Republika, Selasa, 10 Juli 2007  22:58:00
Pengaruh Televisi dan Internet Buat Angka Seks Pra Nikah Meledak


Cirebon-RoL--Pengaruh tayangan televisi yang menonjolkan pornografi dan 
pornoaksi, maraknya penjualan keping disk khusus dewasa serta kebebasan membuka 
situs pornografi di internet diduga semakin `meledakkan` angka seks pra nikah 
yang dilakukan para remaja di Jawa Barat. 

Demikianlah benang merah Diskusi Panel "Pengembangan Kesadaran Pemuda Terhadap 
Faktor Destruktif melalui Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi" yang digelar 
di Islamic Centre Cirebon, Selasa dengan menampilkan pembicara Ketua Divisi 
Pemuda Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) Arif Srisardjono S Sos, sosiolog 
dari STAIN Cirebon Prof Dr Abdullah Ali MA, dan Shakina Mirfa Nasution, SE 
MApp.Fin juga dari ASA. . 

Menurut Arif Srisardjono, angka seks pra nikah yang menghinggapi remaja di Jawa 
Barat diperkirakan lebih dari 40 persen, karena hasil survei tahun 2002 
menunjukkan 40 persen remaja berusia 15-24 tahun telah mempraktekan seks 
pranikah. 

Demikian juga survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 di Jabodetabek 
didapatkan hasil lebih dari 80 persen anak-anak usia 9-12 tahun telah mengakses 
materi pornografi dari sejumlah media termasuk internet. 

"Jika saja ada kembali survei tahun 2007 ini maka angka seks pra nikah mungkin 
lebih besar lagi," katanya. 

Ia mendesak agar UU Pornografi yang memberikan perlindungan kepada anak dan 
remaja segera diundangkan dan UU tersebut harus mengakomodir klausul khusus 
tentang perlindungan anak dari pemanfaatan dalam produksi pornografi. 

Sementara Prof Dr Abdullah Ali MA mengatakan, semua pihak seharusnya menyadari 
terhadap bahaya pornografi dan pornoaksi dalam kehidupan sosial dan 
perkembangan jiwa anak-anak sehingga perlu perangkat proteksi baik berupa 
udang-undang ataupun teknologi maju untuk membendung hal itu. 

"Di Cina sangat keras proteksi untuk itu dimana semua warung internet 
diwajibkan memblok situs-situs pornografi, tetapi di sini tidak ada pengawasan 
itu," katanya. 

Ia mengungkapkan, masyarakat harusnya menyadari bahwa serangan pronografi dan 
pornoaksi itu telah muncul di berbagai tempat sehingga selain mengawasi segala 
aktifitas anak-anaknya, juga harus semakin mempertebal keimanan mereka. 

Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan pornografi yang dilihat, 
didengar dan dirasakan akan melebihi kokain karena pornografi akan mengaktifan 
jaringan seks yang diciptakan Tuhan untuk orang yang sudah menikah. 

"Tuhan menciptakan enam jenis hormon yang aktif pada hubungan pasangan yang 
sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan," 
katanya. 

Ia menjelaskan, dampak psiko-sosialnya remaja akibat pornograsi mulai dari 
adiksi (ketagihan) sampai ekskalasi perilaku seksual menyimpang seperti 
lesbian, incest, pedophilia, dan desensifitasi atau penurunan sensivitas seks. 
antara/pur
pur 
 
 
********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke