Harus kita syukuri di Bekasi sangat banyak Masjid bertebaran dekat rumah kita mari kita makmurkan dengan selalu sholat fardhu berjama'ah di Masjid Republika, Kamis, 12 Juli 2007
Jalan Panjang membangun Masjid di Prancis ''Pemeluk Katolik, Protestan, dan Yahudi memiliki sebuah tempat yang memadai untuk menjalankan ibadah. Mengapa kami tidak?'' tanya Mohamed Aboulbaki, seorang tokoh Muslim di Montreuil, sebuah wilayah suburban di timur Paris, Prancis, sambil menunjuk gambar menara dalam sketsa bangunan masjid yang akan dibangun di wilayah itu. Bagi Aboulbaki dan komunitas Muslim Montreuil, masjid dalam sketsa tersebut merupakan impian yang selama ini berusaha digapai. Ia menyatakan, Islam merupakan agama terbesar kedua di Prancis, maka wajar bila berharap memiliki tempat ibadah yang layak. Namun, impian tersebut bukan sesuatu yang gampang diraih. Di Prancis, seperti diakui Aboulbaki, pembangunan masjid adalah sebuah proses panjang yang harus sabar ditempuh. Termasuk pembangunan Masjid Agung Montreuil yang terus menjadi perdebatan hingga empat tahun. Enam bulan lalu, perdebatan itu mereda ditandai dengan dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan masjid. Saat itu, komunitas Muslim bernafas lega. Akhirnya, sebuah masjid yang utuh bakal menjadi bagian dari pemandangan Montreuil. Ternyata, pembangunan masjid itu sendiri hingga kini sama sekali belum bisa terlaksana. Ini terjadi setelah pada bulan lalu politisi lokal, Patricia Vaysseiere dari National Republican Mouvement (NRM), memenangkan gugatan terhadap pemerintah di pengadilan terkait pemberian izin penggunaan tanah dengan sistem sewa untuk pembangunan masjid itu. Dewan Kota Montreuil sebelumnya sepakat menyewakan tanah dalam jangka panjang senilai 1,4 juta euro per tahun untuk pembangunan masjid itu. Di Paris, sebuah Gereja Katolik juga menyewa tanah untuk bangunan gerejanya senilai sekitar 1,5 juta euro. Kasus seperti ini juga pernah terjadi di Marseille pada April lalu. Ini menjadi batu sandungan komunitas Muslim untuk melaksanakan pembangunan masjid yang telah direncanakan. Bila hambatan semacam ini tak terselesaikan, maka lima juta warga Muslim di Prancis akan terus menjalani ibadah di masjid basement (ruang bawah tanah). Selama ini, komunitas Muslim Prancis memiliki 1.500 masjid yang sebagian besar adalah rumah-rumah berukuran kecil atau aula berukuran sedang yang ada di basement sebuah bangunan. ''Pemerintah Prancis harus membantu Muslim keluar masjid basement bila menginginkan komunitas Muslim berintegrasi secara penuh dengan masyarakat,'' kata Aboulbaki. Setelah memberlakukan pelarangan jilbab di sekolah-sekolah tiga tahun lalu, ujarnya, kini putusan pengadilan menghambat penyediaan lahan untuk pembangunan masjid. ''Ini merupakan sebuah ujian bagaimana Prancis, dengan akar Kristen yang kuat, dapat mengakomodasi aspirasi komunitas Muslim.'' Terkait putusan pengadilan itu, komunitas Muslim Montreuil menyatakan siap menempuh jalur hukum. Langkah ini dilakukan karena pemerintah gagal meredam suatu hal yang mereka anggap sebagai diskriminasi dan pelanggaraan atas hak mereka untuk menjalankan agama secara bebas. ''Isu mendasar yang mencuat dalam masalah ini adalah adanya standar ganda. Sewa tanah jangka panjang ditentang hanya karena diperuntukkan pembangunan masjid,'' kata Didier Leschi, direktur urusan agama pada Kementerian Dalam Negeri Prancis, yang mengecam putusan pengadilan dan menganggap putusan itu menunjukkan sempitnya penafsiran atas sebuah hukum. Patricia Vaysseiere, anggota senior NRM, menyatakan pihaknya tidak menentang Islam sepanjang itu sebagai masalah individual. ''Kami hanya menentang adanya upaya Islamisasi yang dilakukan di negara kami,'' ungkapnya. Merespons pernyataan Vaysseire, Aboulbaki menyatakan pemerintah Prancis perlu menyatakan apa yang mereka inginkan dari komunitas Muslim. ''Muslim berhak mendapatkan penghormatan, dan pikiran bahwa pembangunan masjid adalah upaya Islamisasi mestinya tak ada lagi,'' katanya. n afp/fer ( )
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
