Republika, Rabu, 11 Juli 2007  13:06:00
Tembok Israel akan Pisahkan Jerusalem dari Tepi Barat

Jerusalem--RoL-- Sebuah tembok Israel sedang dibangun di Tepi Barat akan 
berdampak memisahkan Jerusalem Timur dari wilayah-wilayah Palestina yang 
diduduki Zionis Yahudi di Tepi Barat, menurut laporan Badan PBB yang 
dipublikasikan, Selasa.

Kementerian pertahanan Israel tidak segera menanggapi laporan tentang proyek 
raksasa tersebut.
Para pejabat Israel mengatakan, tembok yang dikombinasikan dengan kawat berduri 
itu tujuannya untuk membantu menghentikan pelaku bom bunuh diri Palestina dari 
jangkauan kota-kota di Israel. Laporan Badan PBB untuk Koordinasi Urusan 
Kemanusiaan (OCHA) itu mengatakan, Israel telah merampungkan lebih dari separuh 
proyek pembangunan tembok itu yang dimulai pada 2003 di wilayah-wilayah 
Palestina yang didudukinya sejak 1967.

Pada 2004, Mahkamah Internasioanl yang bermarkas di Den Haag, Belanda, 
memutuskan bahwa pembangunan tembok di tanah-tanah yang diduduki Israel itu 
tidak sah (ilegal).
Israel mengabaikan keputusan Mahkamah Internasioanl tersebut, kata laporan 
tersebut.

Perampungan pembangunan tembok itu mengelilingi sebuah permukiman di Jerusalem 
dari Tepi Barat, yang menghambat akses bagi tempat-tempat kerja, kesehatan, dan 
pendidikan, ujar laporan itu.

Tembok lainnya yang sedang dibangun mengelilingi sebuah blok permukiman dekat 
kota Tepi Barat, Bethlehem, itu akan mengisolasi daerah-daerah kebudayaan 
Palestina dan memisahkan Bethlehen dan Jerusalem, kata laporan sembilan halaman 
tersebut.

Israel mencaplok Jerusalem Timur dalam perang 1967 dan memaklumkan bahwa semuah 
kawasan Jerusalem merupakan wilayah kedaulatannya dan ibu kota negaranya, suatu 
langkah yang tidak diakui komunitas internasional.

Di sisi lain, laporan PBB itu mengemukakan bahwa pagar dan tembok itu akan 
berdampak terperangkapnya 50.000 dari 2,5 juta warga Palestina yang tinggal di 
Tepi Barat di sebuah zona antara wilayah yang diduduki dan Israel, kata Reuters.

Para penduduk Palestina ini tidak bakal mengakses kebutuhan-kebutuhan sangat 
mendesak seperti sekolah-sekolah, klinik, toko di Israel atau sebaliknya di 
Tepi Barat tanpa izin khusus oleh pihak berwenang Israel, katanya.

Disebutkan pula, Israel telah memperketat prosedur termasuk mewajibkan izin 
bagi "peziarah", dan hanya memberi jaminan bagi 40 persen petani Palestina yang 
memerlukan pengolahan tanah mereka di sisi tembok Israel. ANTARA/IINAyto 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke