang yang Berfikir Jernih?! Bukankah merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, ketika Fatah yang telah menjadi tambatan harapan masyarakat untuk membebaskan Palestina secara menyeluruh, ternyata perannya hanya berhenti sebagai pemerintah di bawah pendudukan di Tepi Barat. Pemerintahan yang tidak memiliki daya, kekuatan, dan kedaulatan sedikit pun. Anehnya, Fatah berpesta dan meneriakkan nyanyian karena telah berhasil menghalangi Hamas dan milisinya dari sejumlah wilayah yang menjadi kekuasaannya. Padahal, seharusnya Fatah menghalangi tentara Yahudi agar tidak bisa menerobos dan berjalan-jalan di wilayah yang menjadi kekuasaannya? Bukankah juga merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, ketika Hamas, yang telah menjadi tambatan harapan masyarakat untuk membebaskan Palestina secara menyeluruh, ternyata perannya berhenti hanya sebagai pemerintah di bawah pendudukan di Gaza. Pemerintahan yang juga tidak memiliki daya, kekuatan, dan kedaulatan sedikit pun. Anehnya, Hamas menunaikan shalat sebagai wujud syukur kepada Allah karena telah berhasil membebaskan Gaza dari tangan Fatah dan milisinya. Padahal, seharusnya Hamas membebaskan Gaza dari kekuasaan dan politik Yahudi yang terus mencengkram Gaza dengan penuh rasa permusuhan baik pagi maupun petang? Bukankah merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, ketika kedua kelompok tersebut justru mewujudkan apa yang tidak mampu diwujudkan oleh entitas Yahudi itu sendiri, dengan memproklamirkan secara terbuka dan terang-terangan pemisahan Tepi Barat dan Gaza, bukan hanya sekadar nama, tetapi secara nyata, dengan gambar dan wujud fisik? Bukankah merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, bahkan lebih besar dari sebuah skandal, ketika darah-darah suci penduduk Palestina tumpah di tangan orang yang mengumumkan diri —sebagai satu kebohongan atau penipuan— berjuang dalam rangka melindungi darah penduduk Palestina? Wahai Kaum Muslim Sudah jelas bagi siapa pun yang masih bisa melihat, bahwa dengan penandatanganan kesepakatan Makkah, maka jebakan yang dialamatkan kepada Hamas untuk terlibat dalam Pemilu dan dipermudah kemenangannya, serta menerima pemerintahan di bawah pendudukan, telah membuahkan hasil! Tujuan disatukannya kelompok Islami dengan kelompok Sekular dalam satu kesepakatan, berdasarkan keputusan internasional berkaitan dengan masalah Palestina, yang kemudian semuanya sepakat terhadap adanya entitas Yahudi di Palestina tahun 1948, adalah agar masalahnya berubah menjadi masalah kewilayahan yang diduduki pada tahun 1967. Ketika perubahan masalah tersebut terjadi melalui keputusan penduduk Palestina, baik melalui pemimpin mereka dari kalangan Sekular maupun Islami. Seluruh faksi di Palestina kemudian setuju terhadap kesepakatan itu. Tidak ada faksi yang menolak kecuali al-Jihâd al-Islâmî, yang menolak kesepakatan tersebut secara menyeluruh, dan Front Rakyat (al-Jabhah asy-Sya’biyah) yang menolak secara parsial. Pengumuman kesepakatan Makkah (Februari 2007) merupakan penyempurnaan dari pengumuman Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Aljazair (Oktober 1988). Dalam pengumuman itu, PLO di bawah pimpinan Fatah menyetujui, bahwa masalah Palestina direduksi hanya pada isu kewilayahan yang diduduki pada tahun 1967. Karena pihak yang menandatangani persetujuan tersebut pada waktu itu adalah kelompok sekular, maka mereka membutuhkan tanda tangan dari kelompok Islami. Ini berhasil diwujudkan dalam kesepakatan Makkah. Kesepakatan Makkah itu sebelumnya diawali dengan pertempuran antara Fatah dan Hamas. Ini tentu membuat masyarakat awam, dari kalangan penduduk Palestina, menduga bahwa kesepakatan tersebut bertujuan untuk menghentikan pertumpahan darah. Mereka lupa dengan tujuan politik dari kesepakatan tersebut. Juga sangat jelas bagi siapa pun yang masih melihat, bahwa keberhasilan Hamas menduduki tampuk pemerintahan telah menciptakan adanya dua kepemimpinan di dalam pemerintahan. Satu pihak (Fatah) untuk otoritas (Palestina), dan satu lagi (Hamas) untuk pemerintahan. Maksudnya adalah untuk menyatukan dua kesepakatan yang ditandatangani, point demi point, yang mewakili kelompok Sekular dan Islami. Amerika dan entitas Yahudi, kedua-duanya jelas tidak menginginkan Hamas memiliki peranan yang riil, kecuali hanya menandatangani kesepakatan itu. Bahkan, Amerika dan entitas Yahudi ingin menggabungkan Hamas ke dalam PLO dengan perubahan yang tidak menyentuh substansi. Tujuannya, agar pemimpin yang lebih menonjol dan berperan adalah pemimpin otoritas Palestina (Fatah). Dengan asumsi, bahwa Eropa khususnya Inggris menginginkan agar Hamas, yang merupakan pemimpin pemerintahan tetap memiliki peran di dalam otoritas Palestina tersebut. Titik kritis Fatah di mata masyarakat adalah nafsu kekuasaannya yang sangat besar melampaui batas. Sementara masyarakat memandang Hamas tidak seperti itu. Karena itulah, maka langkah pertama adalah menyatukan Hamas dengan Fatah di sini. Sehingga masyarakat pun menilai, bahwa ambisi kekuasaan yang dimiliki Hamas juga sangat besar melebihi anggapan yang ada selama ini. Ini untuk memudahkan kembalinya otoritas Palestina tersebut dalam satu pemimpin, dan memudahkan penyatuan Hamas ke dalam tubuh PLO, dan masyarakat pun bisa menerima kembali masalah ini dengan anggapan bahwa, Hamas juga mempunyai ambisi kekuasaan yang sama dengan PLO. Wahai Kaum Muslim Wahai Penduduk Palestina Sudah menjadi kebiasaan kaum Kafir penjajah, bahwa untuk meraih semua tujuannya, mereka harus merekayasa krisis sampai pada titik terjadinya pertikaian, bahkan lebih dari itu. Begitulah kenyataannya. Sebagaimana yang terjadi pada kasus pertikaian antara Fatah dan Hamas yang sebelumnya, adalah untuk menyiapkan atmosfer penandatanganan kesepakatan Makkah sekaligus menjadi aksi untuk merelease kesepakatan tersebut. Karena pertikaian tersebut membuat penduduk Palestina berpikir keras untuk menghentikan pertikaian, dan akhirnya melupakan bencana politik dari kesepakatan Makkah itu. Dalam pertikaian Fatah dengan Hamas sekarang ini, juga membuat mereka (penduduk Palestina) berada dalam cengkraman, karena milisi yang ada di bawah Fatah mengobarkan kekacauan terhadap Hamas di Gaza. Hamas tidak menyelesaikannya dengan bersikap sabar dan membongkar skenario tersebut kepada masyarakat. Hamas justru membalasnya dengan melakukan pembunuhan dan menumpahkan darah sampai menimpa orang-orang tua, wanita, dan anak-anak, bahkan pepohonan dan batu, dalam sebuah pembantaian yang sangat keji. Seakan mereka lupa dengan hadits Rasulullah SAW dari Abdullah bin ‘Amru, bahwa Nabi saw. bersabda: « لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ » Sungguh lenyapnya dunia ini lebih ringan bagi Allah daripada membunuh jiwa seorang Muslim (HR. At-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibn Majah, lafazh menurut Tirmidzi) Sesungguhnya tidak adanya kesadaran politik dalam tubuh Hamas dan perjalanan tanpa disertai kesadaran politik itulah yang menyebabkan Hamas terjerumus ke dalam krisis demi krisis. Sampai pada titik, di mana mereka harus menumpahkan darah kaum Muslim yang tidak berdosa dengan cara zalim dan penuh permusuhan. Sementara Hamas justru menganggap dirinya melakukan kebaikan, bahkan untuk itu mereka melakukan sujud syukur kepada Allah. Sekarang Hamas telah menguasai Gaza dan memiliki pemerintahan sendiri. Sementara penguasa (Fatah) menguasai Tepi Barat, dan menguasai pemerintahan. Keduanya akan berlomba-lomba dalam keburukan dalam sebuah konflik, baik jangka panjang maupun pendek. Semuanya itu justru demi kepentingan Yahudi yang ingin mencabik-cabik apa yang masih tersisa dari Palestina dan menciptakan sekat-sekat di tengah-tengah penduduknya dalam bentuk permusuhan dan kebencian akibat pembunuhan yang terjadi. Apakah kaum Yahudi itu mampu melakukan semuanya tadi, jika seandainya tidak menggunakan tangan-tangan para pemimpin yang ada?! Wahai Kaum Muslim Wahai Penduduk Palestina Sesungguhnya Hizbut Tahrir menyerukan kepada orang-orang ikhlas yang masih ada, baik di dalam tubuh Fatah maupun Hamas, agar mereka menutup kantor-kantor otoritas Palestina (Fatah) dan pemerintah (Hamas) di bawah pendudukan tersebut. Mereka sendirilah yang harus menindak langsung orang-orang yang ikut andil hanya dalam perolehan kursi, dan menyimpang serta jatuh di dua wilayah pemerintahan, yaitu Gaza dan Tepi Barat. Mereka juga harus bersikap di hadapan orang-orang tersebut dengan sikap yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sikap yang akan dituliskan cahaya untuk mereka, baik di dunia maupun di akhirat, sehingga akan menyelamatkan mereka dari kehinaan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat. Sebab, terus-menerus berada di panggung sandiwara otoritas Palestina (Fatah) dan pemerintah (Hamas) yang berada di bawah pendudukan yang didirikan di atas tengkorak kaum Muslim yang terpenggal, nyawa kaum Muslim yang dihilangkan, dan darah-darah mereka yang ditumpahkan. Terus menerus berada dalam kondisi seperti ini sungguh merupakan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin. Sesungguhnya kami menyeru dan menyeru kepada orang-orang ikhlas yang masih ada, baik dari kalangan Fatah maupun Hamas, agar mereka mengembalikan masalah ini kepada masalah asalnya. Yaitu dengan menghancurkan entitas Yahudi mulai dari akar-akarnya dan mengembalikan Palestina secara menyeluruh sebagai bagian dari negeri-negeri Islam. Jika mereka belum mampu mewujudkannya saat ini, maka paling tidak mereka harus tetap berada di parit-parit yang telah mereka siapkan, dan bersikap teguh dalam posisi-posisi yang mereka ambil. Semuanya agar menjadi jalan pembuka bagi pembebasan yang pernah diwujudkan melalui tangan-tangan tentara Khalifah ar-Rasyid ‘Umar yang telah membebaskannya pertama kali, dan tentara Khalifah an-Nashir al-‘Abbasiy di bawah panji panglima Shalahuddin yang telah membebaskan al-Quds dari tangan pasukan Salib, dan kelak melalui tangan-tangan tentara pembebas yang akan membebaskan al-Quds untuk terakhir kalinya: Pada hari itu orang-orang Mukmin bergembira dengan pertolongan dari Allah (QS ar-Rûm [30]: 4-5) 3 Jumadil Akhir 1428 H 18 Juni 2007 M Hizbut Tahrir ______________________________________________________________________ This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. For more information please visit http://www.messagelabs.com/email ______________________________________________________________________
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
