Keluarga Dibantai Militer AS, Seorang Warga Pakistan Bunuh Diri
Selasa, 26 Jun 07 17:04 WIB

eramuslim.com
Seorang warga Pakistan bunuh diri setelah melihat sembilan anggota
keluarganya tewas akibat serangan militer AS ke sebuah desa di kawasan
pegunungan Shawal, wilayah Pakistan yang berbatasan dengan Aghanistan.

Pikhawar Khan, 70, menembak dirinya sendiri karena tak kuat menahan duka
kehilangan sembilan anggota keluarga sekaligus, termasuk dua anak
laki-lakinya, seorang anak perempuan dan tiga cucu laki-laki.

Tetangganya bernama Pazir Khan mengungkapkan, Pikhawar sangat terguncang
dan sejak peristiwa yang terjadi Sabtu (23/6) itu, dia terus menangis
dan kadang-kadang tertawa. "Saya tidak bisa menjelaskan keadaannya. Dia
terus menangis, dan tiba-tiba dia tertawa keras, " kata Pazir.

Menurutnya, Pikhawar sebenarnya berusaha untuk tabah dan awalnya,
kondisi tetangganya itu tidak terlalu buruk. Tapi setelah Pikhawar
melihat jenazah cucu-cucunya, mentalnya jadi lemah. Sampai akhirnya, ia
menembak dirinya sendiri di hadapan sekitar 8 sampai 10 orang, beberapa
jam setelah itu.

Pazir menceritakan kembali bagaimana serangan militer AS itu terjadi. Ia
mengatakan, helikopter-helikopter dan pesawat tempur AS memuntahkan
amunisi dan granat ke desa Shawal. Ia menyaksikan bagaiman
ledakan-ledakan granat dan butiran-butiran peluru yang menghantam
rumah-rumah di desa itu hingga hancur.

Para tetangga Pikhawar menyatakan, Pikhawar sedang tidak ada di rumah
ketika serangan itu terjadi dan hanya satu orang keluarganya, seorang
anak kecil yang selamat dari serangan itu.

Pasukan NATO di Afghanistan mengakui adanya operasi serangan yang telah
menimbulkan korban di kalangan warga sipil di perbatasan
Pakistan-Afghanistan. Menurut NATO, serangan itu dilakukan karena diduga
terdapat kelompok pejuang militan di wilayah itu.

Seperti biasanya, NATO hanya menyatakan permohonan maaf atas insiden
tersebut. Juru bicara International Security Assistance Force (ISAF)
Mayor John Thomas mengakui ada kesalahan dalam operasi serangan itu,
namun ia menyatakan bahwa operasi itu dilakukan atas kordinasi dengan
militer Pakistan.

Menurutnya, insiden tersebut menyebabkan 10 orang tewas dan 14 orang
lainnya luka-luka. Sementara warga desa Shawal menyatakan korban tewas
33 orang.

Analis masalah keamanan Pakistan Profesor Shamim Akhtar menyatakan,
pesawat-pesawat tempur AS sudah biasa melintasi wilayah udara Pakistan
dan tak seorang pun yang bisa menghentikan mereka.

Ia menegaskan, selama AS tidak meninggalkan Aghanistan, aksi-aksi
ekstrimisme akan terus terjadi. "Sampai AS dan kekuatan-kekuatan
asingnya meninggalkan wilayah ini, tidak akan ada penurunan apa yang
mereka sebut ekstrimisme. Fenomenanya malah makin meningkat.
Kenyataannya, AS lah yang menjadi alasan utama munculnya ekstrimisme di
kawasan ini, " tandas Akhtar. (ln/iol)






********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke