> Hajatan > > Sepulang kerja, si Panjul menjumpai istrinya sedang duduk manyun di ruang > tamu ( yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga, ruang belajar, ruang > santai, dll..mengingat kecilnya rumah Panjul yang dinamai 'Griya Bagya' itu > ), tentu saja senyum Panjul jadi urung mengembang sebagaimana biasanya kalau > dia masuk rumah setelah mengucapkan salam. > "Kenapa bunda ?" > "Kesel, jengkel, pusing, sebel, bingung." Jawab Yang dipertoan Istri sambil > cemberut. > Sambil melempar tas kerjanya ke meja makan, Panjul duduk sambil menunggu > istrinya bicara. > "Nih lihat, besok hari sabtu dan minggu, ada 5 undangan hajatan." > "Terus....masalahnya ?" > "Terus..terus...sudah jelas masalahnya kan, 5 undangan artinya Rp 50.000 x 5 > = Rp 250.000. Dalam sebulan ini saja, kita sudah dapat 8 undangan..artinya > untuk urusan hajatan saja, kita harus habiskan uang Rp 400.000,-....ini belum > urusan salonnya, transportnya, belum kalau si Makanati minta ini-minta > itu....bisa tekor ekonomi kita. bisa-bisa kita berurusan lagi dengan 'IMF' > lagi !!!" > "Ya sudah, kasih Rp 10.000,- aja tiap pengundang." kata Panjul enteng. > Gedubrak...Yang dipertoean Istri melompat sambil melotot..."Panjul, kasih > cuman Rp 10.000 ke kondangan !! bisa heboh orang se-perumahan ini...katanya > boss di pabrik, kok ternyata kere !" > "Lha memang boss yang kere kok !!" > > * * * > Suasana hajatan memang sungguh meriah. Sebuah panggung berdiri tegak dengan > sejumlah pemain band dan penyanyi dangdut yang lagi asyik menyanyikan lagu > "kucing garong'. Kursi-kursi dilapisi sarung kursi berwarna putih keperakan. > Di beberapa sudut terlihat meja-meja yang berisi makanan, minuman, > buah-buahan, ditambah lagi jajanan seperti siomay, bakso, dll, tertata dengan > rapi dan elok. > > Empunya Hajat dan istrinya menyambut kedatangan setiap tamu dengan senyum > selalu mengembang, walaupun terkesan senyum formalitas. Sementara para > penerima tamu yang terdiri dari gadis-gadis muda berkebaya, sibuk memberikan > souvenir kepada setiap tamu yang usai menulis di buku tamu, dan tentunya > mengisi kotak dengan amplop berisi uang. > > "Njul...Panjul !!" terdengar suara ketika Panjul baru saja selesai salaman > dengan Empunya hajat. > "Wah eloe Li....sudah duluhan, sama siapa ?"ternyata si Ali, karib si Panjul. > "Full team dong...nih Istri ama anak-anak juga diajak..termasuk pembantu juga > he he " > Terang saja Panjul heran, ngapain pembantu juga ikut diajak kondangan..tumben > si Ali jadi manusiawi begini. > > "Prinsip ekonomis...ekonomis !!" cengir si Ali > "Maksudnya apa ?" > "Sekalian makan malam sekeluarga...kan udah kasih sumbangan Rp 30.000,-. Yaa > itung itung beli makan di warung-lah...seorang jatuhnya cuman Rp 7500." > "Lha emang loe mau makan di kondangan lainnya lagi ?? masih muat perut loe ??" > "Kalem Njul...tadi siang, satu hajatan..malam satu hajatan..maksimal 2 > hajatan dalam sehari.Sisanya nggak di datangin". Panjul manggut manggut paham > akan prinsip ekonomi si Ali. Bagaimana mengoptimalkan uang sumbangan hajatan > sehingga datang ke hajatan tidak membebani anggaran belanja. > > Panjul tidak bisa menyalahkan Istrinya yang mengeluh banyaknya pengeluaran > karena hajatan, juga tidak bisa menyalahkan Ali yang mencoba menyiasati, > apalagi menyalahkan empunya Hajat. Karena Panjul yakin, Hajatan bukanlah > sebuah bisnis atau perdagangan, tetapi sebuah hubungan sosial. Tidak pada > tempatnya bila si empunya Hajat, berharap mendapatkan keuntungan atau balik > modal atas biaya penyelenggaraan hajatan itu. Dan juga tidak etis bila para > tamu mengharapkan imbalan yang sepadan dari uang sumbangan yang dikeluarkan. > > Tapi bagaimana bila anggaran sosial itu sampai berlebihan sehingga merusak > perencanaan anggaran belanja rumah tangga. Entahlah mungkin masing-masing > individu mempunyai kiat yang berbeda-beda. Tapi yang pasti, bagi Panjul, > mempererat silaturahim itu penting, dan itu tidak berarti hanya bertemu > disaat Hajatan.> > > Cikarang, 11 july 2007 > > > > > > >
******************************************************** Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP ******************************************************** Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA : http://www.usahamulia.net
Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke : [EMAIL PROTECTED] ********************************************************
