FUI: Tangkap Densus 88!News June 26th, 2007Forum
Umat Islam (FUI) membentuk ‘Tim Advokasi Korban Densus 88′ akibat
banyaknya penangkapan terhadap para aktivis Islam secara semena-mena
Hidayatullah.
“Karena memang seharusnya Densus 88 lah yang ditangkap. Karena mereka yang jelas melakukan teror kepada Umat Islam,” kata Munarman S.H., Ketua Tim Advokasi FUI dalam konferensi pers di Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta (26/6), pukul 11 pagi tadi siang. Untuk
itu, Rabu (27/06) besok, FUI akan mengajukan class action ke
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mereka akan menggugat dan meminta
pemerintah segera membubarkan Densus 88.
Dalam
temuannya FUI, Densus 88 terbukti telah melakukan pelanggaran HAM berat
dalam penangangan terorisme di Indonesia. Aksi Densus 88 kerap memakan
korban jiwa dari pihak sipil. Perlakuan terhadap para tersangka kasus
terorisme juga sering dilakukan secara tidak manusiawi.
Untuk
itu, FUI atas nama Ustad Abubakar Ba’asyir menggugat Pemerintah dan
Kapolri dengan pasal 28 A, D, G, dan I UUD 1945. Bahwa Densus 88 telah
melakukan pelanggaran HAM berat. Indikasinya, aksi yang dilakukan
sistematis dan terencana. Terbukti dengan adanya DPO dan target-target
tertentu. Lalu aksi yang dilakukan Densus 88 meluas, dari Jakarta,
Poso, dan berbagai tempat di Indonesia. Alasan lainnya, aksi
penyerangan ditujukan kepada masyarakat sipil dalam situasi damai.
Selain
itu, penanganan terorisme juga sangat diskriminatif, karena hanya
dialamatkan pada umat Islam saja. “Ketika ada pembakaran Kantor Polda,
dan Kejaksaan Negeri di Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh non-Muslim,
menyusul eksekusi mati Tibo CS, polisi tidak mengatakan itu sebagai
terorisme,” kata Munarman, yang juga mantan Ketua YLBHI.
Munarman
juga mengatakan, FUI mempunyai bukti-bukti otentik (prime source),
bahwa Densus 88 adalah alat Amerika Serikat dalam memerangi Islam di
Indonesia dengan dalih terorisme. Di antaranya dokumen-dokumen asli
Departemen Pertahanan AS tentang bantuan dana jutaan dolar untuk
melengkapi dan melatih Densus 88.
Untuk
tahun 2006, AS telah mengeluarkan dana sebesar 4,8 juta dolar AS
(sekitar Rp 43,5 miliar). ”Untuk tahun 2007 dan 2008 jelas lebih besar
lagi,” kata Munarman.
Ust.
Abubakar Ba’asyir yang juga hadir dalam acara tersebut menghimbau
kepada para polisi agar jangan masuk Densus 88. “Jangan masuk Densus
88. (Nanti) kamu bisa murtad. Jelas itu alat Amerika dan Yahudi untuk
memerangi Islam di Indonesia. ”
Ustad
Abu mengatakan, peristiwa ini adalah konsekuensi menegakkan syariat
Islam. Adalah sunnatullah, kata Ustad Abu, bila orang kafir memusuhi
umat Islam yang ingin menegakkan syariat. “Tidak ada orang kafir yang
menginginkan syariat. (Kalau ada) itu namanya kafir kelainan jiwa,”
terangnya disambut gelak peserta konferensi.
[Surya Facrizal/www. |
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
